NIRMALA

NIRMALA
FITTING BAJU PENGANTIN



Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 30 menit, kini Evan sudah berada didepan apartemen calon istrinya itu. Ia menggosok-gosok kedua telapak tangannya yang terasa dingin lantaran tegang. Yah, beberapa Minggu tidak bertemu dengan calon istrinya itu membuat rindu yang tiada tara, dan hari ini ia akan bertemu kembali dengan calon istrinya namun entah kenapa ia merasa tegang.


Sebelum mengetuk pintu, Evan menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya dengan perlahan.


Tiga kali ketukan pintu apartemen itupun terbuka, sosok Wanita yang sangat ia rindukan selama beberapa Minggu ini kini sudah berdiri dihadapannya dengan senyum manis yang menghiasi wajahnya.


Namun, dada Evan kian bergemuruh, tiba-tiba saja kata-kata yang sudah ia susun rapi untuk menyapa calon istrinya hari ini entah hilang begitu saja.


Sementara, gadis itu terus memperlihatkan senyum yang menambah kesan cantik diwajahnya, dan membuat Lelaki yang sebentar lagi akan menjadi suaminya itu seolah mati kutu dihadapannya, diam tak bersua.


"Evan, kau kenapa? tanya Nirmala dengan melayangkan sebelah tangannya ke kiri dan ke kanan didepan wajah Evan.


Evan pun terkesiap dengan gerakan tangan Nirmala didepan wajahnya. "Ah ya Nirmala, ada apa?" tanyanya dengan gelagapan, membuat calon istrinya itu tertawa renyah dengan tingkahnya.


Kau ini kenapa sih? aku sedang bertanya, kau malah bertanya balik" senyum yang menghiasi wajah Nirmala pun berubah menjadi tekukan yang diekspresikan oleh orang yang sedang kesal.


Yah, Nirmala saat ini sedang kesal pada calon suaminya itu. Beberapa Minggu tidak bertemu seharusnya calon suaminya itu menyapa nya, atau setidaknya menanyakan kabar. Dan lihatlah sekarang apa yang dilakukan oleh calon suami itu, Lelaki itu malah diam membisu dihadapannya.


Apakah calon suaminya itu tidak merindukannya? entahlah, Nirmala tidak ingin berpikir yang tidak-tidak tentangnya. Mungkin saja Lelaki itu sedang banyak pekerjaan belakangan ini dan membuatnya kelelahan sehingga calon suaminya itu terlihat tidak bersemangat bertemu dengan nya saat ini. Begitulah yang ada dipikiran Nirmala sekarang.


"Ah iya, Nirmala maaf" ucap Evan. "Sebenarnya aku kesini untuk menjemput mu" sambungnya.


"Menjemputku? apa kau lupa pesan Tante Alisa? kalau kita jangan bertemu dulu sampai hari pernikahan kita" ucap Nirmala, mempertingati calon suaminya itu.


"Tapi Mama sendiri yang menyuruhku untuk menjemputmu" kata Evan, ia tidak ingin calon istrinya salah paham dan mengira ia melanggar peringatan Mama nya.


"Kenapa Tante Alisa menyuruhmu untuk menjemputku?" tanya Nirmala, ia menatap intens calon suaminya mencari kebohongan disana. Namun, calon suaminya itu terlihat serius dengan ucapannya.


"Sama sepertimu, aku juga sempat heran kenapa Mama tiba-tiba menyuruhku menjemputmu" ujar Evan, ia akhirnya tersenyum pada calon istrinya itu setelah beberapa saat diam membisu tanpa ekspresi. "Hari ini kita Fitting baju pengantin, Nirmala" ucap Evan, dan seketika Nirmala membulatkan matanya.


"Fitting baju pengantin? hari ini? sekarang?" tanya Nirmala beruntun, ia menampilkan ekspresi terkejut diwajahnya.


"Iya Nirmala. Hari ini kita Fitting baju pengantin, dan itu artinya 1 Minggu lagi adalah hari pernikahan kita. Apa kau senang?"


Nirmala menyengir. 1 Minggu lagi adalah hari pertama, kalau begitu ia harus mempersiapkan diri mulai hari untuk menjadi seorang istri.


*******


Saat sampai dibutik, ternyata disana sudah ada Alisa dan juga Danu.


Melihat Putra dan calon menantunya sudah datang, dengan cepat Alisa beranjak dari tempat duduknya dan langsung menghampiri calon menantunya dan segera membawanya menuju ruangan untuk calon menantunya itu mencoba baju pengantinnya.


Sementara dua Lelaki yang berbeda usia itu menunggu di luar dengan wajah muramnya karena ditinggalkan begitu saja.


"Van, seminggu lagi loh" ucap Danu mengedipkan sebelah matanya pada putranya. "Ingat ya, nanti harus cepat memberikan Cucu pada Papa dan Mama!" sambungannya.


"Apa sih Pa, belum apa-apa juga udah bahas Cucu aja" ujar Evan, mendengar Papa nya itu membahas Cucu membuatnya dadanya seketika bergemuruh. Bayangan malam pertama melintas dibenaknya dan membuatnya beristighfar.


Tak lama, dua wanita berbeda usia yang meninggalkan dua Lelaki diruang tunggu kini telah keluar. Alisa menggandeng lengan calon menantunya yang mengenakan baju pengantinnya.


"Gimana Mas? bagus gak?" tanya Alisa pada suaminya.


"Cantik Ma" Evan yang menjawab dan membuat ketiga orang itu langsung menatap kearahnya.


"Ishh, Mama gak tanya kamu ya! Mama tanya Papa" ucap Alisa menatap sinis putranya.


"Papa harus jawab apalagi, tadi sudah dijawab sama Evan" ujar Danu, dan membuatnya istrinya menatapnya tajam.


"Iya cantik, bagus, pokoknya Ok" jawab Danu dan langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain, ia paling tidak bisa ditatap seperti oleh Istrinya.


"Dan sekarang giliran kamu Evan" ucap Alisa, iapun membawa calon menantunya kembali keruang ganti, dan Evan mengikuti mereka dibelakang.


Sementara Nirmala, ia merasa terharu dengan perlakuan calon Mama mertuanya itu yang begitu perhatiannya padanya. Inikah balasan dari kesakitan nya dulu yang tidak pernah mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari kedua orangtuanya. Dan ini, apakah ini adalah pengganti dari itu semua? mendapatkan calon suaminya beserta keluarganya yang begitu menyayanginya. Sungguh, tidak pernah Nirmala bayangkan akan mencapai saat ini.


Perhatian dan kasih sayang yang tidak pernah ia dapatkan dari kedua orangtuanya, akan ia dapatkan dari kedua calon mertuanya. Dan jangan lupakan Lelaki yang tidak akan lama lagi menjadi suaminya, tentunya Lelaki itu akan lebih memberikannya bahagia yang tidak pernah Nirmala dapat bahkan ia bayangkan sekalipun.


.


.