
Didalam kamar Tian Yun. Dia tengah menikmati empuknya kasur
Sudah lama sekali dia tidak merasakan kenyamanan tempat tidur seperti ini
She Zu yang duduk manis dimeja kayu didekat ranjang menghela nafas lalu menghembusnya, "Yun'er, tidak ada waktu untuk bersenang-senang!!, Cepatlah berkultivasi!!, Bukankah tinggal sedikit lagi kau akan naik tingkat?!."
"Guru benar-benar tidak bisa melihat kesenangan?!." Ucap Tian Yun dengan malasnya. Dia lali duduk dan berkultivasi sembari menunggu hari esok tiba
...
Shu Ose masih bersandar dipohon untuk memulihkan tenaganya. Dia tidak ingin mati konyol didalam hutan
Dengan semua penghinaan yang diterimanya, dia tidak mungkin
"Apa kau melihatnya masuk ke desa itu?." Ketika tengah duduk bersandar, Shu Ose mendengar seseorang tengah berbincang
Gerombolan perampok yang waktu itu dikalahkan oleh Tian Yun. Salah satu dari mereka sudah melaporkannya kepada pemimpin mereka
"Be, benar bos!!." Ucap perampok yang kemarin berhasil kabur dari Tian Yun
Laki-laki botak berbadan kekar itu menggertakan giginya. Dia lalu memukul pohon hingga meninggalkan sebuah bekas pukulan
"Dasar kalian semua sampah!!, Bisa-bisanya dikalahkan oleh seorang bocah?!, Bagaimana ciri-ciri bocah itu?." Ucap laki-laki botak sangat marah
Laki-laki botak yang memakai pakaian layaknya seorang perampok, sepatu besar, tindik di mulut dan telinganya, juga sebuah kapak raksasa yang dia tancapkan di tanah disampingnya
Qiang Dao, merupakan seseorang yang berhasil membuka bintang ke empat
Laki-laki krempeng yang berdiri didepannya segera mengatakan ciri-ciri dari bocah misterius yang mengalahkan mereka
"A, anak itu memakai baju merah, senjata pusakanya adalah rantai aneh yang dapat memanjang, itu saja yang aku ketahui."
Shu Ose yang menguping pembicaraan mereka dari tadi sedikit terkejut. Dia merasa jika dewa memberinya jalan untuk balas dendam
Shu Ose segera memberitahu mereka agar dia punya seorang pendukung. Dia keluar dari persembunyiannya
"Tuan, apakah orang yang kau maksud adalah seorang bocah yang baru saja masuk ke Desa Ciyin?." Ucapnya sedikit menahan rasa takut
Qiang Dao membalikkan badannya karena mendengar seseorang bicara dari belakang. Dia menatap Shu Ose dengan tatapan membunuh, "Siapa kau?!." Ucapnya tegas
Shu Ose segera memperkenalkan dirinya, "Sebelumnya biarkan aku untuk memperkenalkan diri, namaku Shu Ose, aku penduduk asli Desa Ciyin. Lalu, bocah yang kau maksud itu?."
Laki-laki krempeng itu segera membisikan sesuatu kepada atasannya, "Bos, sepertinya orang ini bisa berguna bagi kita?."
Qiang Dao tersenyum dingin, "Katakan apa yang kau tahu?."
Shu Ose tersenyum dingin lalu memberitahunya, "Setahuku, dia datang bersama seorang pedagang, sepertinya bocah itu adalah orang yang disewanya?, Biasanya, pedagang itu akan pergi setelah matahari terbit?!."
Qiang Dao tertawa jahat, "Bagus!!, Kalau begitu, kita akan menunggumu mereka sampai matahari terbit!!."
"Tuan maaf sebelumnya, apakah aku bisa ikut denganmu?, Aku masih memiliki dendam dengan bocah itu, dia sudah membuatku diusir dari desa!!." Ucap Shu Ose
Qiang Dao tersenyum dingin, "Tentu saja!!, Jika kau berbohong, sebagai gantinya aku bisa membuatmu sebagai pelampiasan!!."
Shu Ose menelan ludahnya. Dia lalu berjalan mengikuti para perampok itu untuk menunggu Tian Yun di jalur dagang yang biasa dilewati oleh Dha Che setelah meninggalkan Desa Ciyin
...
Didalam alam bawah sadar Tian Yun. Dia kembali melihat sebuah peti mati yang sama seperti dulu
Kejadian yang sama terulang kembali. Dia segera membuka matanya. Raut wajahnya terlihat sangat khawatir, keningnya juga sudah dipenuhi dengan keringat dingin
"Yun'er, ada apa denganmu?." She Zu yang duduk di meja kayu segera menanyainya
Tian Yun melirik kearah She Zu, "Guru, sebenarnya, aku selalu melihat peti mati saat aku sedang berkultivasi, apakah kau mengetahui sesuatu?."
She Zu sedikit terkejut dengan pertanyaan Tian Yun. Dia sedikit memalingkan wajahnya darinya, "Kekuatanmu saat ini masih belum cukup untuk mengetahuinya!!."
Tatapan Tian Yun menjadi lebih serius, "Lalu, harus seberapa kuat diriku agar guru bisa memberitahukhu?!."
She Zu menghela nafas dalam-dalam lalu menghembusnya, "Aku berjanji, setelah kau berhasil membuka bintang ke tujuh, aku akan memberitahumu yang sebenarnya!!."
Tian Yun memejamkan kedua matanya, "Baiklah, mulai sekarang, aku akan lebih giat lagi untuk berlatih!!."
She Zu menganggukkan kepalanya. Tiba-tiba saja dari luar terdengar sebuah teriakan, "Adik Yun, apa kau sudah bangun?, Kita akan segera berangkat?."
Tian Yun mengkerutkan keningnya, "Apa, secepat itukah?, Guru, berapa lama aku berkultivasi?." Ucapnya sambil berdiri
She Zu melata masuk kedalam tubuh Tian Yun, "Seharian penuh!!, Cepatlah, perjalanan kita masih sedikit panjang!!."
Tian Yun lalu keluar dari dalam kamar dan segera menghampiri Dha Che yang sudah siap-siap untuk berangkat
"Jangan lupa untuk mampir disini lagi!!." Teriak seseorang sambil melambaikan tangannya, memandangi kepergian dari penyelamat mereka
Tian Yun dan Dha Che juga melambaikan tangan mereka sambil tersenyum manis
"Paman Dha?, Apa sepanjang perjalanan hanya ada hutan?." Tanya Tian Yun sambil duduk bersandar dengan sebuah kotak yang ditumpuk, menghadap kebelakang
Dha Che menganggukkan kepalanya, "Kau benar!, Jika kita beruntung, kita tidak akan bertemu perampok lagi!!."
Tian Yun sedikit melirik kearah Dha Che, "Apa sebelumnya, paman Dha pernah bertemu dengan seorang perampok?."
Dha Che menggelengkan kepalanya, "Aku baru pertamakali ini bertemu dengan perampok!!, Sebelumnya, hanya ada beberapa binatang buas tingkat rendah yang menghambat perjalanan, aku tidak tahu kenapa para perampok itu tiba-tiba muncul?!."
Tian Yun menganggukkan kepalanya. Mungkin ini keberuntungannya karena dia memang harus mengalahkan perampok dan menjarah barang-barang yang mereka miliki
Seperti apa yang telah dikatakan oleh She Zu, jika dia beruntung dia bisa mendapatkan gulungan sihir tingkat menengah ataupun tinggi
Ketika tengah duduk bersantai, tiba-tiba saja Tian Yun menyadari ada sesuatu yang melesat kearah Dha Che. Dia segera berdiri dan dengan Rantai Neraka, dia melilit pisau itu dan langsung menariknya ke genggamannya
Tian Yun menggertakan giginya, "Keluarlah kalian!!." Teriaknya
Dha Che segera menghentikan kereta kudanya karena tiba-tiba seorang berbadan kekar berkepala botak muncul didepannya
Tian Yun sedikit melirik Dha Che, "Paman Dha, cepat cari tempat untuk berlindung!!." Ucapnya serius
Dha Che segera menganggukkan kepalanya dan langsung berlari bersembunyi dibalik pohon yang sedikit jauh dari pertarungan mereka
Sebuah kapak berputar sangat cepat kearahnya. Tian Yun yang menyadarinya segera menahannya menggunakan Rantai Neraka yang dipegangnya dengan kedua tangannya secara horizontal
Kapak itu terlempar dan menancap ditanah didekat laki-laki berbadan kekar, Qiang Dao
Tian Yun melompat ke tanah. Sebisa mungkin dia harus menjaga barang bawaan Dha Che agar tetap aman
Tian Yun menatap Qiang Dao dengan tatapan membunuhnya, "Apa yang kau inginkan?!."
Tiba-tiba saja dia mendengar tawa jahat seorang laki-laki yang pernah didengarnya, "Tentu saja aku ingin membalaskan dendamku!!." Ucap Shu Ose sambil berjalan menghampiri Qiang Dao
Laki-laki berbadan krempeng tiba-tiba saja muncul dibelakang Dha Che dan menyekapnya
Tian Yun menyadarinya, dia segera membalikkan badannya. Sebelum tangan laki-laki krempeng itu menyentuh Dha Che, dia segera menembakkan bola api kearahnya hingga membuat laki-laki krempeng itu terpental dan mati terbakar secara perlahan
Qiang Dao sedikit terkejut. Dia baru pertamakali ini melihat sihir Tian Yun yang merupakan api hitam. Dia melirik Shu Ose, "Kau, lawanlah dia!!, Bukankah kau ingin membalas dendam?!." Dia lalu mendorong Shu Ose kedepan
Shu Ose tidak menyangka jika Qiang Dao bisa berbuat seperti itu kepadanya. Dia menggertakan giginya
Mau kabur pun dia akan mati, maka dari itu, dia hanya bisa melawan semampunya. Dia menghunuskan pedangnya kearah Tian Yun, "Kau, kali ini aku tidak akan kalah!!."
Tian Yun menatapnya dengan dingin, "Sepertinya, membiarkanmu hidup bukanlah pilihan yang tepat?!."
Tiba-tiba saja terdengar sebuah suara didalam telinganya, "Yun'er, lebih baik kau tidak menggunakan seluruh kemampuanmu untuk melawan laki-laki ini!!, Laki-laki yang ada dibelakangnya sudah membuka bintang ke empat, jika kau kehabisan tenaga terlebih dahulu, mungkin kau tidak akan selamat?!."
Tian Yun sedikit menganggukkan kepalanya. Dia mulai bersiap karena Shu Ose kelihatan akan segera menyerang
Shu Ose menyelimuti pedangnya dengan air. Dia berlari dengan cepat kearah Tian Yun dan melompat setelah berjarak dua meter sambil menghunuskan pedangnya
Tian Yun segera memiringkan badannya ke kanan. Shu Ose lalu menebaskan pedangnya secara horizontal
Sebelum pedang panjang milik Shu Ose mengenai tubuhnya, Tian Yun segera menendang perut Shu Ose hingga membuatnya terpental menghantam sebuah pohon
Shu Ose memuntahkan seteguk darah. Dia menggertakan giginya, menatap Tian Yun dengan tatapan membunuh, "Kau, kau harus mati hari ini juga!!." Teriaknya
Lingkaran sihir berwarna biru menyala dibawah kaki Shu Ose yang sudah berdiri kembali
Sebenarnya Tian Yun tidak ingin menggunakan kekuatan sihirnya untuk melawan Shu Ose. Dia memejamkan kedua matanya
Puluhan lingkaran sihir berwarna hitam menyala disekitarnya. Tian Yun membuka matanya lalu menatap tajam Shu Ose
Bola api hitam mulai keluar dari lingkaran sihir. Tian Yun mengendalikannya untuk menghadang puluhan wujud pedang yang mengarah kearahnya
Sebuah ledakan terjadi seiring kedua sihir itu bertemu. Shu Ose memuntahkan seteguk darah karena dia sudah kehabisan tenaga dan terus memaksakan dirinya hingga pada akhirnya dia tidak bisa menggunakan kekuatan sihir lagi
Bola api milik Tian Yun terus keluar dan menyerang Shu Ose secara langsung
Tubuh Shu Ose hancur lebur karena terkena ledakan dan perlahan habis terbakar oleh api hitam
Qiang Dao masih mengamati pertarungan mereka dan menganalisanya. Dia mengkerutkan keningnya, "Kekuatan bocah ini sungguh diluar dugaan?!."
Lingkaran sihir yang menyala di sekitar Tian Yun perlahan memudar. Dia lalu membalikkan badannya. Menatap laki-laki berbadan kekar yang ada didepannya
Tian Yun tersenyum mengejek, "Bagaimana, apakah kita sudah bisa mulai pertarungan?, Hidangan pembuka yang kau berikan sedikit kurang memuaskan!!." Dia sedikit menggertakan Qiang Dao
Qiang Dao tahu jika itu hanyalah gertakan saja. Dia tersenyum dingin, "Karena kau sudah berkata seperti itu, maka aku tidak akan menunda lagi!!." Dia berlari sambil meraih kapaknya yang sedari tadi tertancap ditanah, melompat, lalu menebaskan kapaknya dengan sekuat tenaga kepada Tian Yun
Tian Yun tersenyum dingin, dia memusatkan energi sihir ditangan kanannya hingga tangannya diselimuti oleh kobaran api hitam dan langsung memukulkannya di bilah kapak yang mengarah kearahnya
Sebuah ledakan kuat terjadi. Tian Yun tergeser kebelakang dan meninggalkan jejak halus ditanah. Dia langsung membuka lebar telapak tangannya untuk menyerang Qiang Dao menggunakan bola api hitam
Qiang Dao yang terpental sedikit jauh menyadarinya. Dia segera memukul bola api yang mengarah kearahnya
Tepat saat Qiang Dao menginjakkan kaki di tanah, Tian Yun sudah berada didepannya dengan kepalan tangan kanannya yang sudah terselimuti oleh kobaran api
Tian Yun lalu memukul Qiang Dao yang tidak memiliki persiapan sama sekali hingga membuat Qiang Dao terpental sejauh lima meter
Qiang Dao memutar tubuhnya. Dia menancapkan bilah kapak untuk mengurangi tekanan
Tak menunggu lama, Qiang Dao mengalirkan energi sihir kedalam kapaknya. Dia lalu mengangkatnya untuk membuat ancang-ancang dan langsung memukulkannya ke tanah
Bongkahan tanah yang sangat tajam dengan cepat menjalar kearah Tian Yun. Tian Yun melompat-lompat kebelakang
Pergerakan bongkahan tanah lebih cepat daripada Tian Yun. Dia akhirnya melompat tinggi ke atas
Tepat di titik jatuhnya Tian Yun, lima buah bongkahan tanah yang ujungnya sangat tajam menjulur ke arah Tian Yun secara bersamaan
Tian Yun menggertakan giginya. Dia menahan nafasnya, membuka lebar kedua telapak tangan dan mengarahkannya kearah lima bongkahan tanah yang semakin tinggi seiring berjalannya waktu
Lingkaran sihir berwarna hitam menyala. Bola api hitam yang berukuran dua kali tubuhnya ditembakkan oleh Tian Yun dan menghancurkan lima bongkahan tanah itu sekaligus
Tepat setelah Tian Yun menginjakkan kakinya di tanah, dia langsung melesat kearah Qiang Dao yang juga sudah berlari dengan kapaknya yang hendak menebas Tian Yun
Ketika mereka berdua sudah berjarak sepuluh meter, lingkaran sihir berwarna merah menyala dibelakang tubuh Tian Yun
Tiga buah rantai menjalar dengan sangat cepat mengincar perut, kaki dan tangan Qiang Dao
Qiang Dao menebaskan kapaknya ke rantai itu dengan brutal. Akan tetapi, salah satu rantai berhasil melilit kaki kanannya sehingga membuatnya panik dan mengalihkan pandangan dari Tian Yun
Tian Yun masih terus berlari dengan kepalan tangannya yang sudah diselimuti oleh kobaran api hitam. Dia lalu memukul perut Qiang Dao hingga membuatnya memuntahkan seteguk darah
Tidak selesai dengan itu. Ketika tubuh Qiang Dao terpental, Tian Yun mengendalikan Rantai Neraka yang berhasil melilit kaki Qiang Dao dan menariknya
Tian Yun lalu memukul wajah Qiang Dao dengan sangat kuat hingga kepalanya menghantam tanah yang membuat tanah disekitarnya retak
Tian Yun mengendalikan Rantai Neraka untuk mengangkat Qiang Dao dan segera memukul perutnya hingga Qiang Dao terpental
Tian Yun melesat kearah Qiang Dao sebelum tubuhnya menyentuh apapun dan langsung menguppercutnya hingga Qiang Dao terbang tinggi di udara
Tidak selesai dengan itu, Tian Yun juga melompat hingga dia berada diatas Qiang Dao dan memukul kepalanya dengan kedua tangannya yang disatukan
Tubuh Qiang Dao jatuh dengan sangat cepat menghantam tanah hingga membuat tanah disekitarnya mendapatkan retakan yang tak terhitung jumlahnya
Tian Yun menatap Qiang Dao dengan tatapan membunuhnya. Lingkaran sihir berwarna merah menyala dibelakang tubuhnya
Tiga buah rantai keluar dan menjulur dengan sangat cepat mengincar perut Qiang Dao
Qiang Dao yang masih terbaring di tanah tidak bisa mengelak sama sekali. Perutnya yang terbuka lebar terkena oleh hantaman kuat dari tiga Rantai Neraka sekaligus hingga dia memuntahkan darah dari mulutnya
Hantaman yang sangat kuat menyebabkan asap tebal yang menutupi pandangan Tian Yun dari Qiang Dao
Tian Yun turun ke tanah, sepuluh meter dari asap tebal. Menjaga jarak antara mereka dengan kereta kuda dan Dha Che
Dha Che masih bersembunyi dibalik pohon karena sangat ketakutan. Dia juga sudah membawa kuda putihnya untuk bersembunyi bersamanya. Dia terus berdoa agar Tian Yun bisa mengalahkan laki-laki botak yang sangat kuat itu
Asap tebal perlahan memudar. Qiang Dao nampak berdiri dengan kepala yang ditundukkan
Tian Yun menggertakan giginya, "Sialan!!, Laki-laki ini sangat kuat?!." Ucapnya sangat kesal
She Zu menyadari sesuatu, "Yun'er, hati-hati!!, Dia dalam mode berserk!!."
Sebelum Tian Yun berbicara, Qiang Dao menatap tajam Tian Yun dan langsung berlari dengan sangat cepat dan langsung menebas Tian Yun menggunakan kapaknya secara brutal
Beruntung reaksi Tian Yun sangat cepat. Dia langsung melompat sambil memutar badannya. Kapak raksasa itu akhirnya memukul tanah hingga membuat tanah retak
Tian Yun membuka lebar telapak tangannya kearah Qiang Dao lalu menembakkan bola api hitam
Qiang Dao dalam mode berserk lebih kuat daripada sebelumnya. Tubuhnya pun begitu. Setelah menerima bola api secara langsung, dia bahkan tidak mendapatkan luka sama sekali
Tian Yun melompat-lompat kebelakang. Menjaga jarak antara mereka berdua. Nafasnya sudah terdengar berat
"Yun'er, sebaiknya kau tidak usah menyerangnya!!, Itu hanya akan membuang-buang energimu!!." Ucap She Zu dari dalam tubuh Tian Yun
"Lalu, apa yang harus aku lakukan?." Tian Yun sudah kehabisan strategi. Ditambah, musuh yang ada didepannya sedang dalam mode berserk
She Zu segera memberitahu Tian Yun, "Kau cukup menghindar saja!!, Dilihat dari kekuatannya mode berserk akan menghilang dalam satu atau dua menit!!."
Mau tidak mau Tian Yun harus menuruti apa yang telah dikatakan oleh She Zu. Kekuatannya juga sudah mulai terkuras habis
Qiang Dao menatap Tian Yun dengan tatapan membunuh. Terlihat kedua matanya yang menyala merah terang. Dia berteriak lalu memukulkan kapaknya ke tanah
Bongkahan tanah yang tajam dengan kecepatan yang lebih cepat daripada sebelumnya menjalar mengincar Tian Yun
Tian Yun terus berlari menjauh. Akan tetapi, bongkahan tanah itu berhasil mengejarnya
Tian Yun melompat keatas. Dia menembakan bola api hitam secara sembarangan ke arah bongkahan tanah hingga menghancurkannya
Tian Yun tidak bisa terus berlari. Jika dia berlari, ujung bongkahan tanah yang tajam pasti akan menusuk tubuhnya
Bongkahan tanah terus menjalar kearah Tian Yun. Semakin lama semakin besar dan cepat
Tian Yun membuka lebar kedua telapak tangannya kearah bongkahan tanah itu. Lingkaran sihir berwarna hitam menyala. Bola api hitam seukuran tubuhnya perlahan mulai terbentuk dan langsung ditembakkan oleh Tian Yun kearahnya
Tian Yun memuntahkan seteguk darah. Dia lalu terduduk ditanah karena sudah kehabisan tenaga. Keringat dingin mulai membasahi tubuhnya
Bola api hitam terus menabrak bongkahan tanah itu dan meledak tepat didepan Qiang Dao. Hal itu menyebabkan ledakan yang sangat kuat terjadi
Walaupun tubuh Qiang Dao dalam mode berserk tidak bisa mendapatkan luka, akan tetapi, tubuhnya berhasil terpental sangat jauh hingga menabrak dan menumbangkan tiga pohon
Kereta kuda milik Dha Che juga terpental. Barang barang yang dibawanya berhamburan disekitar Dha Che
Qiang Dao berteriak kesakitan. Tubuhnya tergeletak di tempat itu juga. Tian Yun dengan sekuat tenaga mendekatinya
Mode berserk Qiang Dao sudah sepenuhnya menghilang. Akan tetapi, dia masih bernafas
Tian Yun mengkerutkan keningnya, "Guru, kenapa dia belum mati setelah menggunakan mode berserk?."
"Bukankah sudah kubilang jika manusia berbeda dengan binatang?!, Saat seseorang menggunakan mode berserk, mereka mungkin akan kehilangan kesadaran dalam beberapa waktu, walaupun itu tergantung penggunanya!!."
Tian Yun masih belum sepenuhnya mengerti dengan apa yang dimaksud oleh She Zu
She Zu menghela nafas lalu menghembusnya, "Sudahlah, dimasa depan kau akan tahu sendiri!!, Lebih baik, kau segera bunuh dia!!, Tidak baik membiarkan penjahat tetap hidup!!."
Tian Yun menganggukkan kepalanya. Dia lalu menggeledah tubuh Qiang Dao dan membakarnya setelah mengambil barang-barang yang berguna baginya
Bersambung ...