Playing With Fire

Playing With Fire
Part 15



Jangan lupa vote dan tinggalkan komentar setelah membaca...


Setelah malam sudah larut, Leo menyuruh Elica untuk beristirahat. Dan Elica pun mengiyakan ucapan Leo. Karena Elica juga merasakan jika akhir-akhir tubuh nya selalu lemas dan mudah lelah. Akhirnya besok pagi Leo mengajak nya untuk memeriksa kondisi Elica, apakah benar-benar hamil atau tidak.


Elica pun sudah tidur di kamar milik Leo. Sedangkan Leo sendiri masih duduk di ruang tengah. Beberapa kali dapat Leo dengar jika ponsel Elica terus berdering.  Dia pun sudah tau siapa yang menghubungi nya, pasti Alex.


Karena merasa terganggu akhir nya Leo pun berniat mengangkat panggilan tersebut, karena ponsel Elica masih di meja ruang tengah.


"Halo" Ucap Leo mengangkat panggilan itu.


("Siapa kau, dimana Elica?")


"Kau mencari Elica yah, dia ada di tempat ku sekarang. Dia sedang tidur"


("Kau belum menjawab pertanyaan ku. Siapa kau?")


"Aku kekasih Elica, kau sendiri siapa?"


("Jangan membual. Sekarang serahkan ponsel ini pada Elica")


"Apa kau tuli? Sudah kubilang dia sedang tidur. Lagi pula ini sudah tengah malam, apa kau tidak tau tata Krama jangan menelpon di malam hari. Kau Sangat menggangu"


Seketika Leo pun lantas memutuskan panggilan itu sepihak. Dia tidak menyangka jika Elica akan mengalami hal seperti ini. Menjalin hubungan dengan ayah tiri nya sendiri, sangat konyol memang. Namun Leo tidak pernah sedikitpun menyinggung atas sikap yang Elica ambil. Karena dia takut jika Elica akan membencinya. Leo yang sudah lelah akhirnya memilih untuk tidur di sofa.


********************


Pagi hari Elica bangun dari tidur, tapi dia mendapati jika Leo sudah berangkat kerja lebih awal. Leo meninggalkan memo kecil di kulkas dan dia pun sudah menyediakan sarapan untuk Elica.


Elica tersenyum mengetahui sikap manis Leo di pagi ini.


Dia pun memilih sarapan di ruang tengah sambil menyalakan tv.


Elica melahap semua makanan yang ada di meja. Namun sejenak dia menghentikan aktivitas makan nya setelah mendengar berita di tv.


"Model cantik Evelyn Wilhemton memutuskan bercerai dengan suaminya.  Dia memilih untuk kembali ke negara kelahirannya dan melanjutkan perjalanan sebagai model profesional di sini. Beberapa sumber mengatakan jika suami dari Evelyn berselingkuh dengan rekan bisnisnya di Hawai. Dan saat ini Evelyn sudah menetap di kota Washington DC."


Elica tertegun mendengar berita di pagi ini, mungkinkah Evelyn yang dimaksud adalah mantan Alex dulu. Yang pernah dikatakan oleh beberapa wanita di toilet saat pernikahan ibu nya. Elica pun langsung membuka ponsel nya untuk mencari tau kebenaran itu di sebuah berita online.


Damn, benar saja. Setelah Elica membaca beberapa artikel beberapa tahun lalu memang benar wanita bernama Evelyn itu adalah mantan kekasih Alex dulu. Namun dia memilih menikah dengan seorang pengusaha asal Turki daripada Alex. Dan sekarang wanita itu telah bercerai. Saat ini pun Evelyn dikabarkan sudah di kota ini.


************************


Sore hari Elica berniat akan bertemu dengan ibu nya di butik. Dia akan kesana tanpa memberitahu ibu nya. Elica berencana menceritakan berita tentang Evelyn. Walaupun bagaimana pun ibu nya juga harus tahu, dan Elica berharap ibu nya pun akan menyadari jika Alex menjadikan ibu nya hanya pelampiasan saja.


Elica menuju butik menggunakan mobil yang di setir sendiri. Selang beberapa menit dia pun sampai di tempat ibu nya. Dia disambut oleh pelayan di sana dengan hormat. Kemudian mengantarkan Elica ke ruangan ibu nya. Dia pun masuk keruangan itu setelah mengetuk pintu.


"Mom"


"Elica, kau dari mana saja. Kenapa kemarin tidak pulang?" Ibu Elica langsung menghampiri Elica.


"Aku... Menginap di rumah teman ku Mom."


"Jadi yang di katakan ayah mu benar?"


"Memang nya apa yang di katakan Alex, Mom?" Tanya Elica.


"Jangan panggil Alex, Elica. Panggil dia ayah. Kemarin ayah mu bilang kau menolak pulang dengan nya dan memilih pergi dengan teman-teman mu."


Jawab Hilda, yang dibalas tawaan renyah dari Elica. Padahal Alex lah yang membawa paksa dirinya dan mengurung nya dia apartemen. Menyalurkan ***** bejad nya pada Elica hari itu.


"Mom, bisakah kau sehari saja jangan percaya dengan apa yang dia katakan. Karena semua yang dia ucapkan belum tentu benar Mom"


"Apa maksud mu sayang? Mon tidak mengerti"


"Mom apa kau begitu mencintai lelaki itu?" Tanya Elica dengan wajah yang serius.


"Duduk dulu Elica. Mom bingung dengan apa yang kau ucapkan. Kau datang dan kan menanyakan hal yang mustahil. Tentu saja Mom mencintai Alex, sayang"


"Apa Mom menyayangi ku juga?"


"Tentu saja. Kau kan anak Mommy yang paling Mommy cintai di dunia ini" ucap Hilda sambil mengelus rambut putri nya itu.


"Aku menginginkan sesuatu, apa Mom bisa memberi nya?"


"Tentu sayang. Mom pasti akan memberikan nya. Sekarang katakan apa yang kau minta?"


"Bisakah Mom bercerai dengan Alex?"


Deg...


Sontak raut wajah Hilda langsung menegang. Dia sangat terkejut dengan apa yang diucapkan Elica.


"Dia bukan lelaki yang baik Mom. Percaya lah. Dia itu jahat. Dia tidak pantas mendapatkan cinta dari mu, Mom. Dia tidak sebaik yang kau kira"


Plaakkk..


Seketika tangan Hilda langsung menampar pipi Elica dengan keras. Dia sangat tidak menyangka jika Elica akan mengatakan hal itu. Kenapa putri nya tidak bisa melihat kebaikan Alex selama ini.


"Apa hak mu mengatakan perceraian di depan Mommy, Elica. Sebenarnya apa yang ada di kepala mu, pantas kah kau mengatakan hal itu pada Mommy? Mommy kira kau sudah sepenuhnya menerima Alex sebagai ayah mu, jadi semua itu hanya kebohongan mu Elica? Setelah apa yang Alex berikan pada kita."


Elica masih memegangi pipi nya yang masih terasa panas atas tamparan ibu nya.


"Kenapa Mom tidak pernah percaya pada ku?" Ucap Elica lirih.


"Tentu saja Mommy tidak mempercayai nya. Kau ingat dulu, kau pernah mengatakan hal-hal jelek tentang Alex di depan Mommy. Dan kau mendapatkan tamparan yang serupa. Apa kau masih tidak mengerti tentang hal itu. Jika kau tidak suka dengan apa yang Alex berikan di kehidupan mu saat ini, kau kembali saja hidup dengan ayah mu Elica"


Elica pun berdiri dari duduknya dan berniat pergi meninggalkan ruangan ibu nya. Namun sebelum dia membuka pintu, dia menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap ibu nya yang terlihat masih Emosi. Elica tersenyum sinis saat ibu nya membalas tatapan nya.


"Mom tau, hal yang paling aku sesali di dunia ini? Aku menyesal karena aku memiliki ibu seperti mu. Bahkan seekor serigala saja rela mati untuk anak nya. Tapi ibu ku, rela mati hanya demi harta. Aku pergi"


Terlihat Elica meletakkan kunci mobil yang dia bawa di meja ruangan ibu nya.


Elica pun pergi meninggalkan Hilda yang mulai menangis. Hati Hilda sangat sakit dengan apa yang dikatakan Elica, dia juga menyesalkan atas sikap nya tadi yang menampar putri kecil itu.


Flashback on....


Sebelum Elica pergi ke butik ibu nya, dia memilih untuk pergi ke dokter kandungan terlebih dahulu. Untuk memastikan apakah dia benar-benar hamil atau tidak.


Setelah dia menunggu antrian, akhirnya pun giliran Elica tiba. Dia masuk ke ruang periksa.


Dan benar saja, Dokter mengatakan jika Elica tengah hamil memasuki usia 3 Minggu. Detik itu juga dunia Elica seperti berhenti berputar. Jadi benar, jika dia tengah mengandung benih dari Alex.


Setelah pemeriksaan itu selesai, Elica pun keluar dengan pikiran yang kosong. Dia bingung harus berbuat apa sekarang. Apakah dia harus menggugurkan nya atau mempertahankan nya, Elica pun tanpa sadar mengelus perut nya sendiri.


Entah kenapa ada rasa sayang dengan janin yang ada di dalam nya sekarang. Tidak, dia tidak boleh lemah hanya karena janin ini. Dan yang harus dia lakukan sekarang adalah menemui ibu nya untuk menceritakan semua nya. Dia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju butik. Namun sayang setelah pertemuan nya dengan sang ibu, hanya tamparan yang dia dapat kan. Elica sangat menyesalkan hal itu.


Flashback off.


***************************


Kini Elica berada di taman bermain, entah mengapa dia memilih kemari setelah pertengkaran tadi dengan ibu nya. Dulu waktu kecil saat dia sedang ngambek dengan ibu nya, dia akan kabur ke taman bermain. Dan ketika sore hari dia akan pulang ke rumah seolah tidak pernah terjadi apapun.


Namun sekarang keadaan nya berbeda, bahkan ibu nya sudah menyuruh nya agar pergi dari kehidupan nya. Miris memang, namun tidak ada lagi yang bisa dia lakukan sekarang.


Dan entah kenapa air mata nya terus saja mengalir meskipun hati nya sudah dia coba untuk kuat.


Tiba-tiba ada seseorang yang memberikan sebuah jaket kepada Elica dari belakang. Sontak Elica pun langsung berbalik untuk melihat siapa orang nya.


Alex. Senyuman adalah hal pertama yang Alex berikan pada Elica.


"Apa yang kau lakukan disini?" Ujar Elica sinis sambil melepaskan jaket yang Alex berikan untuk menutup pundak nya tadi.


"Tentu saja menjemput mu"


"Tapi aku tidak mau ikut dengan mu. Dan jangan mencoba membawa ku dengan paksa lagi."


"Padahal kemarin sangat menyenangkan bagiku"


"Kenapa kau kesini?" Tanya Elica


"Tadi ibu mu menghubungi ku, kalian habis bertengkar kan tadi" ucap Alex


Elica tidak menjawab nya dia memilih diam.


"Apa dia menampar mu?" Tanya Alex berniat menyentuh pipi Elica yang terlihat masih merah. Namun dengan cepat Elica menepis nya.


"Jangan menyentuh ku. Dan itu bukan urusan mu"


"Kenapa kau menyuruh ibu mu untuk bercerai dengan ku?"


"Pergilah. aku sedang tidak ingin berbicara dengan mu"


"Tapi aku masih ingin....."


"Elica..." Ucap Leo yang tiba-tiba datang. Elica memang menelpon Leo untuk menjemput nya di taman sebelum Alex datang.


Sontak Alex dan Elica pun menatap kearah Leo. Leo pun menghampiri kedua nya.


"Kau disini rupanya Elica. Aku mencari mu" ujar Leo


"Kau..." Ucap Alex tertahan. Mendengar suara Alex, Leo pun langsung menatap kearah Alex.


"Oh tuan Alex, kau disini rupa nya. Maaf aku tidak menyadari kehadiran mu." Ucap Leo menyindir Alex.


"Kau mengenal Elica?" Tanya Alex


"Tentu tuan Alex. Dia anak tiri mu kan sekarang. Tapi dia juga kekasih ku" jawab Leo.


"Kekasih? Elica tidak mengatakan apapun pada ku"


"Pada mu?" Tanya Leo


"Maksud ku denganku dan ibu nya, jika dia punya kekasih. Sejak kapan kalian saling mengenal?" Alex pun sangat terkejut dan juga penasaran dengan hubungan keduanya.


"Sudah lama. Elica juga sering menginap di tempatku. Jadi aku menjemputnya untuk pulang hari ini"


"Tapi maaf Leo, hari ini Elica akan pulang ke rumah ku. Ibu nya juga menunggu" ucap Alex


"Tidak. Aku akan pulang ke tempat Leo. Dan maaf tuan Alex, aku juga tidak akan kembali lagi ke rumah mu." Kini Elica buka suara dan secara langsung menolak Alex untuk pulang dengan nya.


Alex terlihat sangat geram dengan ucapan Elica. Ternyata di belakang nya, Elica sudah berani bermain dengan pria lain. Dan berhasil membuat hati Alex panas.


Tunggu, apakah sekarang Alex sedang cemburu?. Tapi tidak perduli dengan hal itu, sekarang yang Alex inginkan adalah membawa Elica pulang bersama nya, dan mengurung wanita nya itu.


Leo pun terlihat menggandeng Elica agar ikut pulang dengan nya, namun dengan cepat tangan Alex juga langsung meraih tangan Elica. Yang membuat Leo dan Elica menoleh kearah Alex.


"Kau pikir kau mau kemana Elica. Kau masih punya orang tua, dan sekarang aku ayah mu. Kau tidak bisa pergi dengan lelaki asing untuk pulang dengan nya. Aku tidak mengizinkan mu pergi dengan nya. Dan kau Leo, aku menghormati mu karena kau adalah orang yang kenal dengan baik di Club. Jadi bersikap lah seperti seorang laki-laki yang baik" Ujar Alex yang menahan Elica agar tidak pergi.


"Apa maksud perkataan mu, tuan Alex? Kau menganggap ku sebagai laki-laki Brengsek yang ada Club? Lucu sekali" jawab Leo dengan nada sinis.


"Elica adalah anak ku sekarang. Jadi hak ku untuk melarang nya pergi dengan laki-laki lain"


"Tapi sepertinya Elica menolak nya, bukan begitu Elica?" Tanya Leo kepada Elica


"Tentu Leo. Aku bahkan tidak sudi memanggil nya ayah" jawab Elica.


"See. Dengar sendiri kan tuan Alex, apa yang kekasih ku bilang" ucap Leo.


"Elica pulang dengan ku" geram Alex yang mulai menarik tangan Elica.


"Don't touch her. Kau menyakiti tangan nya. Dia tidak mau pulang dengan mu. Jangan memaksa nya" Leo pun menepis tangan Alex


Bugghh...


Alex yang sangat kesal akhirnya memukul wajah Leo hingga Leo terjatuh ke tanah. Dia sudah hilang kesabaran dengan Leo dan Elica.


"Alex kau gila. Kenapa memukul Leo" bentak Elica. Dia mencoba menolong Leo namun langsung di tahan oleh Alex.


"Lepas" ucap Elica saat tangan nya ditarik Alex.


"Pulang sekarang"


"Tidak mau, Lepaskan. Leo tolong aku"


Dengan segera Leo pun bangkit dan membalas tinjuan Alex. Dia langsung memberikan Bogeman kepada Alex hingga cengkraman tangan Alex kepada Elica terlepas.


Elica yang sangat terkejut langsung menutup mulutnya.


Kini dua laki-laki itu pun saling membalas pukulan. Hingga kedua nya berkelahi di tanah. Akhirnya banyak orang-orang yang datang untuk memisahkan perkelahian keduanya.


Wajah Alex terlihat berdarah di bagian hidung dan pelipis mata nya. Sedangkan Leo berdarah di bagian bibir dan pipi nya terlihat membiru. Pakaian kedua nya sama-sama kotor. Elica pun langsung menghampiri Leo dan menjauh dari Alex yang menatap mereka tajam.


Akhirnya Leo lah yang berhasil membawa Elica pergi. Sedangkan Elica terlihat menangis, karena dirinya Leo jadi seperti ini.


Setelah beberapa saat, mereka pun sampai di apartemen Leo.


Elica buru-buru mengambil obat dan es untuk mengobati luka memar di wajah Leo.


Dengan segera Elica juga mengambilkan pakaian baru untuk Leo, karena baju nya sangat kotor.


Dengan telaten Elica membersihkan luka Leo dengan pelan.


"Jika sakit bilang, Leo" ucap Elica saat mengompres pipi Leo dengan es.


"Tidak sakit Elica"


"Maafkan aku. Karena aku kau jadi terluka begini"


"Tidak apa-apa Elica. Lagi pula seorang laki-laki berkelahi itu wajar. Luka ini hanya hal kecil bagi ku"


Elica pun tersenyum mendengar ucapan Leo. Leo pun senang Elica sudah mau tersenyum kembali. Lama Leo memperhatikan wajah Elica dari dekat.


"Elica"


"Hm"


"Bagaimana jika menikah saja?" Ujar Leo yang langsung membuat Elica menghentikan aktivitas nya mengobati luka Leo.


"Kau sudah banyak membantu ku Leo. Jadi kau tidak perlu melakukan hal sejauh itu" jawab Elica


"Terlepas dari aku membantu mu, tapi sepertinya aku juga sudah mulai mencintai mu Elica"


TBC.


Jangan lupa vote dan tinggalkan komentar.....