NIRMALA

NIRMALA
KECELAKAAN



"Mas, bisa lewat jalan lain gak?" Nirmala terus melihat jam tangannya, ia benar-benar sudah terlambat.


"Maaf Mbak, kalau kita memutar dan mencari jalan lain akan lebih lama Mbak" ucap si ojol. "Lagian kita juga gak bisah putar arah Mbak, Mbak gak lihat kendaraan yang berjejer itu" sambungnya, ia pun mulai kesal karena Nirmala terus mendesaknya untuk mencari jalan lain.


Nirmala mulai gelisah karena ini yang pertama kalinya ia terlambat tiba di butik, ia mulai gerah karena terik matahari begitu menyengat pagi hari itu belum lagi menatap jejeran kendaraan yang maju nya hanya seperti siput.


Tanpa Nirmala sadari, sepasang mata terus memperhatikannya dari dalam mobil yang berada disamping motor ojol yang di kendarai nya.


Dibutik, wanita paruh baya si pemilik butik terus saja mondar-mandir menunggu kedatangan gadis yang sudah satu bulan ini bekerja dibutik nya. Waktu sudah menunjukkan pukul 8:30 namun gadis itu belum juga menunjukkan tanda-tanda keberadaannya.


Nomor yang anda tuju sedang sibuk, mohon hubungi beberapa saat lagi.


Entah sudah berapa kali Alisa menghubungi nomor Nirmala namun selalu berakhir dengan suara operator.


"Nirmala kemana sih, kok telepon aku gak diangkat-angkat. Kalau gak ke butik kan seharusnya dia memberi kabar biar aku gak khawatir seperti ini" Gumamnya sambil terus mencoba menghubungi lagi nomor Nirmala namun hasilnya tetap saja sama.


"Ada apa sih?" Danu yang baru tiba, langsung menghampiri Istrinya yang terlihat cemas.


"Ini Mas, Nirmala jam segini belum datang juga, aku telepon telepon juga gak di angkat-angkat. Bikin khawatir aja, kalaupun hari ini gak bisa ke butik seharusnya dia memberi kabar." ucap Alisa mengadu pada suaminya.


"Yah mungkin Nirmala sedang ada urusan lain yang penting, dan tidak sempat memberi kabar" ucap Danu.


"Masa sekedar mengirim pesan singkat saja gak sempat, Mas"


"Udah sih ber berpikir yang positif saja, dan tunggu saja. Kalau memang Nirmala tidak ke butik hari ini, pasti dia juga nanti akan memberi kabar, pokoknya tunggu saja dan berpikir yang positif. Kamu gak usah khawatir seperti itu, kamu jelek kalau lagi panik gitu" ucap Danu, yang membuat jari lentik Istrinya berhasil mendarat di pinggangnya.


"Aduh sayang, sakit" Danu meringis dan mengelus pinggangnya yang terasa panas akibat cubitan dari istrinya.


"Rasain! orang lagi serius Mas malah bercanda" Alisa menatap tajam Suaminya.


"Emang bener kok, kamu keliatan jelek kalo lagi panik" ucap Danu lagi dan membuatnya kembali mendapatkan cabitan dari si kepiting betinanya.


Dret dret dret 🎶🎶🎶


Ponsel Alisa yang berada di dalam genggamannya berdering, iapun menghentikan aksinya yang terus mencubit pinggang suaminya.


Alisa melihat ponselnya dan ternyata panggil dari nomor Nirmala.


"Nah ini dia akhirnya nelpon juga" Alisa mengusap ikon berwarna hijau.


"Maaf apa ini keluarga dari pemilik ponsel ini? tanya seorang pria dari ujung telepon. "Karena nomor anda beberapa kali menghubungi ponsel ini" sambungnya.


Alisa sedikit kaget, saat mengangkat panggilan dari nomor Nirmala dan yang berbicara disana adalah seorang pria.


"Em, bukan keluarga sih tapi saya mengenal dengan baik pemilik ponsel ini, dan maaf anda siapa ya? kenapa ponsel Nirmala bisa berada pada anda" tanya Alisa, ia bertambah khawatir karena ponsel Nirmala berada pada seorang pria.


Deg... jantung Alisa serasa melompat dari tempatnya, mendengar gadis yang sedari ditunggu-tunggu nya mengalami kecelakaan.


"Innalilahi wa innailaihi rojiun, korban dibawa ke rumah sakit mana Pak? saya akan segera kesana."


Alisa pun langsung menutup panggilan teleponnya setelah polisi yang menghubungkannya melalui ponsel Nirmala memberitahukan nama rumah sakit tempat Nirmala dibawa.


"Ada apa sayang?" Danu pun juga ikut menjadi cemas melihat raut wajah istrinya yang seketika berubah pias.


"Kita kerumah sakit sekarang Mas" Alisa segera menarik lengan suaminya untuk keluar dari butik dan sebelumnya sudah berpesan pada karyawan nya untuk menjaga butik selama ia pergi.


"Sayang ada apa sih, dan siapa yang meninggal?" Danu menahan tangan Istrinya yang terus menariknya menuju dimana mobilnya berada.


"Tukang ojol, Mas. Ayo cepetan kerumah sakit Mas"


"Ojol meninggal? terus apa hubungannya sama kita" Danu bingung dengan ucapan Istrinya.


"Ya jelas ada hubungannya Mas, Nirmala naik ojol itu dan mengalami kecelakaan dan sekarang Nirmala sudah dibawa kerumah sakit"


"Astaghfirullah haladzim kenapa gak bilang dari tadi sih, ya udah ayo kita kerumah sakit sekarang" Danu pun bergerak lebih cepat dari Istrinya, ia lebih menjadi khawatir dari Istrinya. Yang dipikirkannya sekarang adalah putranya, ia tahu bahwa putranya memiliki perasaan pada gadis itu. Dan putranya pasti akan sedih jika mengetahui gadis itu sedang mengalami kecelakaan, maka dari itu ia bergegas untuk memastikan bahwa gadis itu baik-baik saja.


Diperjalanan menuju rumah sakit, Alisa menghubungi Herlina, Mama nya Nirmala dan memberitahukan bahwa Nirmala mengalami kecelakaan dan sudah dibawa ke rumah sakit.


Herlina syok mendengar Putri semata wayangnya mengalami kecelakaan, iapun meminta izin pada bos nya dan setelah diizinkan Herlina pun segera bergegas ke rumah sakit yang sudah diberitahukan Alisa saat ditelpon tadi.


Alisa dan Danu tiba dirumah sakit.


"Mba, korban kecelakaan yang baru saja dibawa ke rumah sakit ini berada di ruangan mana?" tanya Alisa pada petugas rumah sakit.


"Oh itu, ada UGD dan masih sedang ditangani oleh Dokter, Bu" jawab petugas rumah sakit itu.


Alisa dan Danu pun segera menuju UGD, dan tak lama Herlina pun datang dan menangis histeris.


"Sabar Mbak, Nirmala pasti baik-baik saja" ucap Alisa menenangkan Herlina.


"Dia putri saya satu-satunya, kalau dia kenapa-kenapa saya tidak punya siap-siap lagi" Herlina terus meraung histeris.


"Jangan bicara seperti itu Mbak, Nirmala pasti baik-baik saja, Dokter sedang menanganinya, dan kita doakan saja tidak terjadi hal yang buruk pada Nirmala" Alisa membawa tubuh Herlina yang bergetar ke dalam pelukannya. Ia turut merasakan apa yang sedang dirasakan oleh Herlina sekarang, ia pun sedih dengan apa yang terjadi dengan Nirmala.


Sementara Danu, ia hanya menatap nanar pada dua wanita yang berpelukan itu. Ia juga turut bersedih atas yang musibah yang menimpa Nirmala.


Dan Evan yang masih didalam perjalanan menuju luar kota, ia tiba-tiba teringat pada Nirmala, entah kenapa perasaannya menjadi tak enak mengingat gadis itu. Ia pun mengelus dadanya sembari beristighfar dalam hati.


"Kenapa perasaanku jadi tidak enak begini ya?'' Evan bertanya dalam hatinya. "Semoga saja tidak terjadi sesuatu"