
Jangan lupa vote dan tinggalkan komentar setelah membaca...
Dan jangan berharap juga Cerita ini bakal happy atau sad Ending. Karena aku juga masih bingung mau nyelesaiin nya gimana.heheh
Semoga suka.....
*****************
"Terlepas dari aku membantu mu, tapi sepertinya aku juga sudah mulai mencintai mu Elica"
Elica terdiam saat Leo mengatakan hal itu, dia tidak menyangka jika Leo memiliki perasaan kepada nya.
"Tidak Leo, sudah ku bilang aku bukan wanita baik-baik. Aku tidak pantas untuk mu, bahkan mendapatkan cinta dari mu saja aku tidak pantas" jawab Elica dengan mata yang berkaca-kaca.
"Aku tidak perduli itu semua Elica. Aku hanya ingin kau hidup di samping ku dan aku menjaga mu selamanya. Kita menikah setelah itu kita pergi jauh dari negara ini. Aku akan memberikan mu kehidupan yang baru. Aku janji Elica akan menjaga mu. Tolong percaya pada ku"
"Aku takut Leo, setelah semua yang aku alami. Aku takut untuk menjalin sebuah rumah tangga. Karena di disana banyak sekali penghianatan, dan aku tidak tau apakah aku cukup kuat untuk menjalaninya"
"Elica percaya padaku. Aku akan melindungi mu, apa kau mau hidup dibawah ancaman Alex. Melihat sikap Alex pada mu, aku yakin dia juga mencintaimu. Dan dia tidak akan melepaskan mu Elica. Satu-satunya cara kau menjauh dari nya adalah dengan kau pergi jauh"
Elica pun diam mendengarkan ucapan Leo. Memang ada benarnya jika dia harus nya pergi, dia juga tidak mau selamanya hidup seperti ini. Meskipun dia harus mengakui kekalahan nya sendiri.
"Baiklah kita menikah Leo. Tapi aku ingin kita menikah tidak disini. Aku ingin pergi meninggalkan negara ini sekalipun aku harus meninggalkan orang tua ku. Aku ingin meninggalkan semua kenangan buruk ku disini. Kau bisa melakukan nya Leo?"
"Tentu saja Elica. Kita akan pergi sejauh mungkin."
Leo pun memeluk Elica setelah mengatakan hal itu.
**************************
"Kenapa wajah mu bisa seperti ini Alex. Kau berkelahi dengan siapa?"
Ujar Hilda saat mengetahui suami nya babak belur.
"Tidak apa-apa, tadi hanya bajingan kecil yang ingin merampok ku"
Bohong Alex.
"Ya sudah tunggu sebentar biar aku mengambil obat untuk membersihkan luka mu"
"Iya"
Hilda pun beranjak meninggalkan Alex untuk mengambil obat.
Sepeninggalan Hilda, Alex langsung mengambil ponsel nya dan menghubungi seseorang.
"Aku punya pekerjaan untuk mu. Awasi pria bernama Leo, dia pemilik Club Luxerion. Dan awasi juga Elica. Mereka tinggal bersama, cari tahu semua informasi tentang mereka. Dan beritahu pada ku jika kau mendapatkan sesuatu"
Setelah panggilan itu berakhir, Hilda pun kembali ke tempat duduk Alex. Dia mengobati luka Alex.
********************
Seminggu kemudian.....
Hari ini Elica meminta Bryan untuk menemani nya mencari makanan sea food pedas. Mungkin memang keinginan janin yang ada di perut nya juga.
Dan masalah Elica tengah hamil, Bryan pun sudah tau. Karena Elica sudah menceritakan nya.
Mereka pun sampai di sebuah restoran khusus makanan laut, Elica dan Bryan tengah menunggu pesanan mereka datang. Namun Elica terlihat melamun membuat Bryan memperhatikan nya.
"Kau sedang memikirkan apa?" Tanya Bryan
"Masa depan" jawab Elica
"Masa depan?"
"Iya, masa depan anak ku. Meskipun aku akan menikah dengan Leo di Jerman, tapi aku takut jika kelak anak ku tau jika Leo bukan ayah kandung nya"
"Jika dia tidak bertanya maka kau tidak usah memberitahu nya" jawab Bryan enteng.
"Tidak selamanya aku harus menyembunyikan kebenaran itu Bryan. Suatu saat aku juga harus mengatakan nya"
"Apa Alex juga tidak tau jika kau tengah hamil?"
"Dia tidak tau, dan tidak akan aku biarkan dia tau tentang kandungan ku"
"Kau yakin dengan keputusan mu kali ini? Kau memilih meninggalkan orang tua mu?"
"Aku akan memberitahu Daddy setelah aku menikah disana. Leo juga berjanji akan membawa Daddy juga tapi setelah masalah ini selesai. Tapi aku sudah tidak perduli dengan ibu ku lagi"
"Baiklah, jika itu keputusan mu. Aku sudah menganggap mu sebagai adik ku Elica. Aku berharap kau bahagia dengan Leo"
"Terimakasih Bryan."
Makanan mereka pun sampai, dengan segera Elica langsung memakan nya dengan lahap. Bryan yang melihat itu tertawa melihat Elica seperti seorang bocah yang kelapangan.
"Setelah ini kau mau kemana?" Tanya Bryan.
"Antar aku pulang saja, aku ingin istirahat. Leo bilang dia juga akan pulang cepat"
"Oke. Habiskan makanan nya."
Setelah menyelesaikan makanannya Bryan pun mengantar Elica pulang ke apartemen Leo siang itu.
Sesampainya mereka dia apartemen Bryan pun langsung pamit pulang pada Elica. Dan Elica pun mengiyakan nya.
Tak lama setelah Bryan pergi, bel apartemen Leo berbunyi. Pikir Elica itu adalah Bryan yang mungkin melupakan sesuatu. Dengan segera Elica membuka pintu tersebut. Betapa terkejutnya Elica ternyata Alex lah yang datang ke apartemen Leo. Bagaimana bisa pria itu mengetahui Elica ada disini.
Pria itu terlihat menahan amarahnya nya saat mendapati Elica membuka pintu tersebut.
"Alex"
"Di sini rupa nya kau bersembunyi"
"Kenapa kau bisa tau aku disini?"
"Itu tidak penting"
Dengan cepat Alex langsung mencengkeram kedua pundak Elica kuat.
"Apa yang kau lakukan Elica? Katakan pada ku apa maksud mu akan menikah dengan Leo di Jerman? Apa itu benar hah?" Tanya Alex tidak sabaran.
"Bagaimana kau bisa tau?"
"Jawab aku, apa itu benar atau tidak?" Bentak Alex di wajah Elica, yang membuat Elica ketakutan.
"Iya. Itu benar. Puas?" Jawab Elica di sisa keberanian nya.
"Ah jadi kau berencana kabur dari ku? Benar begitu sialan? Jika saja aku tidak menyuruh seorang untuk mengawasi kau dan Leo, kau akan kabur begitu saja dengan pria itu. Iya kan?"
"Lepaskan Alex kau menyakiti ku. Dan aku mohon jangan ganggu aku lagi. Biarkan aku hidup dengan tenang sekarang."
"Kau bermimpi. Aku tidak akan melepaskan mu"
"Ku mohon Alex, jangan membuat masalah kecil menjadi besar. Bukankah aku sudah membiarkan mu hidup dengan ibu ku?" Tanya Elica
Ujar Alex menarik paksa Elica untuk mengikuti nya. Elica pun merintih meminta di lepaskan karena cengkraman tangan Alex menyakiti tangan nya. Alex membawa Elica pergi menaiki mobil milik nya. Dengan kecepatan tinggi Alex membawa Elica entah kemana. Sedangkan Elica gemetar duduk disamping pria itu yang terlihat sangat menyeramkan.
Tanpa di duga Alex membawa Elica ke butik Hilda. Alex pun kembali menarik Elica kedalam bertemu dengan Hilda.
Sesampainya didepan ruangan Hilda, Alex pun langsung membuka nya tanpa mengetuk pintu tersebut. Dan berhasil membuat Hilda terkejut saat wanita itu tengah mengerjakan pekerjaan nya.
"Alex, Elica. Ada apa kalian kemari?" Tanya Hilda berdiri dari duduknya nya.
"Ada yang ingin aku bicarakan dengan mu Hilda" jawab Alex
"Ada apa Alex?"
"Aku mencintai Elica, Hilda"
Ucap Alex dengan tegas yang sontak membuat Elica dan Hilda tercengang. Elica tidak percaya jika Alex akan mengatakan hal itu.
"Apa yang ku bicarakan Alex? Sungguh ini sangat tidak lucu"
"Aku serius Hilda, aku mencintai Elica. Putri mu. Bahkan lama kami menjalani hubungan terlarang di belakang mu. Jika kau tidak percaya tanyakan saja pada Elica"
ucapan Alex berhasil membuat dada Hilda sesak.
"Tidak Mom dia bohong, kita tidak melakukan apa pun" ucap Elica menangis agar ibu nya percaya.
"Berbohong? Haruskah aku mengatakan bagaimana kau melempar tubuh mu pada ku malam itu Elica? Bahkan perlu kah aku menceritakan sesering apa kita bercinta? Dan asal kau tau Hilda, saat ini Elica tengah hamil. Yang aku yakin sekali itu adalah anak ku, dari benih ku saat kita bercinta"
"Cukup Alex, kau gila. Kenapa kau melakukan hal itu pada ku. Mom jangan percaya apa yang dia katakan. Semua nya tidak benar" ujar Elica yang sudah terduduk sambil terisak.
Sedangkan Hilda masih belum percaya dengan semua ini. Suami yang dia anggap baik selama ini ternyata dia adalah penjahat yang sebenarnya.
"Diam Elica. Dan kau Alex, katakan semua nya saat ini juga. Selama aku masih bisa mendengar nya" pinta Hilda pada Alex.
"Putri mu, Elica. Aku mencintai nya, kami menjalin hubungan bahkan sebelum kita menikah. Malam itu dia datang ke kamar ku meminta sebuah mobil yang ditukar dengan sebuah ciuman. Kemudian dia meminta agar aku membatalkan pernikahan ini dengan menukar tubuh nya pada ku. Ku kira semua itu hanya semata-mata karena ***** ku, Hilda. Ternyata aku salah, seiring berjalannya waktu ternyata rasa cinta ku pada nya tumbuh begitu saja. Aku menggunakan segala cara agar dia tetap di samping termasuk hari dimana dia tidak pulang. Itu karena aku yang membawa. Dan sekarang dia merencanakan pernikahan dengan pria lain tanpa sepengetahuan ku, aku tidak bisa menerima nya. Karena aku mencintai Elica"
Ucap Alex panjang lebar menjelaskan.
Plaakkk
Hilda pun menampar keras pipi Alex. Hati nya sangat sakit saat suami nya sendiri mengatakan hal menjijikkan itu.
"Brengsek kau Alex. Kau bajingan, kenapa kau tega merusak putri ku. Kenapa kau menodai nya. Apa salah ku pada mu Alex, sampai-sampai kau melakukan hal itu pada Elica. Tau kah kau Alex, dengan sikap mu begini kau melukai hati ku dan anak ku. Aku menyesal, padahal berkali-kali putri ku mengatakan kau bukan lelaki yang baik. Tapi kenapa aku tidak mempercayai nya. Kau Brengsek Alex. Aku kecewa dengan mu" ucap Hilda sambil menangis memukul dada Alex berkali-kali.
"Mom sudah hentikan. Ini salah ku, semua nya salah ku. Maafkan aku Mom, jangan begini" ucap Elica menangis memeluk kaki ibu nya. Di memohon agar ibu nya berhenti memukuli Alex.
Hal menyakitkan membuat ketiganya sama-sama tersakiti. Dan entah mengapa Elica merasa jika dia lah yang paling salah dalam masalah ini.
Andai saja dia membiarkan ibu nya menikah dengan Alex tanpa harus membalas kan dendam, pasti semua nya tidak begini. Dan andai saja jika dulu dia tidak merayu Alex agar membatalkan pernikahan nya dan menukar dengan kesucian nya, semua ini tidak akan terjadi.
Namun nasi sudah menjadi bubur, semua sudah terjadi. Mau tidak mau mereka juga harus menyelesaikan masalah ini.
Namun pandangan Elica mulai buram. Dan tubuhnya semakin lemas, tidak lama Elica pun langsung pingsan tidak sadarkan diri di bawah kaki ibu nya.
Sontak membuat Alex dan Hilda kaget, kedua nya pun langsung panik mendapati Elica yang pingsan.
"Elica" ucap Hilda
"Elica bangun sayang, bangun Elica" Alex mencoba menepuk-nepuk pipi Elica berharap agar Elica sadar.
Mendengar Alex mengatakan kata "sayang" semakin membuat hati Hilda teriris. Sejauh itu kah hubungan kedua nya. Namun Hilda langsung menyamping amarah nya. Dia kembali fokus kepada Elica.
"Bawa dia ke rumah sakit sekarang, Alex" ujar Hilda.
"Iya" Alex pun langsung membopong tubuh Elica menuju mobil nya , di ikuti Hilda di belakang.
Mereka pun langsung membawa Elica ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit Elica langsung di bawa ke ruang pemeriksaan.
Sedangkan Alex dan Hilda tidak di perbolehkan untuk ikut masuk dan di minta untuk menunggu di depan ruangan.
Alex terlihat sangat cemas kini, sedangkan Hilda yang memilih duduk di kursi. Hilda melihat raut wajah suaminya yang sangat khawatir, mondar-mandir menunggu dokter keluar.
"Aku ingin setelah keadaan Elica membaik kita bercerai" ucap Hilda dengan tatapan menerawang ke bawah.
Alex mendengar hal itu hanya diam tidak menjawab nya.
"Tapi aku tidak ingin kau mendekati Elica setelah nya" ucap Hilda lagi. Yang langsung membuat Alex menoleh.
"Kau tidak berhak mengatur ku" desis Alex tajam
"Aku berhak, karena Elica adalah anak ku"
"Dan jangan lupa jika Elica juga mengandung anak ku. Aku akan mengabulkan jika kau ingin bercerai. Namun setelah itu aku akan menikah Elica, karena bagaimanapun dia mengandung buah hati ku"
Ucap Alex tajam, dan di balas Hilda dengan senyum sinis.
"Kenapa kau begitu egois Alex, kau meskipun Elica mengandung anak mu. Belum tentu dia akan menerima mu sebagai suaminya."
"Akan ku buat dia mencintai ku. Dan aku pastikan itu akan terjadi."
Jawab Alex
Tak lama dokter pun keluar dari ruang tersebut. Dan langsung di hadang oleh Alex.
"Bagaimana keadaan nya dokter?" Tanya Alex tidak sabaran.
"Pasien sudah lebih baik. Dia juga sudah siuman, tapi dia sedang tidur. Mohon agar pasien tidak terlalu banyak pikiran. Karena kandungan nya masih usia muda takut hal tidak di inginkan terjadi. Yang penting istirahat saja yang cukup dan Jangan sampai kelelahan"
"Terimakasih dok. Sudah boleh kah di jenguk?"
"Boleh tapi satu orang saja, dimana suaminya?" Tanya dokter.
"Saya suami nya" jawab Alex mantap tanpa memikirkan perasaan Hilda yang masih di sana.
"Baiklah anda boleh masuk. Kalau begitu saya permisi"
Alex menjawab nya dengan Anggukan kepala. Dengan segera dia masuk ke ruangan tersebut dan meninggalkan Hilda di luar.
Wanita itu menangis lagi. Sakit, itulah kata yang dapat dia gambarkan saat ini.
Meskipun Elica adalah anak nya sendiri, tapi melihat perlakuan Alex pada Elica membuat luka di hati nya makin sakit. Walau bagaimanapun Alex masih menjadi suaminya saat ini.
Alex yang sudah masuk kedalam, mendapati Elica yang masih memejamkan mata nya. Matanya terlihat sembab, dan wajah nya pucat.
Entah mengapa Alex melihat nya tidak tega.
Mata Alex pun menatap kearah perut rata Elica, dimana di dalam nya ada calon anak nya. Alex pun berjanji akan menjaga janin itu sampai lahir di dunia.
"Aku tidak akan membiarkan siapapun merebut mu dari ku. Karena kau dan janin itu adalah milik ku" ucap Alex lirih sambil mengelus pipi Elica.
TBC.