NIRMALA

NIRMALA
07 Mengetahui Alasan



Dua minggu sudah setelah operasi. Nirmala sangat bersyukur Rendra sudah sehat bahkan rencananya minggu depan dia akan mulai sekolah PAUD.


Pagi ini Nirmala agak siang sampai di kantor karena dia harus mengantar Rendra check up akhir. Dokter sudah menyatakan Rendra sudah sembuh total.


"Nirmala...." Seorang Ibu memanggil setelah turun dari mobil mewah didepan lobby kantor Nirmala.


"Bu Laras? Ibu ada keperluan apa disini?"


Nirmala bertanya karena Nirmala tidak menduga akan bertemu dengan Bu Laras dikantornya. Nirmala mengenal Bu Laras ketika dia sering ke Yayasan kanker tempat Rendra dirawat karena Bu Laras termasuk salah satu donatur tetap di yayasan tersebut.


Bu Laras juga menatap heran ke Nirmala.


"Saya mau menemui anak saya. Kamu kerja disini?"


"Iya Bu, saya kerja disini. Tadi saya berangkat siang karena harus mengantar Rendra dulu untuk check up akhir" Jawab Nirmala dengan senyum ramah.


"Oh iya bagaimana keadaan Rendra?"


Nirmala senang Bu Laras menanyakan keadaan anaknya.


"Sudah sehat Bu, minggu depan rencananya dia mulai masuk sekolah"


"Syukur kalau sudah sehat, saya senang sekali mendengarnya. Walaupun yayasan jadi sepi tanpa Rendra, tapi itu justru jauh lebih baik."


Keduanya terlihat senang, mengobrol sambil saling melempar senyum.


"Saya masuk dulu ya Bu, sudah siang soalnya, Ibu bisa mengunjungi Rendra di rumah jika mau" Nirmala menawarkan.


Bu Laras sangat senang atas tawaran Nirmala.


"Benarkah saya boleh berkunjung? Saya akan senang sekali bisa bertemu Rendra."


"Tentu Bu, dengan senang hati."


Setelah saling menyapa dan ngobrol sebentar, Nirmala segera menuju ke ruang kerjanya. Sedangkan Bu Laras langsung menuju keruang kerja anaknya.


Bu Laras adalah Ibu dari Prasetya. Karena sudah lama anaknya tidak pulang. Dia sangat merindukan anaknya sehingga dia berkunjung ke kantor anaknya. Kalau tidak seperti itu entah kapan dia akan bertemu dengan Prasetya karena anaknya itu terlalu sibuk bekerja. Jadi ketika dia tidak ada kegiatan dia akan ke kantor Prasetya untuk sekedar menanyakan kabar anaknya.


Ketika sedang asik mengobrol dengan Prasetya terdengar bunyi pintu diketuk.


Nirmala mengetuk pintu ruang kerja Prasetya karena ada dokumen yang harus dia serahkan.


"Masuk..." Prasetya menjawab dari dalam ruangannya.


Seketika Nirmala kaget ketika membuka pintu dan melihat Bu Laras ada di ruangan Prasetya.


"Maaf pak ini dokumen untuk desain gedung yang baru" Nirmala berkata sambil menyerahkan dokumen.


Merasa kenal dengan suara itu, seketika Bu Laras menengok kebelakang.


"Mala...?"


"Jadi Bu Laras Ibunya Pak Prasetya ?" Nirmala bertanya sambil masih menatap heran.


Prasetya juga tidak kalah kagetnya ketika mengetahui Ibunya mengenal Nirmala.


"Iya...Saya Ibu dari anak ini...anak yang tidak pernah kangen sama Ibunya" Bu Laras menjawab sambil menyindir Prasetya.


Nirmala tersenyum mendengar jawaban dari Bu Laras dan seketika itu Prasetya terpesona, baru sekarang dia melihat Nirmala senyum seramah itu. Yang dia tau Nirmala adalah orang yang serius dan kaku.


"Baiklah saya keluar dulu, maaf mengganggu waktunya. Permisi Pak...Bu...." Nirmala menjawab masih dengan senyum manis dan ramah. Sebenarnya dalam hari Nirmala, dia merasakan malu dan sangat kaget, teringat dengan apa yang sudah dia lakukan dengan anak Prasetya yang ternyata anak dari Bu Laras, wanita yang dia kenal sangat baik dan bijaksana.


Prasetya diam di kursi kebesarannya sambil menatap Nirmala sampai keluar ruang kerjanya.


"Bagaimana Ibu bisa mengenal Nirmala?" Prasetya sangat penasaran.


"Oh itu, Ibu kenal di yayasan. Anaknya dirawat di sana. Dia Ibu yang hebat dan wanita yang sangat mandiri, membesarkan anaknya dengan baik walaupun tanpa suami yang mendampinginya." jawab Bu Laras karena memang dia kagum dengan Nirmala.


"Anak? suami?" Seketika Prasetya bingung dengan penjelasan Ibunya. Setau Prasetya Nirmala adalah wanita yang belum berkeluarga.


"Jangan bilang kamu tidak tau kalau dia adalah ibu tunggal dan kamu tidak tau juga bahwa membutuhkan biaya yang cukup besar untuk operasi anaknya dua minggu lalu." Dasar Bos yang tidak perhatian dengan anak buahnya. Bu Laras terlihat kesal dengan anaknya karena selain tidak perhatian dengan dirinya ternyata Prasetya juga tidak perhatian dengan anak buahnya di kantor.


Seketika Prasetya merasa sesak seolah tidak bisa bernafas. Dia merasa dia adalah orang yang paling jahat yang memanfaatkan orang lain yang sedang dalam kesusahan. Dia baru tau untuk apa Nirmala membutuhkan uang itu. Pantas saja dia rela melakukan apapun untuk mendapatkannya dia sangat menyayangi anaknya. Selama ini dia berfikir bahwa Nirmala menginginkan uang itu untuk bersenang-senang saja. Oleh karena itu dia sudah hampir melupakan kejadian itu walaupun pada awalnya dia penasaran dengan Nirmala. Dia sudah salah sangka terhadap Nirmala.


Tidak lama setelahnya, Bu Laras pamit pulang. Di dalam ruangannya, Prasetya terus memikirkan Nirmala. Betapa dia sangat jahat terhadap Nirmala. Ada rasa sesal dan juga marah. Marah terhadap dirinya sendiri.


🌷🌷Bersambung....🌷🌷