NARAKU

NARAKU
BAB 64.



BAB 64.


.


.


Tidak terasa Lima Hari Terlah berlalu dan semakin Hari keadaan Kinara Semakin membaik,Dan Devan sudah berusaha Membuat Kinara mencintai nya Dengan Cara selalu ada disisi Kinara,Tapi Kinara Selalu berucap Yang sangat menyakitkan pada nyaa,Tapi Bukan Devan namanya Jika menyerah Begitu saja,,Dia akan berusaha sekuat Mungkin agar Kinara Kembali Mencintai nya kembali.


Sedangakn Ranti,Dia telah mengetauhi Semuanya,,Karnaa Devan menceritakan semua nya pada Sang momy,Awal nya Ranti kecewa Dengan Kebojongan Sang Anak dan Juga perilaku Devan pada Istri nya sendiri,,Dan Ranti awal nya Tidak ingin memaafkan Devan,,Tapi Dengan Bujukan Rian dan job,, ahkir nyaa Dia Memaafkan Devan,,Tapi Bukan Berarti Ranti Sepenuh nya menerima kesalahan Devan Begitu saja,,Dia akan Menyuruh Devan mengambil kembali Cinta Kinara tampa ada bantuan Dari siapapun,Dia ingin melihat Anak nyaa Berjuang Sendiri tampa ada bantuan Dari Rian dan juga Job,Dan Sampai Sini Ranti Belum Bertemu Dengan Kinara,Dia merasa Bersalah Pada Gadis yang menyelamat kan nya Dari Maut Berapa Bulan Lalu,Dia akan menemui Kinara Di Waktu Yang Tempat.


Sedangakn Yuli dan Rian,Dengan Sejauh Ini Mareka Sedikit Dekat,Rian Selalu Berada Disisi Yuli,Namun Sampai Sini Rian Tidak Menaruh Perasaan Pada Yuli,Tapi Yuli Sudah Menaruh Perasaan Pada Rian,,Dan Juga Yuli Tidak mengetahui Jika Sampai Detik Ini Rian masih Mencintai Sahabat nya Sendiri.


Sedangakan Bella,Dia Masih Disekap,Sekarang Keadaan nya Semakin Menurun,Wajah Cantik Nya kini Berubah Dengan wajah Yang Kusam,Tapi Sampai Detik Ini Bella Belum Juga Tobat,Dia Msih berfikirkan Bagaimana Dia akan membalas Peebuatan Kinara Pada nya,Dia Merasa Ini Semua Ulah Kinara,Dia selalu bersumpah Agar Kinara Selalu Merasakan Penderitaan Yang Dia Rasakan,,Sinta Dan Juga Ditto Tetap Masih Mencari Keadaan Bella,Pihak Kepolisian Sudah menyerah Untuk mencari Bella yang Belum juga Ketemu,,Tapi Jika Polisi Itu Tidak Bisa menemui Bella Sinta akan Membakar Kantor Polisi Tersebut,Tapi Pihak Polisi Tidak memperdulikan Ucapan Sinta,,Sinta Yang marah Pun memaki Maki Kepolisisan Tersebut,Dia berjanji Untuk secepat nya Menemui Buah Hati Mareka,,Sebenar Nya Mareka mengetahui Jika Kinara Kecelakan,Karna Yulilah Yang memberi Tau Mareka,Namu Mareka Berucap Jika Mareka Tidak Ada Urusan Dengan Kinara Lagi Mareka Tidak PerDuli Lagi Dengan Keadaan Kinara.


"Tapi Om,Dia Juga anakMu,Anak Kandungmu,Apa Kau sebagai Seorang Orang Tua Tidak Merasakan Cemas Dengan Keadaan Anakmu??" Sahut Yuli.


"Haii,Kau Tidak Tau apa Apa Jadi Lebih Baik kau Pergi Dari Sini,Dan Katakan Pada Wanita Iblis Itu Dimana Dia Menyembuyikan Bella Anakku!!" Tegas Sinta.


"Tidak Tau apa apa??,Apakah Tidak Terbalik Tan??,Kau seorang Ibu Tapi Tidak mengerti Dengan Keadaan Anakmu!!,Dan Kau Menuduh Kinara Jika dia yang Menyekap Anak Iblismu Ituu!!" Sahut Yuli.


"Kau Tau aapa Anak Muda,Kau sama Sekali Tidak mengetahui nyaa,Kau sudah Terjebak Dengan Ucapan Anak Itu!!,Dan Jaga Ucapan muu,,Jangan Pernah Mengucapkan Kata Kata Yang lancang Pada Anakku!!" Tegas Sinta.


"Kauu Yang Sudah Termaakan Jebakan nya Bella Tan,Ingatt Bella Hanya Keponakanmu Dan Kinara Adalah Anak Kandungmu Sendiri Yang keluar Dari Rahim mu Sendiri!!,Apa kah Tante TIdak menyadari Semuaa Kebaikan Kinara pada kalian!!" Tegas Yuli,Sinta Yang mendegarkan Ucapan Yuli Yang kelewatan Lancang Padanya Langsung Menangkat Tangan Nya untuk Menampar Yuli,Tapi Itu Tidak Terjadi Karna Rian Menahan tangan Sinta Dan mencegram Nya Dengan Kuat,Yaa Sejak Tadi Rian Berdiri Dibelakang Yuli.


"Jangan Pernah Bermain Kasar Nona!!"Sahut Devan Dengan Dingin menatap Sintaa Dengan Tajam,Sedangakn Ditto Yang melihat Istrinya Kesakitan Atas Cangkraman Rian Langsung Berusaha Melepaskan Cengkeraman Tersebut Tapi Sayang Rian SeMakin Memperkuat Cangkraman Tersebut.


"Awww...."Ringis Sinta Kesakitan.


"Dasar Kau Lelaki Berengsek!,Lepaskan Istrikuu!!"Bentak Ditto.


"Anda Berucap Jika saya Lelaki Berengsek??,Lantas Anda Apa??,Seorang Lelaki Bajingan Yang tidak Tau Diri,Apakah Tebakanku Benar??" Seru Rian Dengan Santai.


"Jaangan Mentang Mentang Kau Anak Buah Devano,Jadi Kau Berucap Seenak nya Pada Seseorang Yang lebih Tua Darimu!!" Bentak Ditto.


"Benarkah??,Tapi Sayang nya saya Tidak Perduli Dengan Itu Semua!!"Jawab Rian Dengan Santai,Ditto Yang Terpancing Dengan Ucapan Rian langsung melayangkan Satu Tinjuan Tapi Sayang Tijuan Itu meleset,Karna Rian Bersahil Menghindar.


Ditto yang merasa Terppancing emosi,Kembali melayangkan satu tinjuan Tapi sayang Tinjuan Tersebut Meleset Kembali,Sedangakn Rian Tertawa Mengejk Serangan Ditto yang selalu meleset.


"Appakah Anda Serius Ingin menyerang Saya??"Tanya Rian Yang Kini Melepaskan Cengkraman Sinta dan menaruh Tangan nya dibelakang.


Ditto Yang merasa Tertang Tang Langsung maju Untuk menghajar Rian,Tapi Sayang Tinjuan Tersebut selalu meleset,Rian Yang melihat Ditto Diam langsung melayangkan Tangan nya pas dibatang Hidung Ditto.


BUKK!..


Dan Benar Saja Ditto Langsung Terjatuh Dengan Darah Segar Mengalir DiHidung nya,Sedangakn Yuli dan Sinta TEntu saja terkejud,Sinta Langsung BerLari mendekati Sang Suami,Sedangakn Yuli Hanya diam DiTempat,Rian Berjalan Mendekati Diitto Dan Juga Sinta.


"Dasar Kau Lelaki Berengsek!!"Teriak Sinta.


"Apakah Saya Perduli??,Ohh Tentu Tidak Nona Sinta Yang Terhormat!!" Ucap Rian Yang Melangkah Menghampiri Yuli dan menarik Tangan Yuli Agar Pergi Dari sana,Dia sangat Muak Dengan Ucapan Ditto dan Sintaa.


Sinta Yaang melihat Langkah Mareka Menjauh Bersumpah Biar Hidup Mareka Mendetita Dan akan Berjanji Tidak Akan menganggap Kinara Sebagai Anak Mareka,Mareka Berfikir Jikaa Ini Semua Ulah Kinara,Dan Kehilangan Bella Juga Karna Ulah Kinara.


Sinta membantu Sang Suami Bangun Lalu membawa nya Masuk Kedalam untuk mengobati Luka Ditto Akibat Ulah Tinjuan Rian Seketris Kepercayaan Tuan Devano Wiliem wijaya.


.


.


.


Sampai nya Didalam Mobil,Rian Yang melihat Yuli Seperti Menjaga Jarak Dari nya,Bagaimana bisa Yuli Yang duduk Sangatlah Jauh Dari nyaa dan Sangat Dekat dengan Jendela Mobil.


"Kenapa Ngak sekalian Duduk DiTepi Kaca Nya saja!" Sahut Rian.


"Haa..?" Sahut Yuli Yang Tidak mengerti.


"Buat Apa Kau Duduk Jauh Seperti itu?" Tanya Rian Yang menghentikan Mobil nya.


"Ti..Tidak,Hanya PerasaanMu saja!" Seru Yuli Yang Sedikit Gugup Saat Melihat Rian melihat nya.


"Mana mungkin Perasaanku,Atau Jangan Jangan Kau Masih Takut Dengan Kejadian Tadi??" Sahut Rian Yang mengombal Yuli.


"Enak Saja,BUat apa Aku Takut Denganmu,Cih!" Seru Yuli Yang Kembali Duduk Tegak,Rian Yang melihat Wanita didepan nya Sangatlah Mengemaskan ,Dia Berfikir Untuk mengerjakan Yuli.


Riian Mendekatakan Diri nya Pada Yuli,Sedangkan Yuli menjauhkan Diri nya Dari Rian,Tapi Sayang Dia sudah dipintu mobil Tersebut,Yuli Yang merasa gugupun hanya bisa Diam,Dia melihat Rian mendekatkan Wajah nya,Langsung menutup wajah nya Dengan Kedua Tangan nya,Rian Yang melihat nya Langsung Tertawa dan mengusap Rambut Yuli,,Setelah itu Dia Kembali Duduk Seperti semula dan Menyalakan mobil nya Untuk Menuju Rumah Sakit,Sedangkan Yuli Tetap Seperti Tadi.


.


.


.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DAN BERI DUKUNGAN AUTHORR DAN DOAIN BIAR AUTHOR SSEHAT SELALU DAN BISA UP SETIAP HARI:).