NIRMALA

NIRMALA
15 Melamar 2



Prasetya menarik kursi untuk Nirmala. Sekarang mereka sudah duduk di kursi yang sudah di siapkan.


Seorang pelayan datang.


"Ingin minum apa tuan?"


Prasetya melihat ke arah Nirmala.


"Air putih." Nirmala menjawab masih dengan ekspresi datar. Prasetya tau Nirmala sangat kesal, tapi Wanita itu sangat bisa menutupi kekesalannya dengan diam.


"Air putih saja." Prasetya berkata kepada pelayan dan pelayan itu langsung pergi untuk menyiapkan pesanan mereka.


Nirmala masih menunduk.


"Nirmala, aku tau kamu marah padaku karena hal ini." Prasetya berusaha berbicara agak santai dengan bahasa aku-kamu.


"Banyak hal yang ingin aku katakan." Prasetya berhenti berkata tapi terus menatap Nirmala.


"Kita telah mengabiskan malam bersama." Kalimat ini berhasil membuat Nirmala menatap kearah Prasetya dan menatap tajam tetapi masih tetap diam.


"Malam itu sudah berakhir. Tetapi bagiku malam itu ternyata masih panjang karena aku bertemu denganmu."


"Nirmala, aku tahu meskipun aku memohon dan bersujud, itu tidak akan menebus kesalahanku." Prasetya menjada kalimatnya.


"Setiap malam, ketika aku sendiri aku selalu memikirkan satu hal. Bila saja malam itu aku bisa membaca pikiranmu."


"Maukah kamu menikah denganku?"


Pertanyaan Prasetya membuat Nirmala terpaku. Waktu seakan berhenti. Dia tidak menyangka Prasetya akan melakukan hal ini. Nirmala masih tetap diam.


"Tolong Jangan menjawab sekarang...Aku ingin kamu memikirkannya. Aku takut mendengar kata 'tidak' darimu. Bagiku lebih baik menunggu dan mendengar apa yang aku mau, tidak masalah berapa lama waktunya...Katakanlah 'Iya' padaku suatu hari nanti."


Nirmala masih terdiam mendengarkan Prasetya.


"Aku bisa menunggu...selama apapun...karena aku mencintaimu." Nirmala semakin kaget mendengarkan kata-kata Prasetya


"Aku mengatakan ini karena hatiku sangat yakin dan ini pertama kalinya dalam hidupku. Aku mencintaimu karena kamu telah menguasai diriku. Aku merasakan kehadiranku di setiap nafasku dan di setiap tempat yang aku lihat."


"Maaf aku mengajakmu menikah, tapi aku tidak menyiapkan cincin atau apapun layaknya orang melamar. Nirmala...aku tau hubungan kita tidak dimulai dengan baik. Tapi aku sangat berharap kedepannya semua akan lebih baik. Maukah kamu memperbaiki semuanya bersamaku?"


Keduanya terdiam dengan pikiran masing-masih.


"Maaf, tapi ini terlalu cepat..." Nirmala akhirnya menjawab.


"Aku tau, dan kamu punya banyak waktu untuk menjawab. Tidak perlu dipikirkan. Suatu hari nanti, hatimu yang akan menjawab dan aku siap menunggu untuk itu."


Melihat Nirmala diam, Prasetya akhirnya melanjutkan kata-katanya.


"Aku yakin kedepannya kamu akan merasa tidak nyaman, tapi aku akan berusaha semampuku agar kamu merasa nyaman."


Prasetya kembali tersenyum. Dia berusaha mencairkan suasana.


"Baiklah...tidak perlu dipikirkan. Aku sudah lapar. Mari kita makan."


Kemudian Prasetya memanggil pelayan untuk segera menyajikan hidangan makan malam tang sudah disiapkan.


Tidak ada pembicaraan selama mereka makan. Nirmala masih tidak bingung dengan apa yang dilakukan Prasetya. Dalma hati Nirmala sebenarnya tidak membenci Prasetya. Dia hanya membentengi dirinya sendiri agar tidak terbawa suasana. Dia masih belum yakin maksud dan tujuan Prasetya melakukan ini semua.


Prasetya merasa sedikit lega. Dia sudah mengungkapkan semua apa yang dia rasakan kepada Nirmala. Apapun yang ada dipikiran Nirmala saat ini, Dia hanya berharap mendapat sedikit kepercayaan dan kesempatan dari Nirmala. Semoga kedepannya akan lebih baik walaupun Prasetya tau ini tidak mudah dan mungkin akan membutuhkan waktu untuk memperbaiki semuanya.


Selesai makan malam Prasetya mengantar Nirmala pulang. Tidak ada pembicaraan lagi selama dalam perjalanan. Setelah sampai didepan rumah Nirmala, Prasetya turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Nirmala.


"Terima kasih. Selamat malam."


Nirmala langsung mengucap salam berharap tidak ada pembicaraan lagi. Tanpa menunggu balasan salam dari Prasetya, Nirmala langsung berjalan hendak masuk kerumahnya.


"Nirmala..."


Nirmala yang sudah berjalan seketika berhenti dan menoleh ketika mendengar Prasetya memanggilnya.


"Selamat malam." Prasetya gugup dan hanya kalimat itu yang mampu ia ucapkan. Dia takut Nirmala tidak nyaman jika terlalu banyak berkata.


Nirmala hanya mengangguk dan masuk kedalam rumahnya. Prasetya menatap Nirmala hingga pintu rumah Nirmala tertutup rapat. Setelahnya dia masuk kedalam mobil dan pulang.


🌷🌷Bersambung...🌷🌷


Prasetya bisa tersenyum nih...sedikit lega karena sudah mengungkapkan perasaannya.



Mba Nirmala malah galau setelah dilamar.