
Tepat pukul 7 pagi semua berkumpul di ruang makan. Danu, Alisa, Evan dan Ardi yang baru tiba untuk menjemput Evan ikut serta untuk sarapan bersama, tinggal menunggu wanita yang tadi malam dibawah pulang oleh putra rumah itu dalam keadaan kacau barulah sarapan akan dimulai.
Nirmala keluar dari kamarnya setelah selesai berpakaian, kali ini ia memakai gamis berwarna pink milik Alisa. Namun sayangnya saat Alisa menawarkannya untuk memakai jilbab Nirmala menolaknya, alasannya karena ia belum terbiasa. Alisa 25mengerti ia memakluminya, tapi Alisa berharap suatu hari nanti hati Nirmala tergerak untuk mau memakai jilbab.
Nirmala pun menuju ruangan dimana penghuni rumah sudah menunggunya untuk mengisi perut sebelum melakukan aktivitas mereka. Nirmala menyapa semua orang yang berada disana, dengan santainya ia langsung menarik kursi dan duduk disamping Evan.
Ardi terperangah melihat penampilan Nirmala yang berbeda dari biasanya saat setiap kali bertemu, namun Ardi juga kagum melihatnya penampilan baru Nirmala itu.
"Cantik, cocok." ucapnya dalam hati.
Rutinitas pagi sebelum bekerja itupun di mulai, semua makan dengan khidmat tidak ada yang bersuara dan fokus pada makanan nya masing-masing, hanya Nirmala yang sesekali melirik Evan disebelahnya, sementara yang dilirik dengan santai nya memakan makanannya tanpa merasa terganggu.
Acara mengisi perut dipagi hari itupun selesai, Evan dan Ardi berpamitan pada Alisa dan Danu untuk berangkat ke kantor, setelahnya disusul oleh Nirmala yang juga berpamitan pergi ke kampusnya yang akan menebeng dimobil Evan.
"Kamu pulang jam berapa?'' Tanya Alisa saat Nirmala menciumi punggung tangannya.
"Em... mungkin sore deh Tante"
"Oh ya udah, tapi ingat ya pulang langsung kesini. Tante mau ajak kamu bikin brownies panggang lumer."
"Wah enak itu Tan, ok deh pokoknya setelah mata kuliah aku selesai, aku langsung pulang kesini" ucap Nirmala dengan antusias.
Evan, Ardi dan Nirmala pun berangkat. Sebelumnya Evan memerintahkan Ardi untuk mengantarkan Nirmala terlebih dahulu ke kampusnya, tujuannya agar Evan juga tahu dimana kampus Nirmala. Setelah memastikan Nirmala sudah masuk ke kampusnya, mobil yang dikendarai Evan dan Ardi meninggalkan area kampus dan melaju menuju perusahaannya.
•••
Saat Nirmala memasuki area kampusnya, semua mata langsung tertuju padanya. Nirmala si gadis yang terkenal dikampus dengan pakaian sexy nya hari ini datang dengan mengenakan gamis, walaupun ia tidak memakai jilbab, itu cukup membuatnya menjadi pusat perhatian para mahasiswa dikampus itu.
Sama halnya dengan Lestari teman sejawatnya itu, ia kaget melihat Nirmala tiba-tiba datang ke kampus dengan mengenakan gamis.
"Kesambet apa Lo Nir tiba-tiba pake gamis gini, kemana Jeans sobek-sobek Lo itu" Lestari tersenyum sinis.
"Ah diam Lo Les, yuk kita masuk ke kelas"
"Eh tapi jelasin dulu kenapa Lo tiba-tiba pake gamis gini" Lestari terus membuntuti Nirmala yang sudah melangkah terlebih dahulu menuju kelasnya.
Sepanjang langkahnya menuju kelas, sama seperti saat ia memasuki area kampusnya semua mata tertuju padanya.
Nirmala dan Lestari berpapasan dengan Aldo yang baru keluar dari kelasnya, Aldo memicingkan matanya memastikan bahwa ia tidak salah lihat orang.
"Itu Nirmala bukan sih? ah mungkin cuma mirip doang" Aldo pun segera berlalu menuju kantin. Nirmala yang selalu berpakaian sexy tidak mungkin kan tiba-tiba memakai gamis, pikirnya.
Sesampainya di kelas, Nirmala tidak bisa duduk dengan tenang karena Lestari terus saja mendesaknya agar menjelaskannya. Akhirnya Nirmala pun menjelaskan awal mula ia bisa sampai memakai gamis seperti sekarang ini.
"Apa..!?" Lestari terperanjat dari duduknya mendengar penjelasan Nirmala. " Lo hampir di nodai sama kakak tiri Lo itu?"
"Iya, dan apa Lo tau yang udah nolongin gue dijalan dan bawa gue kerumahnya itu adalah pemilik perusahaan tempat Papa gue kerja" Nirmala menumpu dagunya dengan kedua tangannya.
"Wah kebetulan banget ya Nir, bersyukur Lo"
"Ketemu anaknya, ketemu emaknya wah jodoh tuh kayaknya Nir" Lestari tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.
"Ah gak mungkin Les, dia tuh suka nya sama cewek berjilbab, lah gue jauh banget dari kriterianya" Nirmala menghela nafasnya.
"Ganteng gak Nir orangnya? duh, jadi pengen ketemu gue" Lestari juga duduk disamping Nirmala, tersenyum-senyum sambil menumpu dagunya.
"Modelan kek kita mana cocok lah Les sama dia, dia itu udah ganteng, tajir, Soleh lagi. Lah kita, apaan cuma mahasiswi berandalan yang suka buat dosen garuk dengkul"
"Ya elah Nir, mana tau kita yang namanya jodoh" Lestari menoyor kepala Nirmala.
"Udah ah Les males gue bahas gituan"
"Eh Nir, Lo gak nge-club lagi nih ceritanya"
"Mau sih, tapi apa Lo gak liat sekarang gue lagi pake gamis, yang ada kalo gue ke club entar gue dibilang kuntilanak nyasar" Nirmala sedikit menarik gamis yang dipakainya.
"gimana gue mau ganti baju, males gue pulang" Sambungnya.
"Lo lupa punya temen tajir?" Lestari menautkan kedua alisnya.
"Maksud Lo?" Nirmala memicingkan matanya.
"Pokoknya setelah mata kuliah selesai, kita langsung ke mall beli pakaian buat Lo"
••••••
Dan disinilah mereka sekarang berada, pusat perbelanjaan elite di kota metropolitan itu selalu ramai dengan pengunjung.
Lestari yang memilihkan beberapa pakaian untuk Nirmala, sementara Nirmala sendiri hanya membuntuti temannya itu. Ia menurut saja karena pakaian yang dibelikan oleh temannya itu memang pakaian yang biasa ia kenakan, setelah selesai mereka pun pergi kebagian kasir untuk membayar barang belanjaannya.
Beberapa potong atasan sexy yang terdapat bolongan dibagian lengannya, dan rok mini sudah terkemas rapi dalam paper bag berlogo mall tersebut.
Mereka menyempatkan untuk makan di mall itu sebelum pulang kerumah Lestari untuk bersiap-siap, club'malam sudah menanti mereka, tempat mereka mencurahkan kegundahan hatinya dikala kasih sayang tak bisa mereka dapatkan.
Tak jauh dari tempat mereka makan, ada dua pasang mata yang memperhatikan mereka.
"Itu kan Nirmala, kenapa dia ada disini? apa kuliahnya sudah selesai ya. Terus siapa wanita yang bersamanya itu?"
•••••
Suara dentuman musik DJ yang menggema, lampu-lampu yang berkerlap-kerlip, aroma alkohol yang menyeruak, serta adegan-adegan tak senonoh menyambut kedatangan mereka di dunia malam itu.
Yah, Nirmala melupakan kalau pria yang menolongnya sudah menunggunya untuk mengajarkannya mengaji, Nirmala juga melupakan kalau wanita paruh baya yang ia tolong dari pencopet juga menunggunya untuk membuat brownies lumer. Nirmala melupakan ajakan itu lantaran kerinduannya pada club'malam yang sudah menjadi candunya itu.
Sementara dirumah besar Sanjaya, pria tampan dan wanita paruh baya yang cantiknya tak termakan usia sudah menunggu sosok gadis yang kemarin malam datang dengan penampilan acak-acakan, dengan perasaan cemas, pasalnya sudah lewat waktu isya gadis itu belum juga kembali. Padahal Alisa sudah menekankan untuk Nirmala tinggal kerumahnya sampai Mama nya pulang, dan Evan juga merasa khawatir bagaimana kalau Nirmala pulang kerumahnya dan hal-hal seperti kemarin malam terjadi lagi.