S

S
Tawaran Masuk Sekte



Keesokan harinya, ditengah-tengah kota Kerajaan Tianshi. Tepatnya disebuah toko baju, Tian Yun tengah mencari baju yang cocok digunakannya


"Guru, dari tadi aku tidak melihat baju yang cocok denganku!!." Sudah setengah jam lamanya Tian Yun hanya berjalan menyusuri toko baju yang memiliki tiga tingkat


Tian Yun benar-benar sangat payah dalam merapikan diri. Dia juga tidak tahu baju seperti apa yang cocok dengannya


She Zu yang sudah tidak tahan lagi dengan Tian Yun langsung membantunya. Dia mengambil sebuah baju menggunakan kekuatan spiritual dan langsung menyuruhnya untuk ke ruang ganti


Didepan cermin, sesosok laki-laki yang memiliki penampilan berbeda dari sebelumnya. Mulutnya tercengang, "Aku tidak menyangka akan setampan ini?!."


"Baguslah jika kau merasa baju itu cocok denganmu!!." Ucap She Zu yang duduk manis di bahu Tian Yun


Baju polos yang memiliki warna merah, celana hitam panjang yang sedikit ketat, penampilan Tian Yun kini sudah benar-benar berbeda dari sebelumnya


Tian Yun lalu memanggil pelayan toko untuk melakukan transaksi. Untuk tetap ketenangan toko, She Zu segera masuk kedalam tubuh Tian Yun kembali karena pelanggan tidak boleh membawa masuk binatang


...


Ditengah-tengah keramaian kota, Tian Yun tengah berjalan dengan perasaan yang sedikit kecewa sebab sepuluh koin emas yang diberikan oleh Xing Se kepadanya sudah habis tak tersisa, "Guru, aku pikir kita bisa membeli sesuatu yang lebih berharga dari sekedar baju ini!!."


"Tidak usah pedulikan itu, dikedepannya kau bisa menikmati kehidupan sebagai orang kaya!!." Ucap She Zu sedikit tegas


"Benarkah guru?." Ucap Tian Yun dengan malasnya


"Maka dari itu, jadilah kuat jika kau benar-benar menginginkan kehidupan yang seperti itu!!."


Tian Yun menghela nafas lalu menghembusnya, "Baiklah-baiklah!!."


Tiba-tiba saja Tian Yun mendengar suara yang memanggil namanya dari arah belakang, "Kakak Yun?." Suara yang sangat dikenalnya


Tian Yun membulatkan matanya, "Ah Yu?!." Dia lalu membalikkan badannya, "Ah Yu apakah itu benar-benar kau?!."


Raut wajah Ah Yu terlihat sangat senang. Dia berlari menghampiri Tian Yun dan langsung memeluknya, "Kakak Yun, aku sangat merindukanmu!!." Kedua matanya sudah berkaca-kaca. Dia lalu memeluk Tian Yun dengan erat


Tian Yun mengusap-usap rambut belakang Ah Yu, "Tenanglah, bukankah sekarang kita sudah bertemu?!."


Ah Yu melepaskan pelukannya. Dia lalu tersenyum manis sambil menganggukkan kepalanya


Ah Yu menarik tangan kanan Tian Yun, "Kakak Yun, kau akan menemaniku jalan-jalan bukan?." Dia membawa Tian Yun untuk pergi ke suatu tempat


Tian Yun tersenyum pahit, "Kenapa tidak?."


Tempat yang dituju oleh Ah Yu adalah sebuah taman yang ada ditengah-tengah alun-alun kota


Sebuah taman bunga yang dipenuhi oleh bermacam-macam bunga. Setelah puas melihat bunga, Ah Yu mengajak Tian Yun untuk pergi ke sebuah jembatan kecil karena disana tidak terlalu ramai orang. Mereka bisa membicarakan sesuatu yang menarik tanpa terganggu atau mengganggu orang lain


Sesampainya mereka disana, Ah Yu langsung memandangi sungai yang mengalir deras


"Kakak Yun, bagaimana keadaan ayah dan ibu?."


Pertanyaan Ah Yu membuat Tian Yun terdiam karena teringat akan kejadian waktu itu


Tian Yun berusaha untuk tersenyum manis, "Ayah dan ibu baik-baik saja, kau tidak usah khawatir!!." Dia terpaksa untuk berbohong agar Ah Yu tidak terpikirkan oleh kedua orangtuanya yang sudah tiada


Ah Yu tersenyum puas mendengar jika ayah dan ibunya baik-baik saja


Agar tidak membahas tentang orang tuanya lagi, Tian Yun segera mencari topik pembicaraan yang lain, "Ah Yu, bagaimana perkembanganmu?."


"Apakah kakak Yun ingin melihatnya?." Ucap Ah Yu yang membuat Tian Yun lebih penasaran


Tian Yun lalu menganggukan kepalanya. Ah Yu segera memperlihatkan kepada Tian Yun kekuatan yang sudah didapatnya setelah belajar di akademi selama satu tahun


Ah Yu merapatkan kedua telapak tangannya yang ditempelkan dan dihadapkan ke atas. Lingkaran sihir berwarna biru seukuran dua telapak tangannya menyala diatasnya. Bunga teratai berwarna biru perlahan mulai terbentuk diatas lingkaran sihir itu


Ah Yu tersenyum manis, "Kakak Yun, bagaimana?."


Mulut Tian Yun terbuka lebar, "Luar biasa, Ah Yu, kau benar-benar sangat hebat!!." Dia sangat senang dengan perkembangan adiknya yang tidak kalah dengannya


Sebuah suara terdengar ditelinga Tian Yun, "Yun'er, sepertinya anak ini sedikit spesial?, Apakah dia memiliki sesuatu tersembunyi?."


"Benar, aku ingat tetua Akademi Stardust pernah bilang jika dia memiliki Tubuh Teratai Naga Es!!." Ucap Tian Yun di dalam hati


"Pantas saja!!, Tapi kau jangan pernah berpikir untuk tidak mewaspadainya!!, Jika adikmu mendapatkan tekanan yang sangat kuat di hatinya, bisa saja kekuatannya yang tertidur meledak!!, Itu juga bisa membuatmu kehilangannya!!." Ucap She Zu serius


Raut wajah Tian Yun tiba-tiba saja terlihat khawatir, "Yang benar saja?!, Lalu apa yang harus kulakukan!!."


She Zu lalu menjelaskan, "Aku pernah membaca sedikit tentang Tubuh Suci Teratai Naga Es!!, Jika kekuatannya meledak, kau bisa menetralkannya dengan api putih!!


"Tapi, api putih itu ... ?" Tian Yun mendadak murung


"Kakak Yun, kau kenapa?." Tiba-tiba She Zu mencubit pipi Tian Yun hingga menyadarkannya


Tian Yun menggelengkan kepalanya, "Tidak-tidak ada apa-apa."


"Kakak Yun, lalu bagaimana perkembanmu?, Aku juga ingin lihat!!." Ah Yu sedikit memaksa Tian Yun


Sebenarnya Tian Yun ingin menyembunyikan kekuatannya. Akan tetapi, Ah Yu terus memaksanya


Ketika Tian Yun sudah membuka lebar telapak tangannya yang hadapkan ke atas dan lingkaran sihir berwarna hitam mulai menyala, tiba-tiba saja dia menyadari ada sesuatu yang melesat kearahnya


Tian Yun dengan cepat membalikkan badannya lalu menembakkan bola api untuk menghadang serangan itu


Tidak ada yang melihat jelas elemen jurus apa yang digunakan oleh Tian Yun. Yang pastinya, seseorang yang menyerangnya menggunakan atribut elemen api


Dibalik asap tebal yang menutupi pandangan mereka, seseorang tiba-tiba saja tertawa, "Rakyat jelata sepertimu ternyata memiliki sedikit kemampuan!!, Bagaimana jika kita bermain sebentar?!."


Ah Yu menggertakan giginya, "Shi Jinzi, apa yang kau lakukan?!." Dia lalu menarik tangan kanan Tian Yun, "Kakak Yun, sebaiknya kita tidak usah memperdulikannya, ayo kita pergi!!." Akan tetapi dia sama sekali tidak bisa menariknya


"Kakak Yun, ada apa?." Ah Yu tidak tahu apa yang dilakukan oleh Tian Yun


Tatapan Tian Yun sangat serius menatap asap tebal yang perlahan memudar, "Ah Yu, aku tidak akan membiarkannya begitu saja!!."


Shi Jinzi terlihat jelas didepan mata Tian Yun


Shi Jinzi yang sudah tidak sabar langsung menyerang Tian Yun dengan tiga buah bola api. Dengan cepat Tian Yun menggendong Ah Yu dengan kedua tangannya dan langsung membawanya untuk pergi


"Ah Yu, tunggu disini!!." Dia menyuruh Ah Yu untuk menunggunya dan melihatnya dari kejauhan saja


"Kakak Yun, tunggu!!." Ah Yu ingin menghentikannya akan tetapi, dia sama sekali tidak bisa


Tian Yun kembali ke jembatan untuk memberi pelajaran kepada Shi Jinzi. Tatapannya masih terlihat sangat dingin


Shi Jinzi tersenyum dingin, "Berani juga kau?!, Rakyat jelata!!." Tak menunggu lama lagi, dia langsung melesat kearah Tian Yun dengan tangan kanannya yang sudah diselimuti oleh aura api yang terlihat seperti cakar singa


Tian Yun memiringkan badannya. Serangan Shi Jinzi hanya berhasil memotong sedikit rambut Tian Yun


Shi Jinzi tidak menghentikan serangannya sehingga dia memukul jembatan hingga menghancurkannya


Mereka berdua melompat agar tidak tercebur ke sungai


Setelah kakinya menginjakkan tanah, Tian Yun dengan cepat melompat untuk yang kedua kalinya kearah Shi Jinzi dengan kepalan tangannya yang sudah diselimuti oleh kobaran api


Tidak selesai dengan itu, Tian Yun memusatkan semua kekuatannya di kaki kanannya dan langsung menendang pelipis Shi Jinzi


Shi Jinzi terpental hingga menghantam sebuah bangunan hingga membuatnya terlihat sedikit retak. Seteguk darah keluar dari mulutnya


Tian Yun berdiri ditempatnya untuk mengatur ulang nafas dan strategi


Shi Jinzi menggertakan giginya, "Sialan, kau benar-benar membuatku marah!!." Dia lalu menyelimuti tubuhnya dengan aura yang membentuk tubuh singa sepenuhnya


Tian Yun sedikit terkejut, "Guru, apakah dia sudah bisa memanggil wujud sempurna Spiritnya?."


"Tidak, itu bukan wujud sempurnanya!!. Lihatlah tingkat ketebalan kulitnya. Bahkan kau masih bisa melihat sesuatu yang ada dibelakangnya dengan jelas. Mungkin saja, dia hanya mengkonsumsi Pil Ajaib atau semacamnya?!."


Walaupun dalam bentuk sempurna, tetapi tingkat ketebalan dan kekuatan Spirit milik Shi Jinzi masih sangat lemah


Tian Yun bahkan bisa dengan mudah menghancurkannya dengan pukulan penuhnya


Shi Jinzi mengaum keras. Dia berlari seperti seekor singa yang sedang mengejar mangsa kearah Tian Yun lalu melompat dan mencabik-cabik Tian Yun secara brutal


Tian Yun menghindari setiap cabikan cakarnya. Dia melihat sebuah celah dibagian kaki kiri Shi Jinzi


Dengan cepat, Tian Yun mengendalikan Rantai Neraka untuk mengikat kaki kiri Shi Jinzi dan memasukannya kedalam tanah


Raut wajah Shi Jinzi terlihat cemas. Dia sedikit kesulitan untuk bergerak karena salah satu kakinya tertelan oleh tanah


Menggunakan Rantai Neraka, Tian Yun melilit tubuh Shi Jinzi hingga dia tidak bisa bergerak lalu melemparnya masuk ke sungai


Shi Jinzi hampir tenggelam oleh aliran sungai yang sangat deras itu. Beruntung, salah satu tetua Kerajaan Tianshi segera datang dan menyelamatkannya


Shi Jinzi menggertakan giginya, "Tetua, anak itu mau membunuhku!!." Dia berbohong kepada tetua yang berdiri didepannya agar tidak kehilangan reputasinya


Tian Yun mengkerutkan keningnya. Dia hendak berbicara akan tetapi She Zu menghentikannya, "Tidak usah berbicara, orang-orang menjijikkan itu tidak akan membiarkanmu pergi!!."


Tetua kerajaan yang memakai pakaian khas para tetua Kerajaan Tianshi, terbuat dari bahan yang tebal sehingga air biasa tidak akan membasahinya, memiliki warna merah kehitaman, memakai sepatu kulit, rambut dan jenggot pendek berwarna putih


Tetua Bai, seorang penyihir yang berhasil membuka bintang ke lima. Termasuk tetua tingkat menengah yang bertugas di Kerajaan Tianshi


"Apa kau yang sudah membuly tuan mudaku?." Ucapnya dengan tegas


Tian Yun tersenyum dingin, "Karena tetua percaya apa yang dikatakan oleh majikanmu, kenapa kau masih bertanya?."


Tetua Bai dibuat marah olehnya, "Sungguh bocah yang arogan!!." Dengan cepat dia mengeluarkan jurusnya


Lingkaran sihir berwarna coklat menyala dibawah kaki Tian Yun. Tanah disekitarnya sedikit bergetar. Tiba-tiba saja, bongkahan tanah muncul dan langsung menghimpit tubuh Tian Yun


Tian Yun menggertakan giginya. Sekujur tubuhnya tidak bisa digerakkan. Hanya kepalanya saja yang terlihat karena bongkahan tanah itu menghimpitnya


"Aku tanya sekali lagi, apakah kau yang sudah membuly tuan mudaku?!." Ucapnya tegas


Tian Yun meludah, "Dasar anj*ng kerajaan!!, Kenapa kau sangat menjengkelkan?!." Tian Yun kesal akan tetapi dia sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa


Dengan kekuatannya yang sekarang, untuk mengendalikan Rantai Neraka setidaknya dia harus menggerakkan salah satu tangannya


Tetua Bai menggertakan giginya, tatapannya sudah berubah menjadi tatapan membunuh, "Ka, kau benar-benar sudah bosan hidup, kalau begitu, aku tidak akan segan-segan lagi!!."


Tetua Bai menggenggam tangan kanannya sehingga membuat tanah yang menghimpit Tian Yun menjadi semakin kuat


Tian Yun menjerit kesakitan. Ah Yu yang melihatnya dari kejauhan sudah mulai berkaca-kaca. Dia ingin berlari untuk menyelamatkannya


Tiba-tiba saja, tanah yang menghimpit Tian Yun hancur sepenuhnya. Tian Yun terduduk di tanah dengan nafas yang sudah terengah-engah


"Seorang penyihir yang sudah membuka bintang ke lima hendak membunuh seorang bocah?, Kerajaan Tianshi benar-benar memalukan!!." Suara yang sudah tidak asing lagi bagi Tian Yun


Sesosok wanita yang sangat familiar berdiri tepat didepannya


Tian Yun berusaha untuk berdiri, "Kakak Se, kenapa kau masih disini?." Ucap Tian Yun keheranan


Ah Yu berlari dari belakang sambil berteriak memanggil namanya, "Kakak Yun!!." Dia langsung memeluknya dengan air mata yang mengalir deras


"Aku akan menjelaskannya nanti!!." Ucap Xing Se


Tetua Bai menggertakan giginya, "Siapa kau?!, Beraninya kau ikut campur dengan urusan kami?!."


"Sepertinya kau ingin berurusan dengan Sekte Bintang Jatuh?." Ucap Xing Se dingin sambil melempar plat besi yang bertuliskan Bintang Jatuh


Tetua Bai tercengang, "Sekte Bintang Jatuh?, Kenapa murid Sekte Bintang Jatuh melindungi anak ini?." Ucapnya dalam hati


Tetua Bai menggertakan giginya, "Tuan muda, lebih baik kita segera pergi!!."


Shi Jinzi mengkerutkan keningnya, "A, apa?, Tunggu, rakyat jelata itu ingin membunuhku, apakah kita melepaskannya begitu saja?."


Tetua Bai menatap Shi Jinzi dengan tatapan membunuhnya yang membuat Shi Jinzi hampir terkencing


Shi Jinzi menggertakan giginya, "Rakyat jelata!!, Kali ini kau lolos!!." Ucapnya sangat kesal. Dia lalu berjalan mengikuti tetua Bai yang sudah berjalan meninggalkannya


Xing Se menghembuskan nafas lega. Dia mengambil plat besi dengan kekuatan spiritualnya dan langsung menyimpannya kembali


Xing Se melirik Tian Yun yang masih dipeluk erat oleh seorang gadis, "Wah-wah, sepertinya penampilan barumu berhasil memikat seorang gadis?!." Ucapnya sambil tertawa kecil


Ah Yu segera melepaskan pelukannya. Wajahnya memerah karena mendengar ucapan yang membuatnya malu, "A, aku, tidak ... " Dia benar-benar tidak tahu ingin berkata apa


"Kakak Yun, aku harus segera kembali ke akademi, selamat tinggal, jaga dirimu baik-baik!!." Ah Yu lalu berjalan meninggalkan Tian Yun dan Xing Se


Xing Se kembali tertawa kecil, "Sepertinya, adik ipar masih malu-malu?." Ucapnya sambil memandangi kepergian Ah Yu


Ah Yu mendengarnya, wajahnya terlihat semakin memerah. Dia lalu mempercepat langkah kakinya, "Kakak Yun, jangan lupa menjemputku di hari kelulusan!!."


Sambil menahan rasa malu dia mengingatkan Tian Yun untuk menjemputnya di hari kelulusan nanti


"Tian Yun, bagaimana denganmu?, Apa kau baik-baik saja?." Ucap Xing Se sambil melirik Tian Yun


Tian Yun menggelengkan kepalanya, "Tidak apa-apa, aku baik-baik saja!!." Dia teringat dengan Xing Se yang ternyata belum kembali ke sekte


"Kakak Se, kenapa kau masih disini?."


Xing Se lalu menjelaskan kepada Tian Yun, "Sebenarnya aku mencari gulungan atribut kecepatan karena aku ingin membuat sebuah belati menggunakan giok bintang, tapi aku sama sekali tidak mendapatkannya!!."


"Ah Tian Yun, bagaimana jika kau ikut aku kembali ke sekte, aku akan merekomendasikan langsung atas namaku, Bagaimana?, Apa kau tertarik?." Ucap Xing Se


Setelah melihat Tian Yun bermasalah dengan Kerajaan Tianshi, dia menjadi lebih khawatir dengan keselamatannya


Tian Yun tersenyum pahit, "Maaf kakak Se, untuk sementara ini, aku ingin berlatih sendirian, usiaku juga belum memenuhi syarat untuk masuk ke sekte!!, Mungkin beberapa tahun lagi aku bisa mempertimbangkannya?!."


Xing Se menarik nafas lalu menghembusnya, "Baiklah, memang ada benarnya dengan apa yang kau katakan!!."


"Kakak Se, terimakasih banyak karena telah menyelamatkanku, aku minta maaf karena aku masih ada urusan yang harus diselesaikan!!." Dia lalu berlari meninggalkan Xing Se. Tidak lupa dia melambaikan tangannya, "Sampai bertemu lagi kakak Se!!."


Xing Se juga melambaikan tangannya, "Hati-hati dijalan, adik!!." Dia lalu meninggalkan tempat itu karena dia harus mengemas barang yang ditinggalkannya di penginapan dan kembali ke sekte


Bersambung ...