RAIN

RAIN
rain 18



Aku menunggu han selesai mandi


Badanku tak henti hentinya mondar mandir sambil menatap lantai ber karpet di kamarku


Aku Memikirkan kata yang tepat mengenai jung yang belakangan ini sering kulihat batang hidungnya...


Song jika kau adalah setrikaan


Bajuku yang kusut pasti sudah rapih


Berapa kali kau harus mondar mandir begitu...


Hmmm eh ..haaha haha han ...


(Aku tidak menyadari dia sudah berdiri didepanku)


kau ini bisa juga bercandanya ..


Kau sudah selesai mandi ?


Iyah sayang ada apa


Hmmm aku seharusnya tak sembunyikan ini darimu


Tapi kupikir kau harus tau...


Aku belakangan ini melihat sosok jung...


Aku terhenti lalu manarik nafas sejenak


Tapi gelagat han sangat berbeda


Ekspresi wajahnya kaget dan tergesa gesa


A-apa kau bilang jung?


Dimana ,kapan ,bagaimana song?


Hmmmm ehh hehhhh t-tenang han...


*Aku tak menyangka han akan panik begini


Aku melihatnya pertama kali Di hawai dan tadi di mall sewaktu pak jo menelponku...


Ma-maafkan aku baru mengatakannya


Tapi aku ingin memastikan dulu sebelum mengatakannya padamu han..


Hmmm song.


Iyah?


Tatapan han dingin dan tajam


Ia memegang kedua bahuku dan menarik nafas panjang


Sangat lama ia berpikir ...


Apa yang kau ingin lakukan jika keberadaanmu di ketahui jung


Hmmm a-aku...


Aku sudah jadi istrimu aku harus bagaimana han aku sangat bingung...


Aku mengatakan ini karna aku tak tau harus berbuat apa


*seketika pertanyaan han mengagetkanku


"Kau masih mencintainya song?...."


"Apa maksudmu han?


"Aku bukan pria yang bodoh


kalian sudah bertahun tahun bersama


Mana mungkin wanita lemah lembut sepertimu tidak akan jatuh cinta kepada jung...


"Aku juga melihat kau menciumnya saat makan siang dulu


"A-apa ...


Aku sangat gugup kali ini


Ruangan ini dingin tapi aku berkeringat ..


"Kak han a-aku...


Pantas sebelum kita menikah kau menanyakan perasaanku mengenai jung


Ternyata kau melihatku menciumnya?


A-aku terlena dengan kata katanya han


Aku ini wanita yang mudah saja diberikan kata kata manis begitu...


Dan aku sangat percaya padanya dia berjanji takkan meninggalkanku


Ternyata dia pria yang tidak bisa menjaga janjinya


Aku juga melihat dia bersama wanita di hawai


Perasaanku padanya sudah lama hilang sejak ia pergi meninggalkanku.


.


.


Aku menjelaskan perasaanku mengenai jung seolah olah aku takut kehilangan suami yang tak mencintaiku


.


.


hmmm baiklah ... song itu adalah masa lalumu kau mau mencium siapa itu adalah dulu


Saat Kita belum bersama...


Sekarang kau adalah istriku


(Aku sangat kaget han berkata ini


Jantungku rasanya mau copot


Aku pikir han akan ikhlas melepasku dengan jung)


Hmmm ...song


Kau harus patuh dengan yang kukatakan


Dan ingatlah kita menikah


Dengan membuat perjanjian nikah


dikantor pemerintahan dengan berbagai macam poin kesepakatan


Aku bukannya mengancam song..


Tapi jadikan itu bahan pertimbanganmu


Sebelum kau melangkah jauh kepada jung...


Saat aku membuat poin kesepakatan pernikahan kita


jung salah satunya alasan


aku ingin menyembunyikan pernikahan ini dan hanya kolega bisnisku yang tau


bahkan media aku tutup rapat agar tak tersebar di internet...


semata mata karna jung tak boleh mengetahuinya...


Aku mengganti ponselmu pun agar dia tak bisa menghubungimu


Namamu menjadi han ma ri


Pasti jung tak akan menyadarinya


Semuanya karna jung...


Walaupun dia sahabatku


Aku harus melindungi apa yang jadi milikku...


*seketika mataku banjir dan tumpah membasahi pipiku


*Han hanya menatapku dingin tapi tatapannya tajam menungguku bicara....


"Itukah maksudmu han


Kau telah melihatku bersamanya...


Bahkan kami berciuman


"Ma maafkan aku...aku sungguh tak bisa menjaga diriku


"Haha haha itu hanya ciuman


Akupun bisa melakukannya dengan siapa saja disaat aku masih single dulu...


Han tertawa sinis


Jagalah pernikahan kita dengan baik song


Jangan sampai jung tau kita menikah


Dia hanya boleh tau kau sudah jadi nyonya


Siapa suamimu dan namanya pun dia tak boleh tau


Begitupun aku...


Aku akan menutup rapat ini hingga waktunya tiba...


Bagaimana menurutmu sayang?


Hmmm jung tak sebodoh itu pasti dia akan tau hal ini


Han menarik nafasnya


Dan menatapku , aku hanya mengulur waktu sampai aku menjadi pewaris young group yang sebentar lagi akan disahkan oleh pemegang saham yang lain...


Kita tunggu saja saat itu tiba


Bagaimana?


Aku tak bisa berpikir panjang saat ini han


Aku menurut saja dengan idemu ini..


.


.


.


Hari sudah mulai malam jam dinding yang besar itu sudah menunjukkan pukul sembilan malam


Begitu berat masalah bisnis dan sekaligus penyakit yang dibawa oleh han...


Jika ia hanyalah orang biasa


Maka itu tak jadi masalah ...


Beban young group harus dia pikul sendiri


Semua orang ingin menjatuhkannya


Dan ia sangat mudah jatuh karna penyakit yang dideritanya itu


Entah masih bersarang di jiwanya atau sudah pergi aku tak tau...


Aku melangkahkan kakiku menuju kamar mandi


Berkali kali aku menenggelamkan seluruh tubuhku di bathtub dengan ritual mandi ini


Tapi Tak dapat mengusir kegalauanku


Disatu sisi aku memikirkan jung


Disisi lain aku mengasihani han


Apa yang sebenarnya kurasakan pada mereka berdua?


Tok... tok...


Tok... tok...


Boleh aku masuk....


Setelah aku mandi ritual lainku sebelum tidur


Adalah memastikan han makan buah atau sekedar minum susu di malam hari


Masuklah...


"Oh pak jo .. kau masih bekerja malam ini..


Iyah nyonya sebentar lagi pengalihan saham untuk tuan han ...


aku harus lembur untuk itu...


Pak jo menjelaskan dengan sangat hati hati


Apakah kau keberatan nyonya jika aku ada disini...


Tentu saja tidak pak jo


Makanlah buah ini bersama suamiku


Wah perhatian skali nyonya ...


Aku tersenyum kepadanya dan Aku melirik han sekilas yang terpaku dengan berkas berkas di tangannya


Kasian skali suamiku ini...


Otaknya hanya digunakan bekerja


Buat apa kekayaan ini kalau dia tidak menikmatinya...


Aku semakin menatapnya dalam


Yang kutemukan hanya ketampanan yang luar biasa ..


"Hei nyonya...


apakah kau menginginkan suamimu malam ini..


Hmmm ehhh hehhh apa maksudmu pak jo


Kau menatapnya terus ...


Seperti pajangan tas dietalase toko yang ingin skali kau beli...


Haha perumpamaan apa itu pak jo...


Hahah kau sudah mulai lucu


Aku tertawa mendengarnya


Perusahannya lebih membutuhkannya daripada aku....


Hmmm haha haha pak jo kemudian tertawa


baiklah...


aku permisi dulu...Selamat bekerja pak jo...


Hmm walaupun aku bercanda dengan pak jo


Han tidak juga bergeming menanggapi leluconku atau sekedar menyapaku juga tidak


Batu skali hati pria itu


Kenapa juga aku bisa suka padanya...


Lama aku merenung di kasur sendirian begini dan dia lagi sibuk memeras otaknya diruang kerjanya


Betapa kejamnya aku hartanya aku nikmati


Tapi aku sendiri tidak bisa melindunginya...


Aku hanya bisa mengeluh dengan kekangannya slama ini... Dan sekarang aku mengumpatnya karna ia tak mempedulikan aku tadi....


.


.


Kenapa air mataku rajin skali mengalir


Hei song apa kamu belum tidur..


Suara berat han mengagetkanku


Aku menoleh ke arah suara itu ternyata dia sudah berdiri di depan ranjang menatapku...


(Apa dia melihatku menangis?)


Hmm ehehh heh han


Apa kau perlu sesuatu..


Aku tadi membawakanmu buah


Apa kau sudah memakannya..


Apa kau ...


Tiba tiba tubuh han naik ke ranjang dan


Kini wajahnya sangat dekat dengan wajahku...


Aku sangat gugup


Mau apa dia ...


Bibirnya mencari bibirku yang sangat gampang ia temukan..


Aku membutuhkan ini song...


Bibirnya melumat bibirku....


Kami berciuman


Selama berbulan bulan aku bersamanya


Dia baru menciumku tanpa ada satupun orang disekitar kami


Bukan depan koleganya ,keluarganya atau pak jo...


Ini dikamar kami...dan hanya berdua


aku sangat bahagia detik ini


Aku ingin mati bersama detik ini juga ...


Kehangatan bibirnya membuatku bergairah ...


Aku terhanyut dengan ciuman ini sangat rileks


Mengusir beban dikepalaku


(Situasi macam apa ini sedetik lalu aku mengumpatnya karna ia tak memperdulikanku dan sekarang aku membalas ciumannya


Wanita bodoh macam apa aku ini)


Apakah dengan menciumku dia merasakan yang sama ...


Apakah beban pikirannya juga bisa ia singkirkan


(Batinku*Aku ingin memilikimu han taukah kau ...)


Air mataku mengalir lagi menciumi bibirnya


Aku membuka mulutku agar ia leluasa memasukkan lidahnya ...


Lidah han begitu nikmat


Pandai skali ia berciuman ...


Aku membiarkan diriku kehabisan nafas...


Kami sangat lama menenggelamkan diri dengan kenikmatan ini ....


Dan ia melepasnya ...


Kenapa kau menangis song...


Apa kau tak bahagia bersamaku...


Dia menatapku tajam lalu aku tertunduk menatap tanganku yang *** bajuku...


Maafkan aku han aku hanya wanita egois


Yang memikirkan diriku sendiri...


Tentu saja aku bahagia menikah denganmu...


Aku pikir ...aku ...


(Aku mau bilang kalau aku tadi mengumpatnya


tapi ...Justru kini ia memelukku...)


Ayo song ... aku temani kau tidur ...


jangan terlalu banyak berpikir ...


berbaringlah....


Aku berbaring disampingnya


tapi ia menarikku meletakkan kepalaku didadanya...


Song tidurlah... maafkan aku sayangku ...


Aku bukan pria sempurna untukmu...


Aku hanya belum terbiasa dengan kehadiranmu ,


aku sangat sibuk mengurusi pekerjaanku padahal.aku sudah memilikimu sebagai istriku , pasti kau sangat kesepian


,kau juga membutuhkan pria untuk memuaskanmu


Tapi a-ku tak bisa memberi hal itu


Aku masih takut, trauma masa laluku dengan wanita masih menghantuiku


Skali lagi maafkan aku...


Dia mengambil tubuhku dan memelukku erat


Jangan tinggalkan aku song...


Hanya kau satu satunya hartaku ....


Aku tak bisa.mencerna dengan baik perkataan han .wangi tubuhnya memabukanku seketika aku sangat mengantuk


Perlahan lahan aku tak bisa lagi mendengar suara berat han...


Aku tak merasakan lagi duniaku...


Aku tertidur di pelukan suamiku....