
BAB 42.
Rian yang melihat ada rasa cemburu dihati sang tuan muda nya tersenyum kecil dan merasa terlukaa,, saat tuan muda nya cemburu dengan wanita yang saat ini dia cintai.
"Haii devan jaga ucapanmu,jangan mentang mentang kau berkuasa atas diri nya jadi kau seenak jidat memperlakukan nya,"sahut Job.
"Seharus nya kau bersyukur mempuyai wanita yang sebaik istrimu,Jika aku yang berada diposisi istrimu mungkin aku akan meninggalkanmu,"lanjut nya lgi.
"Meninggalkanku?,BUAHAHAHA,itu tidak akan mungkinn,dan apa tadi kau bilang?beruntung memiliki wanita Jalan* ini?,kau haruss tau aku yang palingg siall bertemu dengan wanita sialan ini!!," tegas devan yang memegang tangan kinara dengan kuat.
Job dan Rian hanya bisa diam saja, mareka tau suatu saat nanti devan akan mengemis cinta kinara.
Job yang merasa muak dengan Devan langsung menaruh vitamin dimejaa untk kinara dan langsung meninggalkan kediaman wijaya,, dia takut jika dia tidak bisa menahan emosi nya, lebih baik dia berjalan jalan sapa tau dia menemukan wanita wanita diluan sana.
sedangkan Rian dia berdiri dari Duduk nya langsung berpamitan untk kebali mengecek bangunan perusahaan baru nya,Sebenar nya diri nya dan Job ingin menghabis kan waktu kebersamaan mareka,sudah lama mareka tidak pernah berkumpul bersama,Tapi semua itu rusak karena ulah devan yang seenak jidat berbicara seolah olah diri nyalah yang paling sial.
"Saya pamit untuk kebali mengecek bangunan dibali," sahut Rian yang sedikit menundukan badan nya.
Tidak ada sahutan sedikitpun dari Devaan,Rian langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Tinggalah devan dan kinara seorang diri diruang tamu,dia menatap benci pada wanita yang tidak sadarkan diri difosa itu,dengan emosi yang tidak bisa ditahan, dia langsung mencambak rambut panjang kinara dengan kuat sehinggah kinara merasakan sakit,perlahan lahan kinara membuka mata nya dan melihat wajah lelaki yang dia cintai kini menatapnya dengan tatapan benci.
..."apa tidak ada rasa cinta sedikit saja untuk ku tuan,sehinggah setiap hari aku melihat matamu hanya ada benci saja,apa aku harus mundur atau masih berhatan untuk mengejar cinta pertamaku,tapi jika diriku menyerah bagaimana dengan nasip keluaragaku nanti, mareka pasti akan tambah membenciku,"gumam kinara. ...
Devan yang melihat kinara marah nya semakin memuncak entah mengapa diri nya sangat marah saat rian menyentuh tubuh kinara, bukan cuman itu dalam pikir nya Pasti kinara sudah meracunin mareka dengan tubuh ramping kinara, sehinggah semua lelaki jatuh dalam pelukanya.
"Kau sudah bayak melayani lelaki diluar sana bukan?,jadi giliranku yang kau layani," bisik devan yang mengigit daun telinga kinara.
kinaraa yang mendapatkan perilaku dari devan langsung merinding ditambh dengan rasa takut didalam diri nya, dia takut jika devan berbuat hal yang lebih pada nya.
devan yang melihat tidak ada balasan dari kinara merasa kesal."dasar wanita licik kau berpura pura seperti masih perawan padahal kau sudah sangat menjijikan, lihat saja apa yang kulakukan padamu," gumam Devan.
tidak bayak bicara devan langsung menyeret kinara dari sofa menuju kamar mandi yang terletak didapur, sedangakan kinara dia merasa gemetar dia merasakan takut menyebar diri nya, dia ingin lari saat ini jugaa, dia berharap saat ini juga ada seseorang yang bisa menolong nya.
"Tuhann aku mohon tolong aku," gumam nya dengan mulai meneteskan air mata.
Devan terus menyeret kinara sampai berada dirapur, tidak bayak berfikir dia langsung masuk kedalam kamar mandi, tapi kinara menahan nya dia memohon agar devan melepaskan nya.
"Haii sayangg kau tidak perluh merasakan takutt, Ini sudah tugasmu menjadi wanita simpanan,kau sering melayani hidung belang diluar sana," ucap devan dengan lembut.
"Tidak tuan, saya mohonn lepaskan saya,siksa saja diriku tuan tapi jangan melakukan hal itu padaku," mohonn kinara berharap devan mengasihani nya.
"BUAHAHAHAH,Sayang apa kau tidak ingin melayaniku karena aku tidak memberikanmu bayaran?,Baik baiklah satu ronda Satu meliyar," ucap devan.
PLLAKK
Satu tamparan melayang dipipi devan,Kinara sangat marahh saat devan berucap sangat rendah pada nya.
"KAU SANGAT KETERLALUAN TUAN,,APA KAU TAHUU UCAPANMU MENGORESKAN RASA SAKIT DAN BENCI PADAMU!!, MENGAPA KAU SERING MEMPERLAKUKANKU DENGAN KASARR DAN BERBICARA KASARR PADAKU!!,, AKU HANYA ANAK YANG DITUKAR DENGAN UANG BUKAN BERARTI KAU SEENAK NYA PADAKU!!,AKU MEMPUYAI BATAS KESABARAN DIRIKU BUKAN MALAIKAT YANG SELALU SABAR DENGAN PERILAKUMU!!,," teriakk kinara dengan air mata yang semakin deras.
Sedangkan devan yang mendapatkan tamparan dan perilaku kinara yang sangat lancang pada nya, emosi nya semakin memuncak.
PLAKKK
Devan menampar pipi kinara,sehinggah kinara terjatuh dilantai,dengan sedikit pecahan disujud bibir nya.
"DASARR KAU WANITAA LAJAN*,, KAU SUDAH SANGAT BERANII PADAKUU HAAA!!,APA KAU INGIN KELUARGAMU MENJADI GELANDANGAN DILUAR SANAA!!,,KAU TIDAK PERLUH SOK JUAL MAHALL,DIRIMU ITU MURAH SANGAT MURAH SEPERTI SAMPAH BODOH!!, SEHARUS NYA KAU BERTERIMA KSIH PADAKU YANG SUDAH MENOLONG KELUARGA SIALANMU ITU!!," bentak devan.
"TERSERAH ANDA TUAN JIKA ANDA INGIN MENCABUT SEMUAA BANTUAN ANDA PADA KELUARGA SAYA SILAHKAN!!, KARENA SAYA JUGAA SUDAH SANGAT LELAH DENGAN DRAMA YANG MENYAKITKAN INI!!," teriak kinara tidak ingin kalah,diri nya sunguh lelah dengan ini semuaa, dia hanya ingin dihargai.
soo percumaa keluarganyaa juga sudah terlanjur membenci diri nyaa dan Cinta yang sejak dulu dia pertahan kan hanya sia sia,,Devan sangat membenci nya dan tidak ada sedikit saja rasa cinta untuknnya hanya ada rasa benci,benci yang teramat dalam padanya diri nya juga tidak tahu mengapa devan sangat membenci diri nya.
Tampa mareka sadari penjaga yang berada disana melihat keributan antara tuan muda nya dan nyonya muda mareka,Penjaga disana sangat merasa kasihan pada kinara yang selalu jadi bahan amukan setiap hari devan, dia meraih ponsel nya dan mengetik nomor Sekteris RIAN untk menyuruh nya datang kemari, seperti nya akan ada keributan yang besar, hanya rian yang bisa menahan emosi devan.
Sedangakn devan yang melihat kinara yang sudah melawan pada nya langsung menarik rambut kinara dengan kuat,sedangkan kinara hanya tersenyum merendahkan devan yang setiap hari selalu mencabak rambut nya, seperti tidak ada yang lain,sedangakn devan yang melihat kinara tersenyum mengejek nya langsung menampar pipi kinara yang kedua kali nya.
PLLAKK.
dan kedua kali nya kinara tersungr karena tamparan kuat devan, dan benar saja darah segar keluar dari sujud bibir nya, bukan nya merasa takut melain kan kinara tersenyum kembali dan senyuman nya itu yang membuat devan semakin murkah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DAN BERI DUKUNGAN AUTHORR YAA CANTIK 😉