S

S
Desa Ciyin



Cahaya matahari sudah mulai terlihat, begitu juga dengan sebuah desa kecil yang sudah terlihat dari kejauhan


Seperti biasa, Dha Che akan menginap selama satu hari disana untuk merebahkan tubuhnya


"Adik Yun, desa Ciyin sudah terlihat!!." Dia memberitahu Tian Yun


Tian Yun segera berdiri untuk melihat desa yang dikatakan oleh Dha Che. Kedua matanya berbinar, "Bagus!!, Kita sudah semakin dekat dengan Kerajaan Tianshi!!."


"Paman Dha, kira-kira, berapa hari lagi kita akan sampai di kota kerajaan?." Tanya Tian Yun


"Aku akan menginap di desa ini terlebih dahulu dan akan melanjutkan perjalanan besok pagi-pagi!!, Kurang lebih, tiga atau empat hari lagi kita akan sampai di kota kerajaan!!." Dha Che menjelaskan


Tian Yun menganggukkan kepalanya. Walaupun sebenarnya dia tidak ingin berlama-lama, akan tetapi, dia tidak bisa meninggalkan Dha Che sendirian karena dia sudah berjanji akan menjadi pengawalnya


Desa kecil yang penduduknya terlihat hidup rukun satu sama lain. Dha Che berkata jika dia ingin langsung beristirahat di penginapan


Tian Yun yang sudah tidur semalaman memutuskan untuk berjalan-jalan melihat suasana desa yang sangat harmonis


Didepan rumah yang didepannya terdapat sebuah papan kayu yang bertuliskan, "Kepala Desa.", Tian Yun melihat keributan. Seorang pemuda terlihat sedang memarahi seseorang


Tian Yun berjalan mendekatinya karena untuk menanyakan apa sedang mereka permasalahkan


Tian Yun mendengar perkataan dari seorang laki-laki yang sedang dimarahi. Dia merasa jika ada sesuatu yang aneh, sebab, perkataan laki-laki paruh baya yang sedang ketakutan itu seperti tidak sedang melakukan kesalahan


"Bukankah masalah lebih baik diselesaikan dengan kepala dingin?." Ucap Tian Yun sambil memegang erat tangan seorang pemuda yang hendak memukul laki-laki paruh baya itu. Tatapan Tian Yun terlihat dingin


Pemuda itu menarik tangannya karena merasa tidak nyaman saat Tian Yun menyentuhnya. Dia menggertakan giginya, "Siapa kau?!, Apa urusannya denganmu!!."


Tian Yun sedikit melirik laki-laki paruh baya yang ada di belakangnya. Raut wajah dari laki-laki itu terlihat sangat ketakutan. Entah masalah apa yang sedang mereka perbincangkan, Tian Yun juga belum mengerti


"Aku hanya orang biasa yang kebetulan lewat!!." Ucap Tian Yun sedikit angkuh


Pemuda itu menggertakan giginya, "Hanya seorang bocah!!, Berani menantangku?!, Kau benar-benar sudah bosan hidup!!." Dia lalu memanggil pusakanya yang berupa pedang panjang


Sebuah Enchantment Weapon yang sudah dipasangkan atribut air. Tanpa pikir panjang pemuda itu langsung menebaskan pedangnya ke leher Tian Yun


Tian Yun tersenyum dingin. Dia mengendalikan Rantai Neraka untuk melilit pedang panjang itu lalu menariknya sehingga membuat pemuda itu hampir terjatuh


Tian Yun lalu menendang perutnya hingga dia terpental sejauh tiga meter. Dia memuntahkan seteguk darah dan langsung mengelapnya sambil berusaha untuk berdiri


Pemuda itu menggertakan giginya. Kesabarannya benar-benar sudah diujung tanduk


"Dasar bocah sialan!!, Kau benar-benar membuatku marah!!, Aku akan membunuhmu!!." Ucapnya sangat marah


Pemuda itu lalu mengalirkan energinya kedalam pedangnya. Sebuah lingkaran sihir berwarna biru muda muncul di mata pedang yang diarahkan kearah Tian Yun


Semburan air keluar dari dalam lingkaran sihir setelahnya. Mengarah sangat cepat kearah Tian Yun


Tian Yun memutar tubuhnya untuk menghindari serangan itu. Laki-laki paruh baya yang ada dibelakangnya beruntung karena sedari tadi tiarap


Pemuda itu dengan cepat langsung melompat kearah Tian Yun untuk menebas tubuhnya


Tian Yun kembali memutar tubuhnya. Menyadari serangannya yang tidak berhenti dan mengarah ke punggung laki-laki paruh baya itu, Tian Yun segera melilit laki-laki paruh baya itu dengan Rantai Neraka dan langsung menariknya sebelum tubuhnya tertusuk oleh pedang


"Paman, lebih baik paman menjauh dari sini!!." Ucap Tian Yun serius


Laki-laki paruh baya itu segera pergi menjauh dari pertarungan mereka


Tian Yun melihat sekitar. Ternyata semua penduduk desa sedang memperhatikan mereka dari kejauhan


Ketika tengah memalingkan pandangannya dari pemuda itu, Tian Yun menyadari jika semburan air mengarah kearahnya. Dia segera memutar tubuhnya


Tatapannya terlihat lebih serius dari sebelumnya, menatap pemuda yang sedang dilawannya


Tian Yun tersenyum dingin, "Sepertinya, kau tidak memiliki kemampuan lain?." Dia berusaha memprovokasi pemuda itu


Raut wajah pemuda itu terlihat sangat marah. Sesuai dugaan, pemuda itu sangat mudah diprovokasi


Pemuda itu memutar pedangnya searah jarum jam hingga sekumpulan energi air yang membentuk delapan buah pedang yang menyerupai pedang milik pemuda itu muncul


Pemuda itu berteriak lalu mengerahkan wujud pedang itu satu persatu dengan sangat cepat


Tian Yun memutar-mutar tubuhnya, melompat, dan berbagai macam gerakan lainnya untuk menghindari wujud pedang itu


Wujud pedang itu sama sekali tidak berhenti. Mereka terus melayang di udara dan terus menyerang Tian Yun


Tian Yun menggertakan giginya. Dia sama sekali tidak menyangka jurusnya akan menjengkelkan seperti ini


Tian Yun terus menggiring kedelapan wujud pedang itu mendekati sang pemuda yang masih berdiri tegak mengendalikan arah laju pedang


Semakin lama semakin dekat. Tian Yun melompat keatas dan akhirnya, delapan energi pedang itu mengenai pemiliknya sendiri


"Kau benar-benar bodoh!!, Kau terlalu fokus terhadap musuhmu hingga membuat jurusmu mengenai dirimu sendiri!!." Ucap Tian Yun mengejek


Tubuh pemuda itu terasa sangat sakit. Dia merasa jika lengan kirinya cedera. Dengan sekuat tenaga dia berusaha untuk berdiri kembali


Tian Yun membuka lebar telapak tangannya kearah pemuda itu. Lingkaran sihir berwarna hitam menyala didepannya. Perlahan, bola api hitam terbentuk


"Tunggu anak muda!!, Biarkan orang tua ini berbicara sebentar!!." Ketika hendak menembakkan bola api itu, tiba-tiba saja seorang laki-laki yang sudah tua renta menghentikannya


Tian Yun menyimpan kembali kekuatannya. Dia lalu membalikkan badannya. Menatap seorang kakek tua yang berjalan menggunakan tongkat. Meski begitu, seorang wanita masih membantunya berjalan karena kakek itu terlihat sedikit sempoyongan


Pemuda itu memalingkan wajahnya dari kakek itu, "Kakek, apa yang kau lakukan disini?!."


"Shu Ose!!, Kau sudah banyak menyusahkan warga!!, Sekarang kau sudah terkena karma!!, Mulai saat ini, dengan berat hati aku mengusirmu dari desa Ciyin!!, Kau dilarang menginjakkan kaki lagi disini!!." Ucap kakek itu penuh wibawa


Shu Ose terkejut. Dia tidak menyangka jika kakeknya akan mengusirnya, "Kakek, jika mengusirku, lalu siapa yang akan meneruskanmu?!." Dia berusaha agar dirinya tidak diusir oleh kakeknya


"Meracuni ayah kandung hingga tewa, menyiksa warga setiap hari, mempermainkan para gadis, apakah kau layak menjadi pemimpin?!." Ucap kakek itu


Tian Yun sedikit terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh kakek itu. Ternyata orang yang baru saja bertarung dengannya adalah seorang yang seperti itu


Jika dia tahu dari awal, dia pasti akan langsung membunuhnya


"Semuanya, cepat buang dia dari desa ini!!, Aku tidak ingin melihat wajahnya lagi!!." Ucap kakek itu tegas sambil memalingkan wajahnya. Dia terlihat seperti sedang terpaksa


Benar saja, bagaimana mungkin seorang kakek tega melihat cucunya menderita. Akan tetapi, kelakuan dari Shu Ose sendiri sudah sangat tidak wajar


Para warga langsung menyeret Shu Ose dan membuangnya di hutan


Kakek itu meraih lalu memegang tangan Tian Yun, "Anak muda, terimakasih karena pertolonganmu!!, Nak, siapa namamu?."


Tian Yun merasa sedikit tidak enak diperlakukan seperti seorang pahlawan. Dia mengusap-usap rambut belakangnya, "Itu, sebenarnya, kami sedang beristirahat di desa ini, Kakek juga tidak usah sungkan!!, Namaku Tian Yun, Tadi aku hanya kebetulan lewat dan membantu paman itu!!."


Kakek itu menganggukan kepalanya. Dia lalu memberikan sebuah hadiah kepada Tian Yun, "Nak ambillah ini!!, Ini mungkin tidak seberapa, tapi, aku yakin kau pasti akan membutuhkannya dimasa depan!!." Kakek itu memberikan sebuah bunga kepada Tian Yun


"Bunga Mawar Es?!, Yun'er, ini adalah tanaman langka, terima saja niat baiknya!!." Tiba-tiba saja She Zu berbicara dari dalam tubuh Tian Yun


"Kalau begitu, aku akan menerima niat baik dari kakek!!." Tian Yun mengambil Mawar Es dan langsung menyimpannya didalam liontin giok


"Mulai sekarang, jika tuan muda Tian Yun memerlukan bantuan, kita harus membantunya!!." Kakek itu berteriak kepada semua warga


Semua warga bersorak-sorai karena merasa mereka memiliki pelindung yang kuat dan baik hati


"Nak, mulai sekarang kau tidak perlu sungkan lagi!!, Anggap saja desa kecil ini rumahmu!!, Kau bebas menggunakan semua yang ada disini termasuk penginapan kalian!!." Ucap kakek itu


Tian Yun tersenyum puas, "Kakek terlalu baik!!, Kalau begitu, aku harus memberitahu temanku dulu!!." Dia lalu memberikan salam hormat kepada semua orang dan langsung kembali ke penginapan untuk memberitahunya kepada Dha Che yang masih tertidur pulas


"Sepertinya, laki-laki ini sangat kelelahan?!." Tian Yun lalu pergi ke kamarnya karena dia tidak tega melihat Dha Che yang masih mendengkur bahkan berliur


Bersambung ...