
BAB 41.
Devan yang baru selesai mandi langsung turun kebawa untuk serapan pagi,ketika dia sudah berada dibawa dia melirik setiap sujud dirumah itu,seperti ada yang berbedaa.
Yaa ada yang berbedaa rumah yang biasanya dampak gelap dan menyeramkan sekarang penuh dengan kehangatan dan bersinar,dia melihat setiap sujud ada bunga warna warni yang sangat memikit hati jika melihat nya,dan rumah itu dampak sangat bersinar,Ditambah lagi dengan bersih setiap sudut,sangat membuat nya nyaman berada dirumah itu,, ohh tunggu tunggu mengapa diri nya tersenyum dan ditambah lagi dia memuji hasil kerjaa tangan kinara sendiri.
"Ahhh siall ada apa dengan diriku, mengapa aku memuji wanita itu,"batin devan.
diaa berjalan meninggalkan tempat itu untuk menuju dapurr dimana setiap hari kinara masak untuk nya tapi sekarang dia tidak melihat kinara disana,dia langsung menuju lemari ess untuk menyiap kan serapan untuk diri nya,tapi sayang semuaa bahan bahan dikulkas tidak ada yang bisa dimasak,dia merasa bingung sendiri,dan pikiran nya tertuju pada istri nya.
"pasti wanita sialan itu sibuk melayani lelaki diluar sana sehinggah tidak memperhatikan dapurr cihh," banti nya.
dia menuju ruang tamuu untuk menyantaikan diri nya, untung hari ini diri nya libur jadi dia akan bersantai santai dirumah yang bak istana itu.
tiba tiba penjaga disana menghampiri nya."Selamat pagi tuan,tuan job dan tuan rian ada diluar," ucap penjaga itu.
"Suruh dia masuk," sahut devan yang tidak menoleh.
"Baik tuan,jika begitu saya permisih," ucap penjaga itu yang meninggalkan tempat itu, dan memberi tahu job dan rian untk masuk kedalam,job dan rian langsung melangkah masuk kedalam rumah itu.
Job masuk langsung menjatuhkan diri nya disofa disamping devan, sedangkan rian dia duduk didepan devan dan job.
"Haiii rian hari ini kita cuti kerjaa jadi kau bersikap biasa saja tidak perluh bersikap formal seperti itu,"sahut job.
"Maaf dokter kita berbedaa saya masih mempuyai malu tidak seperti anda yang sudah putus urat malu nya," jawab rian.
devan yang mendegar ucpan rian tentu tertawa."Dia dari lahir sudah tidak memiliki urat malu rian,"sahut devan.
"Siall kaliann," gumam job yang melangkah kedapur untuk membuat es dan cemilan mareka bertiga.
job tahu jika semua pelayan yang berkerja disana dipindah kan dimarkas mafiaa utama devan.
tidak butuh lama job sudah datang bersama cemilan dan minuman ditangan nya dan dia taruh dimeja dan kembali duduk disamping devan.
"Rian,bagaimana perojek perusahaan cabang dibali apa semua baik baik saja??," tanya devan.
"Iya tuan,semua berjalan dengan baik,"jawab rian.
"Ehh sebentar seperti nya aku tidak melihat istrimu,dimana dia,"sahut job.
"Buat apa kau mencari wanita sialan itu?,"ucap devan yang menatap tidak suka pada job saat menayakan keberadaan istri nya.
"Aku merindukan nyaa," jawab job sambil memasukan satu cemilan didalam mulut nya.
"siall!," bantin nya.
Devan yang tidak ingin berdebat dengan Job lebih baik dia diam itu lebih baik,dari pada berdebat tidak ada habis habis nya apa lagi mulut Job seperti wanitaa tidak bisa diam dan tidak ingin kalah.
"Devann dimana istrimu??," tanya lagi Job.
"Iya tuan dimana nyonya muda??," tanya rian juga.
"perempuuan itu benar benar pintar mambuat rian dan job tergila gila pada nya dengan nya,aku nyakin jika dia mengodaa mareka dengan tubuh menjijikkan nya itu!!," batin devan kesal.
"Dev...."belum sempat Job berbicara devan sudah memoton nya.
"Gadiis sialan itu ada digudang," jawab devan.
tentu saja mambuat Rian dan Job merasa keheranan buat apa kinara berada digudang.
"Aapa aku terlihat berbohong??,kau mencari tau tentag gadis sialan itu bukan??,Dia ada digudang,semalam aku mengucinya didalam gudang,dan kau tau aku sangatt merasa puasss telah menyiksa nyaa, gadis itu takut dengan kegelapan kupastikan dia telah mati didalam sana,"ucap devan dengan tertawa kecil.
Riian yang mendegar ucapan devan emosi nya memuncakk,bagaimana bisaa devan menguncikan istri nya sendiri didalam gudang yang gelap dan pengap itu apa lagi kinara takut dengan kegelapan dan dengan santai nya devan berucap seperti itu pada mareka.
"Kau memang memiliki hati ibliss tuann!"batin rian yang merasa emosi dengan tuan nya itu.
Tidak bayak bicara Rian langsung bangun dari duduk nya menuju gudang yang berada dibelang rumah devan,, Yaa didalam rumah itu hanya memiliki 2 gudang saja yang satu nya tempat menyimpan barang barang dan satu nya kosong, dan rian tau devan pasti menaruh kinara digudang yang kosong itu.
Dengan langkah kaki yang besar dia menuju kegudang itu berharap kinara baik baik saja, ntah dia Rian sangat merasa cemas dengan keadaan kinaraa saat ini.
Sedangakan Job dan devan melihat wajah rian yang dampak cemas bercampur marahh merasa heran dengan Sikap yang tidak biasa rian,Job langsung mengejar langkah kaki rian dan meninggalkan devan sendiri disana.
"Sialll!!," batin devan.
sampai nya rian didepan pintu gudang itu diri nya langsung membuka pintu nya tapi terkunci rian meneriaki penjaga disana untuk memberikan kunci cadangan pada nya dan setelh kunci cadangan itu sudah berada ditangan nya dia langsung membuka pintu itu dan melihat sedikit wajah kinara yang tak sadarkan diri.
dengan hati hati dia masuk kedalam gudang itu, dia melihat jika kinara pingsan dengan baju yang sedikit robek dan lutut yang lecet ditambah dibagian tangan nya dan pipi nya lebam besak tamparan dan cangram yang kuat.
"Kau sungguh malang nyonya," gumam rian yang langsung mengangat tubuh ramping kinara.
Job yang berada diluar melihat kinara didalam gendongan rian tentu saja dia merasa cemass. "Ada apa dengan nya Rian??," tanya Job.
"Dia pingsan dokter, apa anda membawa perlalatan anda ?,tanya rian.
"Iyaa,cepat kau bawa dia keluar biar cepat ak periksa," jawab Job dan di IYA kan rian.
sampai nya diruang tamu dia langsung meniduri Kinara disofaa yang terletak disana,Devan yang kebetulan turun kebawa melihat kinara didalam gendongan rian ada rasa marah dihati nyaa seperti tidak ihkls jika kinara disentuh oelh lelaki lain.
Job mellangkah keluar untuk mengambil perlalatan medis nya yang dibegasi mobil, setelah itu dia melangkah masuk kedalam dengan keburu buru,Dia takut jika ada yang terjadi dengan kinara.
samppai nya dia diruang tamu langsung memperiksa keadaan kinara yang dampak sangat pucat,sedangakn Rian yang sangat merasa cemas dengan kinara takut jika terjadi apa apa dengan nya.
tampa sengaja dia melirik devan yang menatap nya dengan tatapan tajam seolah olah devan ingin membunuh nya sekarang juga."apa anda cemburu tuan??," bantin rian yang tersenyum kecil.
Rian meraih tangan mungil kinara seolah olah dia memberikan kehangatan,dia melakukan itu agar devan semakin cemburu dan menyadari jika diri nya telah mencintai kinara.
"Bagai mana dokter apa dia baik baik saja??," tanya rian.
"Diia harus istrhat dengan cukup dia denut nadi nya sangat lemah,dia membutuhkan vitamin agar tidak terlalu lemah,KAUU DENGARR TIDAKK DEVANN!!," ucap sekaligus teriakk job.
"Kenapa dia tidaak mati saja??,"tanya devan yang berjalan mendekati mareka bertiga dan menghampaskan tangan rian pada kinara.
Rian yang mendapatkan perilaku kasar dari devan hanya tertawa kecil dan tertawa nya didengar oleh job dan devan.
"Anda nyakin tidak menyesal??,"tanya rian yang berdiri dan berjalan menuju sofa dan duduk tenang disana seolah olah mengejek ucapan devan.
"Menyesall??,,sampai matipun aku tidak akan menyesali wanitaa Jalan* Ini!!," ucap devan dengan penuh penekanan.
"Seperti nya kau sangat percaya diri sekali devan,, percaya dirimu itu yang akan membuatmu menyesal seumur hidupmu!!,"sahut job yang merasa tidak suka.
"Seperti nyaa kalian sudah termakan dengan racun Jalan* ini sehinggah kalian berani melawanku dan membella wanita Sialann ini!!," ucap Devan yang merasa kedua teman nya ini sangat membela kinara dari pada diri nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DAN BERI DUKUNGAN AUTHORR YAA CANTIK 😉😉