NARAKU

NARAKU
BAB 75.



BAB 75.


Kinara Memeluk Tubuh Sang Sahabat Dengan Erat,Dia Paham Sakit Yang Yuli Rasakan.


Kinara Melepaskan Pelukan nya..


"Jadi Kau Dengan nya Seperti Apa?" Tanya Kinara.


"Aku Menyuruh nya Untuk Melupakanku." Lirih Yuli.


"Aku Akkan Bicarakan Ini Padanya!" Seru Kinara Yang Berdiri Dari Duduk nya.


"Tidak Perluh Rin,Ini Salahku.Ini Sudah Takdirku,Jadi Aku Mohon Tidak Usah Berbicarakan hal Ini Padanya!" Mohon Yuli Yang Menahan tangan Kunara.Namun Kinara Melaskan Tangan Yuli Yang Menyentuh Tanganya,Kinara Langsung Melangkah Keluar Untuk Menemui Rian.


Sedangkan Yuli Yang Melihat Kinara Meninggalkka nya Langsung Mengejar Langkah Kaki Kinara.


Devan Dan Rian Yang Melihat Kinara Menghampiri Mareka Sedangkan Yuli Yang Dari Arah Belakang Berlari Mengejar Kinara.


Kinara Yang Sudah Berada Didepan Mareka Langsung Membuka Pembicaraan...


"Kak Rian,Apa Benar Kau Mencintaiku!"Sahut Kinara.


"Apa Yang Kau Maksud Sayang?" Sahut Devan Yang tidak Mengerti Dengan Apa Yang Kinara Ucapkan.


"Kak Rian Katakan,Apa Kau Mencintaiku!" Ucap Kinara.


Rian Bingung Ingin Menjawab Apa,Rian Melirik Yuli Yang Hanya Diam Dengan Tangis nya,Ada Rasa Bersalah DiHati Rian.


"Iya Nona." Jawab Rian Dan Itu Membuat Devan Terkejud Dengan Apa Yang Rian Ucapkan.


"Apa Yang Kamu Maksud Rian!"Sahut Devan Yang Kini Menatap Rian Tajam.


"Maafkaan Saya Tuan,Yang Sudah Mencintai Istri Anda!" Seru Rian,Devan Yang Mendengar Ucapan Rian Langsung Mendaratkan Satu Tinjuan Pada Rian.


BUKK!.


Rian Terjatuh Dilaintai,Dia Pantas Mendapatkan Ini Semua,Dia Juga Tidak Pantas Membela Diri nya Karna Ini Kesalahan nya Sendiri,Devan Menghampiri Rian Dan Menarik Kerah Baju Nya.


"Dasar Kau Berengsek!" Bentak Devan Yang Mendaratkan Tinjuan diWajah Rian.


"Siapa Yang Menyuruhmu Untuk Mencintai Istriku.Istri Dari Sahabatmu Sendiri Sialan!" Teriak Devan Yang Kembali Meninju Wajah Rian.


Kinara Dan Yuli Yang Melihat Devan Menghajari Rian Langsung Mencoba Menghentikan Devan.


"Sayang Hentikan!" Sahut Kinara Yang Berusaha Menarik Devan,Tapi Devan Tidak Memperdulikan Ucapan Kinara,Dia Terus Menghajar Wajah Rian Dengan Sekuat Tenaganya.


"Devan Hentikan!" Teriak Kinara Dengan Sedikit Kuat Dan Itu Membuat Devan Menghentikan Nya.


"Mengapa Kau Malah Memukulinya,Kita Bisa Bicarakan Ini Baik Baik Tampa Ada Kekerasan!" Bentak Kinara.


"Tapi Dia..."Seru Devan.


"Kita Bicarakan Ini Baik baik Sayang.." Seru Kinara Yang Menyentuh Lengan Devan,Sedangkan Devan Dia Melepaskan Rian Dan Kini Memeluk Pingang Kinara.


Sedangkan Yuli Dia langsung Mengampiri Rian,Dia Melihat Darah Disujud Bibir Rian Akibat Pukulan Devan,Yuli Mengelap Darah Itu Dengan Jari Jempol nya Sambil Menangis,Dia Tidak Rela jika Melihat Rian Seperti Ini.


Sedangkan Rian Dia Terus Menatap Yuli Dengan Rasa Sangat Bersalah Yang Sudah Menyia Yikan Wanita Yang Sangat Mencintainya.


"Jelaskaan Padaku Rian,Mengapa Kau Bisa Mencintai Istriku,Nyonya Muda mu Sendiri!" Tegas Devan.


"Saya Juga Tidak Tau Cinta Itu Datang Dari Mana Tuan,Awalnya Saya Merasa Ini Hanya Rasa Kasihan Pada Nyonya Muda,Namun Setiap Hari Aku Menyadari Jika Rasa Itu Bukan Hanya Rasa Kasihan Saja Tapi Juga Rasa Cinta Pada Nyonya Muda!" Jelas Rian,Sedangkan Yuli Yang Mendengar Ucapan Rian Hanya Bisa Memejamkan Mata nya.


"Ketika Nyonya Muda Keadaan Koma,Saya Ada Berfikiran Untuk Merebut Nyonya Muda Dari Anda,Namun Saya melihat Anda Benar Benar Mencintai Nyonya Muda Dan Berjuang Untuk Mendapatkan Cinta Nyonya Muda Kembali,Dan Saya Melihat Nyonya Muda Sangat Mencintai Anda,Saya Sadar Cinta Saya Salah,Dan Dihari Itu Saya Mulai Mencoba Menghapus Rasa cinta Ini,Namun Rasa cinta itu Semakin Besar!" Jelas Rian.


"Namun Sayya Menyadari Jika Rasa Cinta Itu Masih Ada Bahkan Sangat Dalam,Namun Itu Bukan Untuk Nyonya Muda,Melaikan Untuk Nona Yuli!" Ucap Rian Yang Menatap Yuli,Sedangkan Yuli Yang Sejak Tadi Mendengarkan ucapan Rian Hanya Memejamkan Mata nya Saja.


Dan Saat Yuli Mendengar Kalimat Terahkir Rian Langsung Mebuka Matanya Dan Langsung Menatap Rian Yang Sejak Tadi Menatap nya.


"Aapa Yang Kamu Maksud?" Tanya Yuli.


"Mungkin Kamu Tidak Percaya Dengan Ucapanku,Namun Itu Kenyataan nya,Aku Baru sadar Jika Aku Baru Menyadari Rasa cinta Ini Padamu!" Ucap Rian Yang Menatap Dalam Mata Yuli Yang Penuh dengan Air Mata.


"Apa Kau Ingin Permainkanku!" Tegas Yuli Yang Berdiri.


Rian Bangkit Dari Jatuh nya,Dia Meraih Tangan Yuli,Namun Yuli Menepis Nyaa.


"Saya Tidak Mempermaknkanmu,Aku Baru Sadar Ternyata Aku Mencintaimu,Walaupun Rasa Cinta Itu Hanya Sedikit,Namun Seiring Berjalan nya Waktu Aku Nyakin Rasa Cinta Itu Akan Bertambah!" Jelas Rian.


"Mencintaiku?,Hahahaha!" Tawa Yuli Pecah Disana.


"Kau Kira Aku Akan Percaya Begitu Saja?!,Aku Memang Mencintaimu,Tapi Aku Tidak Bodoh. Yang Bisa Kau Bodohi!" Ucap Yuli Penuh Penakanan Pada Rian.


Tidak Ada Sahutan Dari Rian,Sedangkan Yuli Dia Melangkahkan Kaki nya Pergi Keluar Rumah Dengan Perasaan Campur Aduk,Sedangkan Kinara Yang melihat Yuli Pergi Ingin Mengejar nya Namun Devan Menahan Tangan nya.


"Biarkan Saja,Biar Rian yang Mengejar nya,Biarkan Mareka Selesaikan Masalah nya Sendiri!" Seru Devan.


"Taapi Aku Ngak Bisa Lihat Yuli Kaya Gini Mas!" Ucap Kinara Yang Menumpahkan tangis nya Yang Sejak Tadi Dia Tahan.


"Sudah,Ini Masalah Mareka,Kita Doain Saja Biar Masalah Mareka Cepat Selesai!"Jawab Devan Yang Memeluk Tubuh sang Istri agar Kinara Menangis Dalam Pelukan nya.


"Rian.Tunggu Apa Lagi,Cepat Kau Kejar Dia,Dan Beri Dia Penjelasan Yang Kuat Agar Dia Dapat Percaya Padamu!" Jelas Devan.


"Baik Tuan,Maafkan Saya Yang Sudah berbuat Kesalahan Yang Fatal Dengan Anda!" jawab Rian.


"Tidak Perluh Dibahas.Cepat Kau Kejar Dia Sebelum Kau Merasakan Penyesalan!" Ucap Devan.


"Baik Tuan,Saya Permisi!"Seru Rian Yang Melangkahkan Kaki nya Untuk Mengejar Yuli.


Sedangkan Kinara Yang Menangis Dalam Pelukan Devan,Dia Sangat Merasa Bersalah,Sedangkan Devan Dia Mencoba Untuk Menenagkan Sang Istri Dengan Cara Menghusap Usap Pingang Sang Istri.


"Sudah Kau Tidak Perluh Merasa bersalah Padanya,Ini Bukan Salahmu Sayang!" Ucap Devan Dengan Lembut.


"Tetap Saja aku Merasa Bersalah Mas,Karna Diriku Yuli Seperti Ini!" Jawab Kinara Dengan Isak Tangis nya.


"Tidak Sayang,Ini Bukan Salahmu,Ini sudah Garis untuk nya,Kau Tidak Perluh Merasa Bersalah Seperti itu!" Seru Devan.


"Hkiss..Hkiss.."Isak Tangis Kinara Dalam Pelukan Devan.


.


.


.


Yuli Yang Baru Sampai Dimakam Orang Tua nya,Dia Melihat Dua Tumpukan Pasir Padat Dihadapnyan,Dia Tidak Bisa menahan Tangis nya,Dia Ambruk DiAtas Pasir Pandat Tersebut.


"Ayah,Ibu,Yuli Datang Hkis..Apakah Kalian Rindu Denganku.?" Lirih Yuli Dengan Isak Tangis nya.


"Ayah Ibu Tau Tidak,Putrimu Kini Sangat Terluka,Jika Saja Kalian Masih Hidup,Mungkin Aku Akan Bersandar Dibahu Ayah,Dan Bermanja Dipaha Ibu!" Lirih Nya Dengan Senyum Diwajahnya.


"Apakah Boleh Yuli Menyusul Kalian,Yuli Sungguh Sangat Merindukan Kalian..."Ucap Yuli Yang Menangis Disana.


Sedangkan Dari Arah Jauh Dua Pasangan Mata Melihat Kesedihan Yuli,Lelaki Itu Merasa Ibah Dan Kasihan Pada nya,Wanita Yang Selalu Terlihat Ceria Dan Bayak Bicara Ternyata Menaruh Kesedihan Teramat Dalam.


Job Menghampiri Yuli,Job Duduk Disamping Yuli Dan Menyentuh Bahu nya,Yuli Yang Merasa Ada Yang Menyentuh Bahu nya Langsung Melihat Siapa Orang Tersebur.


"Kamu!" ucap Yuli.


"Iya Aku,Ada Apa?,Apakah Aku Terlihat Tampan?" Jawab Job Yang Memperbaiki Kaca Mata Hitam nya.


"Tidaak Usah Mencari Masalah Denganku!"UcaP Yuli.


"Aaku Tidak Mencari Masalah Denganmu!"Jawab Job Dengan Santai.


Job yang melihat Yuli Sangat Merasa Ibah,Walaupun Yuli Wanita Yang Paling Sebeli Yang Dia Temui Namun Dia Juga Tidak Tega Melihat Yuli Seperti Ini.


Job Langsung Menarik Kepala Yuli Untuk Disandarkan Dengan Bahunya..


"Menangislah Dipelukanku!" Seru Job,Yang Awalnya Yuli Ingin Memerontak Namun Tidak Jadi Karna Saat Ini dia Memerlukan Seseorang Untuk Menumpahkan Tangis nya.


"Hkiss...Hkiss.."" Tangis Yuli Dalam Dekapan Job.


"Aapa Yang Terjadi,Mengapa Kau Begitu Terluka!" Tanya Job Dengan Pelan Dan Menepuk Nepuk Lengan Yuli.


"Kau Tidak Perluh Bayak Berbicara!" Jawab Yuli.


"Cih,Ternyata Kau Lagi Sedih Masih Bisa Bisa nya Nyebelin!" Ucap Job,,Sedangkan Yuli Dia Tidak Memperdulikan Ucapan Job,Dia Tetap Menangis.


Berapa Menit Berlalu,Yuli Yang Sudah Redah Dengan tagis nya Memutuskan Untuk Pulang..


"Ayah Ibu,Yuli Pamit Pulang Dulu Yaa!" Pamit Yuli Pada Makam Orang Tua nya,Setelah Itu Yuli Meninggalkan Makam Tersebut Menuju Rumah nya Dan Diikuti Job.


"Apa Mau Aku Antar Pulang?" Tawar Job.


"Tidak Perluh Aku Bisa Sendiri!" Tolak Yuli.


"Nyakin?" Tanya Job Yang Mendekatkan Wajah nya.


"Apaan Sih!" Ucap Yuli Yang Menjorong Wajah Job Agar Menjauh Dari nya.


"Baiklah Jika Begitu,Aku Ingatin,Hati Hati Jika Lewat Sini,Biasanya Disini Bayak Penunggunya Dan Pereman Peremat Suka Berkiyaran Disini."Sahut job Yang Menakut Takuti Yuli..


"Kau Tidak Usaah Berbohong!" Ngegas Yuli.


"Aku tidak Berbohong,Kalo Pareman Sih Bagiku Tidak Mungkin Menganggu Wanita Segalak Dirimu,Tapi Jika Penunggunya...Aku Tidak Bisa Menjaminkan Itu!" Ucap Job,Yang Langsung Menaiki Mobil nya.


Sedangkaan Yuli Yang Merasa Takut Langsung Masuk Kedalam Mobil Job..


"Haii Siapa Yang Menyeruhmu Masuk!"Sahut Job.


"Cepat Jalankan Mobilmu!"Jawab Yuli.


"Cih Ternyata Kau Malu Maluin Yaa,Pasti Kau Tidak Biasa Menaiki Mobil Mewah Seperti Mobilku Kan,Jadi Itu Kau Seperti Orang Kampungan!" Ucap Job Tertawa Kecil Mengejek Yuli.


"Kau Benar Benar Ngajak Gelud Denganku Haaa!" Ngegas Yuli.


"Haii,Kau Dimana Sekarang,Didalam Mobil Mewahku Bukan.Jadi Jangan Bayak Gaya!" Jawab Job Dengan Santai.


Yuli Yang Merasa Kesal Langsung Turun Dari Mobil Lalu Menutup Pintu Mobil Dengan Kuat,Sehingah Terdengar Suara Hantaman Yang Kuat,Sedangkan Job Tentu Saja Dia Terkejud.


"Haiii,Kau Merusakk Mobil Mewahku!!" Teriak Job Dari Dalam Mobil.


"Aaku Tidak Perduli!" Jawab Yuli.


"Emm,Kau Beneran Tidak Ingin Masuk?,Ya gpp sih Itu Juga Nyawamu Bukan Nyawaku,Sudahlah Kalo Begitu Saya Pergi!"Ucap Job Yang Hendak Menjalankan Mobil nya Namun Yuli Menahannya.


Yuli Langsung Masuk Kedalam Mobil Job,Sedangkan Job Dia tertawa Melihat Sikap Yuli Yang Sok Jual mahal Namun Takut.


Diperjalanan, Job Melihat Yuli Yang Sejak Tadi Selalu Menangis,Dia Merasa Heran,Dan Mencoba Menayakan Padanya.


"Sebenarnya Apa Yang Terjadi,Mengapa Kau Begitu Sakit Hati,Dan dimana Nyonya Muda,Bukankah Saat Kau Seperti Ini Dia Ada Disampingmu?" Sahut Job.


"Dia Bersama Suaminya!" Jawabb Yuli Yang Menatap Kedepan.


"Maksudnya Bersama Devan?" Tanya Job.


"Emm." Jawab Yuli.


"Baguslah Jika Marekaa Sudah Baikan Tapi Kau Belum Menjawab Pertanyaaku Tadi!" Seru Job.


"Haruskah Aku Menjawab nya?" Tanya Yuli Yang Menatap Kearah Job.


"Tidak Juga,Itu Tergantung Dirimu!" Jawab Job Yang Kembali Menatap Jalan.


"Kau Mengenal Tuan Rian Bukan." Sahut Yuli.


"Dari Kecil,Ada Apa Dengannya?" Tanya Job.


"Aku Mencintainya,Namun...Dia Mencintai Kinara." Lirih Yuli Yang Menundukan Kepalanya.


"Apa!" Ucap Job Yang Terkejud Mendengar Ucapan Yuli.


"Tapi Apakah Devan dan Jugaa Kinara Mengetahui Hal Itu?" Tanya Job.


"Iya!" Jawab Yuli,Dan Itu Membuat Dia Terkejud Yang Kedua Kalinya.


"Seperti Appa cerinya,Jelaskan Padaku!" Pintah Job,Yuli Menjelaskan Semuanya Pada Job Dengan Tangis Yang selalu Mengalir.


Sedangkan Job Mendengarkan Ucapan Yuli Dengan serius..


"Jadi Seperti Itu.." Seru Yuli.


"Aku Mengenal Rian Sudah Lama,Aku Nyakin Dia Tidak Pernah Berbohong Tentang Perasaan nya!" Ucap Job.


"Maksudmu?" Tanya Yuli Yang Tidak Mengerti.


"Tadi Kau Bilang,Jika Rian Mengatakan Cinta Padamy Bukan?" Tanya Job Sedangkan Yuli Hanya Mengangguk Saja.


"Jika Dia Berucap Seperti Itu Berarti Dia Benar,Dia Tidak Pernah Bermain Main Dengan Ucapan nya!" Ucap Job.


"Maksudmu,Berarti Rian Benar Benar Mencintaiku?" Tanya Yuli Sedangkan Job Hanya Mengangguk Saja.


"Tapi Aku Masih Tidak Nyakin Dengan Hal Itu!" Seru Yuli.


"Itu Tergantung Dirimu Sendiri,Aku Sudah Mengenl Rian Sudah Lama,Jadi Aku Mengetahui Jika Rian Benar Benar Mencintaimu,Namun Rasa Cinta nya Terhadap Kinara Mubgkin Saja Masih Ada,Karna Cinta Pertama Itu Indah!" Seru Job.


"Maksudmu,Cintta Pertama Rian Kinara?" Tanya Yuli.


"Iya!" Jawab Job.


Tidak Ada Sahutan Lagi Dari Yuli,Kini Yuli Menyadari Jika Rian Benar Benar Mencintai nya Walaupun Rasa Cinta itu Hanya Sedikit Namun Dia Nyakin Berjalan nya Waktu Rasa Cinta itu Akan Besar.


Sedangkan Job Yang Sejak Tadi Merekam Pembicaraan Yuli Dan Juga Diri nya Langsung Mengirim Kerian.


Yaa Sebelum Yuli Menceritakan nya Job Sudah Meraih Ponselnya Lalu Dia Rekam Tampa Setahuan Yuli,Setelah Dia Rasa Cukup Dia langsung Mengerikam nya Pada Rian.


JOB.


"Kau Tunggu Dia Dirumah Nya,Karna Aku Mengantar nya Kesana!"Pesan Job.


Sedangkan Rian Yang Mengendarin Mobil Untuk Mencari Yuli Terhenti Karna Terdengar Pesan Masuk,Dia Meraih Ponsel nya Dan Melihat Pesan Dari Dokter Job,Dia Membuka Pesan Tersebut Dan Mendengar Rekaman Pembicaraan Yuli Dengan job.


Rian Tersenyum Mendengar Rekaman Tersebut,Dia Melihat Pesan Dibawah nya Lagi.


RIAN


"Baik Dokter,Terimaksih!" Pesan Rian.


JOB.


"It's Oky." Pesan Job. Setelah Itu Rian Menaruh Ponsel nya Dan Memutar Balik KeRumah nya Yuli Untuk Menunggu Kedatangan Yuli Dan Juga Job.


"Aaku Berharap kau Percaya Padaku!" bantin Rian.