NARAKU

NARAKU
BAB 76.



BAB 76.


Devan Terus Memeluk Tubuh Sang Istri Memberi Ketenangan Padanya..


"Sayang Sudah Jangan Menangis Lagi!" Seru Devan Berucap Lembut Pada Kinara.


"Bagaimana Aku Bisa Tenang Jika Sahabatku Saja Memiliki Masalah Dan Aku Tidak Bisa Berbuat Apa Apa!" Lirih Kinara.


"Iya Aku Mengetahui Itu,Namun Rian Sudah Menemui Yuli Bukan,Pasti Mareka Akan Menyeselaikan Masalah Mareka Sendiri!" Seru Devan Lagi.


"Appa Mareka Akan Baik Baik Saja?" Tanya Kinara Yang Menatap Devan Dengan Mata Yang Basah.


Sedangkan Devan Dia Mengangguk Dan Tersenyum Pada Kinara,Devan Menghapus Air Mata Kinara Dan Mencium Mata Kinara Dengan Lembut..


"Sudah Jangan Menangis Lagi." Ucap Devan.


"Mengapa Kau Mencium Mataku?" Tanya Kinara.


"Karna Aku Tidak Ingin Melihatmu Menangis,Jadi Aku Mencium nya Agar Dia Berhenti Menangis!" Jawab Devan Yang Memaikan Hidung nya Dengan Hidung Kinara.


Sedangkan Kinara Dia Sedikit Terhibur Dengan Perilaku Devan Padanya..


"Aku Ingin Menunggu Mareka Diluar,Apa Boleh?"Tanya Kinara Yang Menatap Devan.


"Tentu,Apapun Yang Istriku Inginkan,Aku Akan Mengabulkan nya!" Gombal Devan.


"Gombal!" Jawab Kinara Sedangkan Devan Dia Hanya Tertawa Saja,Mareka Berdua Melangkah Keluar Untuk Menunggu Yuli Dan Juga Rian.


Namun Saat Mareka Keluar Dia Melihat Mobil Hitam Milik Devan,Kinara Fikir Yuli Akan Baik Baik Saja,Saat Dia Melihat Rian Keluar Seorang Diri Langsung Mengerutkan Alis nya..


"Dimana Yuli?"Tanya Kinara Pada Rian.


"Sebentar Lagi Mareka Akan Sampai Nyonya!" Jawab Rian.


"Maksudmu?,Mareka Siapa?" Sahut Devan Yang Memeluk Pingang Sang Istri.


"Dokter Job Mengabari Saya Jika Yuli Dan Juga Dokter Job Akan Kemari!" Jawab Rian Yang Menatap Devan Yang Memeluk Pingang Kinara dengan Erat..


"Haii Mengapa Kau Menatapku Seperti itu?" Sahut Devan.


"Maaf Tuan!" Jawab Rian Yang Menundukan Kepalanya.


"Aku Memberimu Maaf Untuk Ini Rian,Namun Jika Kau Berani Menatap Istri,Aku Akan Memecatmu!" Tegas Devan,Sedangkan Kinara Terkejud Mendengar Ucapan Devan Yang Sangat Berlebihan Menurutnya.


"Mas,Itu Sangat Berlebihan!" Seru Kinara.


"Sudah kamu Diam Saja!" Jawab Devan Sedangkan Kinara Dia Hanya Mengelengkan Kepalanya Saja.


Tiidak lama Mobil Putih Berhenti DiHalaman Rumah Yuli,Mareka Bertiga Menatap Mobil Tersebut..


Yuli Langsung Keluar Mobil Tersebut Begitu Juga Degan Job,Sedangkan Kinara Yang Melihat Yuli Langsung Tersenyum dan Berlali Memeluk Yuli,Dia Sangat Mencemaskan Keadaan Yuli.


"Kaamu Baik Baik Sajakn?" Tanya Kinara Yang Memeriksa Seluruh Badan Yuli.


"Aku Baik Baik Saja Rin!" Jawab Yuli.


Sedangkan Devan Yang Melihat Kinara Perhatian Sekali Dengan Yuli Langsung Mencemburutkan Wajah nya,Yuli Yang Melihat Perubahan Wajah Devan Langsung Tersenyum.


"Rin.Lihatlah Suamimu,Sepertinya Dia Cemburu Padaku!" Sahut Yuli,Kinara Melihat Wajah Devan Cemberut.


"Mas Kenapa?" Tanya Kinara.


"Aku Tidak Suka Jika Kau Perhatian Pada Siapapun Selain Diriku!" Jawab Devan Yang Menarik Tangan Kinara Kedalam Dekapan nya.


Sedangkan Job Yang Melihat nya Hanya Berjibir Saja...


"Dulu Kau Kaya Iblis Devan.Mengapa Sekarang kau Kaya hello Kety!" Ucap Job Dan Itu Membuat Yuli rian Dan Juga Kinara Tertawa,Sedangkan Devan Tentu Saja Dia Menatap Job Dengan Tajam.


"Kau Sudah Bosan Hidup Job!"Ucap Devan.


"Aku Haanya Bercanda Devan,Jangan Dianggap Serius!" Seru Job Dengan Tertawa Kuda.


Sedangkan Yang Lain Tertawa melihat Job Dan Juga Devan Bertengkar,Tidak Sengaja Yuli Melihat Kearah Rian,Begitupun Sebaliknyaa,Rian Menghampiri Yuli..


"Maafkan Saya!" Sahut Rian Yang Sudah Berada Didepan Yuli..


Rian Meraih Tangan Tuli Dan Mengengam nya Dengan Erat...


"Aku Mohon Percayalah Padaku,Aku Akan Melakukan Hal Apapun Agar Kau Percaya Padaku!" Mohon Rian Yang Menatap Dalam Yuli.


Tidaak Ada Sahutan Dari Yuli,Rian Menjatuhkan Kepalanya Digengaman Tangan nyaa,Dia Sangat Merasa Bersalah Pada Yuli,Dia Juga Tidak Tau Apa yang Harus Dia Ucapkan..


Yuli Menghapus Air Mata nya,Dan Menyuruh Rian Untuk Menatap nya,Sedangkan Rian Dia langsung Menatap Mata Yuli..


"Apa Kau Tidak Berbohong?" Tanya Yuli.


"Tidak,Aku Beneran Mencintaimu!" Jawab Devan.


"Apa Kau Bisa Berjanji Satu Hal Padaku?" Tanya Yuli.


"Apapun Itu.Aku Akan Berjanji!" jawab Rian Dengan Antutias,,Dia Tidak Berfikir Kan Apapun lagi Yang Ada Dalam Fikirannya saat Ini Adalah Apapun Yang Yuli Minta Padanya Akan Dia Berikan Asalkan Yuli Percaya Padanya Jika Dia Sangat Mencintai Yuli..


"Bisakah Kau Berjanji Akan Mencintaiku Selamanya?" Seru Yuli.


"Tentu Saja Aku Akan Berjanji Dihadapan Mareka Semua,Jika Aku Berjanji Akan Mencintai Yuli Seumur Hidupku!" Teriak Rian Disana,Sedangkan Yuli Yang Mendengar Teriakan Rian Langsung Tersenyum,Rian Yang Melihat Senyuman Yuli Langsung Memeluk Wanita Dihadapanya Dengan Sangat Eratt..


"Maafkan Aku Yang Sudah Melukaimu!" Sahut Rian Ditengah Tengah Pelukan Mareka.


"Maafkan Aku Yang Sudah Tidak Percaya Padamu!" Ucap Yuli Juga,Rian Melepaskan Pulakan nya Dan Memompa Wajah yuli untuk Menghapus Air Mata nya,Setelah Itu Dia Mencium Kening Yuli Dengan Sangat Mersahh..


Setelah Itu Dia Menatap Yuli Yang Juga Menatap nya...


"Apa Kau Tidak Bercanda?" Tanya Yuli Yang terkejud Mendengar Ucapan Rian.


"Tidak,,Aku Ingin Memilikimu Seutuhnya!" Ucap Rian..


"Bagaimaana Apa Kau Ingin Menikahh Denganku?" Tanya Rian Lagi..


"I..Iya." Jawab Yuli Dengan Sedikit Malu Malu,Rian Yang Mendengar nya Tentu Saja Dia Merasa Senang,Dia Akan Berjanji Pada Diri nya Akan Selalu Mencintai Yuli Dan Membuatnya Bahagiaa..


Rian Langsung Mencium Bibir Yuli sedangkan Yuli Dia Melingarkan Tangannua Dileher Rian,Sedangkan Devan Dan Kinara Melihat Mareka Merasa senang,,Devan Menatap Kinara Begitupun Juga Dengan Kinara,,Mareka Tersenyun Devan Mengecup Kening Sang Istri Dengan Sangat lembut..


Sedangkaan Job Yang Melihat Pemandangan Didepannya Langsung Masuk Kedalam Mobilnya Dan menghampaskan pintu Mobilnya Dengan Kuat..


BUKKK..


"Siaalan Mareka,Bisa Bisanya Bersikap Mersah DiHadapanku!" Ucap Job yang Merasa kesal,Yang Sejak Tadi Menjadi Obat Nyamuk.


Sedangkan Devan Dan yang Lain Terkejud Mendengar Hantaman Pintu Dengan Keras Akibat Ulah Job,Mareka Menatap Satu Sama Lain,Setelah Itu Mareka Tertawa Dengan Keras,Apa Lagi Dengan Devan,Dia sangat Puas Melihat Job Kesal..


"Kalian sudah Baikkan Bukan.Jadi Rian Antar Aku Kerumah Momy!"Pintah Devan.


"Baik Tuan,Sekali Lagi Saya Minta Maaf Tuan Muda Dan Juga Nyonya Muda!"Ucap Rian Sedikit Penundukan Badan.


"Tidak Masalah Kak Rian,Sekarang Kak Rian Harus Menjaga Dan Menyayangi Yuli!" Jawab Kinara.


"Baik Nyonya.Terimaksih!"Ucap Rian Yang Mengengam Tangan Yuli.


Sedangkkan Devan Tidak Perluh Ditanya Tentu Saja Dia Memeluk Pingang Sang Istri Dihadapan Rian,Agar Rian Mengerti Jika Kinara Ditakdirkan Hanya Untuknya Dan Selalu Menjadi Miliknya.


Tibaa Tiba Kinara Merasa Mual Kembali,Dengan Cepat Dia Berlari Menuju Toilet Untuk Membuang Cairan Bening Dalam Mulutnya..


Sedangkaan Devan Yang Melihat Kinara Berlari Langsung Menghampiri Sang Istri,Sedangkan Kinara Muntah Muntah Didalam Toilet..


UWEEE..UWEEE


Devan Semakin Merasa Cemas Dengan Keadaan Kinara,Devan Memijit Mijit Cegkuk Leher Kinara.


Setelah Kinara Merasa Membaik Dia Langsung Mencuci Mulut nya Dan Menyandarkan Kepalanya Didada Bidang Sang Suami..


"Kamu Sakit Sayang?" Tanya Devan Yang Memeluk Sang Istri.


"Tidak Mas,Tapi Entah Mengapa Sudah Dua Hari Ini Selalu Merasa Mual!" Jawab Kinara Yang Menatap Devan.


"Kalo Begitu.Kita Kerumah Sakit!" Ucap Devan.


"Tidaak Perluh Mas,Aku Baik Baik Saja,Nanti Juga Akan Hilang!" Jawab Kinara.


"Kapan Hilangnya,Tadi Kau Bilang Akan Hilang Dan Apa Ini kamu Malah Mual Mual Lagi,Tidak Ada Penolakan.Biar Aku Bawa Kamu Kerumah Sakit!" Ucap Devan,Sedangkan Kinara Dia Hanya Pasrah Saja Dengan Keinginan Sang Suami.


Mareka Berjalan Keluar Dari Toilet Untuk Menghampiri Yuli Rian Dan Juga Job..


"Rian Antar Saya Dan Istri saya Kerumah Sakit"pinta Devan.


"Tunggu.Ada Apa Dengan Nyonya Muda?" Tanya Job Dan Dimengangguki Yuli.


"Aaku Juga Tidak tau,Dia Sudah Merasa Mual Sejak Dua Hari Ini!" Jawab Devan.


"Iyaa,Dan Dihari Hari Ini Kinara Bersikap Berbeda,Tidak Biasanya!" Sahut Yuli.


"Apa Nyonya Muda Sedang Mengandung Pewaris Wijaya!"Seru Job.


"Aapa Maksudmu,Naraku Sedang Mengandung Anakku?" Tanya Devan Dengan Antutias.


"Kita Akan buktikan Dirumah Sakit,Agar Lebih Jelas!" Jawab Job Yang Masuk Kedalam mobilnya.


Tidak Ada Sahutan Dari Mareka,Devan Langsung Menyuruh Kinara Masuk Kemobil Begitu Juga Dengan Rian Yang Menyuruh Sang Calon Istri Masuk Kedalam,Sedangkan Job Dia Sudah Diluan Menjalankan Mobil nya Menuju rumah sakit Miliknya.


...----------------...


Dilain Sisi...


Ditto Dan sang Istri Sedang Menatap Rumah Yang Sedak Iya Tepati,Rumah Yang Bisa Dibilang Tak Pantas Untuk Ditinggalkan,Namun Tidak Ada Pilihan Lagi,Dia Sekarang Tidak Memiliki Uang Sedikitpun,Devan Telah Membuat Ditto Jatuh Miskin.Semiskin Miskin nya.


Harta Sedikitpun Dia Tidak Punya,Rumah Disita,Perusahaan Sudah Balik Nama Kinara,Mobil Mobil Telah DiBeli Oleh Devan,Semua Ulah Devan Untuk Menghancurkan Ditto...


Sedangkaan Sinta,Dia Tiada henti nya Menangis Memikirkan Bella Yang Sudah Lama Menghilang,Pihak Kepolisian Sudah Angkat Tangan Untuk Mencari Bella Yang Belum Juga DiTemukan,Jangankan ditemukan,Mencari Jejak Dan Melacak Keberadaan Bella Saja Tidak Ditemukan,Pihak Kepolisian Sudah Menduga Jika Ini Kerjaan KING MAFIA DEFL,Mareka Lebih Baik Menyerah Dari Pada Harus Beurusan Dengan Mafia DEFL...


Ditto Bersama Sang Istri Duduk Diruang Tamu,Ditto Selalu Menenagkan Sang Istri..


"Sayang Suda Jangan Menangis Terus!" Sahut Ditto.


"Kau Tidak Mengerti Perasaan Seorang Ibu Yang Sudah Tidak Bertemu Dengan Anak Berminggu Minggu!"Ucap Sinta.


"Aku Juga Merasakan Hal Yang Sama Denganmu,Bagaimanapun Kita Tidak Bisa Berbuat Apa Apa!" Ucap Ditto.


"Ini Semua Karna Kinara,Jika Bella Tidak Bertemu Dengan Kinara,Semua Ini Tidak akan terjadi!"Ucap Sinta.


"Daan Ini Juga Salahmu Mas,Kenapa Kamu Harus Beurusan Dengan Lelaki Berengsek Seperti Devan,Jadi Hancur Semuanya Hancurr!!" Teriak Sintaa.


"Mmaafkan Aku Sayang,Aku Juga Tidak Menyangka Akan Seperti Ini!" Seru Ditto.


"Aku Rindu Dengan Bella Mas,Dimana Anakku Bella!" Tangis Sinta Dalam Dekapan Ditto.


Sedikitpun Sinta Tidak Memikirkan Keadaan Kinara,Jangankan Memikirkan Mencari Tau Keadaan Kinara Saja Tidak,Mareka Terlalu Sibuk Dengan Bella Sehinggah Dia Tidak Memikirkan Kinara..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DAN BERI DUKUNGAN NARAKU.