
BAB 34.
Kinara yang masih berada didalam bang mandi hanya bisa diam, tubuhnya merasa ngilu dan juga dingin, siapa yang tidak dingin dari sore hingah sekaranh diri nya tidak keluar dari bank mandi.
Dia melihat langit langit kamar mandi kinara ingin menyerah tapi dia harus bisa mengejar cinta nya dan juga demi keluarganya.
Dia bertekat akan mengejar cinta devan, tapi apakah dia mampu mengejar cinta devan atau tidak, dia tidak tau jawaban itu, yang jelas dia ingin mengejar cinta pertama nya.
Tidak terasa kinara tertidur didalam bank mandi yang berisi air itu dia merasakan lelah dingin dan ngilu tapi apalah daya nya yang tidak bisa berbuat apa apa.
Dilain sisi devan yang sedang terbaring diranjang nya dengan segelas bis ditangan kiri nya.
Dia sangat merasa puas dengan apa yang dia lakukan pada kinara, tampa dia sadari gadis yang dia siksa selama ini menaruh hati padanya, jika dia tau apakah devan akan membenci nya atau sebalik nya ? Itu semua ada ditangan authorr hehe
\_"Tidak sabar melihat reksi besok apakah dia masih kuat atau mati didalam bank itu HAHAHA!siapa yang kuat jika merendam air dingin disore hari hinggah dipagi hari, dasar wanita bodoh demi uang dia merelakan semua nya cihh!," gumam nya\_
Tiba tiba hp nya berdering dan itu membuat dirinya terganggu, dia meraih hp nya dan melihat siapa yang sudah berani pada nya, sebenar nya dia ingin marah tapi saat melihat nama yang terpang pang dilayar nya langsung menahan rasa kesal nya, tidak butuh waktu lama dia langsung menerima panggil itu dengat cepat jika tidak dia akan mendapatkan seribu ayat.
"Hallo mom," sapa devan.
\_" hallo sayang, bagai mana kabarmu?,apa kau baik baik saja?," tanya ranti.\_
" Yaa devan baik baik saja, bagai mana kabar momy?," jawab sekaligus tanya devan.
" kabar momy baik, ohh iya sayang apa kau sudah mendapatkan informasih tentang gadis itu?," tanya ranti.
" belum, devan tidak punya waktu mom, bayak yang harus devan kerjakan jadi tidak sempat mencari tau tentang gadis itu," jawab devan.
Ranti yang mendegar nya sangat merasa kesal dengan anak nya ini, mencari informasi tidak mambutuhakn waktu lama mengapa dia susah sekali mencari itu saja.
"Sudahlah devan biarkan momy yang mencari nya," ucap ranti.
" okh mom," jawab devan dengan sedikit senang tampa hrs mencari informasi wanita itu lagi dan tidak dihantui oleh momy nya.
"Jika momy yang mencari nya kau harus menikah dengan gadis itu dan momy tidak ingin penolakan jika kau menolak permintaan momy, aku tidak akan pernah melihat mu lagi," ucap ranti yang langsung mematikan sambungan itu.
Devan yang mendegar tentu terkejud dengan ucapan momy nya,mana mungkin diri nya menikah denga wanita yang sama sekli diri nya kenal, tidak ada cara lain dia harus nurut dengan apa yang momy nya katakan, momy nya lebih berharga dalam hidup nya,, soo selama ini ranti tidak pernah meminta apapun pada nya dan baru kali ini ranti meminta pada nya, dan dia akan menuruti apa yang ranti ucapkan soo itu juga demi kebaikkan nya.
devan menaruh gelas nya lalu kembali membaringkan tubuhnya dia sunguh lelah dan tidak lupa dia mematikan lampu kamar nya agar dia dengan mudah memejam kan matanya.
_Pukul 07.00 pagi_
Devan yang sudah siap dengan setelan jas nya langsung melangkah meninggalkan kamar nya.
Dia melirik kekanan dan kekiri tidak ada siapapun disana, dimana kinara yaa begitulah yang ada didalam pikiran devan.
_" apa dia masih berada dikamar mandi?,tapi ini sudah pagi seharus nya dia sudah membersihkan rumah ini,"gumam nya_
dia berjalan kekamar kinara tapi tidak ada kinara didalam nya dia menuju kamar mandi yang ada dikamar kinara tidak menemukan nya, dia menuju kedapur juga tidak,dia tersenyum." apakah perempuan sialan itu sudah lenyap?,HAHAHA bagus jika seperti itu," gumam nya yang melangkah melewati kamar mandi yang berada kinara didalam nya.
Langkah nya sempat terhenti dia menolah kamar mandi itu yang tertutup rapat, tiba tiba dia merasakn cemas jika terjadi dengan kinara, tapi dia menepis pikiran itu jauh jauh, dia langsung melangkah pergi meninggalkan tempat itu menuju luar.
Rian yang sudah berada didepan pintu devan untuk menyebut atas nya nya itu, saat dia melihat devan berada didepan nya dia langsung menundukan sedikit badan tanda hormat kepada tuan nya itu.
"Selamat pagi tuan," sapa rian.
Sedangkan rian dia masih berdiri ditempat nya, dia mencari sosok gadis yang selalu tersenyum ramah pada nya, dia tidak melihat wanita itu Yaa... dia tidak melihat kinara disana.
_"Kemana nyonya muda?,apakah tuan muda melakukan hal yang tidak tidak lagi?," gumam nya_
" SAMPAI KAPAN KAU BERDIRI DISANA MENUNGGU WANITA MURAHAN ITU!," teriak devan dari dalam mobil, rian yang mendegar nya langsung bergegas masuk kedalam mobil nya dan meninggalkam kediaman wijaya.
Dilain sisi kinara yang sangat merasa bergilil dan merasa lemas dan pusing, muka nya sangat pucat bibir kering dan pucat tangan kaki terasa dingin.
Dia memaksa kan diri untuk bangun tapi itu nihil kepala nya sangat terasa pusing, jika dia tidak bangun siapa yang akan membersihkan rumah pasti devan akan mencaci maki nya dan menyiksa nya lagi.
Dia berusaha mengatur nafas dan diri nya, dia langsung melangkah keluar dari bank mandi itu, dia mengambil baju nya yang beserakan dilantai dia keluar memaki apa ? Baju nya semua nya robek karena ulah devan haruskah dia keluar tidak memakai apapun haa itu sangat nihil bagi nya, tapi jika dia tidak keluar dia akan menerus merasakan dingin.
Dia melihar sekekiling kamar mandi itu dia melihat handuk tergantung rampi disana, dengan langkah sangat lambat dia meraih handuk itu lalu dia pake dan keluar dari kamar dari tempat itu.
Dia menuju kamar nya yang terletak dibelakang, dia berjalan dengan meraba raba dingin dia benar benar merasakan tubuh nya dingin dan dia merasa hawa badan nya panas ditambah lagi kepalanya berat dan terasa sakit.
Tidak butuh lama dia sudah berada didepan kamar nya diri nya langsung masuk untuk membersihkan diri dan harus membersihkan rumah yang sangat besar dan megah itu.
Kinara yang baru selesai membersihkan diri nya langsung keluar untuk mengurus rumah dan membuatkan makanan untuk devan dan juga penjaga tidak lupa diri nya juga.
Berapa jam berlalu kinara sudah beres dengan perkejaan nya tinggal meyiapkan makanan dimeja, dia melirik jam sudah jam 09.23 wib, dia pasti menduga devan sudah tidak ada dirumah, dia langsung makan sendiri dan berjalan keluar untuk menyuruh penjaga makan, setelah itu dia langsung menuju kamar nya.
Dia membaringkan badan nya dikasur sunguh badan nya sangat merasakan sakit ditambh lagi batin dan perasaan nya.
Tidak terasa dia menitikan air mata, dia memikirkan semua masalah dalam hidup nya,dari kecil hinggah sekarang dia tidak pernah merasakan bahagiaa walaupun sedikit saja, dia sangat tersenyum memikirkan takdir nya yang begitu kejam pada nya.
Dia memikirkan sesuatu,dia langsung meraih hp nya dan melihat berapa panggilan dari yuli sinta dan raja.
Dia melihat sinta menlpon nya langsung tersenyum.\_" Apa ibu merindukanku." Gumam nya\_
Kinara langsung menlpon balik sinta tapi sinta menolak nya sinta malah mengirim pesan untuk menyeruh nya datang kerumah kediaman ditto.
Tentu kinara sangat merasa bahagiaa semua rasa sakit didalam hati nya seakan akan hilang berganti dengan rasa bahagiaa.
Dia langsung bergegas untuk mengambil tas nya dan langsung berjalan keluar dengan perasaan sangat bahagiaaa.
\*JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DAN BERI DUKUNGAN BIAR AUTHORR SEMANGAT\*
AUTHORR MENGUCAPKAN SANGAT BERTERIMA KSIH KARENA KLIAN AKU GK BISA SAMPAI KESINI 😊
MINAL AIDZIN WAKFAIZIN SEMUAA JIKA ADA PERKATAAN YANG TIDAK ENAK DILIHAT ATAU DIBACA MOHON DIMAAFKAN😊
JANGAN LUPA MAMPIR DICERITA @LUKA YANG DALAM DAN @SEMUA SALAH IBU,@ARAA BUKAN LARA, SELALU DUKUNG NARAKU YAA😄😄