NARAKU

NARAKU
BAB 67.



BAB 67.


.


.


DiPagi Hari Kinara Bangun Dari Tidur nya Merasa Ada Yang mengengam Tangan nya, Dia Melihat Tangan Yang digengam Erat Oleh Devan,Awal Nya Kinara Membiarkan Saja Namun Kinara Mengingat Jika Dia Harus Benci Pada Devan,Dengan Cepat Dia Menarik Tangan Nya.


Sedangkan Devan Yang menyadari Jika Kinara Menarik tangan Nya langsung Terbangun Dari Tidur nyaa,Dan Menatap Wajah kinara Yang Menatap nya Juga.


"Sayang, Apa Kamu Sudah Bangun," Tanya Devan Yang mengelus Wajah Kinara.


"......" Tidak Ada Sahutan Dari Kinara Dia Menatap Wajah Devan Dengan Mata Berkaca Kaca.


"Jangan Menangis lagi, Ijinkan Aku Untuk Memelukmu, Setelah Itu Aku Berjanji Akan Menjauh Dari Hidupmu!" Ucap Devan Dengan Sangat Berat.


DUARR.!


BagaiDisambar petir Disiang bolong,Kinara Sangat Terkejud Mendegar Ucapan Devan,Dilain Sisi Dia Merasa Senang Karna Devan Sudah Memenuhi Ucapan nya,Tapi Mengapa Dilain Hati Kinara Yang paling Dalam Tidak Rela Jika Devan Menjauh Dari nyaa.


"Jika Kau Ingin Pergi, Pergi Saja Tidak Perluh Memintaa Hal Hal Yang Tidak Wajah Seperti Itu!" Tegas Kinara.


"Hehe, Aku Hanya Ingin Memelukmu Untuk Yang Terahkir Kali nyaa Sayang, Apakah Itu Tidak Boleh!" Tanya Devan Dengan Lembut Sambil mengelus Wajah Kinara.


"Kau Bilang Ingin Pergi Jauh Dariku Kan??,Pergilahh Dengan Senang Hati Aku Melihat nyaa!!"Tegas Kinara Yang menjauhkan Wajah nya Dari Elusan Devan.


Devan Hanya Tersenyum Dengan Ucapan Kinara,Dia BerDiri Dari Duduk Nya,Dia Menatap Wajah Kinara Dengan Lekat,Seolah Olah Dia tidak ingin Meninggalkan Sang Istri,Tapi Demi Kebaikan Mareka Beruda Dia Harus Meninggalkan Nya.


Dia Mengelus Rambut Panjang Kinara,Setelah Itu Dia Melangkahkan Kaki nya Keluar Dari sana,Kinara Yang melihat Devan Meninggalkan Ruangan Nya Langsung Menangis Sejadi Jadi Nyaa,Entah Mengapa Rasa Sakit Nya Lebih Menyakitkan Dari Pada Dia mengalami Kecelakaan.


"Diia Berbohongg!!,Diaa Berucap Jika Selalu ada Disampingmu,Tapi Ini apa??,Dia malah Meninggalkanku Sendiri Disini!!,Kamu Jahat Devannn,Aku Membencimuu Seumur Hidupkuu!!" Bantin Kinara, Yang Terus Menangis.


Sedangkkan Yuli,Yang Melihat Devan Keluar Dari ruangan Kinara Dengan Lesu Tidak seperti Biasa nya, Dan Langsung Berjalan Keluar,Yuli Melihat Rian, namun Rian Hanya Mengeleng Tanda Tidak Mengerti.


"Saya akan menyusul Tuan Devan, Lebih Baik kau Menemui Nyonya Muda!" Sahut Rian Dan Langsung di Iya kan Yuli,Tapi Sebelum dia Pergu Dari sana Dia mengelus Rambut Yuli Dan Tersenyum Pada nya Setelah itu Dia Menyusul langkah kaki Sang Atasan.


Sedangakn Yuli Yang Mendapatkan Perilaku Rian,Tiba Tiba Pipi Nya merah Merona Karna Merasa Malu Dan Sangat Bahagiaa.


"Apakah Dia Juga Mencintaiku Tuhan??" Bantin Yuli Yang Terus Tiada Henti Nya Tersenyum.


"Ehh, Kok Aku Cuman Diam Aja Sih, Kan Tadi Aku Mau Ketemu Sama Kinara!" Ucap nya yang Langsung berdiri Dari Duduk nya Menuju Keruangan Kinara.


Yuli Yang Masuk Kedalam, Terkejud Bantal Kesana Sini,Dia Mendekati Kinara Dan Menyentuh Bahu nyaa.


"Kinara, Ada Appa, Mengapa Kau Menangis!" Tanya Yuli.


"Diia Jahat,Dia pembohong!!" Ucap Kinara Dengan Isak nya.


""Apa Yang kau katakan?,Siapa Yang Kau maksud Itu!" Jawab yuli Yang Tidak Mengerti Maksud Kinara.


"Devan, Dia Berjanji Padaku Jika Selalu Disampingku Kan!" Ucap Kinara Yang Menatap Yuli.


"Iya,Ada apa Dengan nya?" Tanya Yuli.


"Hkiss..Dia Me..Ninggalkanku, Dan dia Bilang Akan Meninggalkanku Untuk Selama lamanyaa!!!, Dia Berbohongg!!, Kau Bencii Dengannya!!" Teriak Kinara.


"........" Tidak Ada Sahutan Dari Yuli,Dia Tidak Percaya Jika Devan Berucap Seperti itu pada Kinara,Bahkan Devan Berucap Pada nya Jika Berjanji Akan Mengambil Kembali Cinta Kinara Dan Berjanji Selalu Disamping Kinara.


"Aku Benci Padanya Yul!!"Lirih Kinara Dengan Isak tangis nya.


"Jika Kaau Benci Pada nya Mengapa Kau menangis Jika dia Meninggalkanmu!!" ucap Yuli.


"Karna Aku Masih Mencintai nya!" Lirih Kinara dengan Pelan Namun Masih Bisa didengar Oleh Yuli.


""Kau Masih Mencintai nya,Tapi Mengapa Kau berucap Jika Tidak Mencintai nya Lagi Kinaraa!!" Bentak Yuli Yang Heran Dengan Fikiran Sahabat nya ini.


"Aku melakukan Ini Karna Aku ingin Melupakan Masa Laluku Yang Menyakitkan,,Kau Tidak Mengerti,,Setiap Hari aku Selalu Tertekan Dengan Sandiwara ini!!,Hatiku Terluka Saat Mengatakan Jika Aku Tidak lagi mencintainya!!" Lirih Kinara.


"Aku Bingung Sama Jalan fikiranmu Rin,Saat ini Aku marah Padamu Yang Tidak Menyadari JIka Dia Benar Benar Mencintaimu!!" Ucap Yuli.


"Apa Yang Harus Aku lakukan!!" Tanya Kinara.


"Setelah Kau keluar Dari Rumah Sakit, Kau Harus Bertemu dengannya Dan Menjelaskan Semuanya Pada nyaa,Kau Mengerti kan!!" Ucap Yuli.


"Yaa, Aku Mengerti,Yul,Aku Tidak Ingin Kehilagan cinta Pertamaku!!" Lirih Kinara, Yuli Yang Melihat Sahabat nya Menangis Langsung Memeluknya, Dan Berikan Ketenangan Untuk nyaa.


.


.


.


Devan Yang Masuk langsung diSebut Oleh Pelayan Disana, Yaa Setelah Ranti kembali Devan Menyuruh Rian Untuk Para Pelayan Kerumah nya Untuk Melayani sang Momy.


"Selamat Pagi Tuan," Sapa Pelayan Disana.


"Dimana Momy?" Tanya Devan.


"Nyonya Besar Berada ditaman Belakang Tuan!" Jawab Pelayan Itu Dengan Sopan.


Setelah Devan Tau Dia Langsung Menghapiri Sang Momy,Sampai nya Disana Dia Langsung Memeluk sang Ibu Seperti anak kecil Yang Mempuyai Masalah.


"Mom,,Apa Yang Harus Devan Lakukan!,Devan Benar Benar Bingung Sekarang!"Sahut Devan.


"Apa Yang Kamu Maksud Sayang??" Tanya ranti Yang Tidak Mengetahui apa Yang Putra nya Ucapkan.


"Apa Devan Salah Telah Menyerah Untuk Mengejar Cinta Istriku Lagi??" Tanya Devan.


"" Tentu kamu Salah!,Ada apa sebenar nyaa?" Tanya Ranti Yang semakin Bingung!" Ucap Ranti.


Fleckbeck Off


Devan Yang Tertidur Tiba Tiba Terbangun Mendegar Suara Kinara Yang Selalu Berucap Yang Sangat Menyakitkan Padanyaa.


"Menjauh Darikuu!!" Ucap kinara.


"Menjauh Darikuu!!" Lirih Kinara dengan Mata terpenjam Tapi Meneteskan Air Mata.


Devan Yaang Melihat nya Menghapus air Mata Yang Menetes Diperlupuk Mata Kinara, Entah Mengapa Hati sakit Saat Mendegar Kalimat Yang Singat Namun Sangat Menyakitkan Buatnya.


"Baiklah,Jika Kau Ingin Aku Menjauh Darimu,Akanku Lakukan Sayang!.." Lirih Devan Yang Mengusap Rambut Panjang Kinara.


"Maafkkan Aku,Yang Sudah Membuatmu Teromaa Dengan Perlilakuku!,Tapi Kau Harus Tau Satu Hal!!" Ucap nya yang Meraih Tangan Kinara dan mengengam Nya.


"Jika Devan Wiliem Wijaya Sangat Mencintaimu Sekarang,Esok Dan Selamanya Akan Tetap seperti itu!" Gumamnya Devan Yang Mencium Tangan Kinara, Diia Bangun Dari Duduk Nya Dan Mengecup Bibir Sang Istri dengan Sangat Lembut.


Cup.


"Terimaksih Sudah Mengajarkanku Apa Itu Perjuangan Dan Juga Cinta Dejati!" Ucap Nya Dan Dia Kembali Mencium Bibir Kinara Yang Kedua Kali nyaa.


Cup.


Setelah Itu Dia Kembali Duduk Dan Melihat Kinara yang seperti nya kembali Terlalap, Dia Melihat Wajah Kinara Dan Menaruh Wajah nya Ditangan Kinara.


Fleckbeck onn.


"Apa Cuman Karna Itu Kamu Menyerah Untuk Mengejar Cinta Kinara kembali Sayang?" Tanya Ranti.


"Aku Juga Tidak Ingin Seperti Itu Mom, Tapi Devan Terluka Saat Melihat kinara Selalu Menangis Melihat Devan Karna Masa Lalu yang Devan Perbuat Padanya!" ucap Devan.


"Momy Tau Jikka Kinara Masih Mencintaimu, Dan apa Kau lupa Dengan ucapan Job Waktu Itu??,Dia Berkata Jikaa Kinara Mengalami Teroma Kan, Itu Wajar Jika Kinara Berucap Seperti itu Karna Teroma nya Yang Mungkin Masih Terbayang Bayang,Tapi Bukan Berarti Kau Menyerah Sayang, kau Harus Bisa Mengambil Kembali Cinta Istrimu,Dan Setelah itu kau Bisa Membuka Lebaran Baru Bersama Keluarga Kecilmu Kelak!" Jelas Ranti.


"Bagaimana Mau Membuka Lebaran Baru, Jika Naraku Saja Belum Pasti Mau Memaafkanku!" Ucap Devan.


"Makannya Kau berusaha Jangan Gampang Menyerah,Kau Temui Kinara Dan Jelaskan Semua padanya!" Ucap Ranti.


"Mungkin Sekarang Seperti nya Belum Bisa Mom,Aku Akan menemui nya Besok,Dan Aku akan Jelaskan Semuax padanya,Dan Momy Benar Jika Tidak Ada kata Menyerah Untuk Merebut Kembali Cinta Naraku1" Ucap Devan Yang Kembali Duduk Seperti Biasa.


"Begitu Dong,Bagaimana Keadaan Kinara!" Jawab Ranti.


"Keadaannya Semakin Membaik Mom," Ucap Devan.


"Baguslah Jika Begitu,Tapi Wanita Ular Itu Dan Juga Keluarganya Bagaimana?" Tanya Ranti Lagi Yang menatap Wajah sang Putra nya.


"Sudah Devan Urus Semua," jawab Devan. "Ya Sudah Mom, Devan ingin Membersihkan Tubuh Devan Dulu,Setelah Itu Devan Akan Kerumah Sakit!" Sahut Devan.


"Katamu Besok, Kenapa Berubah?" Tanya ranti.


"Lebih Cepat lebih Baik!" Jawab Devan Yang Langsung Melangkah Pergi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DAN BERIDUKUGAN AUTHORR..