
Nirmala Lestari
Usia 30 tahun, Memiliki kepribadian tenang tetapi keras kepala. Sosok wanita dewasa yang mandiri karena situasi dan keadaan
Prasetya Hermawan
Usia 35 tahun, Berwajah dingin minim ekspresi dan tidak banyak bicara.
*****
Satu Minggu sudah berlalu dari kejadian malam itu. Nirmala dan Prasetya melakukan aktifitas pekerjaannya seperti biasa. Sesekali mereka bertemu dalam meeting team dan masih dalam keadaan canggung tetapi mereka bisa mengatasi itu semua.
Saat ini hari Jumat, hari pendek menjelang libur akhir pekan. Nirmala sedang makan siang dengan Sintya sahabatnya. Sintya larasati sahabat Nirmala yang sama-sama bekerja di Adhikarisma Group, hanya saja Sintya di bagian pemasaran, dibawah pimpinan Dani sahabat Prasetya.
Disela makan siang, tiba-tiba handphone Nirmala berbunyi.
"Halo....iya Bu pulang kerja saya akan segera ke sana....Terima kasih Bu, Tolong jaga dia dengan baik."
"Apakah itu itu Bu Hana?" Tanya Sintya.
"Iya, aku akan segera ke rumah sakit sepulang kerja." Nirmala menjawab sambil melanjutkan makan siangnya.
"Semoga semua lancar." Sambung Sintya.
Setelah makan siang mereka melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing. pukul 4 sore Nirmala bersiap untuk pulang. Dia harus segera ke rumah sakit untuk menemani Rendra anaknya. Ya...Nirmala sudah mempunyai seorang anak laki-laki bernama Ariendra Dirgantara, biasa dipanggil Rendra. Rendra adalah anak dari almarhum suaminya Arya Dirgantara. Ketika usia Nirmala 25 tahun dia menikah dengan Arya, namun sayang ketika Rendra berusia 1 bulan, Arya meninggal karena kecelakaan.
Sudah 1 tahun Rendra menderita leukimia atau kanker darah. Saat ini dia sangat beruntung karena dengan cepat mendapatkan donor sumsum yang cocok untuknya dan besok adalah hari operasinya. Satu sisi Nirmala sangat bahagia karena Rendra bisa di operasi, di sisi lain dia masih cemas, karena proses operasi belum berjalan. Doa berharap semua berjalan lancar. Sudah cukup dia ditinggal oleh orang-orang yang dia sayangi. Kedua orang tuanya meninggal ketika dia masih remaja dan suaminya ketika mereka baru merasakan kebahagiaan sebagai orang tua. Dia sudah berjanji dia tidak akan menangis lagi jika nanti Rendra sembuh. Tangisannya setelah kejadian malam itu dengan Prasetya adalah tangisan terakhirnya. Dia harus bahagia dengan kehidupannya bersama Rendra.
****
Hari Operasi Rendra.
Nirmala sedang menunggu didepan pintu ruang operasi di temani Bu Hana. Bu Hana adalah pengasuh Rendra semenjak Rendra kecil hingga ssat ini Nirmala pindah ke Jakarta Bu Hana tetap ikut. Bu Hana seorang janda berusia 40 Tahun, suaminya meninggal dan dia tidak punya anak. Bu Hana sudah Nirmala anggap seperti kakak sendiri. Karena Nirmala memang anak tunggal dan tidak memiliki saudara.
"Bagaimana operasinya dok? bagaimana kondisi Rendra?." Nirmala langsung berjalan menemui dokter setelah mendengan pintu ruang operasi dibuka.
"Tidak ada masalah dalam operasinya, Semua berjalan lancar. Saat ini kita tinggal menunggu Rendra siuman." Dokter menjawab dengan senyum bahagia.
"Terima kasih banyak dokter...Terima kasih." Nirmala berterima kasih hingga berkali-kali karena sangat bahagia.
Nirmala melihat ke arah Bu Hana dan memeluknya. Mereka berdua sangat bahagia mendengar penjelasan dokter.
Setelah operasi berjalan lancar, Rendra tinggal proses pemulihan. Rendra sangat senang bisa kembali kerumahnya, tidak seperti sebelumnya dia banyak menghabiskan waktunya di rumah sakit.
Setelah seminggu di rumah, kondisinya sudah semakin membaik. Hanya saja belum boleh terlalu lelah ketika bermain.
Nirmala sangat bahagia. Tidak ada yang lebih berharga dari Rendra, dia aadalah keluarga satu-satunya, sumber kebahagiaannya, penyemangat dan tujuan hidupnya. Ariendra Dirgantara.
Ini Rendra ketika usia kurang lebih 2 tahun
🌷🌷Bersambung...🌷🌷