Playing With Fire

Playing With Fire
Part 21



Mau tanya, kalian lebih suka cerita ini di bikin part panjang atau lebih suka dibikin singkat aja?


Rencana nya aku juga mau segera Tamatin cerita ini. Soalnya takut kalo kepanjangan malah bikin bosen kaya sinetron. Wkwkwk


Tapi kalo di bikin pendek takut maksain, dan malah ngga dapet feel nya.


Enak nya gimana? Jawab di komentar ya..


Aku berharap kalian menikmati karya ku ini. Jangan lupa untuk vote dan tinggalkan komentar setelah membaca.


*******************


Pada akhirnya pria itu lah yang terus memegang kendali atas semuanya. Meskipun Elica tau, cara mengakhiri semuanya adalah dengan cara kembali pada Alex. Tapi di juga tidak ingin semua orang tersakiti, apalagi jika semua orang tau jika dia memilih dengan Alex pasti ada saja berita buruk tentang nya.


Seorang anak menikah dengan mantan suami ibu nya, yang tak lain ayah tirinya sendiri. Membayangkan nya saja membuat Elica jengah. Dan pasti hal itu akan membuat kedua orang tua nya sangat malu.


Ditambah Alex terus saja mengklaim jika dirinya milik pria berbahaya itu. Bukan nya Elica takut dengan Alex, hanya saja kelakuan Alex yang menyakiti orang yang disampingnya yang justru membuat Elica takut. Dia akan lebih rela jika Alex lah yang melampiaskan semua nya pada diri Elica sendiri. Bukan pada Leo, orang tua nya dan juga orang lain sebagai sasaran nya.


Elica masih didalam ruangan Alex saat ini, pria itu tidak membiarkannya pergi begitu. Elica memang bodoh, dia bagaikan seorang mangsa yang datang pada seekor harimau lapar, dan bukan tidak mungkin jika Alex akan menahan nya di tempat ini.


"Jadi.. sekarang apa mau mu?" Tanya Elica saat kedua nya sudah terdiam cukup lama. Bedanya sekarang dia sedang duduk dan pria itu berdiri menatap ke arah luar gedung lewat jendela besar di ruangan nya.


Alex pun membalikkan badannya, dia memasukan kedua tangannya kedalam kantong celana nya. Seolah menandakan dia lah yang berkuasa saat ini, mata tajam nya tak sedikit pun menatap Elica. Dia pun duduk dihadapan Elica memperlihatkan wajah tegas nya. Mereka pun memutuskan untuk membicarakan masalah ini dengan kepala dingin.


"Dirimu"


Jawab nya singkat dan Elica membalas nya dengan gelelengan kepalanya pelan. Dia tidak menyangka, hanya karena dirinya Alex berani mempertaruhkan nyawa orang lain.


"Tapi cara mu salah" ujar nya.


"Aku tau. Tapi itulah pilihannya. Jika saja kau tidak memberontak seperti ini, aku pastikan tidak akan ada orang yang menjadi korban"


"Cih kau menyalahkan ku? Apa kau sadar dengan apa yang kau perbuat? Kau bahkan merencanakan pembunuhan pada Leo."


"Dengar, semua itu aku lakukan agar kau mengerti Elica. Itulah yang akan terjadi jika kau masih saja meneruskan hubungan mu dengan pria itu. Apa kau lupa, ada anak ku juga di perut mu. Apa kau tidak malu menikah dengan Leo sedangkan aku lah ayah biologis anak itu, dan aku mampu bertanggung Jawab atas kehamilan mu" ujar Alex penuh penekanan.


"Jika anak ini yang menjadikan alasan mu menyakiti orang lain, aku pastikan akan segera mengugurkan nya segera mungkin. Dan Jika kau melakukan semua ini karena ku, kau bisa menjadikan ku pelampiasan kemarahan mu. Bukan orang lain yang tidak bersalah"


"Aku tidak bisa menyakiti ibu dari anak ku. Itulah yang harus kau tau"


Itulah kata yang sejenak membuat Elica melunak namun disisi lain Mendengar hal itu membuat Elica semakin muak, apalagi saat pria itu mengatakan dirinya adalah ibu dari anak nya. Hal yang sangat Elica benci jika mengetahui kenyataan tersebut.


Elica pun memutuskan untuk segera pergi dari ruangan tersebut. Dia berdiri dan berjalan kearah pintu, tiba-tiba dia menghentikan langkahnya sebelum meraih gagang pintu tersebut. Dan dia pun kembali berbalik menghadap pria itu yang juga tengah menatap nya.


"Keputusan ku tetap sama Alex. Dan kau harus mempertanggung jawabkan kejahatan mu pada Leo, karena polisi sudah tau jika kecelakaan itu telah di rencanakan"


Ujar Elica memperingati Alex.


"Aku tidak takut dan jangan coba-coba mempermainkan kesabaran ku Elica." desis Alex dengan nada dingin nya.


"Ku harap kau membayar atas perbuatan mu"


Ucap Elica lagi kemudian dia berbalik kemudian berjalan berniat keluar.


"Berhenti Elica" sahut Alex namun Elica tidak mengindahkan perkataan nya.


Prangg....


Tiba-tiba Alex melempar sebuah gelas kearah Elica, saat Elica sudah benar-benar menyentuh gagang pintu. Dan berhasil membuat Elica terlonjak kaget atas apa yang di lakukan Alex. Dan untungnya gelas itu hanya mengenai dinding disamping Elica.


Elica pun langsung berbalik lagi ke arah pria yang sedang menatap nya dengan mata menyalang marah.


Dan Elica pun baru sadar jika tangannya terkena serpihan gelas yang pecah membentur dinding tadi. Hingga mengakibatkan darah keluar dari tangan nya. Alex terlihat berjalan kearah nya, dan langsung menarik nya lagi agar duduk di kursi yang tadi dia duduki.


Pria itu pun berlutut di bawah Elica dan mencopot dasi yang di pakainya. Dan tanpa di duga, Alex melilitkan dasi nya pada tanya Elica yang terluka. Keduanya saling diam. Sedangkan Elica menatap Alex yang sedang mengobati tangannya. Entah kenapa ada perasaan aneh di lubuk hati Elica, melihat perlakuan Alex.  Dan tentu saja membuat Elica bingung dengan pria yang di hadapan nya sekarang. Kadang dia lembut dan tiba-tiba berubah seperti monster. Hingga terlintas di benak Elica, mungkinkah Alex memiliki gangguan pada emosi nya.


"Aku bukan pria yang lembut, asal kau tau. Jadi jangan memancing ku selagi aku masih bisa berpikir jernih. Jika pun kau terus melakukan nya, aku pastikan Leo dalam bahaya saat ini" ujar Alex yang masih fokus pada tangan Elica.


Namun Elica tidak membalas perkataan pria itu. Tanpa sadar Alex pun sudah di selesai membalut luka nya lalu langsung menatap kembali wajah Elica. Dengan lembut Alex justru mengelus pipinya, dan tangan nya turun menyentuh bibir Elica.


"Maafkan aku soal tadi. Cobalah untuk menurut dengan apa yang aku ucapan, agar aku tidak menyakiti mu Elica. Hari ini kau pulang ke rumah ku, dan menginap lah semalam disana. Sejujurnya aku sangat merindukan mu"


Ujar Alex dengan lembut pada Elica dan membuat Elica menjadi terkejut atas perlakuan Alex.


"Aku tidak mau"


"Aku tidak akan mengurung mu. Besok kau bisa kembali ke ibu mu, aku sendiri yang akan mengantarkan mu. Aku janji"


Dapat Elica lihat tatapan Alex sudah berubah menjadi sayu. Dia tidak tau apakah mungkin pria ini sedang berpura-pura dihadapan nya atau benar-benar tulus meminta dirinya untuk pulang dengan pria itu.


Dan tiba-tiba saja Alex langsung mengecup pipinya kemudian meraih tangan agar Elica ikut berdiri. Tanpa perlawanan Elica pun langsung menurutinya begitu saja. Kedua nya lalu pergi keluar bersama untuk pulang ke rumah Alex.


******************


Elica benar-benar menuruti ucapan Alex. Dia pun pulang ke rumah Alex tanpa memberontak sedikit pun. Entahlah, ada sesuatu di lubuk hatinya agar dia ikut bersama pria itu.


Dan hari pun sudah malam, mereka berdua barusaja makan malam bersama. Kini Alex pun mengajak Elica untuk beristirahat di kamar nya. Harus di akui, jika Alex memperlakukan Elica dengan sangat baik. Dia memberikan perhatian lembut dan selalu disamping Elica berada.


"Kau sudah memberitahu ibu mu, jika saat ini kau dengan ku?" Tanya Alex pada Elica yang sedang duduk di tepi ranjang.


"Sudah."


"Dia membiarkan nya begitu saja?"


"Aku tidak bilang jika aku dengan mu"


Alex pun membalas nya dengan Anggukan kepala.


Pria itu terlihat mendekat kearah Elica, kemudian Alex mengelus pipi lembut Elica untuk ke sekian kalinya.


"Aku senang kau ada disini" ujar Alex kemudian dia mengelus perut Elica pelan, sambil tersenyum.


"Kau tau Elica, ada banyak hal yang ingin aku rencanakan dengan mu. Tapi ku rasa ini belum saatnya. Jadi tunggu lah sampai perceraian ku selesai, dan aku akan membuat lembaran baru dengan mu" kata itu terdengar sangat manis, bagi siapapun yang mendengarnya.


"Dalam mimpi mu Alex. Karena semua itu tidak akan pernah terjadi"


Ucapan Elica membuat Alex tersenyum kecut. Kenapa Elica selalu menjatuhkan mimpi indah nya. Padahal Alex sudah mencoba memberikan yang terbaik itu perempuan itu. Dan semua yang Alex berikan, hanya bernilai sampah di mata Elica.


"Aku yakin suatu saat kau akan mencintai ku, Elica" dan dengan cepat Alex langsung menyambar bibir ranum Elica yang sedari tadi terlihat menggodanya.


Mereka pun terhanyut dalam ******* dan kecupan yang begitu menggairahkan. Dan Alex pun langsung menghentikan aktivitas menyenangkan itu, dan berhasil membuat Elica terkejut. Pasalnya dia pun sudah terbawa dalam ciuman tadi.


"Istirahat lah Elica. Jangan mencoba kabur, diluar sedang hujan. Aku akan keluar sebentar" ujar Alex.


Entah mengapa Elica pun merasa sedikit kecewa dengan perkataan Alex. Pria itu pun berdiri dan berniat keluar dari kamar tersebut.


"Kau selalu seperti ini. Meninggalkan ku setelah kau mendapatkan apa yang kau mau. Kau barusaja memberi janji manis dan kau pergi begitu saja, seolah aku hanya anak kecil yang berikan permen agar dia tidak menangis. Kau memang bajingan, Alex"


Ucapan Elica berhasil membuat Alex mengurungkan niatnya keluar dari ruangan itu. Pria itu pun berbalik dan menghampiri Elica lagi.


"Hei apa yang bicarakan sayang. Aku tidak bermaksud begitu, percaya lah. Aku mencintai mu tapi aku harus pergi saat ini. Ada sesuatu yang harus di ku urus" ucap Alex dengan menangkupkan kedua tangan nya di kedua pipi Elica. Namun dengan cepat Elica menepis nya agar terlepas.


"Kau ingin menemui wanita mu yang lain? Disaat hujan seperti ini? Lalu untuk apa kau membawa ku kemari.


Sekarang aku tau pria seperti apa dirimu. Pergilah ... Aku juga ingin istirahat"


Entah kenapa emosi Elica menjadi tidak stabil seperti ini. Tiba-tiba saja ada rasa tidak terima dan kecewa saat pria itu bilang akan keluar.


Elica pun langsung beranjak ke ranjang dan menidurkan tubuh membelakangi Alex, kemudian menarik selimut rapat. Tanpa di sadari air matanya pun keluar begitu saja, tanpa sepengetahuan Alex.


Pria itu hanya diam menatap Elica sedikit lama. Kemudian dia pun keluar dari kamar itu, dan pergi keluar rumah saat hujan masih turun. Ya, Alex memang akan menemui seorang wanita. Dan Evelyn lah orang nya.


Tadinya mereka memang membatalkan pertemuan nya malam ini. Karena Alex ingin bersama dengan Elica ditambah hujan pun turun sangat deras. Namun beberapa menit lalu, Evelyn menelpon nya dan meminta tolong pada Alex agar menjemput nya. Karena mobil yang di kendarai Evelyn mogok di jalan yang sepi dan kondisi hujan.


Mau tidak mau, Alex pun akhirnya segera menolong wanita itu. Dia juga tidak tega jika Evelyn terjebak disana menunggu hujan reda. Walau bagaimanapun wanita itu pernah menjadi seseorang yang spesial di hati Alex dulu. Jadi Alex menolong nya dan meninggalkan Elica di rumah.


**************


Sesampainya Alex di lokasi yang Evelyn katakan, dapat dia lihat jika jalanan tersebut sangat sepi. Dan Evelyn masih berada di dalam mobilnya karena takut keluar. Akhirnya Alex pun menghampiri nya dan mendapati Evelyn yang sedang ketakutan.


"Alex" tiba-tiba wanita itu langsung memeluk Alex saat pria itu membuka pintu mobil Evlyn.


"Kau tidak apa-apa?" Tanya Alex


"Aku takut Alex" jawab Evelyn masih mengeratkan pelukannya di tubuh Alex.


"Tenang lah, aku ada disini. Sekarang ambil semua barang Milik mu lalu kita pulang dengan mobil ku. Masalah mobil mu, biar nanti anak buah ku yang mengurus nya"


"Baiklah" wanita itu pun melepaskan pelukan nya dan mengambil barang berharga yang ada di mobilnya. Kemudian mereka pun pindah,. berjalan menuju mobil milik Alex. Dan membuat keduanya basah kuyup oleh air hujan.


Mereka pun segera masuk ke mobil.


"Terimakasih Alex, dan maaf karena aku merepotkan mu" ujar Evelyn


"Tidak apa-apa. Sekarang aku akan mengantarkan mu pulang"


"Iya"


Sesampainya di depan rumah Evelyn kedua nya pun terdiam sesaat.


"Sekali lagi aku ucapkan terima kasih Alex. Kau mau mampir dulu?" Ujar Evelyn


"Tidak, aku akan langsung pulang. Ini sudah larut malam"


"Baiklah jika begitu. Aku keluar dulu Alex, hati-hati dijalan"


"Ya"


Sejenak Alex melihat ke arloji di tangan nya, dan sudah menunjukkan pukul 12 malam. Akhirnya Alex melajukan mobilnya untuk pulang.


Dan saat sudah sampai dirumah Alex langsung membilas tubuh nya yang basah kuyup karena hujan kemudian mengganti dengan pakaian yang baru.


Setelah selesai dia pun masuk ke kamar di mana Elica berada. Dan ternyata wanita itu sudah tertidur pulas dalam mimpinya. Alex pun langsung memposisikan diri tidur disamping Elica, dan memeluk wanita itu dari belakang.


Nyaman, itulah yang dirasakan saat ini, dia pun juga terlelap di kamar itu.


**************


Keesokan harinya Elica bangun dari tidur nya, dan merasakan ada tangan kekar yang memeluk nya dari belakang. Dan juga dapat dia rasakan, ada hembusan nafas yang terasa panas menerpa leher bagian leher nya. Elica pun langsung membalikan tubuhnya. Dan benar saja, jika Alex lah yang memeluk nya. Namun wajah pria itu terlihat pucat, dengan segera Elica pun menempelkan telapak tangan nya pada kening Alex yang terasa panas. Pria itu masih tertidur. Mungkin kah pria itu sedang demam saat ini? Karena suhu tubuhnya sangat pantas.


Elica pun buru-buru bangun dari ranjang tersebut dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajah nya, dan mengambil air dan sapu tangan untuk mengompres Alex yang sedang demam.


Dengan berhati-hati, Elica menempelkan sapu tangan yang sudah dia peras memggunakan air dingin ke atas kening Alex.


Setelah itu, Elica langsung turun ke dapur untuk membuatkan bubur untuk pria itu, meskipun Elica membenci Alex, namun dia tidak tega meninggalkan nya begitu saja. Padahal saat ini dia bisa saja langsung pergi dan meninggalkan Alex begitu saja, namun rasa tidak tega menyelimuti hati Elica. Dan jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi.


Setelah beberapa menit, bubur yang di buatkan nya pun jadi. Tiba-tiba terdengar suara bel dari luar, dan dapat Elica lihat ada seorang pelayan yang membukakan pintu untuk tamu tersebut yang datang sepagi ini. Elica pun ikut berjalan kearah ruang tamu untuk melihat siapa yang datang.


Seorang wanita, itulah yang pertama Elica lihat saat tamu tersebut masuk. Keduanya saling bertatapan saat mereka berdua saling berhadapan.


"Kau siapa?" Tanya Wanita itu pada Elica.


"Kau sendiri siapa?" Tanya Elica balik.


"Aku Evelyn, kenapa kau ada disini. Siapa kau sebenarnya. Dan dimana Alex?"


Deg...


Evelyn? Seingat Elica nama itu adalah nama mantan kekasih Alex. Jadi dialah orangnya. Elica masih tertegun memikirkan semua pertanyaan yang tiba-tiba memenuhi kepalanya.


TBC.


Vote nya kakak jangan lupa...


Komentar nya juga jangan ketinggalan..