NARAKU

NARAKU
BAB 66.



BAB 66.


.


.


"Sialll!!,Siapa yang melakukan Hal ini Padakuu!!" Teriak Ditto Saat Anak Buah Mareka Berucap Jika Perusahaan Ditto Sudah bangkrut Totol,Semua Kariawan Mengundurkan Diri Dari Perusahaan Ditto,Kini Ditto Benar Benar Dibuat Gilaa,BagaiMana Bisa Baru Kemarin Dia mendapatkan Kontrak Kerja Sama Dengan Perusahaan Jerman Dan Sekrang Dia Malah bangkrut.


Ditto Langsung Menghubungi Tuan Devan,Yang ada dalam Fikiran nya,Devalah Yang Membuat nya Seperti ini.


"Halo Nak!"Sahut Ditto saat Devan menerima Telpon nya.


"......" Tidak ada sahutan Dari Devan.


"Maaf Tuan,Saya Ingin Bertanya,Apakah Anda Yang Membuat Perusahaan Saya Seperti ini??" Tanya Ditto.


"Seperti Yang ada dalam Fikiranmu!" Seru Devan.


"Mengapa Bisa kau Lakukan Ini pada Mertuamu Sendiri!!" Ucap Ditto.


"Bukan kah Kau sendiri Yang Bilang Jika Tidak Beurusan Lagi Dengan istriku?,Jadi Kau Sekarang Bukanlah Mertuaku,Meskipun Kau Orang Tua Dari Istriku,Aku Tetap Tidak mengagapmu Mertuaa,Apakah Anda mengerti Tuan Ditto Yang Terhormat!!" Tegas Devan penuh Penekanan.


"Apa Yang anda maksud??,Saya Tidak Mengerti!" Ucap Ditto Yang Berpura Pura Lupa Ingatan Seperti Seolah Olah Dia Tidak Pernah Mengucapkan Hal seperti itu,Namun Devan Tidak Bisa dibodohkan.


"Hahahaha,Ditto Ditto Kau Fikir Diriku Bisa kau Bodohin??,Jangan Mampii,Dan saat ini kau mencari Anak Menjijikanmu Itu Kan?,Tenang Saja Dia Hidup Dengan Menderitaa,Jadi Kau Tidak Perluh Mencemaskan Keadaan nya,Mungkin Berapa Hari Dia akan aku Pulangkan Dengan Keadaan Sudah Tidak BerYawa!!" Ucap Devan.


"BERENGSEK,LEPASKAN PUTRIKU!!" teriak Ditto yang penuh dengan amarah dalam dirinya,Sedangakan Devan Tentu Saja dia merasa Senang.


"Aku akan melepaskan nyaa Jika dia sudah Dialam Lain,Dan Kau tidak perluh Teriak Teriak Seperti itu,Nanti Kau Bisa kena Penyakit Jantung.." Ejek Devan sambil Tertawa.


"Dasarr Kau Lelaki Berengsekk!!,Jika Terjadi Apa Apa Pada Putriku,Kau akan Menerimaa Resikonyaa!!" Tegas Ditto


"anda Kira saya akan Takut??,Ohh Itu Tidak akan mungkin,Silahkan Lakukan yang ingin Kau lakukan,Dan Ingat Dengan Senang Hati Saya melayaninnya!!" Seru Devan Dengan Dingin Namun Dia tersenyum Kecil.


"Daan Satu Hal Yang harus kau Mengetahui nyaa,Jangan Pernah Bermain Main Denganku,Dan Jangan Pernah Kau menyentuh Istriku Karnaa Naraku lebih Berhargaa Dari Nyawaku Sendiri!!, Sekarang Nikmatilah Hidupmu Sebagai Pengemiss Tuan Ditto!" Tegas Devan Yang langsung mematikan Sambungan Tersebut.


Sedangakn Ditto Yaang mendegar Ucapan Devan Tentu Saja dia merasa Murkaa,Saat Ini Dia Benar Benar Merasa Marah Dengan Devan,Semua Barang Barang Yang Berada disana Dia hampurr.


"AAAAA!,DEVANO,KINARAA KAU SUDAH INGIN BERMAIN MAIN DENGANKU,LIHAT SAJA APA YANG AKAN KULAKUKAN PADA KALIAN BERDUAA!!" Sahut Devan Dengan Nafas Berburu.


Dan Yang sekiian Kali nyaa Kinara Terlibat,Padahal Kinara sama Sekali Tidak mengetahui nyaa.


.


.


.


Devan Yang Baru Menerima Panggilan Dari Ditto Langsung Tersenyum Kecil,Dia sangat Senang Jika Ditto Menerimaa Resiko nya Dan Sekarang Tinggalah Untuk Bermain Main Dengan Bella.


"Rian,Bagaimana Keadaan Wanita menjijikan Itu?" Tanya Devan.


"Tetap Sama Seperti Kemarin Tuan!" Ucap Rian.


"Aapa dia Setiap Hari diberi Makan??" Tanya Devan lagi.


""Iya Tuan,Tapi Dia Tidak Ingin Memakan nyaa,Dia selalu Merontak Ingin Dilepaskan!" Jawab Rian.


"Aku Ingin Menemui nyaa!" ucap Devan Yang Berdiri dari duduk nyaa.


"Baaik Tuan!" Jawab rian Yang langsung Berdiri Dibelakang sang Atasan.


Devan Berjalan Menuju Ruangan Inap Kinara Ingin Memberi Tau Jikaa Dia akan Pergi Sebenar Namamun Bukan Jawaban Yang Devan Inginkan dari Kinara.


"Aku Tidak Perduli,Kau Pergi Sebentar Atau apaa Aku Tidak Perduli,Perluh kau Pergi Untuk Selama Lama nya!!" Ucap Kinara Tampa Melihat Wajah Devan.


"Rin!!" Sahut Yuli Yang mendegar ucapan Kinara.


"Apaa??,Emang Bagus kan Jika Lelaki Iblis Ini Pergi Untuk Selama Lama nya Agar Tidak Menganggu Hidupku lagi!" Ucap Kinara.


"Jaga Dirimu Baik Baik,Yuli Aku TiTip istriku Padamu!" ucap Devan Pada Yuli.


"Tenang Saja,Tampa Kau meyuruhku,Aku Sudah Melakukan nyaa!" Jawab yuli.


"Baiklah,Aku Pergi!" Ucap Devan Yang melihat Kinara Yang Tidak Ingin Menatap nyaa,Dia Hanya Tersenyum Lalu Melangkahkan Kakinya Keluar Dari Ruangan Inap Sang Istri.


Kinara Yang Melihat Devan Keluar,Memberi Tau Yuli Jika dia Ingin Ketoilet,Sedangakan Yuli Ingin Membantu Tapi Kinara Menolak nya dia Berkata Jika Bisa melakukan nya Sendiri Sambil Tersenyum.


"Kau Yakin?" Tanya Yuli Untuk Memastikan.


"Iyya Aku Biasa Sendiri,Sudahlah Kau Disini Saja!" Seru kinara Tersenyum lalu Berjalan Menuju toilet Yang Berada Tak Jauh dari Sana.


"Kau Sangat Jauh Berbedaa saat Bertemu Dengan Taun Devan Rin!" Batin Yuli.


Sedangkan Kinara Yang Baru Masuk Dalam Toilet Langsung Menjatuhkan air Mata nyaa Yang Sejak Tadi dia Tahan.


"Huhhhh,Kau Haruss Bisa melakukan Hal ini Kinara,Kau Harus Bisa Menghapuss Rasa Cintamu Padanyaa!"Batin Kinara.


"Maafkan Aku..Maafkan Aku." Lirih Kinara Sambil Menangiss,entah Mengapa Hati Nya Sangat Merasa Sakit Jikaa Berucap Kasar Pada Sang Suami.


.


.


.


Rian Dan Devan Yang Baru sampai dimarkas Mareka langsung bergegas Masuk Kedalam,Dan Tidak Lupaa Dua Penjaga Yang Berada Disana Langsung menyembut Kedatangan Tuan Mareka.


"Selamat Malam Tuan Devan dan Juga Tuan Rian!" Ucap Salah Satu Penjaga.


"Malam!" Jawab Rian,Dan Langsung melangkah Masuk Mengikuti Langkah Devan Yang Terlebih dahulu Masuk,Ketika Mareka Masuk Langsung disebut Oleh Six.


"Malam Tuan Devan,dan Juga Tuan Rian!" Sambut Six.


"Malam!" Jawab Rian.


"Wanita Itu ada Didalam Tuan,Sudah Dua Hari Dia Tidak ingin Makan,Dan Selalu berteriak Ingin Dilepaskan!" Jawab Six.


Tidak Ada Sahutan Dari Devan,Dia langsung melangkah Masuk Keruangan yang dilantai Dua Dimana Bella Disekap,Semua Anak Buah Mafia Yang berada disana Tunduk Saat melihat Sang Bos mareka Berada disana,Sampai nya didepan Pintu Six langsung Membukaan Pintu Buat Sang Bos,,Bella Yang Ingin Memejamkan Mata nyaa Terbangun Karna Melihat Ada Yang Membuka Pintu,,Dan Bella Kembali Memerontak agar Dilepaskan.


"LEPASKAN AKUU!!!" teriak Bella.


"Jangan Mimpi wanita Menjijikkan!!" Sahut Devan Yang melangkah Masuk,Sedangakn Bella Yang melihat Devanlah Yang Masuk Langsung Ngamuk.


"LEPASKANN AKUU DEVANNN!!"teriak Bella.


"Jangan meyebut Namaku Dimulutmu Yang Kotor Itu!" Seru Devan Yang Duduk Tepat Didepan Bella.


"KAU TIDAK PERLUH BERTINDAKK SOK SUCII TUAN DEVANN!!,KARNAA KAU TIDAK KALAH MENJIJIKKAN DARIKU!!" Teriak Bella.


PLAKKK!!


"Jaga Ucapanmu!!,Ingat Kau Hanyaa Wanita Yang Tidak Tau Diri Seperti Ayah Dan Ibumu!!" Bentak Devan.


"APAA TIIDAK TAU DIRI??,SEHARUS NYAA KAU UCAPKAN KATA KATA ITU PADA WANITA SIALAN ITUU BUKAN DIRIKU!!!,DIA WANITAA TIDAK TAU DIRI DAN SIALLLL SEPERTI NYAA!!!,HARUS NYAA WANITA IBLISS ITU TIDAK LAHIRR DIDU....."


PLAKKK!!.


Belum Sempat Bella menyeselaikan Ucapan nyaa Devan Sudah melayangkan tamparan DiPipi Kiri Bella.


"JANGAN PERNAHH KAU MENYEBUT NARAKU DENGAN KATA KATA YANG PANTAS BUATMUU WANITAA BERENGSEK!!" Bentak Devan.


"DAN KAU HARUSS INGAT SATU KATA,JIKAA KAUU MELAKUKAN HAL YANG TIDAK TIDAK PADA NARAKU,DIRIKU SENDIRI YANG AKAN MEMBUNUHMUU!!" Bentak Devan.


"Apa Membunuhku??,SILLAHKANN TUANN JIKA KAU INGIN MEMBUNUHKU DENGAN SENANG HATI,TAPI SETELAH AKU MEMBUNUH ISTRI LAJANGMU ITUU TUANN!!!" Ucap Bella Penuh penekanan.


Devan Yang mendegar ucapan Bella Emosi nyaa Menaik,Bagaimana Tidak Bella berucap Seperti itu pada nyaa,Dengan Mata Gelap Devan Meminta pisau Pada Six,Namun Six Tidak Bergerak Sedikitpun Karna Yang sudah menghalangi Six Untuk Bergerak,Rian Mengetahui Jika Jiwa Mafia Devan Muncul,,Apapun Yang Ingin Devan Lakukan akan dia lakukan.


"SIX,APA KAU TULII!!" Bentak Devan,Sedangakn Six Sudah Gelisah Namun Rian Tetap Menyuruh nya Untuk Tidak Bergerak.


Devan Yang Melihat Six Tidak Bergerak Langsung Menghapiri Six Yang Sudah Berkeringat Dingin,Sungguh Saat Ini Dia Bergetar Menahan Takut,Sedangakn Rian Masih Tetap Diposisi Yang sama.


Devan Mendekati Six Lalu mendaratkan Satu Tujuan Dibagian Perut Sang Bawahan,Sedangkan Six Cuman Bisa Diam Dan Menerima Pukulan Dari Devan,Melawan,Itu mustahill Bisa Bisa Dia akan Mati.


Devan Yang Ingin mendaratkan Tinjuan Lagi Rian Langsung menahan Tangan Sang Atasan. "Anda Harus Sabar Tuan,Jika Kau marah Karna Wanita Sialan Itu,Tuan Harus Melampiasan nya Pada Nya Bukan Dengan Orang Yang Tidak Ada sangkut Paut nya!" Bisik Rian.


"DIA TIIDAK MENDEGAR PERINTAHKU!!,DIA HARUSS MENDAPATKAN PELAJARAN!!!" teriak Devan.


"Tenagkan Fikiran Anda Tuan,Ingat Jangan Mengambil Keputusan Yang Kurang Tepat!!" Ucap Rian Dengan Tegas.


Devan Langsung Melihat Wanita Yang Duduk Dengan Bergatar Langsung mengambil Pistol yang terletak Disaku celananya Six,Lalu Dia Arahkan Pas diKepalanya Bellla,Devan Mulai Menarik Peletuk Pistol nya Dan...


DORR!!,DORRR!!..


Terdengar Suara Tembakan,Diarahkan Dikiri dan Dikanan wajah Bella,Etss Bukan Berarti Mengenai Wajah Bella Tidak,Dia Melesetkan Tembakan Tersebut,Dan Tentu Saja Bella Dibuat tak Sadarakan Diri Karna Merasa Kaget.


Devan Yang Masih Merasa Marah Langsung Menjatuhkan pistol nya Lalu Meninggalkan Tempat Tersebut,Dan Diikuti Rian Dibelakang nyaa.


Yaa,Devan Tidaak Ingin Membunuh Bella Dengan Cepat,,Dia Ingin Membuat Bella Menderitaa Terlebih Dahuluu,Sedangkaan Six mengambil Pistol nya Lalu Meninggalkan Tempat Tersebut Tidak Lupa Dia mengunci Pintu nyaa.


Devan Masuk Didalam Mobil nyaa Dan Menekan Gas nya Dengan Kecepatan Tinggi,Rian Yang Melihat Tuan nya Meninggalkan Nya Dengan Amarah Langsung Mengambil Kunci Mobil lalu dia Gunakan Mobil Salah Satu Mafiaa.


Diperjalanan,Devan Selalu Terbayang Bayang Wajah Cantik sang Istrii,Tiba Tiba Saja Dia Mengeremkan Mobil tersebut Secara Bedadak,Untuk Saja Disana Sepi.


"AHHH SIALLL!!" Teriak Devan yang memukul Setir Mobil.


Rian Yang Melihat Mobil Devan Berhenti, Langsung Menghentikan Mobil nya Didepan Mobil Devan,Lalu Dia Turun Untuk menghapiri Sang atasan.


"Apa Anda Baik Baik saja Tuan??" Tanya Rian Yang Melihat Devan Membuka Pintu Mobil Nyaa.


"Antar Saya Kerumah Sakit!" Sahut Devan Dan Langsung Diiyakan Rian.


Sebelum Itu diia menyuruh Salah Satu Anak Buah Mafia Untuk Mengambil Mobil Yang Tadi Rian Pake Untuk mengejar Devan,Setelah Itu Dia Mengantar Devan Kerumah Sakit.


.


.


.


Yuli Yang Melihat Kinara Tertidur Pulas Langsung menghela Nafas,Yaa Kinara Yang Habis Keluar Dari Kamar Mandi Langsung Tertidur Dia Lelah Menangiss,Jadi Dia memutuskan Untuk Tidur Saja.


"Aku mengetahui Jika Kau masih Mencintai Tuan Devan Kan Rin,Kenapa Kamu Harus Berpura Pura Membencinyaa," Seru Yuli,Tiba Tiba Pintu Terbukaa,Yuli Melihat Siapa Yang Datang,Ternyata Devan Dan Juga Rian,Yuli Tersenyum Tulus Pada Rian Dan Rian Pun juga Begitu.


"Apa Sejak Tadi Dia Tertidur??"Tanya Devan Yang Sudah Berada Disamping Ranjang Kinara.


"Dari Tadi" Jawab Yuli.


"Baiklah,Bisakah Kalian Keluar??" Tanya Devan.


"Tentu!" Jawab Serentak Rian Da Yuli,Setelah Itu Mareka Meninggalakn Devan Dan Juga Kinara Disana.


Devan Melihat Wajah Melelahkan Sang Istri,Devan Mengelus Rambut Panjang Kinara,Tiba Tiba Dia Teringat Perilaku Kasar Yang Pernah Dia lakukan Pada Kinara.


"Maafkan Aku.." Lirih Devan Yang Menunduk.


"Kau Pantas Membenciku Sayang,Tapi Aku Mohonn Tetapkan Cintamu Padaku.." Lanjut nya Yang Melihat Wajah Kinara.


Devan Bangun Dari Tidur nya Lalu Mengecup Bibir Dan Juga Kening Kinara.


CUP.


Setelah Itu dia Kembali Duduk Lalu Mengengam Tangan Sang Istri Dan Menjatuhkan Wajah nya Ditangan Kinara,Devan Merasa Ngantuk Dan Tidak Lama Dia Terlalap.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


JANVAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNG AUTHORR.