RAIN

RAIN
rain 19



Lindae apa jadwal kegiatanku harini


Oh iyah nyonya...


lindae kemudian dengan sigap membaca listnya...


Anda pagi ini dikelas bela diri


Setelah makan siang anda akan dijemput supir tuan han untuk memilih dress di butik yang sudah ditunjuk tuan


Sorenya anda istirahat dulu


Malamnya anda akan saya dandani untuk ke pesta makan malam


Terima kasih lin...


Lindae tersenyum lalu berlalu meninggalkan aku


Aku sudah terbiasa dengan rutinitas itu


Bahkan jika aku tak ada kegiatan aku seperti sapi yang melongo


.


.


"Selamat siang nyonya


Selamat siang pak


Kemana pak jo?


biasanya dia yang mengantar jemputku...


Pak jo sedang sibuk mengurus tuan


Jadi beliau merangkap menjadi supir tuan "


Baiklah nyonya apa kita sudah bisa jalan ?


Aku mengangguk yang dia bisa liat dari kaca spionnya ...


Mobil sudah melaju dan aku sudah duduk manis sambil melihat lihat jalan yang kulalui


aku tersenyum betapa beruntungnya diriku naik mobil mewah ini


Sedangkan orang di halte bus sana berdesakan mengantri bus


Walaupun tampilan luar kita berbeda


Disetiap lini kehidupan baik kaya maupun miskin semuanya memiliki masalah masing masing tergantung kita bersikap dan menikmatinya...


Bijak skali aku ini...


Aku membuyarkan lamunanku..


"Pak pelankan sedikit mobilnya "


Aku sedang melewati jalan dan Lingkungan yang tak asing bagiku


Ini adalah lingkungan rumahku dulu tinggal dengan ibu.. lalu aku memandang sekeliling ,aku teringat kembali masa indqah dan masa susah bersama ibu..


"Hmmm nyonya apa kau ingin singgah?


"Tidak.... aku hanya ingin melihat lihat saja dari sini


Aku mengerutkan kening


Kenapa pak supir ini bertanya seperti itu...


"Pak kau tau tempat ini?


"Tentu saja nyonya, aku pernah mengantar tuan han turun di lingkungan ini...


"Inikan lingkungan rumah anda sebelum jadi nyonya han...


Aku mengernyit lagi...


"Kapan pak?


"Hmmm beberapa bulan lalu sebelum anda dan tuan menikah


mungkin pagi atau siang hari , aku lupa nyonya


Waktu itu ibu dan anda sedang diluar rumah sedang berbicara kepada seseorang mengenai sewa rumah ...


"Tuan han tidak jadi masuk menemui anda mungkin karna suasananya yang tegang


"A-apa... be benar pak


Aku seketika gugup han mengetahui kejadian itu...


"Lalu suamiku kemana pak setelahnya..


Tuan tidak pulang kekantor ia menemui temannya yang sangat tampan dan muda kata tuan itu adalah sahabatnya


Dan tuan memberikan uang kepada sahabatnya itu ...


"Apa bapak tau percakapan mereka?


"Hmmm aku berada dibelakang meja mereka sedang minum kopi


"Aku hanya mendengar tuan berkata


Berikan ini kepada Ma ri sepertinya dia butuh..


"Aku tak tau Ma ri yang dimaksud apakah nyonya atau bukan..


"Mataku membelalak kaget dan tanganku menutup mulutku ...


Ayo kita jalan pak


Aku menghentikan percakapanku dengan pak supir...


Aku sangat kaget dengan perkataannya tadi


Iyah ma ri yang dimaksud adalah aku hanya aku kenalan han bernama ma ri hanya dia yang memanggilku sopan begitu


Ternyata han yang memberi kami uang melalui jung...


Dia ternyata sangat perhatian kepadaku


Wajahnya yang dingin dan tingkahnya yang cuek ternyata menyimpan sejuta kehangatan


Dan itu sangat romantis menurutku


aku saat ini ingin skali memeluk suamiku itu ...


Air mataku mengalir lagi untuk rasa yang kuketahui ini


"aku jatuh cinta padanya.."


.


.


.


.


"Pak jo bisakah kau mengantarku siang ini ke dokterku


"Tuan han sakit lagi...


Apa tuan butuh obat..


Haha haha pak jo kau tenang saja


Aku tidak sakit istriku merawatku dengan baik


"Kau tunggu saja di lobby pak jo


Aku akan menemui dokter dulu


Baik tuan...


.


.


Permisi....


Dok....


Oh tuan han apa kabar ?


sudah lama skali anda tidak mengunjungiku


Anda melewatkan beberapa session terapi denganku


Silahkan duduk dan cari tempat senyaman mungkin...


Apa terapimu sendiri berjalan baik tuan


Iyah baik dok (sambil menghela nafas mencari kebenaran dalam ucapanku)


Istrimu sangat cantik dan sepertinya ia wanita yang baik...kau pasti nyaman dengan dia


Hmm haha haha iyah kau benar


Dia juga sangat pengertian dan walaupun sosoknya kuat sebenarnya dia wanita yang lemah dan suka skali menangis...


apa kau sedang memujinya atau menghinanya....


.


.


apa yang kau rasakan padanya


Hmmm aku menganggap dia seperti adik kecilku yang manis ...


Aku menyayangi dia seperti itu walaupun aku tidak memiliki adik


Dia adalah sahabatku jadi aku dengan mudah terbuka dengannya...


entah kenapa belakangan ini aku selalu menuruti kemauannya


padahal aku orang yang tidak suka dibantah...


.


.


Apa istrimu tau penyakitmu tuan


Iyah dia tau dok...


tapi karna waktu itu ia terdesak dengan keuangan mungkin ia tak punya pilihan lain selain menikah denganku ..


Walaupun dia tau aku sakit seperti ini


saat di pesta pernikahan kami ,Dia tidak tau kau dokter yang merawatku beberapa tahun ini...


dia juga tidak tau kalo aku berusaha untuk sembuh dan melakukan perawatan disini dok...


Hmmm... tuan...bagaimanapun kondisi psikologis seseorang hanya pribadi orang tsb lah yang tau dia sembuh atau tidak


Apa kau sudah pernah bertemu dengan para lelakimu lagi tuan han?


Hmmm aku pernah bertemu sebelum aku menikah dan aku berlaku biasa saja


Kau menahan perasaanmu tuan?


Atau kau memang biasa saja


Aku biasa saja dok...


Apa kau menyentuh istrimu tuan


Hmmm aku kadang menggengam tangan dan memeluknya ...


dan inilah alasan aku datang lagi kemari karna sekarang kami juga berciuman...


haha haha (dokter tertawa aku mengatakan itu)


Bagaimana rasanya mencium wanita tuan?


Aku suka dok rasanya menyenangkan dan membuatku bergairah..


Apa kau rasa bergairah dengan wanita lain?


ia bahkan di masa lalu nafsuku sangat menggebu gebu dengan kekasih wanitaku tapi hasratku kepada wanita.berubah sejak ia meninggalkan aku....


tapi sekarang Aku tidak menyentuh wanita lain selain istriku


Aku melihat wanita lain hanya sebagai sosok wanita saja.. bukan sebagai pemuas nafsu


Tapi dengan istriku, Aku rasakan berbeda


rasa sayangku kali ini berbeda


diawal pernikahan kami aku menganggap dia seperti adik kecilku tapi belakangan ini aku melihatnya sebagai wanita dewasa


Dia sering menyentuhku aku selalu memandangnya berbeda dan sering menolak atau menghindarinya,


kadang aku merasa kasihan padanya Atau aku bernafsu entahlah dok


Bagaimana dengan pria ?


Apa kau masih suka melihat pria ?


Hmmm aku masih suka dok tapi rasaku lebih dalam dengan istriku bayangannya selalu muncul dikepalaku


Bayangan ayahku juga dan perusahaanku selalu menghantuiku...


Apa itu cukup menghalangimu untuk berkenalan lagi dengan pria yang kau suka..


Hmmm iyah aku rasa itu cukup...


Diawal pernikahanku aku pernah berkenalan dengan beberapa tapi aku selalu merasa takut dan akhirnya aku pulang...


Baiklah tuan han, masa lalumu yang tidak merasakan kasih sayang ibu akhirnya kau tak pernah tau rasanya dengan sentuhan ibu hanya kasih sayang ayah yang kau rasakan sehingga kau pikir wajar saja menerima cinta dari sesama pria


kau juga pernah mencoba berpacaran dengan wanita dan ia meninggalkanmu menambah kepedihan hatimu yang sulit kau hilangkan


Akhirnya kau memilih jalan yang kau pikir wajar untuk mendapat kasih sayang...


Tapi jalan itu salah tuan


akhirnya semakin kau dewasa bisa menyadari itu


Syukurlah tuan kau sudah mau kembali ke kodratmu


Lakukan dengan perlahan


Berikan seutuhnya dirimu kepada istrimu yang sanggup menerima mu


Kau tak harus melakukan karna cinta


Cinta akan tumbuh dengan sendirinya


Jangan takut untuk ditinggalkan


Kau takkan ditinggalkan olehnya kalau kau bersikap seharusnya dengan menjadi suami yang baik untuknya...


Dan alihkan pandanganmu jika ada lelaki yang membuatmu tertarik...


ingatlah tuan menyukai sesama jenis itu adalah penyakit yang sudah mewabah di masyarakat ,mulailah dari dirimu sendiri yang menghentikannya...


Katakan pertemuan kita ini dengan istrimu


Agar dia paham bagaimana ia menyikapimu


Kau jangan menutupinya...


Kau harus belajar mengatakan setiap detail yang kau rasakan kepada istrimu


kau butuh kasih sayang seorang wanita


Semoga istrimu bisa memberi itu dan menjadi penyembuhmu tuan...


Hmmm terima kasih dok


Aku sangat lega dengan nasihatmu


Aku akan berusaha dok


apa kau masih butuh obat penenang tuan han ?


hmmm tidak dulu untuk saat ini (aku tersenyum puas dengan diriku yang belakangan ini tidak mengkonsumsinya)


Aku pulang dulu


( sambil menjabat hangat tangan dokter)


seketika hpku bergetar.


hmmm ehhhh heh maaf dok aku angkat dulu.


"Halo... song


Mmm apa kau sudah memilih gaun untuk malam ini...


Hmmm istri yang baik


Aku tersenyum...


Hmmm aku sedang dijalan bersama pak jo


(aku memilih berbohong,aku tak ingin menceritakan pertemuanku dengan dokter ditelpon)


Apa kau merindukanku?


Haha haha...


Benarkah sayangku ?? (aku senyum senyum sendiri mendengar jawabannya disana)


Baiklah aku tutup dulu aku harus kembali kekantor tunggu aku pulang kita akan ke pesta bersama...."


.


.


.hmmm maaf dok tadi itu istriku aku harus mengangkatnya


dia jarang skali menelponku...


hhahah benarkah?


apa kau tau ekspresimu tadi tuan?


kau tersenyum... senyum yang tak pernah kuliat di wajah dinginmu yang dulu...


apa kau sedang jatuh cinta tuan han?