
BAB 31.
PUKUL 04.00 SORE
Devan yang baru saja selesai miting dengan kelayen nya langsung bergegas pulang mengapa dia sangat merasa semangt untuk menyiksa kinara.
Devan yang baru keluar dari ruagan miting nya langsung menuju keruangan nya untuk mengambil kunci mobil, ketika dia ingin masuk sektris rian memanggil nya, dia menoleh kearah belakang dimana rian berada disana.
" apa ada?," tanya devan.
" saya mendapatkan informasih tentang nyonya muda apa anda ingin mengetahui nya?," tanya rian.
" buat apa kau mencari informasi tentang gadis murahan itu??," tanya devan yang merasa kesal dengan bawahan nya ini mengapa dia mencari informasi tentg istri nya.
" maaf tuan saya tidak bermaksud apapun saya hanya ingin anda mengetahui kisah hidup nyonya selama ini," jawab rian yang menatap mata devan dengan dalam,dia melihat ada kecemburuan didalam mata atasan nya itu.
" cihh aku sudah mengetahui jika gadis itu murahan bukan??," sahut devan.
Rian yang mendegarkan ucapan atasanya langsung mengerutkan dahi nya sehingah bersatu dengan alis nya. " Maksud anda tuan?," tanya rian.
" Iya... aku mengetahui nya jika gadis itu sangat murahan bahkan dia pantas disebut Lajan*," ucap devan dengan sedikit penekanan diahkir kalimat dia membayangkan jika kinara tidur dengan lelaki hidung belang diluar sana.
Rian yang mendegar nya hanya tersenyum kecil dia mengetahui jika atasan nya ini tidak mengetahui informasi yang nyata tentag nyonya muda nya. " Apa anda nyakin dengan pikiran anda tentag Nyonya??," tanya rian.
Devan yang melihat bawah nya sekaligus tangan kanan nya sangat antutias tentang istri nya dia tambah merasa kesal._" Dasar wanita murahan semua lelaki digodaa lihatlah sekarang rian mulai tergoda dengan wanita sialan itu." Gumam nya_
"Iya... Aku nyakin jika wanita itu Lajan*,dan kau barus tau aku sudah mengetahui semua tentag gadis itu tampa kau memberi tahuku,." Jawab dengan yang sambil melangkah masuk keruangan nya tapi kata kata rian membuat nya menghentikan langkah kaki nya.
"Suatu saat anda akan menyesal telah menyiayiakan gadis sebaik nyonya." Sahut rian, dia melihat langkah kaki tuan nya terhenti dia tersenyum sekilas lalu melangkah kan kaki meninggalkan devan yang memikirkan apa yang dimaksud nya tadi.
Devan yang mendegarkan kata kata rian membuat nya tertawa sinis." Heh menyesal?,, sampai kapanpun aku tidak menyesal dan aku meyesal telah bertemu wanita si Lajan* itu," teriakk devan yang melihat rian melangkah menjauh dari nya, sedangkan rian dia hanya tersenyum sinis tampa menoleh kebelakang.
Mareka tidak pernah berselisih seperti ini dan baru pertama kali mareka bertengkar hanya karena menentukan nasip devan dan kinara, rian merasa kesal dengan devan yang selalu menyiksa kinara tampa mengetahui maksud sebenar nya, dari mana rian tau jika devan menyiksa nya??,, setiap sujud rumah devan memiliki CCTV tentu saja dia mengetahui itu semua apa lagi diri nya yang mengatur semua rumah WIJAYA, jadi itu bukan sesuatu yang sulit bagi nya.
Devan yang melihat rian tidak menghirukan ucapan nya langsung menendang pintu ruangan nya sehingah terbuka dengan suara yang cukup keras._" Kau berani menghirukan ucapanku rian demi membelaa wanitaa sialan itu,Lihat saja wanita Lajan* aku akan membuatmu menderita seperti dineraka." Gumam nya dengan rahang yang menegas_
Dia merasa muak dengan sandiwara kinara didepan semua orang,dia sangat pintar mengambil hati semua orang dengan hanya menyapa nya saja, rian dan job sudah masuk jebakan nya mareka sudah berani melawan nya hanya untuk membelaa kinara,,begitulah yang ada didalam pikiran devan tentag kinara.
Dia berjalan masuk kedalam ruangan nya yang begitu luas, dia melangkah masuk keruangan istirahat nya untuk mengambil kunci mobil dan sebotol bir untuk menangkan diri nya, setelah itu dia melangkah meninggalkan ruangan nya dengan amarah dalam diri nya, dia ingin pulang dan memberi pelajaran kepada kinara.
Entah mengapa dia sangat marah saat rian berucap itu pada nya dan ditambah lagi rian sangat membela kinara dari pada diri nya.
Rian yang melihat langkah devan meninggalkan perusahaan wijaya dengan wajah yang terlihat marah, dia tersenyum sinis.\_" Aku ingin kau bersama dengan nyonya muda selama nya tuan tapi seperti nya kau sendiri yang melepaskan berlian yang sangat indah demi egomu aku nyakin setelah kau mengetahui informasi yang sebenar nya tentag nyonya kau akan menyesal dan mungkin disaat kau menyesal nyonya tidak memperdulikan mu lagi," gumam nya yang melihat mobil devan meninggalkan perusaahan dengan kecepatan sedikit laju.\_
Ketika dia ingin melangkah kan kaki nya tiba tiba hp nya berdering, dia merahi hp nya yang terletak dikantong celana nya, tidak bayak berfikir dia langsung mengeser tanda terima dari suruan nya itu.
"apa kau sudah mendapatkan nya??," tanya rian.
" sudah tuan, sekarang wanita itu kami sekap digudang yang dekat dengan Markas." Jawab lelaki itu dari serbang sana.
Rian langsung mematikan panggilan itu lalu melangkahkan kaki nya menuju mobil dan menyalakan mobil itu dengan kecepan sedikit kuat.
" dimana wanita itu." Sahut rian sambil melangkahkan kaki nya masuk kedalam gudang itu.
" ada didalam tuan, dari tadi dia memerontak bahkan dia merelakan tubuh nya agar kami bebas kan." Jawab lelaki yang berjalan disamping rian.
Rian yang mendegar nya tersenyum jijik saat mendegar ucapan anak buah nya itu.
Mareka sudah berada didepan pintu dimana bella disekap disana, Yaa... rian menyuruh anak buah nya menyulik bella dia ingin memberi tahu bella agar tidak mengadu dombakan tuan nya dengan nyonya muda nya.
Bellaa yang seri tadi memerontak ingin dibebaskan,dia melihat seorang lelaki masuk kedalam sana, mata nya langsung menetap benci pada lelaki itu, tapi dia berusaha bersikap lembut. " Tuan rian,, ahh tolong aku mareka ingin memperkosaku tolong aku tuan." Teriak bella meminta pertolongan pada diri nya tau jika rian lah yang menyuruh pengawal nya menculik dirinya.
Rian yang melihat sandri warah gadis yang terikat itu langsung tertawa jijik." Anda kira saya tidak mengetahui sandiwara anda nyonya," jawab rian yang melangkah mendekati bella.
Bella yang mendegar nya tersenyum tapi dia langsung memasa muka sedih dan polos nya. " maksud anda apa tuan saya tidak mengerti," ucap bella.
"HAHAHAHA!, Anda sangat pintar bersandiri warah dengan sangat halus nona!," jawab rian.
" Saya tidak mengerti maksud anda apa," ucap bella.
"Anda sangatlah cantik tapi mengapa anda sangat murahan??," tanya rian yang tersenyum sinis.
Bella yang mendegar nya sangat merasa marah jika lelaki didepan nya ini mengatakan nya wanita murahaan. \_"Siall," gumam nya\_
" maksud anda apa tuan mengapa anda berkata jika saya wanita murahan, bukan kah yang murahan istri dari tuan devan, yang setiap hari tidur dengan lelaki hidung belang diluar sana," jawab bella, dia berucap seperti itu agar rian terpengaruh dengan ucapn nya dan membeci kinara jika begitu dia bisa meminta bantuan pada rian agar memisahkan kinara dengan devan setelah itu diri nya yang akan menjadi nyonya muda wijaya.
Beda dengan rian dia merasa muak sekaligus jijik dengan wanita didepan ini dengan mudah nya dia berbohong sangat halus sekali, tampa dia sadari ucapan nya ada cocok untuk diri nya sendiri.
" benarkah?," tanya rian yang berjalan memutari kursih bella.
"Ya.. kinara wanita murahan, sebenar nya aku tidak ingin memberi tahumu tapi ini semua demi kebaikan tuan devann, dia tidak pantas bersama kinara,,, kinara wanita yang tidak pantas bersanding dengan tuan devan,, tolong kau yang sangat dipercaya tuan devan kan, jadi begitu bantu aku untuk memisahkan kinara dengan tuan devan," ucap nya tampaa ada rasa malu sedikitpun.
\* JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNG TRUSS\*