
Semakin hari Dani semakin menunjukkan rasa sukanya terhadap Nirmala. Walaupun ia tahu Nirmala sudah memiliki seorang anak tetapi hal itu tidak membuat Dani mundur. Hal itu membuat Prasetya semakin geram namun bisa bersikap tenang dan terus memperhatikan Nirmala.
Nirmala tidak tertarik dengan Dani. Selain dia bos dikantornya, walaupun beda divisi dia juga merasa tidak pantas untuk lelaki manapun termasuk Dani. Sejak malam itu Nirmala sudah berniat menutup kedatangan laki-laki dalam hidupnya. Dia hanya akan hidup bersama Rendra. Nirmala juga sebenarnya tau bahwa Sintya menyukai Dani walaupun Sintya tidak pernah mengatakan padanya dia tidak ingin menyakiti hati Sintya.
Sintya tau Nirmala sama sekali tidak tertarik dengan Dani. Sintya sangat paham bahwa perasaan tidak bisa dipaksakan. Sintya juga percaya terhadap Nirmala jadi perasaan Dani terhadap Nirmala tidak mempengaruhi persahabatan mereka. Biarkan semua berjalan apa adanya, toh jodoh tidak kemana. Begitu pikir Sintya.
Saat ini Prasetya dan Dani sedang berada di salah satu mall di jakarta. Mereka berencana untuk makan sekaligus melihat-lihat kondisi bangunan mall karena ada rencana mall tersebut akan di renovasi. Dalam perjalanan memutari mall, Dani melihat Nirmala menggandeng seorang anak laki-laki. Dia yakin itu adalah Rendra. Mereka sedang mengantri didepan bioskop untuk membeli popcorn.
Dani terus memperhatikan dan dia yakin itu Nirmala.
"Bukankah itu Nirmala?"
Prasetya langsung menengok ke arah pandang Dani dan dia sangat senang melihat Nirmala.
"Aku akan menyapa." Dani berjalan menuju ke arah Nirmala.
Nirmala sedang berjongkok membenarkan baju Rendra yang sedikit berantakan.
"Nirmala..."
Mendengar Dani memanggil, Nirmala segera berdiri dan tersenyum, tak lama setelahnya dia kaget karena melihat Prasetya dibelakang Dani dan senyum Nirmala seketika menghilang.
Entah mengapa setiap bertemu dengan Prasetya perasaannya begitu kacau. Dia merasa malu dan dia juga membenci dirinya sendiri.
"Ini pasti Rendra" Ucapan Dani menyadarkan Nirmala.
"Halo Rendra...Apakah kamu akan menonton? oh iya kenalkan...Aku Om Dani, teman kerja Ibumu."
Rendra hanya diam dan melihat kearah ibunya seolah bertanya apa yang harus dia lakukan. Dia malu dengan orang yang belum dia kenal.
"Ayo Nak, bilang Halo ke Om Dani" Nirmala mencoba menenangkan Rendra yg terlihat takut.
"Halo...selamat malam." Akhirnya Rendra menjawab setelah Nirmala memberi ijin.
"Kamu manis sekali...." Dani mengangkat tubuh mungil Rendra kedalam gendongannya. Rendra memeluk leher Dani takut terjatuh.
"Halo selamat malam...Aku Om Pras, aku juga teman kantor Ibumu." Prasetya bergabung dan ikut menyapa Rendra dan Nirmala
"Selamat Malam.." Rendra menjawab sapaan Prasetya.
Prasetya ingin sekali menggendong Rendra seperti yang dilakukan Dani. Tetapi melihat sikap Nirmala itu tidak mungkin dia lakukan. Dia takut Nirmala semakin membencinya. Dengan ragu dia hanya memegang tangan mungil Rendra. Ada perasaan bahagia ketika tangannya mengusap lembut tangan mungil Rendra.
"Pak Dani dan Pak Rendra kebetulan bertemu disini." Nirmala bertanya.
"Ya...kami akan makan malam sekaligus melihat bangunan mall ini." Dani menjawab sambil tetap menggendong Rendra.
Nirmala melihat jam tangannya.
"Maaf, sepertinya sudah waktunya kita masuk.." Nirmala mengambil Rendra dari gendongan Dani dan menurunkannya.
"Baiklah selamat menonton."
Dani berucap sambil mengelus kepala Rendra.
"Kami permisi..." Nirmala pamit dengan canggung.
Dia menggandeng tangan Rendra dengan tangan kanan. Sedangkan ditangan kirinya memegang popcorn yang sudah dia beli dan masuk ke dalam bioskop.
Dani dan Prasetya masih menatap Nirmala sampai mereka tak terlihat. Nirmala terlihat begitu bahagia bersama anaknya. Wajahnya begitu ceria sangat berbeda ketika di kantor. Nirmala selalu serius dan jarang tersenyum.
"Bertemu dengan Rendra membuatku ingin memiliki anak." Prasetya mengatakan itu setelah Nirmala tidak terlihat.
"Apa? Wah sungguh kemajuan yang luar biasa. Kamu bisa mengatakan hal itu? Kalau Tante Saras mendengarnya pasti akan sangat senang. Ayo cepatlah menikah."
Dani sangat senang dan tidak menyangka Prasetya mengatakan itu setelah 5 tahun menduda tiba-tiba dia menginginkan anak.
"Ya..Sepertinya punya anak seru juga..."
Prasetya berjalan meninggalkan Dani. Mereka melanjutkan melihat-lihat bangunan mall.
🌷🌷Bersambung...🌷🌷