NARAKU

NARAKU
BAB 72.



BAB 72.


..HEPPY RENDING..


Devan Yang Mengendong Kinara Ala bridal style Menuju Kamar DiLantai Duaa,Sedangkan Kinara Yang Dalam Dekapan Devan Hanya Tersenyum,Melihat Wajah Lelaki Tampan Didepan nyaa,Bahkan Dia Tidak Menyanka Akan Menjadi Wanita Yang Disayang Oleh Ceo Terpandang Dinegara nya,Sedangkan Devan Yang Menyadari Jika Dilihat Langsung Mengecup Sekilas Bibir Seksi Sang Istri,Lalu Dia Kembali Melanjutkan Langkah Nya.


Sampainya DiDepan Kamar Dia Langsung Mebuka pintu Dan Langsung Masuk Kedalam,Dia Menaruh Kinara Diatas Tempat Tidur,Dia Mengecup Bibir Sang Istri Lalu Dia Turun Dari Ranjang Dan Mengunci Pintu Tersebut Setelah Itu Dia Kembali Keranjang Dan Langsung Menindih Tubuh Kinara,Sedangkan Kinara Terkejud Dengan Apa Yang Devan Lakukan Padanya.


"Tuan,Anda Ingin Apa,Turun Anda Sangat Berat Sekali!" Ucap Kinara.


"Ustt,,Jangan Memanggilku Dengan Sebutan Tuann Sayang,Ingat Kau Istriku Bukan Pelayanku,Jadi Kamu Haruss Panggil Aku Dengan Sebutan Sayang,Mengerti!" Ucap Devan Yang Menatap Kinara.


"Baiklah,Tapi Bisakah Anda Ehh Maksud nya Bisakah Kamu Turun Sayang,Kamu Sangatlah Berat!" Gumam Kinara.


"Tidak,Aku Ingin Melakukan Hal Itu Padamu,Bolehkah?" Tanya Devan Yang Sedikit Gugup,Dia Takut Jika Kinara Menolak nya.


"....." Tidak Ada Sahutan Dari Kinara.


"Sayang,Ohh Maaf,Aku Sudah Lancang Meminta Hal Itu Sama Kamu,Maafkan Aku Yaa!" Ucap Devan Yang Bangun Dari Atas Tubuh Kinara dan Duduk Disisi Ranjang,Sedangkan Kinara Dia Bingung,Apakah Dia Akan Melayanin Devan,Tapi dia Takut Jika Suatu hari Devan Akan Mengulangkan Masa Lalu nya,Sejenak dia Menatap Devan Yang Juga Menatap Nya,Dengan Berani Dia Berucap Pada Devan.


"Apakah Kau Serius Mencintaiku?"Tanya Kinara.


"Apakah Kau Tidak Percaya Padaku?" Tanya Balik Devan.


"Bukan,Bukan Aku Tidak Percaya Padamu Hanya Saja Aku.." Tutur Kinara Yang Menundukan Kapalnya Agar Devan Tidak Melihat Dirinya Menangis,Tapi Devan Sudah Lebih Awal Melihat Kinara Menangis.


"Sayang,Mengapa Kau Menangis,Baiklah Aku Tidak Memaksamu,Dan Kau Harus Tau Satu Hal,Aku Sangat Mencintaimu,Detik Ini,Esok Dan Seterusnya Hanya Kau Yang Ada Didalam Hatiku!" Ucap Devan Dengan Lembut Sambil Menyentuh Wajah Kinara.


"Maafkaan Aku Yang Sudah Meragukanmu!"Lirih Kinara.


"Tidak Masalah,Wajar Jika Kau Masih Meragukanku,Karna Aku Sudah MembuatMu Menderita!" ucap Devan Dengan Senyum Pada Kinara,Sedangkan Kinara Hanya Menangis,Devan Yang Melihat Kinara Menangis Langsung Mencium Bibir Kinara Dengan Dalam,Dalam Semakin Dalam Mareka Saling M*l*m*t Satu Sama Lain.


Ciuman Mareka Semakin Panas,Devan Sudah Tidak Bisa Menahan Kenjolak Dalam Diri nyaa,Dia Melepaskan Ciuman Nya Lalu Menatap Mata Kinara Yang Sudah Terbawa Hawa Nafsu,Devan Hanya Tersenyum.


"Istirahatlah!" Ucap Devan Yang Mengusap Rambut Kinara,Sedangkan Kinara Yang Melihat Devan Seperti Berusaha Menahan Diri Agar Tidak Memakan nya,Dia Tersenyum.


"Aapa Kau Sedang Menahan Sesuatu?" Tanya Kinara yang Melingkarkan Tangan nya Dileher Devan.


"Tidak!" Jawab Berbohong Devan.


"Katakaan Saja Jika Kau Ingin Melakukan Itu Kan,Lakukanlah Sesukamu Sayang!" Gumam Kinara Yang Tersenyum Pada Devan,Sedangkan Devan Tentu Saja Dia Bahagiaa,Tapi Dia Ingin Memastikan Apakah Kinara Ingin Melayaninya Karna Sebuah Rasa Kasihan Atau Rasa Cinta.


"Apakah Karan Kamu Kasihan Padaku Jadi Kamu Ingin Melakukan nya?" Tanya Devan.


"Tentu Saja Tidak,Aku Melakukannya Karna Dasar Cinta,Ayolah Lakukan Sesukamu!" Ucap Kinara,Devan Yang mendapatkan Ijin Dari Sang Istri Langsung Melaksanakan aksi nya.


Dia Mencium Bibir Kinara Dan M*l*m*t nya Sang Dalam Penuh Gairah,Dan Berlari Dileher Mulus Kinara Dan Meninggalkan Jejak Kepemilikan Disana,Sedangkan Kinara Berusaha Agar Desahan nya Tidak Terdengar Oleh Devan,Dia Menutup Mulut Nya Dengan Kedua Tangan nya,Devan Yang Melihat nya,Hanya Sersenyum,Dia Menyingirkan Tangan Kinara yang Menutup Mulutnya.


"Berdesahlah Sayang!" Bisik Devan Yang M*nj*l*t Daun Kuping Kinara.


"Ahh,,!" Desah Kinara, Dan Itu Membuat Devan Semakin Bergairah.


"Berdesahlah Sayang,Aaku Sangat Menyukai Desahanmu!" Gumam nya Yang Kini M*nj*l*t Dada Kinara Dan Meninggalkan Jejak Kepermilikan Disana.


Devan semakin Menjadi Jadi Dia Membuka Satu Persatu Baju Kinara Dan Dilemparkan Kesembarang Arah,Sedangkan Kinara Dia Mulai Mengikuti Permainan Devan,Baginya Devan Sangatlah Liar.


Sedangkaan Devan Yang Sudah Membuka Semua Baju Kinara Tampa Ada Sebenang Kain DiTubuhnya Begitu Juga Dengan Devan,Kini Mareka Menatap Satu Sama Lain,Kini Wajah Kinara Memerah Karna Merasa Malu Dan Juga Bahagiaa,Sedangkan Devan Dia Merasa Gemez Dengan Wajah Merah sang Istri.


Devan Yang Sudah Tidak Bisa Menahan Diri Nya Langsung Melaksanakaan Aksinya.


.


.


.


"Tidak Aku Hanya Ingin Mencari Tau!" Jawab Rian.


"Cari Tau Apa?" Tanya Yuli.


"Sudahlah Jujur Sajja Jika Kau Mau Juga Seperti Nyonya Muda Dan Juga Tuan Muda,Sudahlah Kau Tidak Perluh Berbohong Padaku!" Ucap Rian.


"Enak Aja,Bilang Saja Jika Kau Yang Mau Kan Bukan Diriku!" Bentak Yuli.


"Yaa,Tebakanmu Benar!" Jawab rian Yang Mendekatkan Dirinya Dengan Yuli,Sedangkan Yuli Melangkah Mundur Agar Menjauh Dari Rian.


"Haii,Menjauh Darikuu!!" Teriak Yuli Dan itu Membuat Rian Menghentikan Langkahnya Dan Menutup kedua Telinga nya Dengan kedua Tangannya.


"Kau Mau Membuatku Tuli!" Bentak Rian.


"Iya,Biar Kaau Tidak Mesum Lagi!" bentak Balik Yuli Yang Langsung Melangkahkan Kaki Nya Masuk Kedalam.


"Apa Aku Terlihat Sangatlah Mesum?,Tapi Jika Terlihat Lihat Dia Imut Sekali!" Bantin Rian Yang Melihat Langkah kaki Yuli Menjauh Dari nya.


Sedangkan Yuli,Selalu Merocos Terus,Dia Heran Mengapa Dia Bisa suka Dengan Lelaki Mesum Seperti Rian,Dia MeNaiki Tanga Dan Menuju Kamar Nya Yang Terletak Dilantai Dua,Ketika Dia Membuka Pintu nya Tapi TidaK Bisa.


CRENK..CRENK..CRENK.


Yuli Berusaaha Membuka Pintunya Namun Tidak Bisa Terbuka Dia heran Mengapa Pintunya Tiba Tiba Tertutup.


"Tunggu,Tadi Aku Tidak Menguncinya,Dan Kenapa Tiba Tiba Terkunci!" Ucap Yuli Pada Dirinya Sendiri.


"Ohh,Atau Jangan Jangan Ini Rumah Ada Hantunya Lagi!" Lanjutnya Yang Melangkah Mundur,Dan Dia Tidak Sengaja Menabrak Seseorang Dibelakangnya,Dan Tentu Saja Itu Membuatnya Terkejud Minta Ampun.


"AHHHHH!" Teriak Yuli Yang Terkejut.


"Ussttt,Bisakah Kau Dalam Sehari Tidak Teriakk!" Bisik Rian yang Menutup Mulut Yuli,Yuli Memberikan Kode Agar Rian Melepaskan Bungkamanya.


"Kaau Ingin Membunuhku Ahh!"Bentak Yuli Yang Sudah lepas Dari Bungkaman Rian.


"AHH..HITSS..OHHH!" Terdengar Seperti Desahan,Dan Itu Membuat Yuli Dan Rian Saling Menatap Satu Sama Lain.


"AHH..HITSS..OHH!" Suara Desahan Itu Terdengar Kembali.


"Apakah Itu Desahanmu?" Tanya Yuli Dan Tentu Saja Membuat Rian Terkejud Mendengar Tuduhan Yuli Yang Jelas Jelas Sejak tadi Dia Diam Saja.


"Kaau Buta,Sejak Tadi Aku Hanya Diam Saja!"Bentak Rian.


"Iya Juga Sih,Jadi Kalo Bukan Kamu Siapa Dong?" Tanya Yuli Pada Rian.


"Saya Tidak Tau!" Jawab Rian,Yuli Dan Rian Saling Menatap Satu Sama Lain Dan Melirik Pintu Yang Terkunci,Mareka Melangkahkah Mendekat Pintu Kamar Yuli,Sampainya Disana,Yuli Langsung Menempelkan Telinganya Dipintu.


"Ahh..Ahh!"..


Yuli Yaang Mendegar Desahan Itu Dari Arah Dalam langsung Menutup Mulutnya,Sedangkan Rian Yang Penasaran Megikuti Apa Yang Tadi Yuli Lakukan,Dan Dia Juga Mendengar Apa Yang Yuli Dengar,Mareka Diam Membeku.


"Kau Mendengar nya Kan?" Tanya Yuli.


"Iya!" Jawab Rian,Mareka Diam Kembali,Rian Langsung Menarik Tangan Yuli Turun Kebawah,Sedangkan Yuli Sudahlah Tidak Perluh Ditanya,Sudah Jelas Fikiran Yuli Kemana Mana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


JAANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DAN BERI DUKUNGAN AUTHORR.