NARAKU

NARAKU
BAB 74.



BAB 74.


HAII PEMBACA SETIAA KINDEV,TERIMAKSIH SUDAH SETIA MEMBACA SETIAP BABNYA DAN MEMBERIKAN LIKE SERTA HADIANYA,,SELALU DUKUNG AUTHOR AGAR SEMANGT MEMBUAT KINARA DAN DEVAN BAHAGIAA,OHH IYA JANGAN LUPA MAMPIR DICERITA BARUKU BERJUDUL DINIKAHI CEO,DITUNGGU KEHADIRANNYA KAKAK 😍😙...


...HEPPY RENDING...


"Sudah Kau Tidak Perluh Menangis lagi!" Ucap Devan Terhadap Kinara.


Sedangkan Kinara Dia Hanya Mengangguk Saja,Dan Tiba Tiba Kinara Merasa Mual,Dengan Cepat Kinara Beranjak Dari Ranjang Dan Berlari Menuju Toilet Yang Berada Didalam Kamar Tersebut.


Sedangkaan Devan Dia Merasa Cemas Dengan Keadaan Kinara,Dia Mengambil Celan Dalam nya Yang Terletak Dilantai Lalu Dia Gunakan,Setelah Itu Devan Berlari Menyusuli Sang Istri.


UGWEEE..UGWEEE..


Devan Mengucap Pingang Sang Istri Agar Sedikit Tenang,Sedangkan Kinara Dia Selalu Muntah Muntah,Entah Mengapa Sudah Dua Hari Ini Kinara Selalu Merasakan Ada Yang Aneh Dengan Dirinya.


Kinara Yang Sudah Merasa Baikkan Langsung Mencuci Mulutnya Dan Juga Wajah nyaa...


"Apa Kau Baik Baik Saja Sayang?" Tanya Devan Yang Merasa Cemas Dengan Keadan Sang Istri.


"Iya Mas,Aku Baik Baik Saja!" Jawab Kinara Yang Mengelap Bibir nya Dengan Tisu.


"Kamu Bohong Kan,Apa Kau Mau Aku Memanggil Job Untuk Meriksa Keadaanmu,Atau Perluh Kita Kerumah Sakit Sayang!"Ucap Devan Yang Tiada Henti nya Berbicara.


"Tidak Mas,Aku baik Baik Saja,Tidak Perluh Memanggil Kak Job!" Jawab kinara Yang Mencoba Menyakinkan Devan.


"Tapi Keadaanmu?" Gumam Devan,Saat Ini Dia Benar Benar Mencemaskan keadaan Kinara.


"Mas Percaya Ngak sama Aku?!"Tanya Kinara.


"Tentu Saja Sayang!" Ucap Devan yang Memompa Wajah Kinara.


"Jika Mas,Percaya Padaku,Percayalah Aku Baik Baik Saja!"tutur kinara Yang Menyentuh tangan Devan yang Menyentuh Wajahnya.


"Baiklah,Tapi Kamu Benar Baik Baik Saja?" Tanya Devan Memastikan.


"Iyaa Sayang,Aku Baik Baik saja!" Ucap Kinara Yang Tersenyum Pada Sang Suami.


"Baiklah,Ayo Kita Mandi!" Pinta Devan.


Seketika Kinara Terdiam,Dia Melihat Devan Seperti Menatap nya Seperti Macan Yang Siap Mencegram Mangsa nya.


"Mengapa Kau Menatapku Seperti Itu?" Tanya Kinara.


Devaan Memberi Kode Pada Kinara Melalui Mata,Kinara Mengikuti Mata Devan Kearah Nya,Bertapa Terkejud nya Dia Saat Melihat Diri nya Telanjang Bulat,Setika Kinara Berteriakk.


"AWWWW.."" teriak Kinara.


"Hhaii Mengapa Kamu Berteriak?"Tanya Devan Yang Memeluk Pingang Sang Istri.


"Aku Malu Mas!" Jawab Kinara.


"Buat Apa Kau Malu Dengan Suamimu Sendiri,Bukankah Kita Habis Melakukan nya!" Gombal Devan Pada Kinara.


"Ihh,Apaan sih Mas!" Jawav Kinara Yang Merasa Malu,Devan Yang Melihat Wajah Merah Sang Istri Langsung Mengendong Kinara Ala bridal style Menuju Bath up,Sedangkan Kinara Dia Hanya Diam Dan Pasrah Saja.


Devan Menurunkan Kinara Di Bath Up Yang Sudah Berisi Air Dingin,Lalu Dia Mencampurkan Dengan Sambun Yang Berada Disana,Sedangkan Kinara Dia Hanya Melingkarkan Tangan Nya Dileher Devan.


Devaan Mengambil Sabun Lalu DiGosokkan Ditubuh Kinara,Sedangkan Kinara Dia Selalu Menatap Devan Yang Sedang Memandikan nya,Seperti Anak Dan Ayah.


Setelaah Semua Sudah Selesai,Devan Mengendong Tubuh Kinara Untuk DiBersihkan Dengan Air Hangat,Setelah Itu dia Memakaikan Handuk,Lalu Dia Kembali Mengendong Kinara bridal style Keluar Dari Kamar Mandi Tersebut.


Devan Meletakan Kinara Disisi Ranjang,Lalu Dia Jongkok Dihadapan Kinara,Devan Menatap Kinara Sang Dalam,Dia Tidak Ingin Kehilangan kinara Yang Kedua Kali nya.


"Ada Apa Mas,Mengapa Mas Lihatin Aku Kaya Gitu Bangat!" Tanya Kinara Yang Menyentuh Wajah Devan.


"Aku Sedang Melihaat Bidadari!" Jawab Devan Yang Mencium Tangan Kinara.


"Hahah,Kamu Bisa Aja,Yaa Sudah Kamu Mandi Gih,Mas Belum Mandi kan,karna sibuk mandikan Aku Tadi Hehe!" Cingir Kinara.


"Baiklah,Tapi Sebelum Itu Aku Keringkan Dulu Rambut nya,Tidak Baik Jika Rambut Basah Terlalu Lama!" Ucap Devan Yang Mencium bibir Sang Istri Lalu Mengambil Handuk Kecil Yang Tergantung Disamping Pintu Kamar Mandi.


Lalu Devan Mengerikkan Rambut Kinara,Dan Sesekali Dia Mengecup Bahu Sang Istri,Setelah Rambut Kinara Yang Sudah Tidak Basah Lagi Devan Memutuskan Untuk Kekamar Mandi Memberihkan Tubuh nya.


"Selesai,Sekrang Kamu Pakai Baju,Nanti Masuk Angin!" Ucap Devan.


"Baiklah Mas,Tapi Mas Juga Harus Mandi!" Jawab Kinara.


Cupp..


"Baiklah,Setelah Aku Mandi,Kita Akan Bertemu Dengan Momy!" Tutur Devan Yang Mengusap Rambut Panjang kinara.


"Apakah Boleh?" tanya Kinara.


"Tentu Sayang!" Jawab Devan.


""Emm,Baiklah!" Ucap Kinara.


"Baiklah,Mas Akan Mandi Dulu,Kamu siap Siap oke!" Sahut Devan,Sedangkan Kinara Hanya Mengangguk tanda Mengerti,Setelah itu Devan Kembali Mencium Bibir Sang Istri Lalu Dia Melangkahkan Kaki nya Kemar Mandi Untuk membersihkan Tubuh nya.


Sedangkan Dilain Sisi Yuli Dan Rian Yang Msih Diposisi Yang Sama,Yuli Berusaha Melepaskan Dari Dekapan Rian,Namun Rian Memeluk Pingang nya Dengan Erat.


"Lepaskan Aku!" Sahut Yuli.


"Diam!" jawab Rian,Entah Mengapa Sejak Tadi Dia Menatap Mata Yuli Dengan Dalam.


"Kamu Apa Apaan Sih,Kenapa Natap Aku Kaya Gitu Bangat!" Ucap Yuli.


"Aku Menyuruhmu Untuk Diam, Bukan Untuk Bayak Berbicara!" Jawab Rian.


"Aku Akan Berhenti Bicara Jika Kau Melepaskanku Dan Berhenti Menatapku!" Ucap Yuli.


"......"Tidak Ada Sahutan Dari Rian.


"Ap...." Belum Sempat Yuli Menyeselaikan Ucapan nya Rian Sudah Mencium Bibir nya..


Entah Mengapa Saat Ini Dia Nyaman jika Berdekatan Dengan Yuli Tapi Hati nya Selalu Menaruh Perasaaan Pada Kinara,Dan Fikiran nya Selalu Tertuju Pada Istri Sang Atasan.


Yuli Yang mendapatkan Ci*m*n Dari Rian Hanya Diam Dan Mengitu Permainan L*D*h Rian Dalam Mulutnya.


"Appa Kau Mencintaiku?" Tanya Rian.


"...." tidak Ada Sahutan Dari Yuli,Yuli Terkejud Saat Rian bertanya Hal Seperti Itu Padanya.


"Apa Kau Mencintaiku?" Tanya Lagi Rian.


"Mengapa Kau Bertanya Hal Seperti Itu Padaku?" Ucap Yuli.


"Apa Kamu Mencintaiku!" ucap Rian Yang Mengulang Kembali Kata Katanya.


"Apakah Kau Mencintaiku!" Tanya Balik Yuli Yang Kini Menatap mata Rian.


"Mengapa kau Bertenya Balik padaku?" ucap Rian yang Mengerutkan Alis nya.


"Aaku Bertanya,Apa Kau Mencintaiku!" Gumam Yuli.


"Aku Akan Menjawab nya Dengan Jujur,Namun Apakah Kau Juga Akan Jujur Padaku?" Ucap Rian.


Ada Perasaan Tiidak Enak Dihati Yuli,Entah Mengapa Dia Dapat Pirasat Jika Rian Tidak Mencintainya,Sejenak Dia Menarik Nafas nya Lalu Menghemuskan Nya Secara Perlahan.


"Iya!"Jawab Yuli Dengaan Sedikit Pelan Namun Rian Masih Bisa Mendengar nya.


"Aku Mencintai Seorang Wanita Yang Sudah Berusami,Dan Suaminya Adalah Atasanku Sendiri,Tuan Devan!" Ucap Rian.


DUARR...


Bagai Disambar Petir Disiang Bolong,Yuli Tidak Menyangka Jika Lelaki Yang Sangat Dia Cintai Kini Mencintai Sahabat Nya Sendiri.


"Apa Kau Tidak Berbohong?" Tanya Yuli,yang Mata nya Mulai Berkaca Kaca.


"Aaku Sudah Katakan Padamu,Jika Aku Mencintai Nyonya Muda,Sahabat Terbaikmu!" Ucap Rian Yang Menatap Yuli.


"Mengapa Kau Begitu Jahat Padaku?" Tutur Yuli.


"Aapa Maksudmu?"Tanya Rian Yang Tidak Mengerti dengan Apa Yang Yuli Ucapkan Padanya.


"Mengapa Kau Jahat Padaku Rian,Selama Ini Kau Selalu Berada Disisi Selalu Memberikanku Kepastia Selalu Memberi Perhatian Padaku Tampa Ada Rasa Cinta!" Tutur Yuli Yang mulai Meneteskan Air Mata nya.


"Mengapa Tidak Dari Dulu Kau Bilang Padaku Jika Kau Mencintai Kinara,Agarr Aku Tidak Menaruh Harapp Padamu!"Lirih Yuli Yang Mendundukan Kepalanya.


Sedangkan Rian Dia Mengetahui Jika Dia Bersalah,Rian Ngelakuin Ini Semua Agar Bisa Melupakan Kinara dengan Cara Mencoba Membuka Hati Untuk yuli,Namun Hati Tidak Bisa Bohong,Jika Saat Ini Rian Masih Mencintai Kinara.


"Kau Ingin Tau Kan,Aku Mencinta Denganmu Atau Tidak,Baiklah Aku Akan Memberikan Jawab nya!" Sahut Yuli Yang Kini menatap Nya.


"....."Tidak ada Sahutan Dari Rian.


"Aku Tidak Mencintaimu Tuan Rian!" Ucap Yuli Dengan Penuh Penekanan Pada nya.


Entah Mengapa Saat Yuli Berucap Jika Yuli Tidak Mencintai Nya,Seperti Tidak Terimaa,Ada genjolak Dalam Hati nya.


"Tidak,Kau Berbohong Kan!" Tegas Rian.


"Buat Appa Aku Berbohong,Aku Memang Tidak Mencintaimu!" Tegas Yuli Yang Berdiri Dari Pangkuan Rian.


"Sudahlah,Lebih Baik Kau Keluar Dari Sini,Dan Mulai Sekrang Anggap Saja Kita Tidak Saling Mengenal Satu Sama Lain!" Ucap Yuli,Yang Langsung Berlari Menuju Kamar nya Yang Dilantai Atas.


Sedangkan Rian Yang Melihat Langkah Kaki Yuli Menjauh Dari,Langsung Menjambak Rambut nya Dengan Kuat..


"MENGAPA KAU SEBODOH INI RIANN!!" teriak Rian.


Sedangkan Yuli Yang Berlari Tidak Sengaja Menambark Devan Yang Sedang Berjalan Bersama Kinara.


"Maaf Aku Tidak Sengaja!"Sahut yuli Yang Menghapus Air Mata nya.


Kinara Yaang Melihat Yuli Menangis merasa Heran,Dia Mendekati Yuli Dan Menyentuh Lengan nya.


"Yuli Ada Apa,Mengapa Kamu Menangis?" tanya Kinara.


Yuli Tidak Bisa Menahan Tangis Nya,Langsung Memeluk Tubuh Ramping Kinara,Dia Tidak Bisa Menahan Rasa Sakit Dihati nyaa,Cinta Yang Selamanya Dia Harapnya Ternyata Bertepuk Sebelah Tangan.


"Yul,Ada Apa?" Tanya Lagi Kinara.


"Bisakah,Aku Bicara Berdua Denganmu?" Lirih Yuli Yang Menatap Kinara Dengan Berlinang Air Mata.


"Baiklah!"Jawab Kinara,Sejenak Kinara Menatap Devan,Sedangkan Devan Mengangguk Tanya Mengerti,Kinara Yang Dapat ijin Dari Devan Langsung,Melangkahkan Kaki Nya Menyusuli Yuli Yang Diluan Masuk.


Kinara Menghampiri Yuli Yang Duduk disisi Ranjang...


"Ada Apa,Mengapa Kau Menangis?" Tanya Kinara Yang Sudh Dihadapan Yuli.


"Kau Mengetahui Bukan Jika Aku Mencintai Tuan Rian?" Tutur Yuli.


"Iya Aku Mengetahui nya,Ada Apa?" Tanya Kinara Lagi.


"Dia Tidak Mencintaiku!" Lirih Yuli Yang Berusaha Menahan Air mata nya.


"Benarkah?" Ucap Kinara Tidak Percaya.


"Yaa,Dia Mencintai Seseorang!" Ucap Yuli Yang Menatap Kinara.


"Siiapa?" Tanya Kinara.


"Ka..Kamu!"Gumam Yuli Yang Meneteskan Tangis nya.


Kinara Yang Mendengar Ucapan Yuli Tentu Saja Dia Tidak Percaya,Bagaimana Bisa Rian Mencintai Istri Dari Atasanya Sendiri.


"Apa Yang Kamu Katakan,Mana Mungkin Rian Mencintaiku!" Ucap Kinara.


"Tapi Kenyataan nya Seperti Itu Rin!" Ucap Yuli.


Kinara Mengelengkaan Kepalanya,Dia Menatap Yuli Yang Tertunduk Menangis,Kinara Langsung Memeluk Tubuh Sahabatnha Tersebut.


"Maafkan Aku,Aku Sama Sekali Tidak Mengetahui Ini!" Gumam Kinara.


"Ini Bukan Salahmu Rin,Jangan Pernah Merasa Bersalah,Seharus nya Ini Salahku,Yang Terlalu Berharap Pada Seseorang!"lirih Yuli Yang Menangis Dalam Pelukan Kinara...