NARAKU

NARAKU
BAB 17



BAB 17.


02.00 WIB devano belum juga menjemput kinara digedung pernikahan itu.


Diri nya merasa takut apa lagi dia sangat takut dengan kegelapan sejak kecil, dia selalu berdoa agar devan menjemput nya tapi seperti nya itu tidak akan mungkin, saat ini devan sedang bersenang senang di club malam.


Dia bulak balik ditempat itu tapi sama sekali dia tidak mendengar suara mobil atau apa disana sangat sunyi ditambah lagi petugas baru saja datang dan memberi tau kinara jika sebentar lagi gedung ditutup otomatis semua lampu akan padam, kinara benar benar merasa takut sekaligus bingung.


Dia tidak membawa hp nya dan dia juga tidak tau arah jalan ini,dia harus kemana " asttttt dimana tuan devan mengapa mareka berkerja lama sekali aku sunguh takut." Ucap kinara sambil melipat tangan nya untuk menutupi bagian dada nya yang sedikit terbuka, karena dia masih memakai baju pengantin nya.


Kaki nya merasa peganl dari tadi dia tidak duduk selalu berdiri, dia melihat sekeliling tidak ada kursih ataupun meja disana, haruskah dia duduk dilantai ? Yang begitu jorok dan berdebuh, kinara lebaih baik berdiri.


Kinara slah satu orang yang pembersih rapih dan disiplin jadi tampa dijelasin kenapa tidak duduk dilantai saja ? Tampa authrrr jelasin pasti tau kan 😅.


*Soo lanjut* kinara merasa tubuhnya sunguh lelah sejak dari tadi dia berdiri hinggah detik ini juga.


" apakah laki laki itu sengajaa meninggalkan ku dan dia memberi alasan jika dia berkerja?." Gumam kinara, tiba tiba lamunan nya terhenti dia merasa ada yang mendekati nya dia langsung melihat siapakah kah org itu.


" maaf nyonya gedung nya harus saya tutup silahkan anda pergi." Ucap sapam itu suruhan devan.


"Emm bisa satu jam lagi pak ?, suami saya lagi diperjalanan." Tawar kinara.


" maaf nyonya jika anda ingin mencari tempat, cari yang lain saja karena gedung ini akan saya tutup." Jawab sapam itu.


" emm baiklah jika begitu, terimaksih atas waktu nya pak." seru kinara dan di iyakan oleh sapam itu.


Kinara melangkah pergi meninggalakn gedung tersebut, kemanakah dia akan melangkah ? Dia benar benar merasakan bingung saat ini, dia selalu berdoa agar tuhan melindunginnya.


"Ayah ibu kinara takut, kemana kinara pergi, aku sama sekali tidak tau jalan apa ini, apakah tidak ada petunjuk disini ? Ahhh sangat membuatku pusing." Seru nya.


Dia selalu melangkah tampa arah dengan banjuu pengantin yang berat ditambh lagi sepatuh Hak tinggi nya yang lumayan tinggi membuat kaki nya lecet.


" ini sudah sangat tengah malam tidak ada kah yang lewat disini mengapa sangat sepi, aku takut jika ada... ahhh kinara kau jangan pikir yang tidak tidak." Seru nya.



Dilain sisi sinta dan bella berada dikamar bella, bella saat ini bersandiwara menangis didepan ibu nya.



" sudah sayang kau jangan menangis, apapun yang kau minta akan ibu beriku ibu berjanji." Sahut sinta yang msih memeluk bella.



" benarkah bu .?" Tanya bella dengan berbinar.



" iya sayang, apapun yang kau minta ibu berikan apapun itu ibu berjanji." Jawab sinta.



" jika begitu bantu aku untuk merebut tuan devan dari kinara bu pliss ak ingin memiliki devan." Ucap bella.



Awalnya sinta tidak setuju dengan ususl anak nya tapi bagai manapun tujuan bella dia akan ikutin dan menerima semua nya.



" baiklah jika itu membuatmu bahagia." Jawab sinta sambil tersenyum, tentu saja bella yang mendegar nya sangat bahagiaa sandiwaranya tidak sia sia.



" benar kah Bu ?." Tanya bella seklai lgi.



" iya sayang, ibu berjanji akan membantumu merebut devan dari kinara." Jawab sinta sambil mengelus ramput pendak bella, bella yang mendegarkan hal itu tentu dia langsung memeluk ibu nya , dia sudah menduga jika ibu nya pasti akan membantu nya.



" terimaksih Bu, ibu emnag ibu terbaik buat bella." Puji bella dan terjadilah drama antara anak dan ibu nya.




" tenang saja ibu sudh mengatur itu semua." Jawab sinta.



" aku akan merebutnya darimu kinara aku tidak akan membiar kan kau bahagiaa walaupun sedikit saja." gumam nya.



Kinara terus berjalan hinggah dia menemuka danau sedikit indh dan terang disana, berniat akan singah didanau itu.


Sampai nya disana, dia langsung menjatuh nya diri nya diatas pasir padat itu, dia benar benar merasa sedih hati nya sangt sakit.


Diawal pernikahan nya keluarga nya sama sekali tidak memperdulikan nya yang mareka perdulikan adalah hartaa hanya hartaa, ditambah lagii suami nya meninggalkan nya begitu saja, suami ? Pantas kah diri nya menyebut laki laki itu dengan kata suami ?.


Kinara melepas sepatuh nya dan membuka gulungan rambut dan hiyasan nya, terlihat rambut panjang nya terurai dengan rapih,semua barang barang itu dia lempar didanau itu bersamaan dengan teriakk kan nya.


AGRHHHHHHHHH


" mengapa tuhann, mengapaaa hidupku begituu piluhhh, tidak adakah sedikit saja orang yang merasa kasihan padaku,apa salahku ?, apa aku ditakdir kan hanya untuk menderita saja!." Teriak kinara


" tidak adakah rasa ibah sedikit saja untuk ku, aku ingin hidup dengan kedamean bukann kesedihan, bertahun tahun aku merasakan hal ini dan sekrang aku harus merasakn sakit hati karena pernikahan ini!." Lanjut nya.


"Apakah aku tidak pantas untuk bahagiaa tuhann jika iyaa ambilah diriku bawalah aku bersamamuu, aku lelah tuhan sunguh." Lirih nya dengan bederai air mata.


Dia menngis sejadi jadi nya didanau itu, tampa dia sadari sektris rian memperhatikann diri nya.


Flesbeck on


02.56 WIB


Devan yang baru saja keluar dari club itu dengan sedikit mabuk karena terlalu bayak meminum ahkohol, dia berjalan kemobil nya lalu menjatuh kan diri nya dikursih depan.


Ketika rian ingin menghidupkan mesin nya dia berucap " setelah ini kau mejemput wanita murahan itu." Dan di iya kan saja oleh rian , sedangakn job dia sudah pulang diluan ada pasien yang sakit parah dan hanya job lah yang bisa menyelamat kan nywa orang tersebut.


" ternyata kau masih perduli dengan gadis itu tuan." Gumam rian.


Flesbeck off


" seperti nya diri nya sangt terpuruk , aku penasaran seperti aoa jalan hidup mu nyonya muda wijaya." Gumam rian yang tidak lepas dari kinara.


Kinara yang merasa diri nya lelah ahkinya memutus kan untuk istrahat didanau ini.


Rian yang melihat dari arah jauh langsung menyaperin kinara, tentu saja kinara terkejud ada sektris rian disini.


" selamat malam nyonya." Sapa rian sedikit menundukan badan.


" ehh sejak kapan kau disini." Tanya kinara


" saya baru saja datang nyonya, tuan menyuruh saya untuk menjemput anda." Jawab rian.


Kinara yang mendegar nya langsung meiya kan saja.


" mari ikut saya nyonya." Sahut rian dan di iyakan diri nya.


Ketika kinara ingin melangkah kan kaki nya tiba tiba kepala nya terasa pusing dia merasa buram dan gelap.


BRUKk


Rian yang mendegar suara itu langsung menoleh kebelakang, bertapa terkejud nya dia saat melihat kinara tergeletak tak sadarkan diri.


" nyonya ." Sahut rian yang menepuk pelan pipi kinara tapi tidak ada respon, dia mengankat tubuh ramping kinara lalu dibawa nya.


Dia menaruh kinara dikursih belakang, lalu dia menelpon job untuk segera datang kerumah devano, untuk memperiksa keadaan nyonya muda wijaya.


*jangan lupa tinggalkan jejak dan selalu dukung authorr*😄😉