
"Gimana? Udah ngerti?" tanya Aro yang ke sekian kalinya, Nara mengangguk sebagai jawaban. Walaupun hanya sebagian saja yang ia mengerti, sisanya dia belum terlalu paham. Tapi dia sudah malu, berkali-kali Aro mengulangi penjelasan itu.
"Yaudah, kamu kerjain sebisanya aja. Nanti sisanya bisa salin punyaku, kalau nunggu kamu ngerti semua, bisa-bisa kamu gak pulang."
Selesai berkata demikian, Aro pergi keluar dari kamar, dia menuruni tangga dan menuju dapur. Mengambil beberapa cemilan dan membuatkan coklat panas untuk dirinya sendiri dan Nara. Kembali dia menaiki tangga dan membuka pintu kamarnya. Terlihat, Nara sangat serius mengerjakan soal - soal tersebut hingga tidak menyadari kehadiran Aro disana.
"Udah, ini dimakan dulu. Udah malam, kamu salin aja punyaku." ucap Aro sambil meletakkan makananya.
Selesai makan cemilan dan menyalin tugas Aro, Nara pamit pulang karena sudah malam. "Aro aku pulang dulu, tante Iren dimana?"
"Bentar aku panggilin mama." Aro pergi mencari mamanya.
"Nara kalau pulang biar diantar Aro, udah malem. Gak baik cewek jam segini keluar sendiri." tutur mamanya Aro saat menghampiri Nara.
"Gak usah tante, aku bawa motor kok." tolaknya lembut, merasa tidak enak sudah banyak merepotkan Aro.
"Yaudah, kalau kamu bawa motor sendiri Aro bakal tetep nganter kamu, udah malem gak enak kalau tante ngebiarin anak gadis keluar sendiri, gak usah nolak."
"Iya, tante aku pulang dulu assalamualaikum." Nara mencium tangan mamanya Aro.
"Wa'alaikumsalam, hati-hati dijalan jangan ngebut."
Nara mengangguk menanggapi ucapan mamanya Aro, kemudian bersama Aro dia menuju halaman depan.
"Udah, sana masuk. Aku pulang dulu, selamat malam princes bawel." selesai berkata demikian, Aro kembali melajukan motornya meninggalkan rumah Nara.
Nara menarik kedua ujung bibirnya membentuk sebuah senyuman. Dia menggelengkan kepalanya pelan mendengar ucapan Aro." Selamat malam juga bule lokal." Dia kemudian mulai melangkah masuk ke dalam rumahnya.
"Dari mana aja anak mamih yang cantik ini? Kok baru pulang, bikin mami khawatir aja kamu." terlihat kekhawatiran di wajah maminya.
"Maaf mih, tadi aku lupa kasih tau mami kalau mau ke rumah Aro ngerjain tugas." ucapnya menyesal karena lupa mengabari maminya dan membuatnya khawatir.
"Iya, kamu masuk kamar gih tidur, udah malem."
"Iya mih.. " Nara menurut, melangkahkan kakinya masuk ke kamar. Walau dia tidak langsung tidur, dia malah membuka laptop bersiap menonton K-Drama yang kemarin malam belum selesai ditontonya. Dasar Nara, dia memang pecinta K-Drama sejati. Bahkan rela untuk tidur larut malam dan bangun kesiangan, membuatnya selalu berangkat sekolah dengan terburu-buru dan tak jarang juga dia terlambat datang.
***
Setelah mengawal Nara sampai rumah, Aro kembali pulang ke rumahnya. Jalanan komplek sudah mulai sepi, hanya beberapa kendaraan saja yang masih melintas termasuk motor Aro.
Udara malam ini cukup dingin, untungnya Aro membawa jaket yang melindungi kulitnya dari hawa dingin malam. Angin malam membelai tubuh Aro, menerpanya dengan lembut. Dahan-dahan pepohonan di pinggir jalan melambai-lambai sesuai irama angin yang menerpanya.
Aro melajukan motornya perlahan menikmati suasana malam itu yang begitu menenangkan hatinya. Tidak terasa, sampai sudah ia di halaman rumahnya. Aro memarkirkan motor dan melangkah masuk kedalam rumah. Dia tidak menemukan mamanya disana, itu artinya mamanya sudah tidur karena sekarang sudah larut malam. Papanya saat ini sedang tidak dirumah karena ada pekerjaan diluar kota, Aro pergi ke kamar untuk mengistirahatkan tubuhnya.