NARAKU

NARAKU
BAB 73.



BAB 73.


..HEPPY RENDING..


"Mengapa Kau Menarikku Kesini!" Ucap Yuli Yang Melepaskan Gengaman Rian.


"Kau Masih Kecil,Tidak Baik Mendengar Hal Seperti Itu!" Jawab Rian.


"Tapi Aku Penasaran,Apakah Itu Enak?" Tanya Yuli Dengan Polos Nya.


"Apa Kau Ingin Mencoba nya?" Tanya Rian Yang Mulai Mengombal Yuli.


"Seperti Apa?" Tanya Yuli Balik,Yang ada Dalam Fikiran Yuli Saat Itu Adalah,Mengetahui Apa yang Sedang Devan Dan Juga Kinara Lakukan Didalam Kamar nya.


"Jika Kau Mau,Aku Bersediah Untuk Memberi Percobaan Padamu,Dengan Senang Hati!" Bisik Rian Ditelinga Yuli,Dan Itu Membuat Yuli Merinding Merasakan Hawa Nafas Rian Ditelinga nya.


"Bisakah Kau Bicara Seperti Biasa Saja?"Ucap Yuli Yang Melangkah Mundur Dari Hadapan Rian,Namun Rian Terlebih Dahulu Menarik Tangan nya Kedalam Dekapan nyaa.


Rian Melihat Wajah Yuli Yang Begitu Cantik,Mata Yang Sedikit Sipit Dan Bulu Mata Yang Lentik Dan Bibir Yang Tipis,Sangat Membuat nya Terlihat Cantik.


"Wanita Ini Sangat Cantik,Namun Aku Belum Bisa Menaruh Hati Pada Siapapun Kecuali Nyonya Muda,Entah Mengapa Saat Aku Mendengar Tadi Sangatlah Membuatku Terlukaa,Mengapa Setiap Hari Aku Berusaha Melupakan nya,Rasa Cinta Itu Semakin Besar!" Bantin Rian.


Sedangkan Yuli Yang Menatap Mata Indah Rian Yang Juga Menatap nyaa,Dia Merasa Senang Bisa Sedekat Ini Dengan Lelaki Yang Dia Cintai.


"Kau Sangat Tampan Sekali Rian,,Mengapa Saat Aku Dekatmu Hatiku Berdebar Debar Ingin Memilikimu,Aku Berharap Kau Akan Mencintaiku Seperti Aku Mencintaimu!" Bantin Yuli Yang Tersenyum.


Rian Yang Sadar Dengan Lamunan nya Langsung Melihat Yuli Yang Tersenyum pada nyaa,Dia Merasa Aneh,Tapi Cara Ini Buat Dia Bisa Mengombal Yuli Dengan sedikit Lama.


"Haii,Mengapa Kau Senyam Senyum Seperti Itu Saat Melihatku,Ohh Tunggu Tunggu,Apakah Kau Sedang Membayangkan Kita Berdua Seperti Tuan Muda Dan Juga Nyonya Muda Kan?" Sahut Rian,Dan Itu Membuat Yuli Terdasar Dari Lamunan nyaa.


"Ehh,Tidak Tidak,Enak Saja Kau Berucap Seperti Tidak Memiliki Tulang Lidah Saja!" Ucap Yuli Yang Sedikit Gugup,Saat Ini Dia Benar Benar Malu Karna Rian Melihat nya Tersenyum Tadi.


Rian Yang Melihat Yuli Hanya Diam,Langsung Mendekatkan Wajahnya,Dan Itu Membuat Yuli Terkejud Yang Sekian Kali nyaa,Dia Memundurkan Kepala nya agar Menjauh Dari Wajah Rian,Namun Sayang Rian Sudah Terlebih Dahulu Menempelkan Bibir nya Dengan Bibir Rian,Dan Itu Membuat nya Melotot Setengah Mati.


Sedangkan Rian,Dia Melihat Yuli Hanya Diam Namun Mata nya Seperti Ingin Keluar Langsung Menjauhkan Bibir Nya Dengan Bibir Yuli,Sedangkan Yuli Masi Tetap Seperti Patung.


Rian Yang Melihat nya Langsung Mencium Yuli Beberapa Kali,Dan Ketika Rian Ingin Mencium nya Yuli Sudah Terlebih Dahulu Sadar Dan Menjauhkan Diri nya Dari Rian.


"PERGII KAU DARI SINI SEKARANG JUGAA!!" teriak Yuli Terhadap Rian.


"Jika Aku Tiidak Mau,Bagaimana?" Tanya Rian Dengan Santai.


"INI RUMAHKU,JADI AKU BERHAKK MENGUSIRMU DARI SINI!" Teriak Yuli.


"Benarkah?"Jawab Rian Dengan Santai.


"KA..."belum Sempat Yuli Menyeselaikan Ucapan nya Rian Sudah Menarik Tangan nya Hinggah Dia Duduk Dipangkuan Rian.


DEGG..


"Siapapun Tolong Bawa Aku Pergii Dari Sini!!" Bantin Yuli.


"Jikka Kau Bersuara Sedikitpun,Aku Akan Menciummu!" Ucap Rian.


.


.


.


Kinara Dan Devan Yang Baru saja Melesaikan Ritual nya,Devan Ambruk Diatas Tubuh Kinara,Sedangkan Kinara Sama Dengan Devan,Dia Juga Merasakan Lelah.


Devan Turun Dari Atas Tubuh Kinara Dan Menutup Tubuh Kinara Dengan Selimut Begitu juga Dengan Diri nyaa,Setelah Itu Dia Memeluk Tubuh Kinara,Kinara Juga Membalas Pelukan Devan.


"Aku Sangat Mencintaimu!" Sahut Devan Yang Melihat Wajah Lelah Kinara.


"Aaku Juga Sangat Mencintaimu!" Jawab Kinara Dengan senyum Diwajah nyaa.


"Bolehkan aku Bertanya Sesuatu Padamu?"Tanya Kinara.


"Tentu Sayang!" Jawab Devan Yang Menyelipkan rambur DiKuping Kinara,Agar Dia Puas melihat Wajah Sang Istri.


"Apakkah Kau Akan Meninggalkanku Dan Akan Melupakanku?" Tanya Kinar Sedikit Ragu.


Devan Terdiam Dengan Ucapan Kinara,Dia Menatap Mata sang Istri Seperti Meminta Kepastian,Dia Sadar Jika Kinara Seperti Itu Takut Jika Masa Lalu nya Terulang Yang Kedua Kali nya.


Sejenak Diia Tersenyum..


"Aku Menaruhmu Dilubuk Hatiku Yang Paling Dalam,Sehinggah Untuk Menghapusmu Dalam Hidupku,Sama Saja Aku Menyakiti Diriku Sendiri!" Ucap Devan Yang Menatap Kinara Dalam.


Kinara Yang Mendengar Kalimat Yang Devan ucapkan Padanya Membuat nya Tersenyum dengan Mata Berkaca kaca


"Aku Hanya Berharap Satu Hal Padamu!" ucap Kinara.


"Katakan Saja!" Jawab Devan Dengan Lembut.


"Berikan Aku Kepastian,Agar Aku Bisa Percaya Pada Ketulusanmu Padaku!" Ucap Kinara.


"Aku berjanji Dihadapmu,Dan Seisi Kamar Ini,Jika perluh Burung Burung Yang Berterbangan,Jika Aku Tidak Akan Pernah Meninggalkanmu Dan Tidak Akam Membuatmu Bersih, Sekarang,Esok,Dan Sampai Seterus nyaa,Karna Kau Miliku Dan Aku Milikmu Dan Akan Tetap Seperti Itu!" Tutur Devan Terhadap Kinara.


Sedangkan Kinara Yang Mendengar Ucapan Devan Tentu Saja Dia Meneteskan air Mata,Karna Dia sungguh Tidak Menyangkaa,Lelaki Yang Selalu Menatap Nya Dengan Benci Kini Menatapnya Penuh Cinta,Bahkan Berucap Sangat Lembut Padanya.


Sedangkan Devan Yang Melihat Kinara Meneteskan Air mata,Langsung Menghapus Air Mata Tersebut.


"Mengapa Kau Menangis?"Tanya Devan Dengan Lembut Pada Kinara.


"Apa Ucapanku Tidak Enak DiDengar?" Tanya Devan Lagi.


"Tidak,Tidak,Bahkan Aku Sangat Merasaa Bahagiaa Mendengar Ucapanmu ,Aku Menangis Karna Merasa Bahagiaa,Bukan Karna Sedih,Aku Bahagiaa Semua Yangku Bayangkan Terhujud,Dan Yang Membuatku Bahagiaa Adalah,Kau Sudah Membalas Cintaku!" Lirih Kinara Yang Menangiss.


Devan Yang Mendegar Ucapan Dan Melihat Kinara Menangis,Langsung Menaruh Kepala Kinara Didada Bidangnya Dan Mengelus Pungung Mulus Kinara,Agar Sedikit Tenang,Dan Tidak Lupa Dia Selalu Mencium Kening kinara,Sedangkan Kinara Menangis didalam Pelukan Devan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


JAANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DAN BERI DUKUNGAN AUTHORR..