
BAB 69.
.
.
Devan Yang Baru Saja Selesai Membersihkan Tubuh nya, Menuju Ruagan Pakean Untuk Mencari Baju Dan Juga Untuk Dia Gunakan,Tidak Lama Dia Sudah Selesai Dengan Pakeian Baju Nya.
Diia Melihat Foto Wanita Cantik Tersenyum Bahagia Disana,Tidak Terasa Devan Tersenyum Melihat Wanita Pujaan nya.
"Aku Akan Merebut Cintamu Kembali Sayang!" Bantin Devan,Setelah itu Dia Melangkahkan Kaki Nya keluar Dari Kamar Nya.
"Rian!,Mengapa Kau Berada Disini!" Sahut Devan Yang Melihat Rian Berdiri Disamping Pintu Kamar nya.
"Saya Menunggu Anda Tuan!" Jawab Rian.
"Mengapa Tidak Tunggu DiBawa Saja?" Tanya Devan.
"Tidak Apa Apa Tuan!" Jawab Rian.
"Yaa Sudahlah,Aku Ingin Menemui Naraku,Apa Kau Ikut Juga?" Tanya Devan.
"Tentu!" Jawab Rian,Setelah Itu Mareka Berdua Turun Untuk PerPamitan Kepada Ranti Setelah Itu Mareka Menuju Rumah Sakit XXX Dimana Kinara Dirawa Disana.
"Baiklah Hati Hati Sayang,Jika Ada Apa Apa Kabari Momy!" Ucap Ranti.
"Baik Mom,Jika Begitu Devan Pergi,Jaga Diri Momy baik Baik!" Sahut Devan yang Memeluk Tubuh Wanita Yang Bisa Dibilang Tua,Namun Masih Bisa Terlihat Segar.
"Saya Permisi Nyonya!" Sahut Rian Dan Langsung Di Iyakan Ranti,Setelah Itu Mareka Pergi Meninggalkan Kediaman Wijaya.
.
.
.
"Baik, Terimaksih Kak Sudah Merawatku Hinggah Sembuh!" Tutur Kinara Yang Tersenyum Pada Job.
"Tidak Masalah Nyonya, Itu Sudah Tugasku Untuk Merawatmu!" Jawab Job Yang Tersenyum Juga Pada Kinara,Sedangakn Yuli Yang Melihat Job Tersenyum Langsung Bergaya Muntah,Job Yang Melihat nya Hanya Memasang Tatapan Tajam.
"Apa Kau lihat Lihat!" Sahut Yuli.
"Ini Mata Saya,Jadi Tersenrah Saya Mau Lihat Lihat!" Ucap Job.
"Aneh!" Jawab Yuli.
"Sudahlah,Kalo Begitu Saya Permisi Kak Job,Sekali Lagi Terimaksih!" Sahut Kinara.
"Saama Sama Nyonya,Apakah Anda Memerlukan Bantuan!" Ucap Job.
"Bantuan Apa?" Tanya Kinara.
"Appakah Anda Mau Saya Antar?" Tawar Job.
"Tidak Perluh Kak,Aku Bisa Memesan Taksi,Terimaksih Atas Tawaran nya!" Jawab Kinara.
"Apakah Anda Nyakin?" Tanya Job.
"Ya!" Jawab Kinara.
"Baiklah,Kalo Bagitu,Hati Hati Dijalan!" Ucap Job.
"Baik,Sampai Jumpa!"Jawab Kinara Yang Melangkah Keluar Meninggal Ruangan Inap Yang Berapa Minggu Dia Tepati,Sedangakn Yuli Dia Meraih Hp nya Untuk Memesan Taksi Onlen,Dan Sampai nya Mareka Diluar,Taksi Yang Dia Pesan Sejak Tadi Sudah Menunggunya, Dengan Cepat Kinara Dan Yuli Masuk Kedalam,Dan menyuruh Supir Nya Jalan Menuju Rumah Yuli.
Tidak Lama Mobil Taksi yang Kinara Gunakan Berselisih Dengan Mobil Yang Digunakan Devan Dan Juga Rian.
Devan Sempat Melihat Mobil Taksi Yang Lewat Disebelah nyaa,Tapi Dia Tidak Melihat Jika Kinara Didalamnya,Karna Dia Langsung Menatap Kearah Depan.
Sampainya Disana Dia Langsung Menuju Kamar Inap Kinara Dengan Semangat,Entah Mengapa Dia Sangat Merindukan Wajah Sang Istri,Sampainya Disana Dia Langsung Membuka Pintu Tapi Yang Ingin Dia Lihat Tidak Ada Melaikan Perawat Wanita Yang Sedang Membersihkan Ruangan Tersebut,Dengan Langkah Cepat Devan Mendekati Perawat Yang Sibuk memberihkan Bekas Kamar Inap Kinara.
"Permisih,Dimana Pasien Yang Berada Disini!" Tanya Devan.
"Ohh Iya Tuan,Pasien Yang Bernama Kinara Sudah Pulang Berapa Menit Yang Lalu Tuan!" Jawab Perawat itu.
"Pulang!" Ucap Devan Yang Terkejud Mendengar Ucapan Perawan Itu.
"Iya Tuan," Jawab Pasien Tersebut Dengan Sopan.
Tiidak Ada Sahutan Dari Devan,Devan Langsung Melangkahkan Kaki nya Menuju Ruangan Job,Dia Sangat Marah Pada Job,Karna Tidak Mengabarinya.
Sampai nya Didepan Pintu Ruangan Job, Davan Langsung Membukanya,Sedangkan Job Yang Baru Saja Menyandarkan Kepalanya Dikursih Dokter nya Terganggu Karna Kehadiran Kedua Sahabat nyaa.
"Aku Tidak Tau!" Jawab Job Yang Kembali Duduk.
"Mengapa Kau Membiarkan Dia Keluar Dari Sini Bodoh!"Bentak Devan.
"Kondisinya Sudah Membaik Seratus persen,Jadi Aku Membolehkan Nya Pulang!"Jawab Job.
"Kau Emang Bodoh Job,Bodoh Sekali!!" Ucap Devan.
"Kau yang Bodoh!,Mengapa Kau Tidak Berada Disini,Dan Saat dia Sudah Pulang Baru Kau Salahkan Diriku,Ingat Devan Tugasku Hanya Sebagai dokter Yang Sudah Tau Tugasnyaa!!" Jawab Job Yang Berdiri Dari duduknya, Dia Tidak Terima Jika Devan Mengatakannya Bodoh.
"KAU EMANG BODOH!!,JIKA BEGINI AKU HARUS MENCARI NARAKU DIMANA!!" Bentak Devan.
"......" Tidak Ada Sahutan Dari Job,Saat Ini Dia Merasa Bingung.
"Lebih Baik Anda Menenagkan Diri Anda Dulu Tuan, Jika Anda Terbawa Emosi Semua Tidak Akan Ada Jalan Keluarnya!" Sahut Rian.
"Dokter, Apa Sebelum Nyonya Keluar Dari Sini, Mengucapkan Sesuatu??" Tanya Rian Pada Job.
"Tidak,Awalnya Aku Menawarkan Untuk Mengantar Mareka Namun Nyonya Muda Selalu Menolak nya,Jadi Aku Tidak Bisa Memaksa,Kebetulan Juga Aku Harus Meriksa Pasien Yang Lain,Jadi Tidak Ada Waktu Bayak Untul Berbicara Pada nya!" Jelas Job.
"Terus Nyonya Siapa Yang Menjemput nya??" Tanya Rian.
"Dia Bilang Padaku, Jika Memesan Taksi Onlen!" Jawab Job.
"Rian,Tutup Jalan Raya Sekarang Jugaa!!" Ucap Devan Dengan Dingin.
"Baik Tuan!" Jawab Rian.
Rian Langsung Meraih Ponsel nya Lalu menghubungi Seseorang,Setelah Itu dia Kembali Menaruh Ponsel nya Disaku Celanannya.
"Rian Apa yang Terjadi?" Tanya Job.
"Saya Juga Kurang Tau Dokter!" Jawab Rian Yang Memang Tidak Mengerti,Karna Devan Tidak cerita Padanya,Sedangkan Devan Dia Menjatuhkan Tubuh Kekar nya DiSofa Yang Terletak Disana,Fikiran nya Selalu Tertuju Pada Sang Istri.
.
.
.
Diperjalanan Kinara Selalu Menatap Jendela Luar Untuk Melihat Pemandangan Ibu Kota Yang Sangat Dia Rindukan,Sudah Lama dia tidak Melihat Ibu Kota Yang Cukup Indah,Dan Tidak Lama terlintas Bayangan Devan,Dia Mengingat Kebaikan Devan Yang Selalu Menjaganya Dan Selalu Berada disamping nya Walaupun Dirinya Selalu Berbicara Kasar Padanya,Namun Devan Selalu Berucap Lembut Pada nya,Bahkan Devan Sangat Perhatian Padanya,Tidak Terasa Betiran Bening Terjatuh Dari Perlupuk Matanya,Entah Mengapa Saat ini dia Sangat Merindukan Sang Suami.
Sedangkan Yuli,Tentu Saja Dia memikirkan Lelaki Yang Sudah Merebut Hati nya,Siapa Lagi Kalo Bukan Rian,Dia Merasa Sedih,Apakah Setelah Ini Dia Bisa Bertemu Lagi Dengan Rian Atau Tidak,Dan Yang Membuat nya Kesal Adalah Yuli Tidak Mempuyai Nomor Sang Pujaan Hati,Dia Lupa Meminta nya,Dia Fikir Mareka Pasti Akan Selalu Bersama Jadi Itu Dia Tidak Memelukan itu,Namun Itu Salah,, Bahkan Tadi Dia Tidak Mengucapkan Kata Perpisahaan.
"Maaf, Mbak Sudah Sampai!" Sahut Supir Tersebut Dan Membuat Mareka Berdua Tersadar Dari Lamunan Mareka.
"Ehh,Hehe Maaf Pak!" Ucap Yuli Tertawa Kuda Dan Dia Mengambil Uang Dikantung Saku nya Lalu Diberikan Pada Supir nya,Setelah Itu Mareka Turun Lalu Melangkahkan Kaki Nya Untuk Masuk Kedalam.
Sampainya DiDalam Kinara Langsung Menjatuhkan Tubuh nya Difosa Yang Berada Disana,Sedangkan Yuli Dia Membawa Tas Kecil Kedalam Kamar Yang Akan Kinara Tempatkan Disana,Setelah itu Dia Mendekati Kinara Lalu Duduk Disamping nyaa.
"Uhhh Melelahkan!" Sahut Yuli.
"Sorry!" Ucap Kinara Yang Menatap Yuli,Sedangkan Yuli Merasa Heran Mengapa Kinara Meminta Maaf Padanya.
"Sorry Buat Apa Rin?" Tanya Yuli.
"Maaf,Sudah Sering Merepotkanmu!" Tutur Kinara.
"Ihh Aku Kira Juga Apa, Ngak Perluh Kaya Gitu Kali, Kau Lupa Kita Sahabat Berartk Saling Membantu Satu Sama Lain kan,Jadi Kau Tidak Perluh Berucap Seperti Itu,Aku Malah Merasa Senang Bisa Sama Sama Kamu Lagi!" Ucap Yuli,Dan Itu Membuat Mata Kinara Berkaca Kaca, Bukan Karna Sedih Melaikan Terharu Mendegar Ucapan Yuli.
"Thnks,Aku Ngak Tau Maau Balas Kebaikkan Mu!" Lirih Kinara
"Apaan Sih Kinara, Sudahku Katakan Jika aku Tidak Merasa Kerepotan sama Sekali, Mengerti!" Gumam Yuli.
"Hkiss.." Tangis Kinara.
"Rin,Menggapa kamu Menangis,Haii Kau Bukan Kinara Yangku Kenal,Setahuku Kinara tidak Mengenal Apa Itu Menangis!" Canda Yuli.
"Kau Gilaa,,Jika Aku Tidak Mengenal Menangis Berarti Aku Bukan Manusia Bodoh,Setan Dan Hewan Saja Tau!" Ucap Kinara Yang Menghapus Air matanya.
"Hahahaha, Yaa Gitulah, Jangan Nangis Nangis Mengerti!,Jika Kau Menangis Aku Juga Bakal Ikutan Nangis!"Jawab Yuli.
"Hehe,Sekali Lagi Maksih Sudah Menjadi Sahabat Terbaikku!" Tutur Kinara Yang Memeluk Yuli.
"Saama Sama,Itu Sudah Tugasku Menjadi Sahabat Terbaik,Haha!" Ucap Yuli Sambil Membalas Pelukan Kinara?Terjdilah Pelukan Talatabis.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
JANGAAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DAN BERI DUKUNGAN AUTHORR.