NARAKU

NARAKU
BAB 23



BAB 23


Devan yang baru keluar dari kamar itu langsung menuju taman yang terletak disamping rumah nya, dia merasa ada yang aneh dari diri nya.


"Aku sangat ingin melihat nya menderita,dan tadi?, baru saja melihat nya meringis kesakitan sedikit saja aku sudah merasakan cemas, ahhh siall ada apa dengan diriku." Gumam nya sambil menjambak rambut nya.


Dia berdiri berapa menit untuk mengenangkan diri nya, setelah itu dia melangkah pergi kekamar nya untuk membersih kan diri nya.


Dia melangkah melewatkan kamar kinara, yang tertutup rapat itu, dia tidak mendegar kan isak tangis, yang dia dengar kan hanya sunyi." Apa wanita itu tidak merasakan kan sakit?, emm baiklah aku harus menambahkan penderitaan nya sehinggah dia tau jika bermain main denganku." Gumam nya sambil melangkah pergi kekamar nya yang dilantai atas.


Sedangakn kinara dia mennagis dengan diam, hati nya benar benar merasakan devan bukan menyakiti hati nya tapi juga raga nya, dia ingin menyerah tapi itu tidak akan mungkin ini baru diawal penderitaan nya.



Dilain sisi bella yang sedang duduk diteras rumah nya dengan sinta, ditto tidak ada dirumah dia lembur berkerja.



" bagai mana sayang apa yang kamu pikir kan tentang awal rencanmu." Tanya sinta yang memasukan cemilan didalam mulut nya.



" emm bella sudah mengatur itu semua Bu, tapi apa kah ibu tidak marah, saat bella melakukan hal itu?." Tanya bella dengan nada nada yang dibuat sedih.



Sinta yang melihat anak nya ini langsung tersenyum." Ibu sudah katakan pada mu, apapun yang membuatmu bahagiaa lakukan lah, walaupun nanti kinara yang akan terluka asalakan kau selalu bahagiaa sayang." Jawab sinta sambil mengelus rambut pendek bella.



" maksud ibu?, apakah ibu ingin membantu bella?." Tanya bella dan langsung mendapat kan senyuman dari sinta.



" iya sayang, jika kau perluh bantuan datanglah ke ibu, walaupun nanti kinara akan terluka itu tidak masalah asalkan kau mendapatkan yang kau ingin kan." Jawab sinta, sedangakn bella tentu dia sangay bahagiaa mendapatkan dukungun dari ibu sambung nya itu.



Dia langsung memeluk sinta dengan erat." Maksih Bu, bella sangat beruntung mendapatkan ibu sebaik dirimu." Ucap bella disela sela tangis nya.



" ibu akan berjanji akan membuatmu bahagiaa nak, itu janji ibu pada ibu kandung mu sella." Gumam sinta sambil membalas pelukan bella.



Sinta begitu menyangi bella sehingah dia harus merelakan putri kandung nya sendiri demi anak asuh nya bahagia.



Raja yang baru saja keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk yang terlilit dipingang nya saja dan handuk kecil untuk mengosok kepala nya.


Dia berjalan menuju lemari pakean nya lalu mengambil baju untuk dia gunakan tdur, setalh itu dia turun kebawa untuk makan malam.


Heran yang sudah duduk manis meja makan dirumah raja, raja langsung menduduk kan diri nya dikursih disamping rehan.


Lalu mengambil makanan untuk dia makan, disela sela makan rehan membuka pembicaraan. " ohh iya Jaa, siapa wanita yang hari itu kau maksud?." Tanya rehan.


"Siapa?." Tanya balik raja yang sambil memasukan potongan dagin kedalam mulut nya.


" wanita yang berapa hari lalu kau bertemu didanau." Jawab rehan yang meminum jus jeruk.


" ohh wanita itu, aku juga tidak mengenal nya." Ucap raja yang memasukan satu potongan dagin kedalam mukut nya.


"Aku kira kau mengenal nya." jawab rehan.


" mungkin sekarang aku tidak mengenal nya, dan besok aku pasti sudah mengenal diri nya, wanita yang bagitu langkah yang kutemui." Ucap nya yang sambil membayangkan wajah cantik kinara.


" emm, jadi kau tertarik dengan nya?." Tanya rehan.


" yaa bisa dibilang seperti itu, sudahlah lanjutkan makan mu biar segara kau pergi dari rumah ku." Jawabnya dan langsung mendaptkan tendagan kecil dari rehan dia hanya tertawa saja.


Setelah itu mareka melanjutkan makan mareka tampa ada yang besuara hanya terdengar suara gesekan sendok.



Sedangakan yuliii dia baru saja selesai mandi, dia habis selesai membuat cenel, sebenar nya berdua dengan kinara tapi kinara tidak ada dan pemilik akun sudah Menyuruh nya untuk segera mengirim vidio dance nya.



Dia sudah selesai memakai baju piama nya langsung menuju meja rias nya untuk memakai kerim tidur nya, begitulah sehari hari yuli, dia tidak ingin melewatakn perawatan muka nya, tapi jika dia tidak memakai meup muka imut nya sangat terlihat jelas.




Dia mengambil hp nya yang terletak dilanci meja itu, lalu dia mengirim kan pesan kekinara, tapi hasil nya sama tetap centang satu,dia menlpon dan hasil nya juga sama tidak dijawab.



" kau kemana rin, aku kangan sama dirimu, kapan kita akan bersama sama seperti biasa, kita sudah tidak bertemu empat hari aku merasa setahun, temanmu ini memang lebay rin,apa kau menrindukan diri ku juga?." Pikir nya.



" aku selalu berdoa jika kau selalu baik baik saja." Gumam nya yang sambil melihat foto itu, lalu dia menarik selimut untuk tidur dan tidak lupa dia mematikan lampu kamar nya.



Pukul 05.00 pagi.


Kinara yang baru bangun dari tidur nya langsung bergegas kekamar mandi saat dia bangun kepala nya merasa pusing, tapi dia tidak memperduli kan itu dia langsung membersihkan tubuh nya, dia merasa perih dibagian tangan nya.


Setelah itu dia langsung memakai baju dan membersih bekas pecahan kaca itu, dia tidak sempat membersihkan, karena dia kelelahan menangis dan tadi baru bisa dia bersihkan.


Setelah itu dia menuju dapur, benar kata devan sunyi tidak ada satu pelayan pun disana, dia langsung membersihkan ruangan yang begitu luar dan besar itu, berapa jam ahkir nya selesai juga dia langsung menyiap kan serapan untuk suami nya tapi sebelum itu dia makan diluan sudah berapa hari dia tidak makan berat badan nya menurun.


Setalh itu dia naik keatas untuk membangunkan devan sekaligus menyiap kan baju, ketika dia sudah berada dilantai atas, dia melihat tiga kamar dia bingung yang mana kamar suami nya itu.


"Ini rumah atau hotel." Gumam nya.


Dia berniat membuka satu persatu kamar itu tapi tidak ada devan didalam nya, dia bergegas menaiki lantai dua, dia melihat tiga kamar lagi sana, dan dia melakukan hal yang sama, dia tidak melihat devan juga didalam nya.


" ahhh gue sudah cpe dia belum juga ketemu." Gumam nya yang berjalan menaiki lantai terahkir dan dia melihat dua kamar terletak disana.


Dia mengetuk pintu pintu yang pertama tidak ada jawab dari dalam, dia membuka kamar yang terkihat besar dan dia melihat foto sepasang suami istri yang terletak disana.


Kinara memperhatikan foto wanita itu, seperti nya dia mengenal wanita itu." Emm ahh iya dia ibu ibu yang berapa hari lalu yang hampir ditabrak mobil." Gumam nya.


" apa dia ibu dari tuan devan." Gumam nya lagi.


Tiba tiba ada yang menarik tangan nya dengan sedikit kuat, membuat nya kaget sekligus merasa pernih dibagian tangan nya yang luka.


Dia melihat laki laki yang dari tadi dia cari, yaa devan yang menarik tangan nya, dia merasa gugup saat melihat laki laki itu tapi dia harus bisa bersikap tenang.


Devan yang baru saja keluar kamar dan melihat kinara yang berada didepan pintu kamar orang tua nya tentu dia merasaa wanita didepan nya ini sudah lancang.


Dia mencegram tangan kinara dengan kuat sehingah terlihat kinara menahan sakit.


" sudah ku katakan jangan lancang dirumah ini." Sahut devan dengan penekana.


" maaf tuan, niat saya tadi kesi.." belum sempat dia menyelesaikan ucapan nya devan sudah membentak nya.


" jangan bayak alasan wanita sialan!" Bentak devan, kinara yang mendapatkan bentak itu langsung menunduk kan kepala dan meningigit bibir bawa nya agar tangis nya tidak tumpah.


" kau hanya penbantu disini jadi jangan pernah lancang dirumah ini kau mengerti!" Ucap devan yang sambil menguatkan cengram tangan itu.


"Baik tuan, maafkan saja." Jawab kinara yang masih mendunduk kan kepalanya.


Devan yang mendegar nya langsung menghampas kan tangan itu langsung meninggalakn tempat itu.


Sedangakn kinara dia hanya bisa nangis sambil memegang tangan nya, dia menghapus air mata nya lalu berjalan kebawa.


Ketika dia dibawa, dia tidak melihat devan disana, dia berjalan keluar dan kebetulan ada penjaga disana, dia menghampir penjaga itu.


" emm maaf pak, apa kah tuan devan sudab berangkat." Tanya kinara.


" iya nyonya tuan devan baru saja jalan." Jawab pak sum itu penjaga dirumah itu yang tidak dicuti kan devan.


" ohh bagitu, emm ohh iya pak, bapak sudah makan?." Tanya kinara lagi.


" belum nyonya." Jawab pak sum.


" ahh kebetulan sekali aku lagi masak lumayan bayak pak, bapak kedalam saja untuk makan, sayang dari pada dibuang mubajir." Ucap kinara, sebenar nya makanan itu untk devan tapi devan langsung berangkat kerja.


" baik nyonya, terimaksih." Jawab pak sum dan kinara hanya tersenyum kecil saja, lalu dia melangkah masuk kedalam.


Dia bersiap siap akan pulang mengambil barang barang nya dan ingin bertemu dengan sahabt terbaik nya, dia sangat merindukan yuli.


*jangan lupa tinggalkan jejak dan beri dukungan authorr*😄😉