
BAB 8
" apa ada luka yang para job " tanya devan pada job
" tidak ada , nyonya cerita apa yang terjadi pada anda ." Tanya job pada ranti
Ranti yang baru saja sampai diperusahan devan langsung diperiksa loh job dan kebetulan job datang ketika ranti ingin masuk ke liff jadi itu mareka bersamaan sampai diruangan devan
" jadi seperti ini ceritanya ." Ranti pun menjelas kan peristiwa yang dia alami berapa menit yang lalu ketiga lelaki itu mendengar kan dengan serius ucapan ranti
" devan, momy ingin kau mencari tau siapa wanita itu dan momy ingin dia menjadi menantu momy." Ucap ranti
Tentu saja ketiga lelaki itu terkejud dengan ucapan ranti ,lebih terkejud lagi devan , mengapa momy nya semudah itu berucap pada wanita yang berapa menit menolong nya
" apa momy bercanda , devan nikahi dia ? Heh tidak segampang itu mom ." Jawab devan
" jika kau tidak ingin mencari tau nya momy akan mencari tau nya sendiri." Ucap ranti
" jika momy menyuruhku untuk mencari tau tentag gadis itu aku akan menyuruh rian untuk mencari tau tentag gadis itu , tapi jika momy meyuruhku untuk menikahi gadis itu ? Itu tidak akan mungkin mom ." Jawab devan
" mengapa tidak mungkin ?, tidak ada yang tidak mungkin devan, dia wanita yang sangat pas untuk mu dia wanita baik baik dan sopan , momy tidak ingin tau dia harus menjadi menantu momy bagai manapun cara nya kau harus mencari tau gadis itu jika sudah kau kabari momy ." Ucap ranti sambil berdiri meninggalkn ruangan itu.
Devan yang merasa pusing dengan tingkah momy nya , baru kali ini momy nya tertarik dengan wanita apakah devan akan mengikuti semua apa yang momy nya minta pada nya atau tidak ? Ahh dia benar benar merasakan pusing
Rian yang melihat tingkah devan pun langsung duduk didepan atasnya itu
" minumlah dulu tuan , biar pikiran anda sedikit tenang." Sahut rian sambil meyerahkan segelas kopi kepada devan dan job
Kedua nya pun menerima minuman yang rian berikan
" bagaimana van ? Apa kau akan mengikutin ucapan momy mu.?" Tanya job
" gue juga kaga tau , aku penasaran siapa wanita yang telah membuat momy jatuh cinta pada nya hanya karena meyelamatkan nya." Jawab devan
" sepertinya nyonya ingin sekali gadis itu menjadi istri anda tuan ." Ucap seketris rian
Devan berfikir sejenak , apakah dia akan menikahi dengan wanita yang momy nya usulkan lalu bagai mana masip wanita yang akan dia jadikan wanita simpan itu ? Apa kah dia harus memiliku wanita segaligus dua ? Ahh devan stress jika harus memikirkan nya dia akan memikirkan nya nanti
" sudahlah tidak perluh membahas gadis itu." Jawab devan dan di iyakan oleh mareka berdua
" ohh iya van apa kau akan menerima tawaran tuan ditto ?" Tanya job
" yaa aku menerima tawaran nya ." Jawab devan
" apakah kau akan menikahi gadis itu.?" Tanya job
" yaa aku akan menikahinya secara diam diam cuman aku kau rian keluarga nya dan juga semua anak buah mafiaku ." Jawab devan sambil minum kopi yang tadi diberikan rian
" momy mu ? Apa kau tidak memberi tau nya jika kau menikah ?" Tanya job lagi
" kau bayak tanya sekali job , jika aku memberi tau momy aku akan dicincang oleh nya karena aku menikah dengan wanita yang bukan pilihan nya ." Jawab devan sedikit ngegas
" haii tidak perluh pake urat jika bicara pada ku ." Ucap job yang mulai terpancing emosi
" kau terlalu bayak berbicara bodoh." Ucap devan
" apa salah nya jika bertanya ?, tidak ada yang salah kan ? Jadi buat apa kau ngegas seperti itu , lebay sekali." Jawab job sambil mesandarkan kepala nya disofa
Devan yang mendegar ucapan job pun sedikit tekanan , rian yang melihat tuan nya yang ingin bertenkar dengan job pun langsung bergegas untuk menghalagi nya
" emm tuan lebih baik anda tenang kan pikirn anda , dan berfikir tentag apa yang nyonya ucapakan kepada anda , dan kau job pulang lah , dan aku akan kembali berkerjaa , kuping ku sakit mendengar ocehan kalian ." sahut seketris rian
" lihat lah job ade mu bodoh kali ." Ucap devan sambil tertawa
" enak saja , dia kembaran mu ." Jawab job sambil tertwa
" dia ade mu , setampan aku tidak memiliki kembaran ." Ucap devan
" dan aku tidak memiliki ade , sudahlah aku ingin pergi mencari wanita , apa kau ingin ikut ." Ucap job sambil berdiri
" tidak ." Jawab devan
" baik lah jika begitu aku pergi ." Ucap job sambil berlalu dari ruangan devan
Sedangkan devan dia kembali duduk dikursih derektur nya ,, dia kembali mengingat ucapan momy nya dan mengingat perjanjian nya pada ditto ,
Jika dia menikahin gadis pilihan momy nya pasti momy nya tidak megijinkan diri nya meyakiti perasaan perempuan itu ,, jelas jelas devan akan mempuyai wanita disimpanan sudah pasti dia akan merasa pusing dengan ini semua
Dipagi hari , kinara yang baru saja bangun merasa badan nya pegal , bagai mana tidak pegal dia ketiduran dilantai karena lelah menangis .
Kinara yang tersenyum kecut melihat pantulan diri nya dicermin lalu berucap " kau sangat malang kinara ". Sambil menjatuhkan air mata .
Tiba tiba pintu kamar kinara ada yang mengetok nya , kinara hendak membuka nya sambil mengapus sisah air mata nya , teryata ditto lah yang mengetuk pintu kamar nya
" apa kau sudah bangun nak ." Tanya ditto
" seperti yang ayah lihat ." Jawab kinara sambil tersenyum pada ayah nya .
" bagus , bersiap lah sebentar lagi kita akan pergi keperusahan tuan devan ." Ucap ditto
Kinara yang mendegar ucapan ayah nya pun tersenyum kecut , dia kira ayah nya mendatangin nya untuk membatalkan jaminan nya itu , ternyata tidak , ayah nya malah menyuruh nya untuk bersiap siap tampa ada rasa kasihan pada nya .
Sebenar nya ditto kasihan melihat mata bengkak putri kecil nya , tidak ada cara lain lagi cara satu satu nya agar perusahan nya tidak bangkrut yaa dia harus menyerah kan kinara menjadi jaminan nya kepada tuan devan
" baiklah yah kinara akan bersiap siap , ayah tunggu saja dibawa ." jawab kinara sopan , dan di iyakan olleh ditto lalu pergi meninggalkan tempat itu , sedang kan kinara langsung masuk untuk bersiap siap .
\*jangan lupa tinggalkan jejak dan selalu dukung author\* 😄😉