NIRMALA

NIRMALA
09 Rasa Bersalah



Hari berlalu, Prasetya benar-benar merasa bersalah kepada Nirmala. Kesalahan besar yang telah dia lakukan terhadap Nirmala terus melekat di pikirannya. Bagaimana dia harus mengembalikan apa yang sudah dia ambil? Bagaimana cara agar dia bisa menebus kesalahannya? Nirmala terus menguasai pikirannya akhir-akhir ini.


Di sisi lain, Nirmala justru merasa sedikit lega. Sikap Prasetya yang kembali normal seperti tidak terjadi apa-apa membuat dia merasa tenang dan nyaman walaupun di hati kecilnya ia merasa sangat malu dan tahu dia bersalah namun tidak ada penyesalan dalam diri Nirmala. Tidak masalah dengan harga dirinya yang sudah hancur dan tidak akan ada lagi pria yang menginginkannya karena semua itu terbayarkan dengan senyuman dan kebahagiaan Rendra. Rendra satu-satunya tujuan hidup dan sumber kebahagiaan untuknya.


***


Minggu ini di kantor Adhikarisma Group akan diadakan pesta untuk menyambut hari jadi perusahaan. Semua pegawai sangat antusias untuk menghadiri pesta.


Saat waktu makan siang, Nirmala dan Sintya janjian untuk makan siang bersama di kantin perusahaan yang ada di lantai bawah. Sambil berjalan menuju lift mereka asik mengobrol.


"Mala, pakah kamu akan datang ke pesta nanti?"


"Sepertinya tidak bisa, minggu ini aku ada rencana pergi dengan Rendra."


Sintya terlihat kecewa dengan jawaban Nirmala.


"Apakah itu tidak bisa diundur? Ini adalah pesta pertama untukmu selama disini."


Nirmala tersenyum melihat sahabatnya yang berbicara sambil memanyunkan bibirnya


"Sepertinya tidak bisa, aku sudah merencanakan ini sejak lama dengan Rrndra dan Bu Hana"


"Oh ayolah...pesta ini tidak akan menyenangkan tanpa mu." Sintya masih mencoba merayu.


"Lebay banget kamu sin...selama ini juga kamu pesta tanpa aku"


Mereka terus berbincang sambil berjalan dan tidak menyadari ternyata di belakang mereka ada Prasetya dan Dani yang memperhatikan. Ketika lift yang mereka tunggu telah terbuka baru mereka menyadarinya. Nirmala dan Sintya merasa canggung.


"Oh Pak Dani, Pak Prasetya...Silahkan bisa naik terlebih dahulu" Sintya mempersilahkan kedua bosnya untuk memasuki lift. Dia dan Nirmala bisa naik lift berikutnya.


"Tidak apa-apa...kita bisa turun bersama" Dani menjawab dengan antusias. Dia sangat senang karena ada Nirmala bersama Sintya.


Ketika lift sudah tertutup, Dani memulai berbicara.


"Saya dengar ada yang tidak akan ke pesta hari jadi perusahaan?"


"Iya pak, Mala bilang dia tidak bisa karena ada acara yang lain dengan anaknya."


Sintya mejelaskan.


"Mala?" Dani terlihat bingung.


"Oh ya...maksud saya Nirmala...maaf saya biasa memanggilnya Mala" Sintya langsung menjelaskan ketika Dani terlihat bingung.


"Banarkah itu Nirmala? Kamu tidak bisa datang? Saya sangat kecewa kalau kamu tidak datang."


Nirmala yang tadinya hanya dia menjadi salah tingkah, selain ada Prasetya dia juga merasa tidak perlu menjelaskan hal selain pekerjaan.


"Iya pak, sepertinya tidak bisa"


"Padahal saya sangat berharap kita bisa bertemu di pesta" Dani berbicara sambil menatap Nirmala.


Prasetya dan Sintya kaget dengan jawaban Dani. Ada rasa sakit di hati Sintya karena pria yang dia kagumi selama ini justru terlihat tertarik dengan Nirmala. Sementara Prasetya merasa ada amarah dalan dirinya. Dia tidak sahabatnya menaruh hati dengan Nirmala. Nirmala adalah miliknya. Ya...dalam hati Prasetya mengatakan itu. Entah bagaimana dia bisa menganggap Nirmala adalah miliknya. Mungkin karena Nirmala sudah menguasai pikirannya akhir-akhir ini.


Nirmala bingung menanggapi perkataan Dani. Dia hanya tersenyum.


"Saya akan coba diskusikan dengan anak saya agar bisa pergi di hari minggunya."


Dani terlihat senang, Sintya merasa sedang sekaligus kecewa. Senang karena Nirmala akan mengusahakan datang ke pesta tetapi dia kecewa karena yang berhasil membujuk Nirmala adalah Dani bukan dirinya.


Setelahnya mereka hanya terdiam hingga lift sampai di lantai bawah. Nirmala dan Sintya menuju kantin perusahaan sementara Prasetya dan Dani menuju loby karena mereka akan keluar makan siang bersama. Sebenarnya Dani menawarkan Nirmala dan Sintya untuk bergabung makan siang di luar, tapi mereka menolak karena merasa tidak enak makan siang bersama bos mereka. Prasetya juga merasa lega dengan penolakan mereka. Selain tidak ingin membuat Nirmala tidak nyaman, dia juga tidak ingin melihat Dani banyak berkomunikasi dengan Nirmala diluar pekerjaan.