
Aura api yang ada didalam wilayahnya terus membesar. Sekuat tenaga, Tian Yun terus menahan panasnya suhu didalamnya
Ditambah dengan Phoenix Api milik Yu Xian yang sesekali menembakkan bola api, membuat Tian Yun sedikit kesusahan untuk menghindarinya
Disisi lain, para penonton serta tetua merasa sedikit cemas
"Guru, ini sudah diluar batas kemampuannya!. Jika pertandingan terus dilanjutkan, takutnya akan membahayakan kedua belah pihak?!." Ucap Xing Se
Raut wajahnya benar-benar terlihat cemas. Setelah sekian lama dia tidak bertemu dengan Tian Yun, dan sekarang dia tidak ingin kehilangannya lagi
Akan tetapi, jawaban dari Kepala Sekte benar-benar diluar dugaannya. Pasalnya, Kepala Sekte hanya melambaikan tangannya saja tanpa mengatakan sepatah katapun
Kepala Sekte masih bisa merasakan kekuatan tersembunyi yang ada didalam tubuh Tian Yun, yang sampai sekarang masih belum diperlihatkannya
Hal itu membuat Xing Se semakin cemas. Akan tetapi, mau tidak mau dia harus menuruti keinginan gurunya
"Pertandingan ini akan segera berakhir!." Tiba-tiba saja Luo Siyu melontarkan sebuah kata-kata
Hati Xing Se benar-benar dipenuhi dengan perasaan gelisah. Melihat pertandingan yang hampir sama dengan pertandingan hidup dan mati
Akan tetapi, Xing Se sama sekali tidak tahu apa yang telah direncanakan oleh Tian Yun. Ditambah, pengalamannya dalam bertarung bahkan melebihi dirinya
Pertandingan masih berlanjut. Setelah beberapa kali menghindari serangan Yu Xian, akhirnya Tian Yun melihat sebuah celah
Lingkaran sihir berwarna hitam menyala dibawahnya. Kobaran Api Hitam dengan cepat menyelimuti tubuhnya
Diiringi dengan teriakan, Tian Yun melesat sambil melayangkan pukulannya. Sosok Tian Yun benar-benar terlihat seperti seekor naga yang sedang menerkam mangsanya
Bersamaan dengan itu, Yu Xian memusatkan energi di sekitarnya. Lingkaran sihir berwarna merah menyala dibawahnya
Aura Api dengan cepat berkobar menyelimutinya. Saat itu juga, dia menghentakkan kakinya lalu melesat kearah Tian Yun
Teriakan mereka berdua benar-benar terdengar seperti seekor naga dan juga phoenix yang hendak memangsa satu sama lain
Sebuah ledakan yang sangat kuat terjadi sesaat setelah kedua pukulan itu saling bertemu
Seluruh arena pertandingan bahkan tertutup oleh kobaran phoenix dan api hitam yang saling berpadu
Sebelum tekanan kuat itu menyebar, para tetua dan murid langsung menyalurkan energi mereka disekitar arena untuk membuat medan penghalang
Retakan-retakan kecil mulai terlihat di dinding medan penghalang yang dibuat oleh mereka
Bahkan dari sekian banyaknya murid yang menyatukan kekuatan mereka untuk membuat medan penghalang itu hampir tidak bisa menahannya
Beruntung hanya beberapa saat saja, tekanan itu menghilang hampir sepenuhnya
Perlahan, medan penghalang yang mereka buat pun mulai memudar. Tidak sedikit murid yang nafasnya terdengar terengah-engah karena sudah mengeluarkan seluruh kemampuan mereka
Pandangan mereka yang semula tertutup oleh cahaya terang dan kobaran api pun kini sudah menjadi lebih jelas saat melihat kearah arena
Sosok Yu Xian sudah terbaring tak sadarkan diri diatas arena. Sedangkan Tian Yun, dia masih berdiri sedikit sempoyongan diatas arena
Juri pun bahkan tak bisa berkata-kata sebelum rekan yang ada dibelakangnya mengingatkannya untuk mengumumkan hasil pertandingan
"Pe, pemenangnya adalah Tian Yun!." Ucapnya sedikit terbata-bata
Para panitia lalu langsung berlari dan membawa Yu Xian secepat mungkin ke ruang perawatan khusus karena lukanya terlihat sedikit parah
"Xiao Yun!." Xing Se yang sedari tadi mencemaskan Tian Yun dan melihat Tian Yun hampir terjatuh langsung naik ke arena untuk memapahnya
"Xiao Yun, bertahanlah!." Dia benar-benar panik karena Tian Yun tiba-tiba terjatuh
Beruntung dia langsung memapah Tian Yun sehingga Tian Yun tidak terjatuh di lantai yang sudah hancur itu. Dia hendak membawanya ke ruang perawatan. Akan tetapi, Tian Yun berbisik kepadanya
"Ba, bawa aku ke kamarku!." Ucap Tian Yun tidak berdaya
Xing Se benar-benar tidak tega melihat Tian Yun seperti itu. Dia tetap memaksanya untuk pergi ke ruang perawatan
Akan tetapi, Tian Yun tetap menolak dan memaksa Xing Se agar dia membawanya ke kamarnya saja
Karena Tian Yun sangat bersikeras, Xing Se lalu membawanya ke kamarnya sesuai dengan permintaannya
Dikamar Tian Yun, raut wajah semuanya terlihat sedikit murung
"Pertandingan tiga besar besok, sepertinya Tian Yun tidak akan bisa berpartisipasi?!. Aku akan membicarakannya nanti kepada panitia!." Ucap Xing Se yang tengah duduk ditepi ranjang
Xing Se lalu berdiri, "Semuanya, ayo kita keluar, biarkan Xiao Yun istirahat terlebih dahulu!."
Mereka sedikit menganggukkan kepalanya dan bergegas untuk keluar dari kamar Tian Yun
Hari terus berganti dan ini adalah hari ketujuh sejak kejadian waktu itu
Pertandingan lagi-lagi dimenangkan oleh Chen Fei. Akan tetapi kali ini dia sedikit merasa kecewa sebab tak bisa menghadapi Tian Yun dalam pertandingan
Dan sejak hari itu, setelah Tian Yun tersadar, dia langsung berkultivasi memulihkan dirinya
Akibat dari pertarungan waktu itu, dia membutuhkan waktu sekitar setengah bulan untuk memulihkan tenaganya
"Pemulihanmu tidak ada peningkatan sama sekali!. Bahkan jika tidak ada bantuan dari Cairan Spirit, pasti akan membutuhkan sekitar dua minggu lagi untuk pulih sepenuhnya!." Ucap She Zu yang tengah duduk di bangku yang ada didekat ranjang Tian Yun
"Sudah setengah bulan berlalu!. Guru, apakah kau berpikir jika Yu Xian akan membohongi kita?." Tanya Tian Yun yang tiba-tiba teringat akan Kuil Naga yang dikatakan oleh Yu Xian
"Aku pikir tidak?!. Jika dilihat-lihat, wanita itu adalah keturunan orang kelas atas!. Aku tidak berpikir jika dia akan pergi begitu saja?!." Jelas She Zu
Tian Yun menghela nafas lalu menghembuskannya, "Kalau begitu, ayo kita temui dia!."
Mereka lalu berjalan meninggalkan asrama setelah She Zu masuk kembali kedalam tubuh Tian Yun
Sesuai petunjuk yang mereka dapat, Yu Xian tinggal di asrama yang hanya dikhususkan untuk satu orang saja
Tian Yun bahkan menelan ludahnya setelah melihat penampilan luar tempat tinggal Yu Xian, "I, ini, apakah ini benar-benar asrama?."
Yu Xian ternyata sedang duduk-duduk didekat jendela rumahnya. Melihat seorang laki-laki yang familiar, dia langsung membukakan pintu dan menyuruhnya untuk masuk
Lagi-lagi Tian Yun dibuat tercengang oleh keindahan isi ruangannya. Benar-benar Yu Xian menatanya dengan sangat rapi. Bahkan dia sama sekali tidak melihat debu disisi manapun
Yu Xian lalu mempersilahkannya untuk duduk
"Kau kesini untuk membicarakan itu bukan?." Dia bertanya
Tian Yun sedikit menganggukkan kepalanya, "Jika kau masih ada urusan atau semacamnya, aku bisa menunggu sampai akhir bulan ini!."
Yu Xian menggelengkan kepalanya, "Tidak-tidak!. Maksudku, sebelum kita pergi ke sana, sebaiknya kita menyiapkan beberapa barang!."
Tian Yun mengkerutkan keningnya, "Lalu, barang apa saja yang harus kita bawa?!."
"Itu tidak akan terlalu merepotkan!. Jika dilihat dari pengendalian apimu, seharusnya kau bisa membuat Pil Ajaib?!." Ucap Yu Xian
"Maksudmu, aku harus menyiapkan Pil Ajaib terlebih dahulu?. Lalu, pil apa yang harus aku siapkan?!." Tanya Tian Yun
"Kau hanya perlu membuat Pil Ungu Berkobar!. Tenang saja, itu hanya untuk jaga-jaga jika sesuatu yang tak diinginkan terjadi!." Yu Xian menjelaskan
"Guru, apakah kau tahu tentang pil ini?." Batin Tian Yun
"Ini mudah!. Aku akan memberitahumu nanti!." Jawab She Zu
"Lalu, hal yang tak diinginkan yang kau maksud itu?." Tian Yun meminta penjelasan lagi kepada Yu Xian
Yu Xian menghela nafas lalu menghembuskannya, "Menurut informasi, didalam sana ada seekor binatang buas kuat!. Aku juga belum tahu tentang detailnya!."
"Oh iya, kau hanya perlu membuat satu pil saja!. Kau tidak perlu repot-repot membuatkan ku Pil Ungu Berkobar!." Yu Xian menambahkan
Tian Yun sedikit mengkerutkan keningnya, "Lalu, bagaimana bagaimana denganmu?. Kau bilang jika belum tahu pasti tentang binatang buas itu?!. Lantas, kenapa kau menyuruhku hanya membuat satu pil saja?."
Yu Xian sedikit menundukan kepalanya. Dia sama sekali tidak ingin menjawab pertanyaan Tian Yun yang satu itu
Tian Yun menggertakan giginya, "Kenapa kau diam saja?. Jangan bilang jika kau berniat untuk mengorbankan dirimu?!."
"Memangnya kenapa?!." Yu Xian tiba-tiba saja berteriak
"Walaupun aku bisa keluar dari tempat itu, bukankah aku akan mati setelah beberapa waktu lagi?. Aku sudah berbaik hati untuk menolongmu!. Aku harap kau tidak menyia-nyiakan kesempatan ini!." Kedua matanya yang sudah berkaca-kaca pun mulai mengeluarkan air mata
Tian Yun menggertakan giginya. Dia sama sekali tidak tega dengan keadaan Yu Xian saat ini. Dari sorot matanya pun, Tian Yun juga bisa melihat kepasrahan Yu Xian
Yu Xian bangkit dari tempat duduknya, "Karena tidak ada lagi yang harus aku katakan, maka pergilah sekarang!. Aku ingin sendiri terlebih dahulu!."
Bersambung ...