
"Aku tidak ingin bertele-tele!. Katakan yang sejujurnya jika kau masih menyayangi nyawamu!."
Mendengar dari ucapan Zhang Si, Yun Peng menyadari jika ada seseorang yang telah membocorkan rahasianya
"Maaf kepala kota, aku sama sekali tidak tahu apa yang anda katakan!."
Walaupun sudah terpojokkan, Yun Peng masih saja berani mengelak. Hal itu membuat Zhang Si semakin marah
"Pelayan!."
Ketiga orang pelayan datang sambil membawa serbuk racun yang diberikan oleh Yun Peng kepada mereka
"Selama seminggu sekali, Tetua Yun Peng selalu memberikan serbuk racun ini dan menyuruh kami untuk memberikannya kepada Kepala Kota Zhang!. Jika kami tidak menuruti apa yang dikatakannya, dia mengancam akan membinasakan keluarga kami!!."
Zhang Si menatap Yun Peng dengan tatapan membunuhnya, "Bagaimana Tetua Yun Peng?. Apakah sudah bisa mengakui kejahatan?!." Ucapnya sambil mengikat Yun Peng dengan aura putih kehijauan
"Ternyata mereka?!. Dasar pelayan sialan!. Jika tahu akan seperti ini, lebih baik aku musnahkan saja keluarga mereka dari dulu?!." Batin Yun Peng
"Baguslah jika kepala kota sudah mengetahuinya!. Walaupun kau membunuhku sekarang, tidak lama kemudian kau juga akan mati karena racunmu sudah menyentuh organ dalam dan tidak akan ada penawar racunnya!!." Yun Peng lalu tertawa jahat
Zhang Si sangat kesal terhadap Yun Peng yang masih bisa bersikap angkuh didepan ajalnya
Tatapannya menjadi semakin dingin menatap Yun Peng, "Karena kau sudah mengakuinya sendiri, maka aku tidak akan sungkan!."
"Master Racun!!." Yun Peng segera berteriak agar orang misterius yang disebutnya sebagai master racun segera bertindak
Tanpa pikir panjang, Master Racun memusatkan tenaga di kepalan tangannya dan langsung memukul perut Hu Yao
Kali ini Hu Yao menyadarinya, sehingga dia bisa menahan pukulan itu dengan tangannya yang disilangkan
Akan tetapi, dia tetap tergeser mundur karena pukulan itu sangat kuat
Sebelum Master Racun melarikan diri, Xiao Hei segera melesat dan memberinya sebuah pukulan keras menggunakan kepalan tangannya yang sudah diselimuti oleh kobaran api tepat di pelipisnya
Master Racun terpental sedikit jauh. Dengan kekuatan Xiao Hei yang masih membuka bintang ke empat sudah bisa memberikan luka luar kepadanya. Hal itu membuat Master Racun terkejut
Lingkaran sihir berwarna hijau pekat menyala dibelakang Master Racun. Sebuah aura padat yang sangat tajam keluar hendak menusuk Xiao Hei
Xiao Hei menempelkan kedua telapak tangannya yang dirapatkan. Tak lama kemudian, lingkaran sihir berwarna hitam menyala dibawahnya. Kobaran api hitam yang seperti tornado muncul melingkarinya
Aura padat tajam itu sama sekali tak bisa menembus pertahanan Xiao Hei
Master Racun menghentikan jurusnya begitu juga dengan Xiao Hei. Sebelum Xiao Hei memiliki persiapan kembali, Master Racun sudah melesat hendak menusuk Xiao Hei menggunakan belati yang sudah dipegangnya
Xiao Hei menyadarinya. Dengan cepat dia langsung mengeluarkan lima Soul Daggernya dan langsung mengendalikannya untuk menyerang Master Racun
Kedua senjata pusaka itu sama-sama berhasil melukai mereka. Tepatnya, luka di lengan kanan Xiao Hei dan lengan kiri juga pipi kiri Master Racun.
Master Racun segera memusatkan energi di tangannya yang sudah dikepalkan dan langsung memukul Xiao Hei hingga dia terpental
Hu Yao segera melesat dan menangkap Xiao Hei sebelum terpental menghantam dinding
Hu Yao menyadari jika Master Racun hendak melarikan diri. Dengan cakarnya yang sudah keluar, dia langsung melesat hendak menangkap Master Racun
Akan tetapi, reaksi Master Racun cukup cepat. Dia langsung menyerang Hu Yao dengan aura padat tajam sehingga Hu Yao terpental
Aura hijau yang mengelilingi Master Racun perlahan memudar bersamaan dengan sosoknya yang menghilang dari tempat itu
"Dasar Master Racun sialan!. Kenapa kau tidak menyelamatkanku?!." Yun Peng berteriak kesal karena rekannya sama sekali tidak mempedulikannya
Dan sekarang dia tidak bisa berbuat apapun karena sedari tadi Zhang Si mengikat tangannya
Sebelum mereka datang ke tempat ini, Xiao Hei melarang Zhang Si untuk mengeluarkan sedikitpun sihirnya agar mereka masih mengira jika racun yang ada didalam tubuh Zhang Si belum hilang
Dan menunggu kesempatan yang akan datang baru menangkap para pelaku. Dengan kekuatan mereka sekarang, melawan seseorang yang tidak diketahui identitasnya, bukanlah hal yang tepat
Oleh karena itu sedari tadi Zhang Si hanya melihat pertarungan mereka sembari memperhatikan setiap jurus yang digunakan Master Racun
Zhang Si menatap Yun Peng dengan tatapan membunuhnya, "Master Racunmu sudah tidak mempedulikanmu!. Dan sekarang kau telah terbukti melakukan kesalahan!."
Yun Peng menatap Zhang Si dengan tatapan mengejeknya, "Cepat bunuh aku dan kau tidak akan bisa mendapatkan penawarnya!!." Ucapnya angkuh diikuti tawa jahatnya
Zhang Si mengeluarkan auranya yang sangat berwibawa. Sosoknya sudah terlihat seperti semula saat dia belum terkena oleh racun
Seketika raut wajah Yun Peng menjadi cemas. Keringat dinginnya juga sudah mulai mengalir ke sekujur tubuhnya
"Ba, bagaimana mungkin?!. Bagaimana mungkin racunmu bisa hilang?!. Atau jangan-jangan ... ?."
Yun Peng akhirnya menyadari jika kedatangan kedua orang itu adalah untuk menyembuhkan racunnya
"Kenapa?. Apa kau masih ingin mati sekarang?." Ucap Zhang Si sedikit angkuh
Yun Peng menggertakan giginya, "Cepat bunuh aku jika kau ingin aku mati!. Di kehidupan selanjutnya, aku bersumpah akan membalas dendam ini!!."
Zhang Si menggertakan giginya. Sebelum Zhang Si membunuh Yun Peng, Xiao Hei segera meraih pundaknya, "Kepala kota, terlalu baik jika kau langsung membunuhnya!. Lebih baik kita berikan dia sedikit penyiksaan terlebih dahulu!!."
Zhang Si tersenyum dingin, "Sepertinya, aku berubah pikiran?!."
...
Di suatu tempat yang sangat asing. Sebuah hutan yang seluruhnya ditutupi oleh kabut tebal
Master Racun melepas jubah hitamnya. Sosok laki-laki berambut hitam panjang tak dikucir, pakaian yang berwarna serba gelap, kedua pupil mata ular berwarna emas
Luka bakar yang ada di pelipisnya perlahan sembuh dengan sendirinya. Dia lalu berjalan sambil memegangi lengannya yang tersasat oleh belati milik Xiao Hei
"Bocah yang sangat hebat!. Kuharap, kau tidak mati karena racunku dan bertemu lagi di masa depan!. Saat itu juga, kita lanjutkan apa yang belum kita selesaikan ini!!."
Bersambung ...