
Dasar pria pria sialan...
satunya meninggalkanku
Yang satunya tak menyukai wanita
Hahah haha Aku benci
Sebahagia apa sih kehidupanku yang dulu
Hingga aku bereinkarnasi hidup seperti ini?
Aku menggerutu sendiri berjalan keluar hotel
.
.
Beberapa menit kemudian
Aku sudah berada di carnaval sendirian menikmati suasana keramaian makan makanan enak, entah kenapa aku suka makanan disini walaupun aku banyak pikiran aku tetap nikmat menyantap makanan disini
apalagi disuguhi dengan tarian...
.
.
untuk menghilangkan rasa sakit hatiku
Aku memilih bir daripada jus
Aku ikut berbaur menari nari dengan orang orang asing ini...
Sangat menyenangkan rasanya ...
Baru saja pikiranku tentang jung dan han pergi melayang entah kemana...
Aku merasakan Ada yang menarik kasar lenganku hingga aku
Hampir terjatuh
Auchhh sa sakit...
A- apa yang kau lakukan bodoh ...
Aku mengumpat orang yang menarik lenganku...
Aku melihat kearahnya ,
Seketika aku tersadar
H-han...
Aku tak sadar mulutku menganga dan mataku membesar
Ma -maafkan aku
Aku tak tau itu kau ..
Han hanya menatapku dingin tak ada guratan atau ekspresi lain di wajahnya
Hanya wajah dingin itu yang selalu aku lihat
Dia bahkan *** lenganku sangat keras
Dan menarikku meninggalkan keramaian itu
Song apa kau senang disini...
han lalu menarikku duduk dimeja ..
Ma maafkan aku han karna pergi diam diam
Pikiranku sedang kacau
Dan perkataanku tadi kamu lupakan saja
Aku tidak benar benar mengatakan itu
Aku memelas memohon maaf kepadanya..
Han lalu menarik nafas
Apa kau tau tempat macam ini berbahaya
Han mengalihkan pembicaraan
bagaimana jika ada yang menculikmu atau menggodamu...
Kau bukaan song ma ri yang dulu
Kau sekarang sangat berharga bagi pengintai keluarga young
Sadarlah song..."
Air mataku mengalir lagi...
(Dia hanya Memikirkan itu
Bukan karna mencemaskanku sebagai wanita yang ia sayang atau ingin membahas masalah dalam kamar tadi ..
Dia hanya takut dengan orang orang yang memusuhinya dia hanya takut dengan young group sialan itu)
.
.
Lagi lagi aku meneriakinya...
"Aku lebih baik mati diculik atau digoda habis habisan daripada aku harus mati kesepian bersamamu..."
Aku menangis dan memilih berlari
berlari meninggalkan han sendirian di meja...
Song ma ri
Song...
Akhirnya suara han yang sedari tadi memanggilku perlahan tak kudengar lagi
Sejauh mana yah aku berlari sampai tak kusadari aku sudah berada dipinggiran pantai
Nafasku ngos ngosan dan mataku berair yang kulap dengan kasar oleh tanganku
Aku memutuskan menyendiri menyusuri tepi pantai dengan deru ombak yang tenang..
Beberapa jam kemudian...
Aku memutuskan kembali ke kamar hotel
Setelah berjalan sendirian menyusuri pantai
Di malam hari begini..
Sepertinya aku sudah lelah
Baiklah kuputuskan memilih mati kesepian ditangan han
Lebih baik ia menyiksaku daripada aku harus sendiri juga disini
Akan lebih tampak menggenaskan * pikirku
Mataku mengelilingi kamar tidur kami yang sepi
Tidak ada han di kamar ini
Mungkin ia memilih bersenang senang dengan yang lain daripada pulang dikamar bersama istrinya..
Kuputuskan untuk mandi
Dan tertidur di tempat tidur dengan balutan kimono di tubuhku...
.
.
.
"Selamat pagi sayang...
Apa tidurmu nyenyak?
Suara berat han dan tatapan dinginnya adalah sambutan awal mataku yang perlahan terbuka di pagi ini...
Aku diam dan juga menatapnya dingin...
Ayo sarapan dulu ...
Kau pasti lapar setelah berteriak teriak dan menghilang malam kemarin ..
Aku hanya diam menuruti perintahnya untuk makan..
Aku melihat kimonoku semalam terganti dengan pakaian tidurku
Aku tak peduli apakah pelayan atau suamiku yang dingin itu yang menggantinya
Aku sungguh tak peduli lagi dengan hidupku
Kuputuskan untuk menjadi zombie hidup tak berhati saja kalau begini
.
.
Suara berat han jadi penghantar sarapanku
Apa selama ini ajaran dari guru kepribadianmu tak bisa kau terima dengan baik?
Haruskah kita memperpanjang lagi belajar tata kepribadianmu sayang?
Tak usah repot repot begitu suamiku tersayang
(Aku bernada mencibir mengeluarkan suara )
Aku sudah pandai menempatkan diriku dan paham semua ajaran guruku
Aku takkan begini kalau kau bersikap manis padaku...
Aku hanya minta sedikit waktu bersamamu...
Setelah aku mengatakan itu
Aku memilih fokus dengan makananku daripada harus menatap wajahnya ...
Terdengar lagi suaranya yang berat...
Hmmm baiklah Setelah ini kita kepasar song pasar disini sangat ramai dan bagus
Pasti kau suka..." Nada yang kembali merendah dan tersenyum
Aku hanya melihatnya sekilas dan memilih diam lagi
Ada apa dengan pria ini dia tadi mati matian menyinggungku dengan adab kesopananku semalam dan sekarang ia dengan manisnya mengajakku jalan...
"Setelah makan mandilah lalu kita akan kesana"
Saat kami berjalan jalan dipasar
Wajah dingin han berubah hangat menyapa orang orang pasar dan sifat zombieku yang baru kuputuskan untuk kulakukan hari ini perlahan gugur digantikan keceriaan saat melihat barang barang pasar yang lucu
Lucu dan berniat untuk kubawa pulang menjadi hiasan kamar atau kamar mandi dirumah mewahku itu...
"Belilah yang kau suka song..
Sepertinya han paham dengan gerak gerikku..
"Benarkah han
Mataku berbinar mendapat ijinnya..
Dia mengangguk senyum
Suamiku ini sangat tampan
Aku mencium pipinya dan mengucapkan terima kasih...
Padahal barusan tadi aku dan dia beradu argument di meja makan
Kami berjalan sepanjang siang ini dan dia sangat menuruti kemauanku bahkan aku memutuskan makan siang ditempat yang mungkin enak
Karna banyak orang yang antri
Walaupun letak tempat makan ini didalam pasar tapi tempatnya bersih dan ramai
Menambah selera makan
"Makanlah yang banyak song
Sepertinya kau suka tempat ini...
Iyah tempat ini mengingatkanku dengan ibu...
Di jeju suasananya kurang lebih sama
Hanya saja makanan disini kebarat baratan
Hahah hahah
Han hanya senyum melihat keceriaanku sudah kembali..
Aku menelusuri wajahnya untuk mencari wajah dinginnya
(Makannya juga tak senikmat aku makan
Maklumlah di anak orang kaya mana pernah makan di tempat beginian)
Tapi lagi lagi dia tersenyum
Oh ... wajah itu
Tubuh indah itu
Terlihat sangat santai dengan baju putih polo berkerahnya
Aku bergetar membayangkan suamiku meniduriku dengan tampilannya yang seperti ini...
Apa apaan otakku ini
Kenapa aku selalu berpikiran itu belakangan ini
Bisakah kau berpikir jernih song... (batinku)
.
.
"Hmm song .. rekan bisnisku disini
Mengajakku ke pesta makan malam
Apakah kau bersedia ikut ?
Tanpa berpikir panjang aku menjawab
Hmm tentu saja ...
aku mau han...
Aku kan memang gunanya untuk itu..
Agar rekan mu tau kau sudah memiliki istri...
Haha haha baiklah song aku paham maksudmu...
.
.
Di pesta makan malam kaum konglomerat ini sungguh membuatku tak henti hentinya berdecak kagum gaun merahku yang dipilih han membuat tampilanku berubah menjadi bangsawan seperti mereka ...
Aku duduk menikmati makan malam melihat lampu dan kota hawai secara menyeluruh dari balik kaca gedung tinggi ini...
Sungguh tidak ada jiwa miskin disini..
Jiwaku yang miskin dibalut gaun yang mahal sekarang mampu membuatku jadi sosok yang baru nan mewah.
Han berkali kali menatapku dan memegang tanganku atau kadang merangkul pinggangku dan berbicara dengan kolega bisnisnya..
.ini pasti akting han
Hanya untuk menutupi jati dirinya
Sesungguhnya aku juga harus akting yang sama
Karna inilah tujuan han menikahiku...
Membuat hidupnya terlihat sempurna dengan istri cantiknya dan penampilan mewahnya
Padahal aku sudah berharap nyata dengannya...
Betapa aku bisa melupakan jung oleh pesona han yang tampan dan beribawa
Aku menatapnya terus saat ia berbicara dengan senyum kepada koleganya
Sesekali aku membalas genggaman tangannya dan mengelusnya lembut...
Dan berakhir dengan dansa diiringi lagu slow ...
Aku berakhir dalam pelukan han malam ini dilantai dansa ...
Sangat nyaman di pelukan ini...
Aku tak ingin melepasnya han
Aku ingin berdansa terus hanya bersamamu ... (batinku)
Saat lampu sudah mulai meremang ...
Menambah suasana romantis ruangan ini
Aku mencium bibirnya yang dingin
Dia sepertinya kaget dan terdiam sejenak
Lalu ia membalas ciumanku... dengan hangat
Akupun kaget dia melakukan itu..
aku bisa merasakan bibirmu han
Sangat lembut dan menenggelamkanku
Aku terhanyut ..
Dan tiba tiba aku sadari han hanya akting didepan koleganya ini...
Aku melepaskan ciuman kami...
Dan merenggangkan sedikit tubuhku...
Lalu han menarik lagi pinggangku dengan erat
Dan memaksaku berciuman lagi
Dia melumat bibir bawahku dan aku membalasnya
Bibir han menarik bibirku lagi
Aku menurutinya ...
sungguh pandai han berciuman pikirku..
hingga nafasku tak kurasakan lagi...
Hingga kami sama sama tak bernafas
Dia akhirnya melepaskan bibirnya dan
Menatapku dalam...
Maafkan aku song....