
BAB 56.
Dipagi Hari Pukul,07.00 wib.
Devan Yang Ketiduran disofaaa Didepan ruangan Kinara,,Dia engan masuk Devan belum Siap Untuk menemui sang istri.
Yuli yang baru bangun Dari Tidur nyaa langsung Melihat Kinara Tidak ada Berubahan dari semalam,,Dia menarik nafas nyaa dengan pelan,, Dia memutuskan Pulang untuk memberi makanan pada sang anjing periharaan Dan Juga ingin membersihkan rumah.
"Rin Aku pergi Dulu Hanya sebenar saja,,Cepatlah bangun!!" Sahut Yuli Tersenyum Pada Kinara.
Setlah itu dia berdiri dan mengambil Tas kecil nya Lalu melangkah pergi meninggalkan Kinara seoranv diri disana.
Yuli yang membuka Pintu tersebut melihat Devan yang duduk dengan Alegan nya dikursih yang terletak disana,Tidak ingin berlama lama dia langsung meninggalkan Devan,Sedangkan Devan yang melihat Yuli keluar langsung masuk kedalam Untuk melihat keadaan Kinara.
Devan yang melihat Kinara Terbaring dengan Selang Infuss Dan oksigen Merasa sangat bersalah,,Entah mengapa Hati nya merontaa Rontaa merasakann Sakit.
Langkah kaki pelan mendekati Kinara yang sedang keadaan Komaa,,Kini Devan sudah berada disamping sang istri,,Dia menatapp Mataa yang selalu dia bahas kan kini terpejam.
Kini Devan jatuhkan diri nya dikursih yang berada disamping sang istri,,Diri nya menatap wajah yang sangat Diri rindukan.
"Sayangg!!" sahut Devan.
"Apa kau membenciku??,Dengan semua kesalahku padamu!!"lanjut nya yang meraih tangan kinara dan mengegam nya Dengan erat.
"Maafkan..maafkan Diriku yang selalu membuatmuu terlukaa!!,Aku Tak pantas disebut Suamii!!,Benar kata Temanmu Jika dirikuuu adalah Manusia Biadapp dan akan tetap seperti ituu!!" Seru nya Dengan Tangis nya.
"Aku... Menyesall Telah menyia Yiakan Dirimu!!,,,Kau harus tauu Satu hall!" seru nya,Dia bangit dari duduk nyaa dan berbisik pada kinara.
"Aku sangatt mencintaimuu!!,Hari ini esok dan sampai kapanpun sayang!!" Bisik nya dengan sangat lebut ditelingaa Kinara.
"Cepatlahh Dasar,, Agar Kitaa bisa bersama kembali Dan membukaa lembaran Baru sayang,,,Aku berjanji akan selalu disampingmu!!" lanjut nya Yang Mencium kening sang istrii.
Tampaa Devan sadarii, Kinara menitikan Air mata nya,Ucapan yang telah lama dia inginkan Kini telah Devan ucapankan Dengan Sangat lebut dengan rasa Cinta yang Devan rasakan.
Tidak lama Kinaraa kejang kejang Devan yang melihat Nya langsungg Memanggil manggil Job Dengan suara kerass nyaa,,Tapi Job tak kunjung datang.
"Kau tunggu disini sayang,,Tetapalhh bertahann Demi Diriku"Sahut nya yang mengeluss Rambut kinara Dengan emosii bercampurr cemas Devan keluar dari ruangan terbuat dan berteriakk Dengan sangat kerass semua orang yang berada disana merasa ketakutan Dengan teriakan Devan.
Suster yang beradaa Disana langsung menghapiri Devan yang seperti caci kepanasan.
"Maaf Tuan,,Mengapa anda berteriakk seperti Tadi,,, apa anda tidak Tau jika anda membuat semua orang yang berada disini ketakutan!!"Sahut perawat yang sedikit menaikan suara nya dihadapan Devan.
Devaan yang mendegar nya langsung menarik bajuu perawat tersebutt,Seperti hewan yang kelaparan dan siap untuk memakan mangsa nyaa.
*BU**UKK*!!.BUUK!1.BRAKK!!.
tigaa Tinjual berdarat Dengan sempurnaa dirahang lelaki perawat tersebut,sedangkan perawat itu tergeletak ditehel Dengan keadaan pusing.
"AKUU TIDAKK PERDULIII!!,,APA KAU TIDAKKK TAHUU ISTRIKUU SEDANG KEJANG KEJANGG DAN KAUUU SEMUAA TIDAKK ADAAA YANGG MENDEGAR TERIAKAN KU!! KALIANN BISA SAYA LAPORKANN BAHKANN SAYA BISA MEMBELII RUMAH SAKITT INI DANN MEMECAT KALIAN DENGAN HITUNGAN DETIKK!!,,INGATT JIKAAA ADA SESUATU KEPADA ISTRIKUU NYAWAA KALIAN SEMUAA YANG AKAN MENJADII GANTI NYAA!!" bentak Devan dengan Wajah dan rahang semakin kuat.
Sedangkaan rian dan Job yang berada didalam Ruangan asik bercerita tiba tiba terhenti karnaa mendegar teriakan dan keributan diluar,,, Dengan Cepat Rian berdiri dari duduk nyaa dan langsung keluar Betull saja apa yang didalam Fikiran nya Ternyata benarr Jika Devan yang mengamuk.
Job yaang berada dibelakang Rian terkejud Melihatt Devan yang menyeret Salah satu pengawai nyaa langsung menghapiri Devan.
"Devann apa yang kaau lakukan!!"Sahut Job yang berusaha melepas cengraman Devan pada perawat tersebut.
"Lepasss Sialan!!!,Manusiaaa berengsekk ini sudah beranii melawanku dan mengabaikann Naraku!!!"Bentak Devan yang mendaratkan kembali pukulan Pada perawat tersebut.
Sedangakn Riaan yang berjalan kearah Ruangan kinara,,,Dia sangat terkejudd saat melihat kinara kejang kejang Dengan langkah cepat dia menghentikan Keributan itu.
"Tuan Devan Hentikan Ini,,,Cepatt kita harus melihat kondisi Nyonya mudaa,,Masalah ini akan kita selesaikan nanti!!"Sahut Rian yang sudah berada ditengah tengah mareka.
Devan melirik Perawat itu dan memberikan satu tinjual yang sangat kuat,Dan benar saja perawat tersebut langsung tersugerr Dilantai Dengan Keadaan pingsan.
Setelah Itu Devan langsung berjalan dengan langkah kaki yang besar agar cepat berada diruangan Kinara,,Sedangakn Job dan Rian mengikuti langkah kaki Devan,tapi sebelum itu Dia memberi Tau penjaga untuk membereskan ini semua.
.
.
.
.
Job langsungg memberikan suntikan penenang pada kinara,Dan benar saja kinara sudah tenang dan kembalii seperti semulaa,,sedangkan Devan yang sejak tadi menatap Job Dengan tatapan tajam Tapi tangan kiri nya mengegam Tangan kinara sedangakn tangan kanan nya Mengeluss rambut lembut kinara.
Job yang mendapatkan tatapan Tajam dari sang Atasan hanya bisa tersenyum kecut saja,,Dia sudah pasrah Dengan hukuman yang akan dia terimaa setelah ini.
"Kau dari mana saja??"sahut Devan.
"......."Tidak ada sahutan dari Job.
"Haii!!,Apa kauu Tuli!!"Bentak Devan.
"Tidak!!"Secepat Kilat Job menjawab nya.
"Kau sudah tau tugasmu Bukan??,Aku tidak ingin melihat manusia itu lagi!!,Jika tidakk kau akan berada diposisi Naraku!!" Seru nya dan langsung di iyakan Job,Sedangakn Rian yang setia berdiri dibelakang Sang atasan hanya Diam Dan mendegarkan.
"Rian Berikan tiga penjaga didepan diluar rungan Naraku!!"Perintah nya pada Rian.
"Baik Tuan!"Jawab Rian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
JANGAN LUPAKAN JEJAK +Dukungaan+hadia+vote.