NARAKU

NARAKU
BAB 18



BAB 18


" apa yang terjadi dengan mu nyonya, mengapa kau terlihat sangat terpuruk." Gumam rian yang lurus lihat jalan.


Rian yang serius mengetir tiba tiba hp nya berdering, tapi dia abaikan panggilan itu yang ada dalam pikiran nya kinara harus sampai dirumah secepat nya.


Berapa jam berlalu mobil milik devan masuk didalam kediaman wijaya, dia turun lalu membuka pintu belakang untuk mengendong kinara masuk kedalam.


Kepala pelayan dirumah itu menyembut kedatangn ketris rian sekaligus menyembut istri tuan nya itu tidak lain adalah kinara.


" apa doktr job sudah datang?." Tanya rian yang masih mengendong kinara.


" sudah tuan, sekarang tuan devan dan dokter job menunggu anda dikamar tuan devan." Jawab ina kepala pelayan dirumah itu.


Rian yang mendegar nya langsung menuju kamar atasan nya itu, dia tidak menaiki tangga tapi menaiki lif yang ada didalam rumah itu.


rumah itu memiliki rumah tingkat tiga, memiliki kolam berenang dan memiliki taman bunga serta taman untuk bersantai bukan cuman itu setiap dinding kamar terlapis dengan kacaa tebal jika untuk bersantai sangat sejuk terlihat jelas pemandangkan ibu kotaa.


Rian yang sudah berada didepan pintu devan langsung mengetuk pelan dengan kaki nya, memberi kode jika mareka ada diluar, job yang mendengarkn kode itu langsung membukakan pintu untuk rian.


Rian yang ingin membaringkan kinara diranjang tiba tiba devan melarang nya.


" ada apa lagi devan, dia terlihat pucat, harua cepat diperiksa." Ucap job.


" baringkan saja dia disofa, aku tidak ingin jika tubuh nya menyentuh ranjangku." Seru devan.


Job dan rian mendengr ucapan devan langsung merasa heran, apa kah dia tidak memiliki hati kepada gadis yang terlihat pucat.


Job tidak ingin bertengkar dengan devan dia langsung menyuruh rian untuk membaringkan kinara disofa yang terletak didepan ranjang devan.


Job yang melihat gadis didepan nya terbaring tidak sadar kan diri, sangat terlihat jelas jika gadis dihadapan nya saat ini sangat lah kelelahan, mata bengkak,pucat serta muka yang suram, dia langsung meriksa keadaan kinara dengan terliti.


Sedangakn devan, dia melihat wanita yang terbaring lemas ada rasa yang aneh didalam hati nya dia merasa jika Dia sangat cemas dengan keadaan istri nya, tapi dia kekeh dengan pendirian nya jika dia tidak akan mungkin mencintai gadis itu. " ada apa dengan diriku, mengapa ak merasa cemas dengn keadan wanita itu." Gumam nya tapi dia segara menepis pikiran itu dari diri nya.


Sedangakn rian, dia merasa ibah dengan wanita didepan ini, dia ingin mencari tau asal usul istri atasan nya ini, dia penasaran seperti apa kisah hidup nya.


Job yang sudah selesai memeriksa keadaan kinara langsung memasukan alat nya didalam tas dokter nya.


" dia harus bayak istirahat seperti nya dia kelelahan, dan jika dia bangun beri dia makan dan beri obat ini untk menurunkan rasa sakit." Sahut job sambil menaruh obat itu dimeja terletak diatas sofa.


" rian bawa dia dikamar pembantu, aku tidak ingin dia berada dikamarku." Pintah devan.


" devan bisa kah kau mengijinkan nya untuk saat ini saja dia sedang sakit kau biarkan dia tidur dikamar pembantu yang begitu sempit dan pengap?." Sahut job


" jika kau tidak suka kau tidur seklian bersama gadis murahan itu." Seru devan dengan santai.


Sedangakn job dia lebih baik diam, soo percuma melawan seorang devano yang sampai kapanpun tidak ingin kalah. " kau akan menyesal sudah menyia yiakan istrimu sendiri." Gumam job.


Job yang meminta ijin untk segar kembali kerumah sakit, sedangakn rian dia membawa kinara menuju kamar pembantu yang terletak dibelakang rumah.


Tinggalah devan seorang diri diteras luar kamar nya, dia melihat pemandangakn yang begitu luas dan indah, pikiran nya selalu menuju kepada seorang gadis yang berapa jam dia nikahi.


" usttt siall, mengapa aku selalu memikirkan gadis murahan itu, tidak devan kau hrus fokus untk meyiksa nya tampa ada rasa cinta didalam nya." Gumam nya.


Tiba tiba rian datang dan membuat devan terkejud." Sialan kau pikin kangat saja." Seru nya


"Maaf tuan , saya sudah menaruh nyonya muda Dikamar nya." Jawab rian


" bagus, beristirahat lah,kau cukup lelah hari ini." seru devan yang masih memandang ibu kota.


" baik tuan jika begitu saya permisih, selamat malam." Jawab rian yang sedikit menundukan badan nya.


Setelah itu dia pergi meninggalkan kediaman wijaya, sedangakan devan dia merasa mengantuk tapi sebelum itu dia membersihkan diri terlebih dahulu, karena dia belum sempat membersihkan diri nya.



Dilain sisi yuli yang merasa cemas dengan sahabat nya, dia menelpon bahkan mengirim pesan sebayak bayak nya, tapi tidak dibaca jangankan baca melihat nya saja tidak.



" kau kemana rin, kenapa kau tidak menerimaa panggilan ku." Gumam yuli yang terus menelpon kinara.




Biasanya ketika yuli menlpon atau mengkirim pesan dengan cepat kinara membalas nya, dan sekarang tidak sama sekali, yuli sangat cemas dengan keadaan sahabat nya itu.



" aku berdoa kau baik baik saja rin, sunguh aku sangat cemas padamu." Gumam yuli sambil melihat foto mareka yang terletak dimeja lampu tidur nya.



Bella yang sedang menghias wajayh nya dengan bedak, dia sangat senang karena ibu nya membantu nya untuk merebut devan dari kinara.


" hemm walaupun aku tau jika aku bukan anak kalian bukan berarti aku tidak berhak bahagiaa." Gumam nya.


Tidak berhak bahagiaa ? Jadi selama ini apa kah dia tidak merasakan kebahagiaan, ditto dan sinta sangt memanjakan diri nya dari pda kinara.


Yaa bella bukan anak kandung dari ditto dan sinta, bella adalah anak dari kakak nya sinta yang bernama sella, dari hasil silingkuhan ditto dengan sella.


Flesbeck on


" mas aku harus gimana." Sahut sella.


" gimana apa nya sayang.?" Tanya ditto yang masih memeluk tubuh seksi sella.


" aku hamil mas." Jawab sella, tentu saja membuat ditto terkejud,


Mareka memiliki hubungan gelap dibelakang sinta tapi sinta tidak mengetahui hal itu.


Sella berkerja sebagai wanita malam setiap hari dia selalu menghabiskan waktu dengan berkerja dan melayani suami dari adek nya sendiri.


" aku harus gimana mas?." Tanya sella.


" aku takut jika sinta tau pasti dia sangat membenciku." Lanjut nya lgi dengan menngis didalm pulukan ditto.


" sabar sayang ada aku, aku akan mencari solusi ini semuaa kau tidak perluh cemas." Seru ditto yang mengusap usap pingang sella biar sella sedikit tenang.


Suatu hari sella yang memberi tau sinta jika diri nya hamil membut sinta terkejud " APA HAMIL?,kaka tidak berbohong kan ? Bagai mna bisa kakak hamil bahkan kakak belum menikah." Ucap sinta terhadap kakak tercinta nya.


" aku dijebak dek dengan laki laki yang sama sekali aku tidak mengenal nya, dan ketika aku meminta pertanggung jawaban dia tidak ingin bertanggung jawab dan melarikan diri." Jawab sella dengan berderai air mata.


Sinta yang melihat kakak nya dia merasa ibah dengan kakak nya." Tenang kak ada aku, aku akan selalu bersamamu." Ucap nya untk memberi dukungan kepada sella.


" apa kau tidak malu mempuyai kakak murahan seperti ku?." Tanya sella


" kakak bicara apa mana mungkin aku malu mempuyai kakak sebaik dirimu." Ucap nya. Dan mareka saling berpelukan dengan penuh ksih sayang, sedangkan ditto dia tersenyum melihat kekasih gelap nya bersandiwara .


Hari terus berganti sella menjauh dari ditto dia merasa perbuatan nya selama ini salah dan dia sudah memutuskan hubungan dengan ditto,dan ditto hanya pasrah saja dengan keputusan sella soo dia juga merasa bersalah dengan sang istri yang begitu mencintai dirinya.


tidak terasa kandungan sella 9 bulan dan dihari inilah dia melahirkan.


Sinta dan ditto berharap jika kedua nya selamat tapi sayang allah bertindak lain, sella tidak disemalat kan dan hanya bayi nya saja, tentu saja sinta merasa sedih ditinggalkan oleh kakak satu" nya keluarga nya saat itu juga tapi sella telh pergi.


Dia berjanji kepada sella jika dia akan mencinta dan menyangi bella seperti anak nya sendiri.


Berapa bulan berlalu sinta yang sedang mengandung kinara saat itu, dia tidak ingin mempuyai anak, dia hanya Ingi fokus kebella hinggah bella dewasa, dan itu terbukati hinggah selama dia melahirkan tidak ada yang memperhatikan kinara anak kandung mareka sendiri.


Dia selalu fokus terhadap bella mareka tidak perduli dengan anak kandungnya sendiri, bahkan disaat kinara lahir dia tidak pernah memberikan air asi nya pada kinara, dia merasa kinara hanya mambuat nya susah.


Dan hinggah sekrang kinara tidak pernah merasakn pelukan seorang ayah dan ibu, mareka selalu bersikap kasar dan semena mena dengan kinara, kinara hanyalah sebatas pembantu dirumah itu.


Plesbeck off


Bella yang susah selesai dengan hiyasan nya, langsung melangkah pergi kekasur nya untk beristirahat karena jam sudah menujukan tengah malam.


Yaa setiap hari bella selalu menjaga kecantikan nya, dia tidak ingin jika muka nya terlihat jelek didepan semua orang.


*jangan lupa tinggalkan jejak dan selalu beri dukungan*😄😉