NIRMALA

NIRMALA
SAH



1 minggu kemudian...


Saya Terima nikah dan kawinnya, Nirmala binti Dion dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!


"Bagaimana para saksi?" penghulu menengok kanan dan kiri.


Sah!


Sah!


Sah!


Alhamdulillah.


Evan dan Nirmala pun telah resmi menjadi sepasang suami istri. Terpancar jelas kebahagiaan di raut wajah kedua mempelai setelah Evan berhasil mengucapkan ijab qobul dengan lantang dan tanpa hambatan apapun.


Setelah saling memasangkan cincin pernikahan. Nirmala mencium dengan takzim punggung tangan Laki-laki yang baru beberapa menit yang lalu resmi menjadi suaminya. Begitupun dengan Evan, dia mencium kening wanita yang telah resmi menjadi istrinya ini, lama tak kunjung melepas bibirnya dari kening sang istri, membuat penghulu melirik ke kanan dan ke kiri kemudian berdeham, barulah Evan menjauhkan bibirnya dari kening Nirmala.


"Ehm, mas Evan, nanti dilanjutkan nya di kamar aja ya, kasihani para lajang yang menghadiri pernikahan mas Evan, nanti mereka malah pada kebelet pengen kawin" ucap penghulu, dan membuat semua para tamu undangan tertawa.


Namun, berbeda dengan Ardi yang malah merengut karena merasa tersindir dengan ucapan penghulu itu.


'Ah, gini amat nasib jomblo, jangankan calon istri, pacar pun gak punya'


Hari ini, Evan dan Nirmala benar-benar menjadi raja dan ratu sehari di hari pernikahan mereka. Semua pasang mata para tamu undangan menatap kagum serta memuji ketampanan dan kecantikan kedua mempelai yang kini duduk bersanding di atas pelaminan.


Tak bisa dipungkiri, begitupun dengan kedua mempelai. Nirmala dan Evan, merasa ini semua seperti mimpi yang nyata. Menikah muda bukanlah impian mereka, tapi takdir menuntun mereka berdua hingga sampai pada hari bahagia ini.


Tak elak dengan dua keluarga yang kini telah menjadi satu. Kebahagiaan juga terpancar dari wajah mereka, melihat kedua Putra Putri mereka yang duduk bersanding di atas pelaminan.


2 jam pun telah berlalu, para tamu undangan satu persatu mulai meninggal acara pernikahan dan sebelumnya telah memberikan ucapan selamat serta do'a do'a terbaik mereka untuk kedua mempelai.


Dan tak lama, semua para tamu undangan pun telah pulang. Kini tinggal mengisahkan keluarga inti dan juga kedua mempelai di aula pernikahan itu.


Alisa yang mendengar ucapan Putra nya itu segera menoleh ke arah sumber suara, begitupun dengan semua keluarga yang lainnya.


Sejurus kemudian, mereka semua menertawakan Evan, karena menurut mereka itu hanya akal-akalan Evan yang mengatakan pegal. Padahal, Evan pasti punya maksud lain.


"Eh, kok malah pada ketawa sih? ini beneran tau, pegel banget duduk disini. Ma, aku kekamar ya Ma, istirahat"


Alisa pun menghampiri Putra nya, dan diikuti oleh Danu dan yang lainnya juga, tak ketinggalan Ardi sahabat sekaligus sekertaris kepercayaannya Evan.


"Evan, kita semua belum foto bareng loh, masa kamu udah mau ke kamar aja sih, sabar Van" ucap Alisa, kemudian terkekeh, begitupun dengan yang lainnya.


"Uuuu, iya nih si Evan mau langsung melipir ke kamar pengantin aja, lihat noh disono, langit masih terang benderang" sahut Ardi, menunjuk ke arah luar.


"Emangnya, apa hubungannya langit terang benderang sama kita yang mau istirahat? kita ke kamar kan cuma mau istirahat, iya kan Nirmala" Evan menoleh pada wanita yang kini telah resmi menjadi istrinya, meminta anggukkan dari istrinya itu.


Nirmala pun tersenyum malu-malu, dan sedikit menganggukkan kepalanya.


"Nah kan, lihat kan Nirmala juga capek" ucap Evan belum bersemangat.


"Elah, alasan aja kalian berdua ini. Kita semua juga dari tadi duduk gak ada tuh yang pegal, iya nggak?" Ardi menatap semua orang yang ada di ruangan itu, dan mereka semua serentak mengangguki ucapan Ardi.


"Nah kan, lihat kan kita semua gak ada yang pegel, capek layak kalian berdua ini"


"Apa sih Ardi, sewot aja" Evan tidak terima Ardi memojokkan nya.


"Udah udah jangan berdebat, mendingan sekarang kita foto-foto dulu baru deh Evan sama Nirmala bisa ke kamar istirahat" ucap Alisa.


Mereka semua pun berfoto-foto bersama kedua mempelai.


Setelah acara foto-foto selesai, Evan dan Nirmala pun akhirnya pergi ke kamar pengantin mereka untuk beristirahat seperti yang Evan katakan. Pegal, capek mau istirahat.