NARAKU

NARAKU
BAB 68.



BAB 68.


.


.


Dilain Sisi Kinara Yang Terus Menangis,Ntah Mengapa Dia Sangat Merasa Bersalah Dengan Devan,Bukan Cuman Itu Saja, Dia Juga Tidak Relaa Jika Devan Meninggalkannya,Sedangakn Yuli Selalu Berdiri disamping Kinara Untuk Memberikan Ketenangan Namun Kinara Tak Henti nya Juga Menangis.


"Aku Harus apa Tuhan, Haruskah Aku Melanjutakan Sandiwara Ini Atau Mengikuti Kata Hatiku!" Bantin Kinara.


Tibba Tiba Pintu Ruangan Nya Terbuka,Dan Dengan Cepat Kinara Menoleh Dia Berharap Devan Yang Berada Disana,Namun Yang Dia Lihat Bukanlah Devan Melaikan Job,Job Melangkahkan Kaki nya Menuju Ranjang Kinaraa, Kinara Yang Melihat Nya langsung Menghapus Air Mata nya.


"Halo Nyonya, Bagaimana Apakah Anda Sudah Sangat Merasa Membaik??" Tanya Job.


"Yang Anda Fikirkan!" Jawab Yuli.


"Maaf, Aku Tidak Bertanya Padamu,Mengapa Kamu yang Jawab!" Sahut Job.


"Dia Sahabatku, Jadi Aku Wajah Jika Mewakili Nya!" Jawab Yuli.


"Tapi Aku Tidak Ingin Jika Kau Yang menjawabnya!" Ucap Job.


"Dan Aku ingin Menjawabnya, Mengapa Kau Ribet Sekali Sih!" Jawab Yuli Yang Merasa Kesal Dengan Lelaki Didepan nya Ini Yang Mempersalahkan Jawab Saja.


Belum Sempat Job Menjawab Ucapan Yuli, Kinara Sudah Lebih Deluan Untuk Menghentikan Kucing Dan Tikus Ini.


"Sudah Sudah, Mengapa Malah Kalian Yang Bertengkar, Aku Sudah Sedikit Membaik Dok!" Sahut Kinara.


"Tanya Kan Pada Temanmu Yang Agak Sinting Ini Nyonya, Baguslah Jika Keadaanmu Membaik!" Ucap Job.


"Kau Yang Sinting Bodoh!" Ngegas Yuli.


"Itsss, Yul, Dokter, Bisakah Kalian dalam Sehari Saja Akurr, Aku Sedangkan Pusing Tidak Usah Menambahkan nyaa Dengan Ocehan Kalian1" Gumam Kinara.


"Maaf!" Job Dan Yuli Berucap Bersaman, Dan Mareka Menatap Satu Sama Lain Dengan Tatapan Membunuh.


"Ada Apa Tujuan Anda Kemari Dok?" Tanya Kinara.


"Tidak, Aku Hanya Ingin Memeriksamu, Dan Ingin Memberi Tau Jika Hari Ini Kau Bisa Pulang!" Jawab Job.


"Benarkah Kinara Sudah Bisa Pulang!" Sahut Yuli.


"....." Tidak Ada Sahutan Dari Job


"Haii, Aku Bertanya Padamu!, Apa Kau Tuli!"Sahut Yuli Yang Merasa Kesal Karna Job Mengabaikan nya.


"Kaau Yang Tuli!,Kan Saya Sudah Berucap Jika Nyonya Muda Bisa Pulang, Mengapa Kau Tanya Lagi!" Jawab Job.


"Kau Tambah Menjadi Jadi Yaa Siluman!!" Teriak Yuli.


"Apa, Kau Berkata Jika Diriku Siluman, Lalu Kau apa, Ikan Yang Terdampar Didarat!" Teriak Job Yang Tidak Ingin Kalah Dengan Ucapan Yuli.


Sedangakan Kinara Benar Benar Dibuat Pusing Dengan Kedua Ingsan Ini, Tidak Pernah Akur Sedikitpun, Apa Mareka Tidak Mengerti Keadaan Nya Saat Ini, Dan Dia Mengingat Devan,Biasa nya Jika Yuli Dan Job bertengkar, Devan Yang Selalu Menghentikan Mareka,Devan Selalu Berucap Jika Jangan Menganggu Waktu Istrhat Naraku,Tapi Saat Ini Dia Tidak Ada Lagi, Mungkin Untuk Selama nya,Begitulah Kira Kira Dalam Fikiran Kinara.


"Hentikan!!" Teriak Kinara, Dan Tentu Mareka Berdua Langsung Terdiam Mendengar Teriakan Kinara.


"Sudahhku Bilang, Jangan Bertengar, Jika Kalian Ingin Bertengar, bertengar Saja Diluar, Jangan Disini!" Ucap Kinara.


Lagi Dan Lagi Mareka Berucap Maaf Bersamaan,Dan Kinara Hanya Menarik Nafas nya Lalu Menghembuskan nya Dengan Pelan.


"Baiklah, Aku Juga Minta Maaf Sudah Berucap Seperti Tadi Dengan Kalian!"Ucap Kinara.


"Tidak Masalah Nyonya!" Sahut Job.


"Baiklah Dok,Kapan Aku Bisa Pulang!"Tanya Kinara.


"Sekarang Jugaa Bisa Nyonya!" Jawab Job.


"Maaf,Tuan Devan Menyuruh Saya Untuk Memanggil Istri nya Dan Istrinya Adalah Anda Jadi Saya Memanggil Anda Dengan Sebutan Nyonya!" Jawab Job.


"Tapi Aku Bukan Lagi Istrinya!" Ucap Kinara.


"Jika Tuan Devan Belum Berucap Padaku,Bearti Anda Masih Menjadi Istri nya Tuan Devan!" Jawab Job.


"Emm, Baiklah Terserah Dokter Saja!" Ucap Kinara.


""Jangan Memanggil Saya Dengan Sebutan Itu Nyonya,Panggil Saya Job!" Pinta Balik Job.


"Bagaimana Jika Aku Memanggilmu Dengan Sebutan Kak Job, Sama Seperti Kak Rian, Bagaimana Apakah anda Mau?" Jawab Kinara.


"Panggilan Yaang Unik, Baik Terserah Anda Saja Nyonya!" Ucap Job Dan Membuat Kinara Mengangguk Kecil,Sedangkan Yuli Merasa Bosan Melihat Dan mendegar Job.


"Kapan Kau keluar!,Aku Bosan Melihatmu!" Sahut Yuli.


"Aku Lebih Bosan Melihatmu Disini!" Jawab Job,Belum Sempat Yuli Menjawab Job Kinara Sudah Mengankat Bicara Terlebih Dahulu.


"Baik kak Job, terimaksih Informasi nya, Jika Begitu Saya Siap Siap Untuk Pulang!" Sahut Kinara.


"Anda Diam Saja Disini Nyonya, Biarkan Saja Dia Yang Membereskan Ini Semua,Buat Apa Dia Berada Disini Jika Tidak Ada Guna nya!" Ucap Job Dan Tentu saja Membuat Yuli Tekanan Batin Mendegar nya,Lagi dan Lagi Belum Sempat Yuli Membalas Ucap Job Kinara sudah Terlebih Dahulu Berbicara.


"Baaik Terimaksih Kak, Bisakan Keluar Sekarang!" Pinta Kinara.


"Baiklah,Aku Akan Kembali Lagi Untuk Memberikanmu Obat Dan Juga Vitamin Sebelum Pulang!" Ucap Job Dan Langsung Dia Iyakan Oleh Kinara, Setelah Itu Job Melangkahkan Kaki nya Keluar,Yuli Yang Melihat Job Keluar Langsung Berteriakk.


"KINARAA!!,KENAPA KAUU SELALU BICARA,KAU LIHAT KAN DIA SUDAH MENGHINAKU!" teriak Yuli.


"Sorry!" Ucap Kinara Sedikit Tertawa sambil Menutup Kedua Telinga Saat Mendengar Teriakan Sahabat nya itu.


"Ahhh,Sudahlah, Jika Berbicara Denganmu Tambah Membuatku Kesel Saja!" Gumam Yuli.


"Sudahlah Maafkan Aku,Lagian Kalian Tidak Cape Apa Jika Selalu Bertengkar Karna Masalah Sepeleh Saja!" Ucap Kinara.


"Tidak Bisa, Kau Sudah Tau kan Dia Sangat Menyebalkan,Lelaki Tapi Bermulut Wanitaa,Makanya Aku Memanggil nya Dengan sebutam Siluman!" Jawab Yuli Dan Itu Membuat Kinara tertawa kecil.


"Jangan Terlalu Membenci Orang,Nanti Kau Cinta padanya!" Ucap Kinara.


"Kinara!!" Ucap Yuli Yang menatap Kinara Dengan Tajam.


"Hahaha,Sorry,aku Hanya Bercanda,Yaa Sudah Ayo Kita Siap Siap Bersihkan Ini,Karna Sebentar Lagi Kita Keluar Dari Sini kan!" Ucap Kinara.


"Iya Rin Aku Senang,Ahkir nya Kau Biisa Pulang Juga!" Jawab Yuli.


"Thnks Sayangku,Yaa Sudah Ayo Beres Beres, Kali Bicara Terus Tidak Bakal Beres Beres Nih!" Ucap Kinara


"Heheh,Yaa Sudah Ayo!" Jawab Yuli Yang Mulai Membereskan Barang Barang Kinara,Dan Kinara Mengambil Salah Satu Baju nya Dan Pergi kekamar Mandi Untuk Menganti Baju Pasien nya Dengan Baju Nya Sendiri.


.


.


.


Dilain Sisi Rian Yang Baru Sampai Dikediamn Wijayaa,Sejak Tadi Dia mencari Devan Dimarkas Mafia DELF Tapi Tidak Menemukan nya Juga,Dia Pergi Kesuatu Tempat Dimana Devan Selalu Kesana Jika fikiran nya Kacau,Tapi Dia Juga Tidak Menemukan Nya, Dia Berfikir Untuk Mengecek Ke Kediaman Wijaya Sapa Tau Devan Berada Disana,Dan Benar Saja Tebakan nya Benar.


"Baik,Terimaksih Nyonya!" Jawab Rian.


"Baiklah Nak,Saya Mau Kekamar Dulu!" Ucap Ranti Yang Tersenyum Pada rian.


""Baik Nyonya,Selamat beristrhat!" Jawab Rian Sedikit Menundukan Badannya,,Sedangakn Ranti Hanya Tersenyum Setelah Itu Dia Meninggal Rian Sendiri Disana,Sedangakn Rian Langsung menuju Keatas Untuk Menunggu Devan Disana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


JJANGAN LUPA TINGGALKAN KONTRAK DAN BERI DUKUNGAN AUTHORR.