
Aku menunggu han selesai mandi
Badanku tak henti hentinya mondar mandir sambil menatap lantai ber karpet di kamarku
Aku Memikirkan kata yang tepat mengenai jung yang belakangan ini sering kulihat batang hidungnya...
Song jika kau adalah setrikaan
Bajuku yang kusut pasti sudah rapih
Berapa kali kau harus mondar mandir begitu...
Hmmm eh ..haaha haha han ...
(Aku tidak menyadari dia sudah berdiri didepanku)
kau ini bisa juga bercandanya ..
Kau sudah selesai mandi ?
Iyah sayang ada apa
Hmmm aku seharusnya tak sembunyikan ini darimu
Tapi kupikir kau harus tau...
Aku belakangan ini melihat sosok jung...
Aku terhenti lalu manarik nafas sejenak
Tapi gelagat han sangat berbeda
Ekspresi wajahnya kaget dan tergesa gesa
A-apa kau bilang jung?
Dimana ,kapan ,bagaimana song?
Hmmmm ehh hehhhh t-tenang han...
*Aku tak menyangka han akan panik begini
Aku melihatnya pertama kali Di hawai dan tadi di mall sewaktu pak jo menelponku...
Ma-maafkan aku baru mengatakannya
Tapi aku ingin memastikan dulu sebelum mengatakannya padamu han..
Hmmm song.
Iyah?
Tatapan han dingin dan tajam
Ia memegang kedua bahuku dan menarik nafas panjang
Sangat lama ia berpikir ...
Apa yang kau ingin lakukan jika keberadaanmu di ketahui jung
Hmmm a-aku...
Aku sudah jadi istrimu aku harus bagaimana han aku sangat bingung...
Aku mengatakan ini karna aku tak tau harus berbuat apa
*seketika pertanyaan han mengagetkanku
"Kau masih mencintainya song?...."
"Apa maksudmu han?
"Aku bukan pria yang bodoh
kalian sudah bertahun tahun bersama
Mana mungkin wanita lemah lembut sepertimu tidak akan jatuh cinta kepada jung...
"Aku juga melihat kau menciumnya saat makan siang dulu
"A-apa ...
Aku sangat gugup kali ini
Ruangan ini dingin tapi aku berkeringat ..
"Kak han a-aku...
Pantas sebelum kita menikah kau menanyakan perasaanku mengenai jung
Ternyata kau melihatku menciumnya?
A-aku terlena dengan kata katanya han
Aku ini wanita yang mudah saja diberikan kata kata manis begitu...
Dan aku sangat percaya padanya dia berjanji takkan meninggalkanku
Ternyata dia pria yang tidak bisa menjaga janjinya
Aku juga melihat dia bersama wanita di hawai
Perasaanku padanya sudah lama hilang sejak ia pergi meninggalkanku.
.
.
Aku menjelaskan perasaanku mengenai jung seolah olah aku takut kehilangan suami yang tak mencintaiku
.
.
hmmm baiklah ... song itu adalah masa lalumu kau mau mencium siapa itu adalah dulu
Saat Kita belum bersama...
Sekarang kau adalah istriku
(Aku sangat kaget han berkata ini
Jantungku rasanya mau copot
Aku pikir han akan ikhlas melepasku dengan jung)
Hmmm ...song
Kau harus patuh dengan yang kukatakan
Dan ingatlah kita menikah
Dengan membuat perjanjian nikah
dikantor pemerintahan dengan berbagai macam poin kesepakatan
Aku bukannya mengancam song..
Tapi jadikan itu bahan pertimbanganmu
Sebelum kau melangkah jauh kepada jung...
Saat aku membuat poin kesepakatan pernikahan kita
jung salah satunya alasan
aku ingin menyembunyikan pernikahan ini dan hanya kolega bisnisku yang tau
bahkan media aku tutup rapat agar tak tersebar di internet...
semata mata karna jung tak boleh mengetahuinya...
Aku mengganti ponselmu pun agar dia tak bisa menghubungimu
Namamu menjadi han ma ri
Pasti jung tak akan menyadarinya
Semuanya karna jung...
Walaupun dia sahabatku
Aku harus melindungi apa yang jadi milikku...
*seketika mataku banjir dan tumpah membasahi pipiku
*Han hanya menatapku dingin tapi tatapannya tajam menungguku bicara....
"Itukah maksudmu han
Kau telah melihatku bersamanya...
Bahkan kami berciuman
"Ma maafkan aku...aku sungguh tak bisa menjaga diriku
"Haha haha itu hanya ciuman
Akupun bisa melakukannya dengan siapa saja disaat aku masih single dulu...
Han tertawa sinis
Jagalah pernikahan kita dengan baik song
Jangan sampai jung tau kita menikah
Dia hanya boleh tau kau sudah jadi nyonya
Siapa suamimu dan namanya pun dia tak boleh tau
Begitupun aku...
Aku akan menutup rapat ini hingga waktunya tiba...
Bagaimana menurutmu sayang?
Hmmm jung tak sebodoh itu pasti dia akan tau hal ini
Han menarik nafasnya
Dan menatapku , aku hanya mengulur waktu sampai aku menjadi pewaris young group yang sebentar lagi akan disahkan oleh pemegang saham yang lain...
Kita tunggu saja saat itu tiba
Bagaimana?
Aku tak bisa berpikir panjang saat ini han
Aku menurut saja dengan idemu ini..
.
.
.
Hari sudah mulai malam jam dinding yang besar itu sudah menunjukkan pukul sembilan malam
Begitu berat masalah bisnis dan sekaligus penyakit yang dibawa oleh han...
Jika ia hanyalah orang biasa
Maka itu tak jadi masalah ...
Beban young group harus dia pikul sendiri
Semua orang ingin menjatuhkannya
Dan ia sangat mudah jatuh karna penyakit yang dideritanya itu
Entah masih bersarang di jiwanya atau sudah pergi aku tak tau...
Aku melangkahkan kakiku menuju kamar mandi
Berkali kali aku menenggelamkan seluruh tubuhku di bathtub dengan ritual mandi ini
Tapi Tak dapat mengusir kegalauanku
Disatu sisi aku memikirkan jung
Disisi lain aku mengasihani han
Apa yang sebenarnya kurasakan pada mereka berdua?
Tok... tok...
Tok... tok...
Boleh aku masuk....
Setelah aku mandi ritual lainku sebelum tidur
Adalah memastikan han makan buah atau sekedar minum susu di malam hari
Masuklah...
"Oh pak jo .. kau masih bekerja malam ini..
Iyah nyonya sebentar lagi pengalihan saham untuk tuan han ...
aku harus lembur untuk itu...
Pak jo menjelaskan dengan sangat hati hati
Apakah kau keberatan nyonya jika aku ada disini...
Tentu saja tidak pak jo
Makanlah buah ini bersama suamiku
Wah perhatian skali nyonya ...
Aku tersenyum kepadanya dan Aku melirik han sekilas yang terpaku dengan berkas berkas di tangannya
Kasian skali suamiku ini...
Otaknya hanya digunakan bekerja
Buat apa kekayaan ini kalau dia tidak menikmatinya...
Aku semakin menatapnya dalam
Yang kutemukan hanya ketampanan yang luar biasa ..
"Hei nyonya...
apakah kau menginginkan suamimu malam ini..
Hmmm ehhh hehhh apa maksudmu pak jo
Kau menatapnya terus ...
Seperti pajangan tas dietalase toko yang ingin skali kau beli...
Haha perumpamaan apa itu pak jo...
Hahah kau sudah mulai lucu
Aku tertawa mendengarnya
Perusahannya lebih membutuhkannya daripada aku....
Hmmm haha haha pak jo kemudian tertawa
baiklah...
aku permisi dulu...Selamat bekerja pak jo...
Hmm walaupun aku bercanda dengan pak jo
Han tidak juga bergeming menanggapi leluconku atau sekedar menyapaku juga tidak
Batu skali hati pria itu
Kenapa juga aku bisa suka padanya...
Lama aku merenung di kasur sendirian begini dan dia lagi sibuk memeras otaknya diruang kerjanya
Betapa kejamnya aku hartanya aku nikmati
Tapi aku sendiri tidak bisa melindunginya...
Aku hanya bisa mengeluh dengan kekangannya slama ini... Dan sekarang aku mengumpatnya karna ia tak mempedulikan aku tadi....
.
.
Kenapa air mataku rajin skali mengalir
Hei song apa kamu belum tidur..
Suara berat han mengagetkanku
Aku menoleh ke arah suara itu ternyata dia sudah berdiri di depan ranjang menatapku...
(Apa dia melihatku menangis?)
Hmm ehehh heh han
Apa kau perlu sesuatu..
Aku tadi membawakanmu buah
Apa kau sudah memakannya..
Apa kau ...
Tiba tiba tubuh han naik ke ranjang dan
Kini wajahnya sangat dekat dengan wajahku...
Aku sangat gugup
Mau apa dia ...
Bibirnya mencari bibirku yang sangat gampang ia temukan..
Aku membutuhkan ini song...
Bibirnya melumat bibirku....
Kami berciuman
Selama berbulan bulan aku bersamanya
Dia baru menciumku tanpa ada satupun orang disekitar kami
Bukan depan koleganya ,keluarganya atau pak jo...
Ini dikamar kami...dan hanya berdua
aku sangat bahagia detik ini
Aku ingin mati bersama detik ini juga ...
Kehangatan bibirnya membuatku bergairah ...
Aku terhanyut dengan ciuman ini sangat rileks
Mengusir beban dikepalaku
(Situasi macam apa ini sedetik lalu aku mengumpatnya karna ia tak memperdulikanku dan sekarang aku membalas ciumannya
Wanita bodoh macam apa aku ini)
Apakah dengan menciumku dia merasakan yang sama ...
Apakah beban pikirannya juga bisa ia singkirkan
(Batinku*Aku ingin memilikimu han taukah kau ...)
Air mataku mengalir lagi menciumi bibirnya
Aku membuka mulutku agar ia leluasa memasukkan lidahnya ...
Lidah han begitu nikmat
Pandai skali ia berciuman ...
Aku membiarkan diriku kehabisan nafas...
Kami sangat lama menenggelamkan diri dengan kenikmatan ini ....
Dan ia melepasnya ...
Kenapa kau menangis song...
Apa kau tak bahagia bersamaku...
Dia menatapku tajam lalu aku tertunduk menatap tanganku yang *** bajuku...
Maafkan aku han aku hanya wanita egois
Yang memikirkan diriku sendiri...
Tentu saja aku bahagia menikah denganmu...
Aku pikir ...aku ...
(Aku mau bilang kalau aku tadi mengumpatnya
tapi ...Justru kini ia memelukku...)
Ayo song ... aku temani kau tidur ...
jangan terlalu banyak berpikir ...
berbaringlah....
Aku berbaring disampingnya
tapi ia menarikku meletakkan kepalaku didadanya...
Song tidurlah... maafkan aku sayangku ...
Aku bukan pria sempurna untukmu...
Aku hanya belum terbiasa dengan kehadiranmu ,
aku sangat sibuk mengurusi pekerjaanku padahal.aku sudah memilikimu sebagai istriku , pasti kau sangat kesepian
,kau juga membutuhkan pria untuk memuaskanmu
Tapi a-ku tak bisa memberi hal itu
Aku masih takut, trauma masa laluku dengan wanita masih menghantuiku
Skali lagi maafkan aku...
Dia mengambil tubuhku dan memelukku erat
Jangan tinggalkan aku song...
Hanya kau satu satunya hartaku ....
Aku tak bisa.mencerna dengan baik perkataan han .wangi tubuhnya memabukanku seketika aku sangat mengantuk
Perlahan lahan aku tak bisa lagi mendengar suara berat han...
Aku tak merasakan lagi duniaku...
Aku tertidur di pelukan suamiku....