NIRMALA

NIRMALA
BENCI



"Huhhhh, akhirnya sampai rumah juga" Sesampainya dirumah, Alisa langsung mendudukkan tubuhnya di sofa ruang keluarga kemudian disusul oleh suaminya.


"Iya" Danu juga ikut menyandarkan tubuhnya disandaran sofa.


"Aku jadi sudah tidak sabar, Mas. Nirmala segera datang kerumah ini, jadi aku ada temennya" Alisa membayangkan saat Nirmala tinggal dirumahnya, dan mereka sering memasak bersama, mengobrol dan masih banyak lagi lainnya.


"Sabar, seminggu lagi loh. Nanti kamu juga akan melihatnya setiap hari" ucap Danu.


"Iya, kalau kejadiannya nanti setelah Evan menikah gak seperti Mas yang mengurung aku dikamar" jawab Alisa, ia mengerucutkan bibirnya mengingat dulu saat ia pengantin baru, Suaminya itu tidak mengizinkan nya melakukan apapun selain melayaninya diatas ranjang.


Danu terkekeh, ia jadi geli sendiri mengingat perbuatannya dulu yang selalu tidak pernah merasa puas dengan tubuh istrinya, dan berkahir Istrinya itu selalu kelelahan dibuatnya.


"Hem, Mas aku jadi penasaran sebenarnya siapa ya pelaku penabrakan itu? sampai-sampai polisi kesulitan mencari pelaku nya"


"Iya, Mas juga gak tau kenapa bisa gitu" Danu menghela nafasnya. "Semoga saja pelakunya bisa segera ditangkap" sambungnya.


"Iya Mas, kasihan pengemudi ojek online itu meninggalkan istri dan juga anaknya" tutur Alisa, ia mengingat saat tadi mereka mampir dikantor polisi disana juga ada istri dan anak pengemudi ojek online itu yang terus saja histeris meminta kepada polisi agar segera menemukan pelaku penabrakan yang menewaskan Suaminya.


Dan Danu hanya bisa menghela nafasnya. Sebenarnya Danu juga menyuruh seseorang untuk mencari tahu tentang kecelakaan yang dialami oleh calon menantunya tanpa sepengetahuan istri dan putranya, dan sudah selama ini orang suruhan Danu itu juga belum menemukan jejak apapun.


*****


"Sial!!!!" Lestari yang juga baru sampai dirumahnya setelah membuntuti Nirmala dan Evan, langsung menuju kamarnya dan membanting semua benda yang berada di meja riasnya. "Gue gak bakal biarin Lo bahagia, Nirmala" semburat senyum terlihat dari pantulan cermin, namun senyum itu bukanlah senyum kebahagiaan melainkan senyum kebencian.


Yah, semenjak kejadian dikantor polisi beberapa bulan lalu yang terbongkar nya tentang Lestari yang ternyata menggunakan barang terlarang itu dan membuat Nirmala kecewa padanya, dan Nirmala juga mulai menjauhi nya membuat Lestari jadi membenci sahabatnya itu. Dan kini, Lestari tidak menyukai sahabatnya itu yang kini tengah berbahagia tanpanya.


Tok tok tok....


Lestari yang masih menatap wajahnya dari pantulan cermin, menoleh pada pintu kamarnya yang diketuk dari luar.


"Lestari, boleh Papa masuk?" ucap Pak Edward, Papa nya Lestari dari balik pintu.


Mendengar suara Papa nya, Lestari segera memungut barang-barang yang sudah ia buat berserakan di lantai, lalu ia membuka pintu kamarnya.


"Ada apa, Pa?" tanyanya.


"Boleh Papa masuk?" tanya Pak Edward. "Ada yang ingin Papa tanyakan" ucapnya.


Lestari tidak menjawab, namun ia membuka lebar pintu kamarnya dan Pak Edward pun masuk kedalam kamar putrinya itu.


"Papa ingin menanyakan apa?" tanya Lestari, setelah Papa nya itu duduk dipinggiran ranjangnya.


Lestari pun melangkah menuju ranjangnya, lalu duduk disamping Papa nya.


Papa ingin menanyakan apa?" tanyanya lagi.


"Papa perhatikan akhir-akhir ini kamu selalu pergi dengan Taksi, kalau kamu memang sedang malas menyetir Papa akan mencarikan kamu supir" ucap Pak Edward, dan membuat Lestari membulatkan matanya menatap Papa nya.


"Kenapa menatap Papa seperti itu? apa ada yang salah dengan ucapan Papa?"


"Ah tidak Pa, eh itu Pa sebenarnya aku sudah bosan dengan mobil itu" ucap Lestari beralasan.


Pak Edward tersenyum. " Jadi karena itu kamu tidak pernah memakai mobil mu lagi?" tanya Pak Edward, dan Lestari menggangguk ragu, sungguh ia takut berbohong pada Papa nya itu.


"Kenapa tidak bilang sama Papa? Papa bisa membelikan kamu mobil yang baru, dan mobil lama kamu dijual saja"


"Eh, jangan Pa, jangan dijual" ucap Lestari cepat, dan membuat Pak Edward mengerutkan keningnya.


"Kenapa?" katanya kamu sudah bosan dengan mobil itu, yah dijual saja lalu beli yang baru"


"Pokoknya jangan dijual Pa!" Lestari sedikit emosional.


"Loh kok kamu marah sih?" Pak Edward sedikit aneh dengan tingkah putrinya.


Kalau Papa mau belikan aku mobil baru, terserah. Tapi jangan jual mobil lama ku" ucap Lestari, lalu beranjak dari tempat duduknya dan berdiri membelakangi Papa nya.


"Oke baiklah, Papa tidak akan menjual mobil lama mu" Pak Edward pun keluar dari kamar putrinya, dan Lestari segera menutup kembali pintu kamarnya.


Tentu saja Lestari tidak mau menjual mobilnya, karena mobil itu yang ia pakai menabrak Motorola ojek online yang ditumpangi Nirmala. Jika dijual, polisi bisa saja melacaknya dan tentu akan menangkapnya dan Lestari tidak ingin itu terjadi, makannya ia bersikeras agar mobil lama nya itu tidak dijual.


.


.


.


Jarang update, karena beberapa hari lagi gak enak badan.


Mampir juga yuk ke karya aku yang sedang mengikuti event tema mengubah Takdir 🙏