
Dari kejauhan Xing Se melihat tubuh Tian Yun terbaring di tanah. Raut wajahnya terlihat sangat cemas, "Tian Yun?!." Dia lalu berlari untuk mengeceknya
Detak nadi dan nafasnya masih normal. Hanya saja, tubuhnya terlihat mendapatkan banyak sekali luka bakar. Perban yang membalut tubuhnya juga tak sedikit yang terbakar, bahkan terlihat kendur dan hampir lepas
Xing Se segera membantunya berdiri lalu menyandarkan tubuhnya dengan pohon yang masih berdiri tegak yang berada sedikit jauh dari kerusakan yang dibuat oleh Tian Yun dan Griffin Api Hitam
Xing Se menghembuskan nafas lega. Dia lalu bersandar dengan pohon yang sama dengan yang digunakanTian Yun untuk bersandar
"Kekuatanku benar-benar sudah habis?!. Sebaiknya, aku memulihkan diri terlebih dahulu!!."
Setelah selesai mengatur ulang nafasnya, Xing Se segera duduk bersila, berkultivasi untuk memulihkan tenaganya kembali agar dia bisa menggendong Tian Yun kembali ke goa
...
Didalam alam bawah sadar Tian Yun ...
Tian Yun mengkerutkan keningnya, "Apa itu?." Dia melihat sebuah benda yang seperti sebuah peti mati dengan rantai ungu yang mengikatnya dengan kuat juga seekor Naga Hitam. Tian Yun mencoba untuk mendekatinya
Ketika jarinya hendak menempel dengan peti mati itu, tiba-tiba saja sesuatu yang sangat mengerikan membuatnya terkejut hingga terbangun dari tidurnya
Tian Yun tersadar dari pingsannya dan langsung duduk dengan nafas yang terengah-engah karena terkejut oleh sesuatu yang sangat menakutkan itu
Raut wajahnya terlihat sangat cemas. Keningnya sudah dipenuhi oleh keringat dingin. Dia memandangi sekujur tubuhnya
Tian Yun mengkerutkan keningnya, "Siapa yang mengganti perbanku?, Apakah guru sudah pulih?." Gumamnya
"Tian Yun?!, Apakah kau sudah sadar?!." Tian Yun mendengar sebuah teriakan dari dalam lorong goa
Xing Se tengah berlari menghampirinya dengan raut wajah yang terlihat khawatir, "Tian Yun, bagaimana keadaanmu?."
Tian Yun tersenyum pahit, "Aku tidak apa-apa, hanya saja, tubuhku masih terasa sangat berat!!."
Mendengar Tian Yun tidak kenapa-kenapa, Xing Se tersenyum puas, "Tunggulah disini, aku akan mengambilkanmu bubur yang sudah kubuat!!." Dia lalu berlari keluar untuk mengambilkan Tian Yun semangkuk bubur
"Yun'er, bagaimana keadaanmu?." Tiba-tiba saja sepatah suara terdengar dari dalam telinganya
Tian Yun membulatkan matanya, "Guru, apakah kau sudah sadar?." Ucapnya kegirangan
"Tentu saja!!, Yun'er kau harus berterimakasih kepada gadis itu, jika tidak ada dia, kau pasti sudah mati!!." Ucap She Zu
Tian Yun menganggukkan kepalanya. Seketika semangatnya kembali membara setelah mengetahui jika She Zu tidak kenapa-kenapa. Dia pikir dia akan kehilangan seseorang yang berharga baginya lagi
"Yun'er, coba perlihatkan sihir apimu!!." Ucap She Zu sedikit penasaran
Tian Yun mengkerutkan keningnya, "Memangnya ada apa?, Apakah guru menyesal karena menolongku?."
"Dasar bocah sialan!!, Apa kau lupa gulungan sihir yang kau dapat waktu itu?." She Zu berteriak karena merasa sedikit kesal
Tian Yun akhirnya teringat tentang gulungan sihir yang sudah dipelajarinya. Dia juga merasakan adanya energi baru dalam tubuhnya
Dia membuka lebar telapak tangannya. Lingkaran sihir berwarna hitam menyala diatasnya
Seketika mulut Tian Yun terbuka lebar, ",I, ini, guru, apakah ini bukan mimpi?, Apakah apiku benar-benar berubah?."
She Zu menampar pipi Tian Yun dengan ekornya, "Bagaimana?, Apakah kau merasa sakit?." Tamparan ekor She Zu yang keras meninggalkan bekas di pipi Tian Yun
"Ternyata ini bukan mimpi!!, Guru, terimakasih banyak!!." Ucap Tian Yun sambil memegangi pipinya yang ditampar oleh She Zu
She Zu menghela nafas lalu menghembuskannya, "Benar-benar bocah sialan!!."
"Setelah mendapatkan api hitam, apimu langsung meningkat dua level sekaligus. Dan sekarang sudah berada di level tiga." Ucap She Zu
Tian Yun tiba-tiba teringat dengan apa yang dilihat didalam mimpinya, "Guru, aku bermimpi melihat seekor naga juga sebuah benda aneh, apakah guru bisa memberitahukhu?."
She Zu sedikit terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Tian Yun. Tak disangka jika Spiritnya bangkit setelah mendapatkan Api Hitam. Juga tentang peti mati yang didalamnya terdapat jiwa Mei Hao
"Untuk naga hitam, itu mungkin adalah Spiritmu!. Untuk benda aneh itu, aku belum bisa menceritakannya!!."
She Zu masih belum bisa menjelaskan kepada Tian Yun dengan kekuatannya yang masih sangat lemah. Dia berjanji akan memberitahu Tian Yun saat masanya telah tiba
"Spirit?. Guru, kau tidak bercanda bukan?."
Setengah kecewa dan setengah gembira dirasakan oleh Tian Yun. Gembira karena Spiritnya tiba-tiba saja bangkit dan kecewa karena She Zu belum bisa menceritakan tentang benda aneh yang ada didalam tubuhnya
"Itu hanya kemungkinan kecil!!. Karena aku mengorbankan Spirit dan Inti Spiritual kepadamu, mungkin itulah yang membangunkan Spiritmu yang tertidur?!."
Walaupun tidak terlalu yakin dengan yang diucapkannya, akan tetapi tidak menutupi kemungkinan jika Spirit milik Tian Yun terbangun setelah mendapatkan energi yang cukup besar
Darah murni milik Shen Yuan yang menurun kepada Tian Yun juga pasti mengandung beberapa energi Spiritnya
"Untuk mengetahui detailnya, aku memiliki sebuah cara yang sangat manjur!!."
Sontak kedua mata Tian Yun berbinar, "Benarkah?. Guru, cepat katakan kepadaku!!."
"Kau benar-benar tidak sabaran!!. Sebelumnya kau sudah pernah membuat Pil Putih. Dan sekarang kau harus menambahkan satu bahan yang sangat langka karena kau harus membuat Pil Mutiara Pelangi. Untuk saat ini, kau tidak perlu terburu-buru!!."
Tian Yun menghela nafas lalu menghembuskannya, "Lalu, bahan apa yang kau maksud itu?."
"Kristal Tujuh Warna!!. Kau harus mendapatkan tanaman herbal itu terlebih dahulu!!."
Tanaman herbal yang sangat langka yang mungkin akan muncul satu abad sekali
Kecil kemungkinan bagi mereka untuk menjumpai atau mendengar informasinya saja. Sudah lebih dari dua ratus tahun ini, Kristal Tujuh Warna sama sekali belum ada kabarnya sama sekali
"Dewa keberuntungan, tolonglah aku!!." Tian Yun berteriak sehingga suaranya menggema di lorong goa
Tak lama kemudian, Xing Se berjalan dengan semangkuk bubur yang dibawanya. Juga segelas air putih hangat
"Apa kau mengatakan sesuatu barusan?." Dia samar-samar mendengar suara teriakan Tian Yun
Tian Yun menggelengkan kepalanya beberapa kali, "Tidak-tidak, tidak ada apa!!." Ucapnya sambil mengelus-elus rambut belakangnya
Xing Se lalu menyuapi Tian Yun dengan penuh kasih sayang. Walaupun Tian Yun merasa sedikit malu, akan tetapi Xing Se tetap memaksa untuk menyuapinya
"Ngomong-ngomong kakak Se, sudah berapa lama aku pingsan?." Tanya Tian Yun
"Tiga hari!!, Dan setiap malamnya, kau sering mengigau tentang gurumu, apakah kau sebelumnya memiliki guru?." Jawab Xing Se sambil menyuapi Tian Yun
Tian Yun sedikit terkejut. Dia sama sekali tidak menyangka jika dirinya bisa mengigau seperti itu
Tian Yun menganggukkan kepalanya, "Kau benar, tapi, aku tidak bisa menjelaskannya kepadamu!!."
"Mungkinkah masa lalu anak ini benar-benar menyedihkan?." Ucap Xing Se dalam hati. Dia lalu tersenyum manis, "Tidak apa, sekarang jika kau membutuhkan sesuatu, kau bisa mencariku!!."
Tian Yun menganggukkan kepalanya. Dia lalu meminum segelas air yang sudah diberikan oleh Xing Se
Dia teringat dengan barang-barang yang berhasil didapatkannya, "Kakak Se, aku mendapatkan beberapa barang saat menjarah reruntuhan kuno waktu itu!!." Dia mengeluarkan ketiga batu giok dari liontinnya lalu meletakkannya didepannya
Xing Se yang sedang merapikan mangkuk kayu dan gelas dari bambu melirik kearah batu giok. Seketika mulutnya tercengang, "I, ini, bukankah ini giok bintang?!." Dia lalu memegang salah satu batu giok
"Giok bintang?." Tian Yun tidak tahu tentang batu giok itu. She Zu juga tidak memberitahunya
Xing Se menganggukkan kepalanya, "Aku pernah membacanya di dalam catatan kuno. Kita bisa membuat senjata dengan giok ini!!."
Tiba-tiba saja terdengar suara di telinga Tian Yun, "Bagus sekali, kau bisa membuat senjata yang bagus setelah ini!!." She Zu belum sepenuhnya mengizinkan Tian Yun untuk menggunakan Rantai Neraka saat bertarung dengan manusia jika dia tidak dalam keadaan terdesak
"Kakak Se, kalau begitu, aku akan ambil satu!!, Aku juga sudah mendapatkan gulungan kuno waktu itu!!." Ucap Tian Yun
Xing Se menggelengkan kepalanya, "Tidak-tidak, aku bisa mengambil satu!!, Lagipula, aku sudah sangat nyaman menggunakan pedangku!!." Xing Se memaksa Tian Yun
Sedikit lama mereka saling berdebat tentang siapa yang mengambil berapa
Karena Xing Se sangat memaksa, Tian Yun tidak bisa apa-apa selain menuruti apa kata-katanya. Dia menghembuskan nafas, "Baiklah jika kau sangat memaksa!!." Dia lalu teringat dengan esensi yang masih disimpannya
"Oh iya, kakak Se pasti membutuhkan ini!!." Dia lalu mengeluarkan kedua esensi tingkat empat lalu memberikannya kepada Xing Se
Mulut Xing Se terbuka lebar, "Ini semua untukku?." Dia meminta kepastian terhadap Tian Yun
Tian Yun menganggukkan kepalanya. Xing Se langsung mengambilnya dan memandangi kedua enensi itu dengan perasaan yang sedikit tidak percaya
"Baiklah, aku akan menerimanya!!." Ucap Xing Se sangat gembira, "Dikedepannya, kau tidak perlu memikirkan balas budi kepadaku!!, Dua esensi ini sudah sangat membantuku!!."
Tian Yun tersenyum dingin sambil sedikit menganggukkan kepalanya
"Kakak Se, bukankah kau sedang menjalankan misi dari sekte?, Apakah mereka tidak khawatir denganmu?." Tanya Tian Yun
Xing Se menggelengkan kepalanya, "Sebenarnya aku tidak mengemban misi!!."
Dia lalu menjelaskan yang sebenarnya kepada Tian Yun secara lebih rinci, "Saat aku sedang dalam perjalanan pulang ke sekte, aku melihat reruntuhan kuno itu lalu aku turun untuk mengeceknya sebentar. Waktu itu aku belum mengetahui jika ada mahkluk seperti itu yang menjaganya. Lalu aku kembali secepat mungkin untuk meminta izin kepada kepala sekte!!, Maka dari itu aku kembali ke hutan. Tidak kusangka binatang itu sudah berada di tingkat tujuh!!."
Tian Yun sedikit menganggukkan kepalanya, "Setelah ini, kau akan kembali?." Ucapnya sedikit murung
Xing Se tersenyum pahit. Dia lalu mengusap-usap rambut Tian Yun, "Bukankah aku sudah bilang jika kau bisa mencariku jika kau memerlukan bantuan?!, Tenang saja, sebut saja namaku di saat kau berada di Sekte Bintang Jatuh!!, Aku yakin tidak ada siapapun yang akan berani macam-macam denganmu!!."
Tian Yun tersenyum manis, "Baiklah, aku berjanji suatu saat akan mengunjungi kakak Se!!." Walaupun sedikit berat, Tian Yun tetap tidak boleh bersikap egois
"Tian Yun, sebenarnya dengan kekuatanmu saat ini, aku yakin kau bisa langsung diterima di Akademi manapun, kenapa kau tidak masuk ke akademi?." Tanya Xing Se
Tian Yun menggelengkan kepalanya, "Sebenarnya, aku lebih nyaman seperti ini!!, Aku juga harus menjadi lebih kuat lagi untuk melindungi orang-orang yang berharga bagiku!!."
Xing Se sedikit menganggukkan kepalanya, "Baiklah, kalau begitu, aku akan segera pulang!!, Tenang saja, aku akan sering-sering mengunjungimu saat aku punya waktu luang!!."
Tian Yun menganggukkan kepalanya. Dia lalu mengantar Xing Se hingga ke pintu masuk goa
Mereka berdua saling melambaikan tangan dengan harapan akan bertemu lagi dimasa depan dengan keadaan yang lebih baik
Tian Yun menghembuskan nafas, "Guru, apa yang akan kita lakukan setelah ini?." Ucapnya sambil berjalan ke puncak air terjun untuk menghirup udara segar
She Zu keluar dan duduk manis di bahu Tian Yun, "Kerajaan Tiexie!!, Disana kau bisa belajar sihir tempa agar bisa membuat senjatamu sendiri!!."
"Tapi sebelum itu, kau harus memulihkan diri terlebih dahulu!!."
"Dan juga, apa kau tidak berpikir untuk membeli baju atau semacamnya?!, Pergilah ke kota Kerajaan Tianshi besok setelah kau memulihkan tenagamu!!, Bukankah gadis itu memberikan beberapa keping koin emas?!, Bukankah seharusnya adikmu itu mempunyai waktu libur beberapa hari?!."
Tian Yun akhirnya teringat dengan Ah Yu. Sudah satu tahun sejak mereka berdua berpisah. Semangatnya kembali membara seperti sedia kala
Dia langsung duduk bersila ditempat itu juga. Menyerap energi spiritual yang ada disekitarnya untuk memulihkan tenaganya
"Ah Yu ... , Akhirnya kita bisa bertemu!!." Ucap Tian Yun dalam hati
Bersambung ...