NARAKU

NARAKU
BAB 15



BAB 15


Dipagi hari kinara yang masih tdur ditempat kemarin yaa dia tdur diposisi yang tidak diubah.


TOK TOK TOK


" kinara apa kau sudah bangun, cepatlah mandi sebentar lagi tukang rias nya akan datang." Teriak ditto dari arah luar seperti orang yang tidak sabaran.


Kinara yang merasaa ada yang meneriakain dia, langsung membuka mata nya lalu berdiri tapi tiba tiba dia merasakan pusing, dia langsung mendudukan lagi diri nya lalu berteraik kepada ditto " KINARA SUDAH BANGUN YAHH KINARA MANDI DULU."


" cepatlah bersiap." Teriak ditto lalu meninggalakn tempat itu.


Sedangkan kinara dia merasa pusing dan sedikit lemas, dia baru ingat jika kemarin dia tidak makan dan minum tentu saja dia merasa lemas ditambah lagi dia selalu menngis seharian, itulah menyebab kan jika dia merasaa pusing.


Kinara bergegas untuk kekamar mandi untuk membersihkan diri nya seklian dia ingin merendam sebentr untuk tenangkan pikiran nya.



Dilain sisi devan yang sedang menatap pantulan diri nya dicermin yang besar dan lebar, tentu saja badan nya cukup satu badan.



Terlihat jelas sangat tampan, memiliki bentuk badan seperti roti sobek ditambah rahang yang tegas alis yang tebal serta mata yang indah, siapa saja yang melihat nya tentu saja dia tergila gila dengan nya.



Dia memakai jas yang berwarna hitam serta kaus dalam nya berwarna putih sangat pas ditubuh nya yang kekar.



" permainan dimulai." Gumam devan sambil tersenyum meliht diri nya dicermin.



Tiba tiba pintu nya ada yang mengetuk nya " masuk ." Teriak devan dari dalam.



" selamat pagi tuan, apa kah anda sudah siap jika susah ayo kita berangkat." Ucap sktris rian yang begitu tampan yang berdiri dibalik pintu.



" emm, apakah wanita itu dan keluarga nya sudah ada disana." Tanya devan



" sepertinya belum taun." Jawab rian dan di emm akan saja oleh devan



Tiba tiba job datang dengan memakai setelan jas berwarna biru tua yang terlihat sangt pas ditubuh kekar nya.



" apa kah sudah siap, kalian lama sekali seperti wanita saja." Ucap job yang membuat devan dan rian terkejud melihat job datang tiba tiba seperti setan.



" sial kau bikin kaget saja." Sahut devan



" sudahlah aku tidak perduli, ayo kita berangkat aku sudah tidak sabar melihat wanita yang akan menjadi calon istri mu itu." Jawab job



Devan yang mendegar ucapan devan langsung menendang kaki job sehingah job merasa ngilu efek tendangn devan yang lumayan kuat.



" sakit sialan." Pikik job dan diabaikan oleh devan dia langsung melangkah keluar dari kamar nya.



" jika bicara dengan tuan , berhati hati lah dia bergerak secepat kilat." Sahut rian yang berjalan meyusuli langkah kaki devan sedangkan job dia ikut berjalan dibelakang kaki sektris rian.



" anda sangat cantik nyonya." Puji tukang rias itu kepada kinara


Kinara meresa malu saat mendgar ucapan perias itu " terimaksih kak." Jawab kinara dengan senyum cantik nya.


Kinara yang memakai gaun pengantin yang melekat ditubuh mungil nya, sangat jelas jika dia terlihat cantik dengan rambut digulung keatas dan diberikan markoth yang jadi penghias nya.


Gaun yang berwarna putih sangat cocok dengan kulit nya yang putih bersih, siapa saja yang melihat nya pasti akan membuat kaum adam meyukai nya.


" kinara apa kau sudah siap ? Ayah dan ibu sudah menunggumu dimobil." Ucap bella yang tiba tiba muncul dibalik pintu.


Bella yang memaki dress berwarna merah, diatas lutut sangt terlibat jelas letuk tubuhnya dan dibagian atas sangt terbuka jika dia tunduk sedikit saja sudah jelas terlihat pagian dada nya.


" yaa sudah kau tunggu disni sebentar lagi anak buah tuan devan akan menjemputmu." Sahut nya sambiil meninggalakn kamar itu.


"bersiaplah menjadi wanita simpana om om kinara." Gumam bella dengan tersenyum puas.


Didalm fikiran bella laki laki yang akan menjadi suami kinara adalah aki aki tapi itu semua salah, dia akan merasa menyesal karena sudah menolak perjanjian itu.


Tinggalah kinara seorang diri dikamar nya semau penghias perpamitan kemabali kesalon nya.


Dia melihat pantulan diri nya dicermin yang tidak terlalu besar hanya cukup separuh badan saja.


"Cantik ." Ucap nya pada diri nya sendiri


" ini adalah hari pernikahan ku, dimana awal baru penderitaanku,aku berharap aku bisa melewati ini semua." Lirih kinara degan mata yang berkaca kaca.


" kau harus semagt kinara kau pasti bisa." Ucapa nya untuk semnagtin diri nya tidak lepas senyum diwajah nya.


TOK TOK TOK


" selamat pagi nyonya, saya anak buah tuan devan menyuruh saya untuk menjemput anda." Sahut pengawal itu.


" emm apakah keluargaku sudah jalan .?" Tanya kinara


" saya kurang taun nyonya yang saya lihat diluar sudah tidak ada orang hanya pembantu saja." Jawab orang itu.


" mareka sudah pergi, bahakn ayah dan ibu tidak melihatku terlebih dahulu." Gumam kinara


" mari nyonya saya antar." Sabut pengawal itu membuat kinara menghentikan lamunan nya, dia meminta bantu berjalan karena baju nya yang besar dan panjang membaut nya kesulitan untuk berjalan.


\*\*\*digedung pernikahan\*\*\*


Kinara dan devan saat ini sedang berhadapan sudah selesai mengucapan janji suci pernikahan.


Devan yang melihat wanita yang saat ini sudah SAH menjadi istri nya itu, cantik hanya kata itu yang pas untuk wanita yang ada dihadapan nya.


Semua orang yang meyaksikan itu hanya berucap JIKA MAREKA SEPASANG KEKASIH YANG SANGAT COCOK.


Sedangkan keluarga ditto dia sangat bahagiaa karena bisa memiliki menantu yang terkenal dinegara nya, sedangkan sinta dia bahagia karena bella yang akan menurusi lerusahan suami nya, tapi beda dengan bella, dia sangat merasa kesal dengan ayah dan ibu nya, jika dia tau laki laki yang akan menjdi tuan nya itu lelaki tampan dan beribawa tentu saja dia mau wanita siapa yang menolak lelaki seperti devan.


"Ahhh siall jika seperti ini dia yang akan beruntung, aku gk bisa biar kan ini, aku harus bisa mengambil tuan devan dari kinara bagai manapun cara nya." Gumam bella yang langsung meninggalkan tempat acar itu dengan kesal.


Sedangkan kinara dia msih setia berdiri meyembut tamu undangn itu dengan senyum manis nya, devan mengudang semua anak buah mafia nya dan berapa teman dekat nya saja.


" haii nyonya muda wijaya." Gombal job kepada kinara.


" hi " balas singkat kinara dengan wajah yang tetap melihat kedepan.


" hai apa kau suka dengn pernikahn ini ?." Tanya job


" tidak." Jawab kinara emng dasar nya dia tidak meyukai pernikahan ini.


" what tidak suka ? Lalu mengapa kau menerima perjanjian ini ? Apa itu semua demi harta ?." Tanya lgi job


Kinara tidak memperdulikan ucapan laki laki yang berdiri disamping nya, sedangkan dari jauh devan melihat mareka berdua dengan terlitih, dia penasaran apa yang mareka bicarakan.


" haii ap..." belum sempat job selesai bicara kinara sudah memotong perkatan nya.


" maaf tuan, jika anda disini hanya untuk bertanya seperti itu jawab nya ada iya saya menikahi tuan devan kerena harta nyaa saya hidup cuman untuk hartaa saja, apa kau sudah puas ?." Jawab kinara dengan suara yang sedikit bergetar dan mata yang berkaca kaca.


Job yang medengr kan melihat wanita didepan nya ini, dia sedikit merasa bersalah dengan ucapan nya pada istri sahabt nya itu.


" emm maaf jika membuatmu tersingung." Sahut job dengan sedikit bersalah


" tidak masalah tuan, kenyatan nya memang sangat benar." Jawab kinara dengan senyum diwajah nya.


Job yang melihat nya tambh bersalah kepada kinara.


" saya permisih kebelakang tuan." Pamit kinara dan di iya kan job.


Kinara yang sudah berada ditoilet dia langsung menjatuh air mata nya dia merasa sakit dengan ucapan lelaki tadi ditambh lagi keluarga nya yang sangt bahgia diatas penderitaan nya.


" huu kau harus sabar kinara ini baru diawal kau tidak boleh selalu sedih." Ucapan kinara yang menghapus sisa air mata nya dengan tisu yang berada ditoilet itu.


Setelah itu dia keluar untk kembali menyebut tamu tamu suami nya.


Kinara yang tidak sengaja melihat devan berbincang degan teman teman nya dan devan tidak sengaja melihat kinara yang sedang memperhatikan nya, devan merasa ada yang aneh saat melihat mata dan senyuman kinara tapi dia langsung menghilangkan pikirn yang tidak jelas itu.


acaar telah selesai tinggallah kinara dan keluarga nya dan juga devan serta rian dan job


mulai saat ini kinara akan tinggal satu rumah dengan devano. sedangkan bella dia sangat merasa iri terhadap kinara yang mempuyai suami terpandang dinegara nya, dia sudah bertekat akan merebut devam dari kinara.


kinara melirik keluarga nya yang pulang dan merasa sedih keluarga nya sama sekali tidak memeluk nya bahkan berucap sedikitpun kepada nya


"emm bahkan kau melirik ku saja tidak." gumam senyum kinara


*jangan lupa tinggalkan jejak dan selalu dukung authorr yaa*😄😉