
BAB 26
Kinara dan yuli sudah berada didalam lestoran yang sedikit dekat dengan taman dibagian taman.
Dia memakan makan dengan sangat lahap sudah berapa hari dia tidak makan tentu saja dia seperti orang kesurupan saat melihat makan.
Yuli yang melihat kinara makan dengan keburu buru langsung memberi tau jika pelan pelan makan.
" rin pelan pelan lah nanti kau terselek lagi." Sahut yuli.
" emang gue laju kali gitu makan.?" Tanya kinara.
" yaa juga sih tapi kan pelan pelan." Jawab yuli dan dihirau kan kinara, yang ada dalam pikiran nya saat ini makan dia tidak ingin ribut dengan yuli jadi lebih baik dia lanjutkan makanan nya.
Sedangkan dari arah lumayan dekat raja melihat kinara dengan wanita hari itu dia temui." Apakah mareka teman?." Gumam raja.
Yaa...raja dan rehan makan dilestorn dimana yuli dan kinara ada disana dia merasaa bersyukur bisa bertemu dengan wanita yang telah menarik perhatian nya.
Dengakan rehan dia sibuk dengan makanan nya tampa dia sadari rajaa mengengam tangan nya dengan hangat, raja yang sadar dengan perlilaku nya langsung melepas kan nya lalu mendorong rehan hinggah rehan terjatuh dari kursih nya.
BRUKK
Rehan yang merasa sakit sekaligus merasa terkejud dengan tingkah teman nya itu,tentu saja semua orang yang berada disana melihat rehan terjatuh menahan tawa nya termaksud yuli dan kinara, tapi yuli tidak bisa menahan tawa nya jadi tawa nya pecah dia tertawa sangat nyaring sehingah semua mata tertuju pada nya.
Kinara yang mendegar tawa yuli langsung menutup mulut sahabt nya itu,tapi yuli tidak bisa menahan tawa nya dia langsung melepaskan tangan nya lalu melanjutkan tawa nya.
"Hahaha kau lihat rin ?,dia terjatuh hahha." Ucap yuli disela sela ketawa nya.
Rehan yang melihat yuli tertawa langsung berdiri dari jatuh nya, dia sangat merasakan malu karena ulah sahabt nya itu.
Sedangakan raja dia menahan tawa nya sehinggah muka nya terlihat merah menahan tawa.
" sialan kau Ja." Sahut rehan yang sudah duduk ditempat nya.
"Hahah sorry gw gk sengaja." Jawab raja dengan tawa nya, rehan yang merasa kesal langsung menendang kursih raja sampai terjatuh.
Kinara yang kebetulan melihat nya langsung tertawa lepas, yuli yang tadi nya ingin berhenti ketawa melihat kinara tertawa dia melanjutkan ketawa nya.
Raja merasakan kesal dengan teman nya ini dia berdiri dari jatuh nya dan dia melihat tawa kinara bagai nya senyum nya sangat membuat nya merasakan keademan rasa marah dalam diri nya hilang saat melihat kinara tertawa.
(dibagian sini kebayakan drama yaa kak 😅).
*soo lanjut*Kinara yang sudah selesai makan langsung membayar makanan yang mareka pesann, ini kesempatan emas buat raja ngedekatin kinara.
Ketika kinara ingin keluar dari lestoran itu raja memanggil nya, tapi kinara tidak memperdulikan itu dia tetap berjalan kearah luar lestorn, yuli merasa bingung siapa yang dimaksd laki laki itu.
" rin berhenti dulu, seperti nya kita diteriaki deh." Ucap yuli.
" aku tidak perduli jam brapa sekarang." Tanya kinara.
" jam tigaan." Jawab yuli.
" baiklah aku pulang diluan." Ucap kinara terburu buru dia takut jika devan pulang diri nya tidak ada dirumah.
Kinara langsung memesan taksi onlen dan langsung meninggalkan tempat itu.
Tinggal lah yuli sendiri disana,raja dan rehan menghampiri nya." Hai apa kau masih ingat aku?." Tanya raja yang sudah didepan yuli.
" iya aku mengingatmu." Jawab yuli dengan mata yang tidak berkedip.
" ahh apa kah tadi itu temanmu?." Tanya raja.
" iya dia teman ku ada apa?." Tanya yuli.
" emm apa bisa aku meminta nomor nya?." Tanya raja.
Yuli merasa heran apa kah lelaki didepan nya ini menyukai kinara, ahhh dia tidak ingin ambil pusing dia memberikan nomor itu lalu pamit ingin pulang dia ingin menelpon kinara dia merasa marah karena ditinggal sendiri disana.
Disisi lain devan yang baru selesai mandi langsung mengambip jas nya dan berjalan keluar ruangan nya.
Dia mengambil kunci mobil untuk pulang kerumah dia tidak sabar bermain main dengan kinara.
Dia keluar dari lif langsung menuju parkiran mobil.
Bayak mata tertuju pada nya, dia langsung masuk dan menghidup kan mesin mobil nya lalu meninggalkn halaman perusahaan wijaya.
Tidak butuh lamaa dia sudah berada didepan kediaman wijaya, penjaga langsung membukan pagar tuan nya, devan langsung memasukan mobil nya dan turun dari mobil nya.
Devan yang mendegar itu tentu dia bertambah marah wanita itu benar benar membuat nya merasakan marah, dia masuk kedalam rumah.
Sedangkan kinara yang baru sampai langsung bergegas masuk tapi tiba tiba langkah nya terhenti dia melihat mobil hitam mewah terparkir dengan damai didepan sana,apa yang dia takuti akan terhujud.
" matilah aku, sabar rin sabar kau pasti bisa." Gumam nya untuk menghilangkan rasa takut dalam dirinya.
Dia melangkah masuk kedalam rumah yang begitu luas itu.
" dari mana kau wanita murahan." Sahut devan yang duduk manis di sofa yang terletak diruang tamu.
DEG DEG
"Emm aku habiss kerumah ayah tuan." Jawab jujur kinara yang sudab berdiri didepan devan.
" kau kira aku percaya begitu saja?,jujur saja jika kau menjual diri mu dengan lelaki hidung belang diluar sanakan." Ucap devan.
Kinara yang mendegar itu tentu saja dia merasaa marah harga diri nya sebagai wanita telah diredahi oeleh suami nya sendiri.
"Maaf tuan saya bukan wanita yang anda pikirkan."jawab kinara.
" cihh lalu apa ?, LAJAN\* iya! Itu sangat cocok untukmu." Ucap devan yang sudah berdiri didepan kinara.
kinara sekuat mungkin menahan air mata nya agar tidak jatuh, lebih baik dia diam dari pada meladenin ocehan lelaki gila didepan nya, yaa begitulah isi otak kinara.
Devan yang melihat kinara diam langsung menarik rambut panjang kinara dengan kuat sehingah kinara merasakan sakit dibagian kepalaa nya.
" kenapa kau diam! Apa yang ku ucapan benar bukan?,jika kau wanita jalan\*." Ucap devan.
Kinara yang mendegar itu cuman hanya diam menahan sakit dibagian kepala nya.
Lagi dan lagi devan tidak melihat pembelaan dari kinara dia menguatkan tarikan rambut itu sehinggh lelehan rambut kinara berjatuhan , dia menyeret kinara kekamar mandi lalu menyelup kan kepala nya didalam bang itu.
Kinara hanya bisa pasrah dia tidak meminta maaf tau meminta mapun pada devan, sedangakn devan melampiaskan amarah nya kepada kinara, dia meyelupkan kepalaa kinara lalu diangkat nya lalu dia mendorong kepala itu sehingah terhantup dengan ujung bang kamar mandi.
Devan yang melihat nya langsung melangkah pergi dari kamar mandi itu, menuju kamar nya yang terletak diatas,, dia merasakan cemas dia merasa bersalah dengan kinara, tapii diri nya selalu menolak hal itu.
Mana mungkin dia merasaka cemas mana mungkin dia merasa bersalah, hati lelaki yang terbuat dari batu tidak akan merasakan bersalah.
Sedangakn kinara, saat devan keluar dia langsung menjatuhkan diri nya dilantai, sunguh dia tidak mengerti apa salah nya mengapa suami nya bergitu membenci nya.
\* jangan lupa tinggalakn jejak dan beri dukungan\*😄😉