NARAKU

NARAKU
BAB 12



BAB 12


"baiklah perjanjian sudah disetujuin, besok adalah hari pernikahan nanti anak buah saya krimkan baju untukmu dan juga keluargamu." Ucap devan


Yaa jauh jauh hari devan sudah meyiapkan repsemsi pernikahan nya, mareka menikah digedung salah satu milik devan jadi tidak susah jika dia sudah mengatur semuanya apa lagi sektris rian selalu ada disisi nya dia hanya perluh memberi arah rianlah yang melakukan semuanya.


Kinara yang mendegar ucapan devan tentu saja dia terkejud, bagai mana tidak besok adalah hari pernikahan nya ? Secepat itukah ? Dia pikir akan seminggu atau sebulan ternyata apa yang ada dalam pikirnya salah.


Devan yang melihat muka gadis yang duduk dihadapa nya pun tersenyum kecil.


" baiklah tuan devan terimaksih atas semua bantu anda terhadap perusahan saya." Sahut ditto


Devan yang mendegar ucapan ditto hanya menatap lelaki itu lalu berucap " Aku berharap anakmu tidak membuatku kesusaha." Ucap devan


" tenang saja tuan, anak saya bisa anda andalkan jika dia melakukan kesalahan beritau saya biar saya yang memberikan nya hukuman." Jawab ditto


Devan yang mendegarkan ucapan ditto pun langsung tersenyum sekilas " tenang saja anakmu akanku siksa seperti dinerakaa, sampai anakmu sendiri yang akaan mengahkiri ini semua." Gumam devan


Kinara yang melihat ayah nya dan juga dua laki laki yang sedang menatap nya dia hanya bisa melemparkan senyuman saja


" besok, besok adalah hari pernikahanku, semua wanita ingin menikah dengn cinta dengn pasangan nya, sedangkan aku ? Menikah dengan lelaki yang sama sekali tidakku kenal lebih pas nya lagi wanita yang ditukar dengan uang, haha kasihan sekali kau kinara." Gumam kinara dengan tersenyum pasrah.


" ingat besok adalah hari pernikahan jadi saya tidak ingin mendegar hal hal yang tidak masuk akal dan kau tuan ditto jangan pernah kau memaperkan pernikahn ini karena pernikhan ini hanya sebatas SETAHUNN saja, saya tidak ingin jika pernikahan ini tersebar kau mengerti ?." Ucap devan


"Emm, baik baik." Jawab ditto


Semua yang ditto rencanakan batal tapi dia masih akan terus menyuruh kinara agar bisa mendapatkan hati seorang devano wiliem wijayaa agar dia bisa terkenal karena bisa memiliki seorang menantu yang sangat terpandang.


Devan melirik gadis yang masih terlihat tenang itu tidak ada satu katapun yang kinara ucapkan, seperti nya dia hanya pasrah saja dengan ini semua demi mendapatkan hartaa, yaa bgitulah yang ada dalam fikiran devan.


Ditto perpamitan untuk segar pulang membawa kabar gembira untuk istri tercinta nya dan juga anak tersayang nya.


" terimaksih atas bantuan anda tuan devan." Ucap ditto sambil menulurkan tangan kepada devan


Sebenarnya devan tidak ingin berjabatan dengan calon mertua nya ini tapi dia tidak ingin dipandang sombong oleh orang , emang dasar nya devan seorang yang sangat arogan dan terlalu percaya diri, tapi dengan percaya dirinya lah yang membuat dia sesukses sekarang.


" terimaksih atas bantuan anda terhadap ayah saya tuan." Ucap kinara sambil tersenyum tulus pada devan


Devan yang melihat gadis tersenyum didepan nya , dia merasa ada yang aneh dengan diri nya, tapi dia tidak memperdulikan itu,tujuan nya hanyalah satu membuat gadis yang tersenyum pada nya akan berganti dengan tangiss penderitaan.


Jika tentang menyiksa ? Jangan remehkan diri nya , buat apa dia menjadi mafia jika dia tidak mengerti apa itu penyiksaan.


Mungkin saja devan tidak terlalu menyiksa secara fisik tapi dia akan mnyiksanya secara perlahan.


" em." Singkat devan


Setelah itu kinara yang juga ditto peninggalkan ruangan itu dan diantar kan oleh sektris rian.


" terimaksih sudah mengantr kami tuan." Ucap kinara dengan sopan


Rian yang mendengar ucapn gadis yang didepan nya pun langsung tersenyum, dia melihat jika gadis yang ada didepan nya ini seperti nya baik sangat cocok dengan tuan nya.



Kinara yang sudag berada diparkiran mobil pun tiba tiba menghentikan langkah kaki nya.



Dia samperin ayah nya lalu meminta ijin jika dia ingin bertemu dengan teman nya.



" pergilah, asalkan besok dihari pernikahan mu tidak ada Halangan kau mengerti, ayah tidak ingin mendegar jika pernikahan itu gagal, dan kau jangan pernah berfikir untuk melarikan diri, jika kau sempat melakukan hal itu ayah sebagai ayah kandungmu tidak akan pernah mengakui kau sebagai anakku." Ancam ditto



Kinara yang mendegar ucapan ayah nya cuman bisa tersenyum " tenang saja yah, kinara tidak akan mengikari ucapan kinara." Jawab kinara.




Kinara langsung memesan taksi online , tidak butuh berapa jam taksi yang kinara pesan datang, kinara langsung masuk dan meyuruh supir nya jalan dan di iyakan saja oleh supir itu.



Kinara yang duduk sambil melihat lihat ibu kota yang begitu indah tapi tidak seindah jalan hidup nya.



Dari kecil dia selalu merasakan yang seharus nya dia rasakan, dia harus menahan rasa iri terhadap saudara kandung nya , dia harus menahan rasa sakit yang telah ayah dan ibu nya perbuat pada nya, dan sekarang dia harus merelakan diri menjadi wanita simpanan demi menyelamat kan perusahan ayah nya.



Kinara yang sedang melamun tiba tiba berhenti, sang supir bertanya kemana tujuan nya, dia langsung memberi tau supir itu dan di iya kan lagi oleh supir itu.



" rian kau lihat gadis itu ?, cih dia tidak jauh beda dengan ayah nya yang gila harta." Ucap devan yang sudah duduk dikursi derktur nya.


" dia merelakan masa masa mudah nya demi harta ? Aku yakin seperti nya dia sudah sering melakukan hal itu,sehinggah dia tidak keberatan jika menjadi wanita simpanan, dasar wanita murahan, aku sudah tidak sabar untuk menjadikan dia mainan ku." Ucap devan dengan tertawa kecil


Sektris rian yang dari tadi mendegrkan ocehan atasan nya itu pun berfikir " tapi mengapa perasaat ku jika dia gadis baik baik." Gumam rian


Tiba tiba devan langsung melemparkan berkas terhadap rian , tentu saja rian langsung menagkap berkas berkas itu.


" kau berfikir apa ? Kau mendegarkan ku bicara kan ?, apa jangan jangan kau sedang memikirkan wanita murahan itu." Sahut devan tentu saja membuat sektria rian terkejud dengan ucapan devan dia tau jika rian sedang memikirkan gadis itu.


" tidak tuan, mana mungkin saya memikirkan calon istri atasan saya sendiri." Jawab rian , dan satu berkas mendarat pas dikepala nya.


" apa kau bilang calon istri ?, apa kau sudah bosan hidup aa, kau lupa aku menikahi gadis itu untuk kujadikan mainan bukan kujadikan istri sampai kapanpun aku tidak mengakui nya sebagai istri devano wiliem wijaya." Ucap devan dengan penekanan diujung kalimat nya.


" maaf tuan jika saya salah bicara." Jawab rian, yaa cuman itulah yang bisa rian ucapkan sampai kapanpun dia tidak akan menang jika berhadapan dengan atasannya ini.


Devan yang mendegar ucapan rian pun langsung menyuruh rian keluar dari ruangan nya, rian meninggalkan ruangan itu lalu pergi keruangan nya yang terletak didepan ruangan devan.


Devan membuka kancing kemeja legan nya lalu dia menaikkan sampai disiku sambil menaikan kaki nya diatas meja besar nya, dia memikirkan apa yang pertama dia lakukan dengan gadis yang akan menjadi istri nya itu.


Tiba tiba hp nya berbunyi tanda ada yang menelpon nya, devan yang mendegar hp nya berdering langsung mengambil dan mengangkat panggil dari orang yang peling berharga dalam hidup nya.


" hallo mom, ada apa kau menlpon ku, apa ada masalah dirumah atau kau diperlakukan tidak baik dengan pelayan dirumah." Lontar devan


" haii kau ini mom belum sempat bicara kau sudah mengeluarkan seribu kata." Jawab ranti


Devan yang mendegarnya hanya terkekeh saja " baiklah ada apa momy menlponku ? Apa ada hal penting ?." Tanya devan


" tidak ada, momy menlponmu hanya ingin memberi tau jika momy sebentr lagi akan kembali keparis butik momy ada maslh disana jadi momy yang harus mengurus nya." Jawab ranti


" sekarang ? Secepat itukah mom ?, apa tidak bisa momy serahkan pada ank buah momy saja , momy baru berapa hari diindonesia." Sahut devan dengan sedikit sedih.


" sayang, butik momy sedang ada masalah tidak ada yang bisa mengatasinya selain momy kau tau kan butik momy sangkat berharga untuk momy." Jelas ranti pada anak tercinta nya itu


" apakah butik itu lebih berharga dari pada devan ?." Tanya devan


" bukan begitu sayang, kau tau kan butik itu adalah pemberian dedymu jadi momy tidak ingin kehilangn butik itu." Jawab ranti


Sebenar nya devan mengetauhi itu hanya saja dia ingin momy nya lebih lama bersamanya.


" baiklah devan mengerti, jam brapa momy akan berangkat , apa devan menjemput momy lalu mengatrkn kebendara ?" Tawa devan


" tidak perluh sayang momy sudah dibendara kau kesini sebentar lagi pesawat momy akan terbang." Jawab ranti


" baiklah tunggu devan 10 menit lagi devan akan kesana." Ucap devan dan di iya kan oleh ranti setelah itu sambungn terputus.


Dia bergegas mengambil jas dan kaca mata nya lalu menyuruh rian untuk mengantar nya kebendara.


**jangan lupa tinggalkan jejak dan selalu dukung authorr**😄😉