
kepalaku sangat pusing dan sepertinya butuh kopi...
Beberapa harini dijam siang begini tubuhku terasa uring uringan dan kepalaku pening...
"ha halo
Apa kau han ma ri
Ditelpon ini terdengar Suara khas agak mirip suara han ..
Iyah benar tuan aku han ma ri
Darimana kau tau nomor ini?
Hahah hahah tenang saja anakku sayang
Pak jo memberikannya padaku..
Ohh a-ayah
Ada apa ayah..
Haha haha kau lambat skali mengenaliku ma ri..
Maafkan aku ayah..."
mmmm mmmm
Baiklah sebagai gantinya kau harus menemuiku siang ini di restaurant favoritku
Aku kirim alamatnya yah nak..
Baik ayah ...
Sampai jumpa anakku ...
sampai jumpa ayah"
.
.
Hai ayah...
Kami berpelukan hangat ..
Hmmm ayo duduk han ma ri kita ngobrol sambil menikmati makanan ini...
Siap ayah...
ayah melemparkan senyumnya yang mirip han..
.
.
Han ma ri aku ingin mengucapkan terima kasih sudah bersama han sejauh ini
Aku pikir dua atau tiga bulan kau sudah minta cerai ternyata kau wanita yang kuat..
Haha benarkah ayah?
(batinku Aku tak merasakan aku sudah sejauh ini dengan suamiku...
Hari hariku rasanya begitu nikmat dengannya)
Ma ri.. apa kau tau daa hae sekarang melakukan pergerakan dengan para pemegang saham untuk melengserkan han?
Iyah aku tau ayah..
Dia menggunakan kelemahan han di masa lalunya untuk menjatuhkannya
Eh hehh ehhh ayah (wajahku seketika gugup)
ayah Apa kau tau masa lalu han?
Iyah aku baru tau .. dan aku tak bisa menyalahkannya
Anakku yang tak pernah merasakan
Kasih sayang ibunya
dia hanya bersamaku dan pak jo...
Dia pernah mencoba bersama wanita dan diapun ditinggalkan ..
Mungkin sejak itu han melakukan hal menyimpang untuk mendapat kasih sayang
sungguh aku tak tau mengenai hal itu
han terlihat sangat normal,
Dan kau anakku bagaikan malaikat penyelamatnya .
bagaimana dia sangat berubah bersamamu..
Aku ingin kau tetap kuat bersamanya ..
Han ma ri ..
Bagaimana jika han tidak lagi jadi pewaris young?
apa itu yang kau cemaskan ayah?
Aku sudah mencintai han sejak ia melamarku...
masalah keuangan ibuku memang saat itu jadi pertimbangan utamaku menikahinya
tapi...seiring berjalan pernikahan kami dia sangat berbeda dengan yang aku duga
dia mencoba dekat denganku
walaupun ia mati matian melawan penyakitnya
Asalkan dia mau bersamaku dan memperlakukan aku dengan baik
Aku tak peduli dengan status masa lalunya
terima kasih han mari
ayah kemudian mengambil tanganku dan menggenggamnya
Ma ri .. dia satu satunya anakku
Aku tak rela ia akan dilengserkan seperti itu...
A-aku sangat sedih
pipi pria paling berkharisma ini
terlihat basah
air mata mengalir tanpa permisi keluar dari sudut matanya
Lebih baik aku saja yang mengalaminya...
Ay ayahhh jangan menangis ayah
Kau juga harus kuat...
kau harus yakin bahwa Han sangat pandai..
Dia pasti bisa mengatasi itu
Aku yakin orang tidak akan melihat aib itu
Tapi melihat kinerja han yang bisa membawa young group ke puncak
Aku yakin ada yang melihat itu ..
aku mengusap dengan jari air mata yang membasahi pipi ayah mertuaku ini..
Hmmm ma ri apa kau hanya status istri saja dengan anakku?
Hmmm apa maksud ayah
Hhmmm maksudku...
Apakah penyakit han itu tidak bisa disembuhkan?
Ayah aku mengerti maksudmu..
ayah tenang saja
Han memperlakukan aku seperti wanita
Dia menyayangiku ,perhatian padaku dan bercinta denganku layaknya suami kepada istrinya
Kau jangan khawatir ayah
han bisa memberikan nafkah lahir dan batin padaku..
.
.
Para pemegang saham tambah tidak yakin dengan han yang menyembunyikanmu
Mereka meyakini pernikahan kalian hanya untuk menutupi aibnya dan dipenuhi skandal harta saja..
Apalagi tidak ada anak diantara kalian
Ayah maafkan aku
sebagian hal itu memang ada benarnya
tapi sejujurnya han menyembunyikan diriku karna jung..
jung???
iya jung suami daahae??
iyah benar ayah...
han mengetahui kalau jung menyimpan perasaannya untukku
suamiku takut jung mengetahui keberadaan diriku dan ingin kembali bersamaku
mmmm rupanya seperti itu mari
ayah heran kenapa daahae bisa membenci han?
padahal mereka dulu sangat dekat
han memperlakukan daahae seperti adiknya.
ayah heran kenapa daahae tega berbuat itu pada kakak sepupunya sendiri
ternyata karna jung...
maa maafkan aku ayah...
ini diluar kendaliku dan han
Aku tak bisa banyak menolong untuk masalah ini...
Biarkan waktu yang menjawab semuanya ayah
Asalkan kau mampu menjaga dan mencintai kekurangan anakku
Aku rela menukarkan apa saja ma ri...
Berjanjilah
Kau takkan pernah meninggalkan han...
Dia sangat membutuhkanmu...
Aku berjanji ayah dimanapun keberadaanku kelak
itu pasti untuk melindunginya...