RAIN

RAIN
rain 35



Siang ini aku berjalan menyusuri jalan utama gangnam


Aku menolak diantar pulang oleh ayah


Aku butuh menyendiri dulu untuk menenangkan pikiran...


Entah kenapa kepalaku bertambah pusing dengan memikirkan masalah demi masalah


Seperti benang kusut...


Aku putuskan untuk membeli obat dan alat check kehamilan..


Sejak aku pergi meninggalkan rumah han ..


Aku belum mendapat menstruasi ..


Mungkin karna beban pikiran yang berat


Aku terlambat menstruasi


Tapi aku berharap dengan kehamilan bisa menyelamatkan han ...


Kehamilanku bisa membuktikan Bahwa han memang seorang pria sejati..


Tapi entahlah...


kamipun bercinta tidak menggunakan pengaman apalagi menggunakan cara untuk menundanya


aku memang tak kunjung hamil...


kulihat sekilas foto han disurat kabar dan media lainnya..


Mengangkat rumor itu


Rumor kehidupan seksnya yang menyimpang


Rasanya aku ingin berteriak bahwa itu tidak benar...


Memang benar kata pak jo media mengangkat hal ini secara berlebihan ...


Dan aku tak boleh melihatnya


Hal ini untuk menjaga kesehatan mentalku...


Aku memutuskan untuk bersikap biasa saja


dan mulai berjalan meninggalkan tempat ini yang terasa sangat sepi


"Hai nyonya han


mmm keningku berkerut


Apa aku mengenal kalian berdua?


Haha tentu saja tidak nyonya


Apa mau kalian hah


Aku tak punya urusan ...


Oh tapi kami punya urusan dengan anda


mau apa kalian?


Pria itu berusaha menarik keras tanganku hingga aku kesakitan tapi sekarang sudah berhasil aku putar dengan keras hingga ia jatuh ketanah


Pria yang satunya lagi aku tendang kemaluannya dengan keras dan merintih


Aku lari sekencang kencangnya dari sini dan mereka mengejarku


Salah satunya menarik rambutku dan aku seperti gerakan flic flac (salto kebelakang)kutendang wajahnya hingga mengeluarkan darah


Pria yang satunya kutonjok beberapa kali dan aku kemudian lari disalah satu lorong dan bersembunyi dibelakang bak sampah raksasa aku duduk menunggu hingga situasi aman


nafasku ngos ngosan dan aku berusaha kembali menata perasaanku yang sangat cemas


(aku teringat dengan perkataan suamiku dulu ilmu bela diri sangat bermanfaat dikehidupanku sekarang..)


saat Aku sudah mulai tenang


aku lalu mengamati disekitarku


Sepertinya sudah mulai aman


kedua pria itu sudah menghilang


Aku harus mencari tempat yang ramai


Karna sepertinya mereka tak akan berani menyentuhku di tempat dikeramaian


Akupun singgah disupermarket


situasi yang tepat untukku karna sangat ramai disini , dan kuputuskan untuk membeli bahan bahan makanan saja


sebaiknya malam ini aku buat suasana loteng meriah dengan bakar daging dan ditemani soju yang banyak bersama ibu kos


"Song ma ri...


Song...


aku menoleh mencari sosok siapa yang memanggilku...


Ju jung ... (mataku membesar tak percaya)


Haha haha song kau seperti melihat hantu...


Apa yang kau lakukan disini jung?


Aku bekerja di supermarket ini sebagai manajer...


A apa katamu..


Ka kau kan..


Aku tak ingin bergantung dengan daa hae ...


aku mengangguk mengerti dengan perkataannya


Hmmm jung kau tau belakangan ini berita yang muncul di koran dan tv?


Yah aku tau song...


Apakah kau marah dengan han ?


Haha haha tentu tidak


Aku tak ada sangkut pautnya dengan hal ini song...


aku percaya denganmu jung


kau pria dan sahabat yang baik


semarah apapun kamu dengan han


aku yakin kau bisa menjaga rahasianya


tapi jung...bisakah kau membantuku? bujuklah daa hae untuk berhenti melakukan ini?


Dia mungkin kecewa denganmu dan melampiaskannya ke han...


Hmmm aku tau kemana arah pembicaraan ini song...


Jika aku membantu apa balasannya untukku...


Bisakah kau mencintaiku lagi han ma ri?


Bisakah kau melepas nama han yang melekat pada namamu saat ini?


jung Kenapa pikiranmu sangat dangkal ...


Cinta tak selamanya harus memiliki


Tak bisa dipaksakan ...


Kau orang yang sangat baik


Apa kau tega melihat sahabatmu menderita?


maafkan aku tapi kau sangat tau aku tak bisa menunggumu dan mencintaimu lagi


ini sudah takdir


jalan kita tidak untuk bersama tapi sebagai sahabat saja....


apa kau marah karna aku menutupi pernikahanku ?


aku manarik nafasku yang sedikit tersengal dengan lontaran pertanyaan yang ditanggapi dingin


jung sungguh aku mohon maaf padamu


(wajahku kian memelas menatapnya)


Jung... apakah kau bisa menolong han sebagai sahabatmu?


(aku menunggunya bicara)


(dia hanya terdiam menatapku)


Daa hae sangat mencintaimu dia pasti mendengarmu...


Haha haha wanita depresi itu ...mendengar namanya saja aku muak ...


Apalagi harus membujuk dan berbicara dengannya...


Han dan para bawahannya pasti sudah bergerak untuk menyelesaikan ini


Kau tenang saja...


maafkan aku tak bisa menolongmu song ..


Hmm wajahmu sangat pucat


Apa kau sakit song?


Hmmm tidak juga


mungkin aku hanya butuh istirahat


Aku sudah selesai berbelanja Sebaiknya aku pulang..


Aku antar yah?


Tidak usah aku bisa naik taksi..


(aku melontarkan senyumku yang paling indah)


skali lagi maafkan aku jung


dia mengangguk tersenyum


(apakah dia benar benar ikhlas menerima permintaan maafku?)


Baiklah hati hati di jalan yah...


Hmmm terima kasih jung...


(aku menatap wajahnya yang datar tak ada ekspresi apapun di wajah yang pernah aku cintai itu


kenapa.kau sangat berubah jung,aku semakin tak mengenali dirimu)


Sampai jumpa lagi song...


aku hanya tersenyum dan berlalu dengan taksiku...