
BAB 71.
.
.
.
KEDIAMAN WIJAYA.
Devan Yang Sejak Tadi Menunggu Kamar Sang Seketris Kepercayaannya,Sejak Malam Devan Tidak Bisa Tidur Dengan Nyeyak,, Dia Selalu Kefikiran Tentang Keadaan Sang Istri,Tidak Lama Ponselnya Berdering,Dengan Cepat Devan Meraih Ponsel nya Yang Terletak Dimejaa.
"Bagaimana Rian,Apakah Kau Sudah Menemukan Keadaan Istriku!" Tanya Devan Yang Telah Menerima Panggilan Tersebut.
RIAN.
"Sudah Tuan,Sekarang Keberadaan Nyonya Muda Dirumah Sahabat nya,Jika Anda Mau,Saya Akan Mengantar Anda Dimana Nyonya Muda Berada!" Jawab Rian.
Devan.
"Cepatlah Kemari!" Ucap Devan Dan Langsung Dimatikan Devan.
Belum Sempat Devan Beranjak Dari Duduk nya Rian Sudah Berada Dibelakang nya,Tentu Saja Devan Terkejud Melihat Rian Dibelakang nya.
"Sejak Kapan Kau Berada Disini?" Tanya Devan.
"Baru Saja Tuan!" Jawab Rian.
"Perasaan Tadi Kau Seperti Berada Diperusahaan,Cepat Sekali Kau Berada Disini!" Ucap Devan.
"Sejak Tadi Saya DiSini Tuan,Tadi Saya Mengecek Berkas Berkas!" Jawab Rian.
"Yaa Sudahlah,Ayo!" Ucap Devan Yang Langsung Melangkahkan Kaki nya Keluar Dari Balkon Lantai Ahkir,Untuk Menuju Lantai Bawah Menemui Ranti.
"Morning Mom!" Sapa Devan Yang Sudah Berada Didepan Sang Momy.
"Moring Too Sayang,Kalian Mau Bertemu Dengan Menantu Momy kan?" Tanya Ranti.
"Iyaa Mom!" Jawab Devan.
"Tapi Seperti nya Kau Belum Mandi Dev!"Ucap Ranti Yang Melihat Pelampilan Devan.
"Devan Tidak Ingin Membuang Waktu Mom,Devan Takut Jika Kinara Pergi Lagi!"Jawab Devan.
"Yaa Sudah Mom,Devan Pergi!"Lanjug Devan Yang Mencium Pungung tangan Ranti.
"Baiklah Hati Hati!" Jawab Ranti.
"Saya Permisi Nyonya!" Sahut Rian Dan Langsung Di Iyakan Ranti.
"Aku Berharap Kau Benar Benar Mencintai Kinara Nak!" Bantin Ranti Yang Melihat Langkah Kaki Devan Menjauh Dari Nya.
.
.
.
Sedangkaan Dilain Sisi Kinara Yang Sedang Berada Diruang Tamu Dengan Segelas Jus Dan Ditambah Dengan Cemilan Ringan,Tiba Tiba Yuli Datang Dari Arah Dapur dan Duduk Disamping Kinara.
"Kinara,Kita Sudah Lama Tidak Dance Bersama!" Sahut Yuli.
"Iya Juga Sih,Tapi Aku Tidak Ingin Itu!" Jawab Kinara.
"Lalu Kau Ingin Apa?" Tanya Yuli Yang Memasukan Satu Cemilan Dimulutnya.
"Suamiku!"Jawab Kinara Dengan Wajah Cemberut.
"What!" Ucap Yuli Yang Terkejud Mendengar Ucapan Kinara.
"Tidak Usah Kaya Gitu Juga Kali,Yul Aku Pengan Suamiku Devan!" Ucap Kinara Yang Mulai Bersedih.
"Yaa aku Harus Gimana,Aku Tidak tau Dia Sekarang Dimana!" Jawab Yuli.
"Huaaa...Aku Merindukan nyaa!!" Tangis Kinara,Lagi Dan Lagi Itu Membuat Yuli Terheran Heran Melihat Kinara Yang Lagi Pagi Sudah Berbeda.
"Tidak Usah Nangis Bisa kan rin,Kau Juga Kenapa Tiba Tiba Berubah Setelah Ditinggal Suamimu!" Tutur Yuli.
"Sudahlah Kau Tidak Usah Bicara,Itu Tambah Membuatku Pusing!" Ucap Kinara Yang Menghapus Air Mata nya,Setelah Itu Dia Menatap Yuli,Sedangkan Yang Ditatap Sudah Merasa Tidak Enak.
"Apa,Mengapa Kau Melihatku Seperti Itu!" Sahut Yuli.
"Aaku Ingin Kepantai!" Ucap Kinara Yang Penuh Harap Menatap Yuli.
"Kinara Kau Gilaa,Ini Masih Pagii!" Jawab Yuli.
"Kalo Lu kaya Gini Setiap Hari,Dijamin Deh Besok Nya Gue Yang Masuk Rumah Sakit!" Jawab Yuli,Dan Itu Membuat Kinara Tertawa.
"Sudahlah Kau Maukan??" Rayu Kinara.
"Emm Baiklah,Tapi ingat Sampai sana Langsung Pulang!" Jawab Yuli Yang Berdiri Dari Duduk nya Menuju Kamar Yang terletak dilantai Dua,Sedangakn Kinara Tentu Dia Merasa Senang,Dia Berdiri dari Duduk nya Menuju Kamar nya Yang Disamping Kamar Yuli Untuk Menganti Pakean Dengan Pakean Yang Mau Dia Gunakan.
Berapa Menit Berlalu,Kinara Dan Yuli Yang Sudah Siap Dengan Setelan Mareka,Langsung Melangkahkan Kaki nya Menuju Pantai,Kinara Membuka Pintu,Dan Tiba Tiba Tubuhnya Membeku Saat Melihat Seseorang Didepan nya.
DEG..
Jantung Kinara Berdetak Dengan Kencang,Bola Mata Hitam Kini Berkaca Kaca,Semakin Lama Saling Menatap Dan Kinara Yang Tidak Bisa Menahan Air Mata Nya Kini Terjatuh Tampa Seijin nyaa.
Sedangkan Devan Yang Melihat Wanita Yang Sangat Dia Rindukan Berdiri Didepan nya Dan Menatap nya Dengan Mata Yang Basah.
Dengan Cepat Kinara Memeluk Devan Dengan Erat,Entah Menagap Dia Sangat Merindukan Lelaki Dihadapan Nyaa,,SedangkaN Devan
Yang Mendapatkan Pelukan Dari Kinara Tentu Saja Dia Merasa Sangat Bahagiaa,Devan Memeluk Tubuh Ramping Sang Istri Dan Menjatuhka Air Mata nya.
"Maafkan Aku..Maafkan Aku.." Lirih Kinara Yang Menangis Memeluk Sang Suami.
"Tidak Ini Bukan Salahmu Sayang,Ini Salahku Maafkan Aku Yang Sudah Membuatmu Terus Menerus Terluka!" Ucap Devan Yang Melepaskan Pelukan Mareka Dan Menyentuh Wajah Kinara.
"Maafkaan Aku Yang Tidak Percaya Padamu!" Lirih Kinara Yang Tiada Henti nya Menangis.
"Ini Bukan Salahmu,Ini Semua Salahku,Maafkan Aku Yang Sudah Menyia Yiakan Cintamu Dan Membuat Hidupmu Menderitaa,Maafkan Aku!" Ucap Devan Yang Menempelkan Jidat Nya Dengan Jidat Kinara.
"Aku Sangat Mencintaimu Sayang!" ucap Devan.
"Aku Juga Mencintaimu!" Lirih Kinara.
"Aku Mohonn,Jangan Pernah Meninggalakn Diriku Lagi!" Ucap Devan Yang Menatap Mata Indah Milik Yang Bahas Karna Tangis.
"Aku Berjanji!" Jawab Kinara Yang Tersenyum Pada Devan,Devan Yang Melihat Senyum Wanita Yang Sejak Lama Dia Rindukan Kini Dia Lihat,Dengan Kembali Memeluk Kinara Dengan Sangat Erat,Sedangkan Kinara Dia Membalas Pelukan Sang Suami,Tidak Ada Lagi Rasa Kecewa Atau Marah Pada Devan,Yang Ada Dalan Hati Dan fikirannya Adalah Bisa Bersama Dengan Devan Untuk Selama Lama nya.
Devan melepas Pelukan nya,Dia kembali Menatap Wajah Sang Istri,Dalam Semakin Dalam Mareka Menatap Satu Sama Lain,Devan Mendekatkan Wajah nya dengan Wajah Kinara,Dekat Semakin Devan Dan..
Cupp.
Bibir Devan Dan Bibir Kinara Kini Meyatuh,Dan Devan M*l*m*t Bibir Kinara Dan Kinara Pun Melakukan Hal Yang Sama Dengan Devan,Rasa Rindu Dan Sedih Yang Mareka Rasakan Kini Telah Hilang,Dan Tergantikan Dengan Rasa Bahagiaa Yang Teramaatt Dalam.
Sedangkan Yuli Dan Rian,Yang Melihat Kinara Dan Devan Saling Berciuman Langsung Saling Menatap Satu Sama Lain,Setelah Itu Mareka Menjadi Salah Tingkah Sendiri,Apakah Yuli Bahagia Bertemu Dengan Sang Pujaan Hati,Tentu Saja Dia Sangat Merasakan Bahagiaa Bertemu Dengan Rian,Dia Fikir Dia Tidak Bisa Bertemu Lagi Dengan nya Ternyata Yang Dia Cemaskan Salah.
Kinara Melepaskan Ciuman Mareka Dan Dia Menatap Manik Manik Mata Hitam Sang Suami,Dia Tersenyum,Kinara Tidak Menyangka Jikaa Devan Akan Membalas Cintanya.
"Terimaksih!" Lirih Kinara Yang Kembali Meneteskan Air Mata.
"Seharusnya Aku Yang Bilang Mengucapkan Hal Itu!" Ucap Devan Yang MengHapus Air Mata Kinara.
"Sudah Membalas Cintaku!" Lanjut Kinara.
"Daan Aku Juga Mengucapkan Terimaksih Sudah Mencintaiku Dengan Tulus!" Ucap Devan Yang Kembali Mencium Bibir Sang Istri,,Dan Kinara Membalas Ciuman Sang Suami,Mareka Melepaskan Ciuman Mareka,Lalu Melihat Yuli Dan Rian Yang Seperti Salah Tingkah Malihat Mareka ciuman,Devan Langsung Mengendong Tubuh Ramping Kinara Dan Membawa nya Masuk Kedalam.
Sedangkan Yuli Dia Cukup Bahagia Melihat Sahabatnya Kini Sudah Menemukan Kebahagiaan nya,Tapi Yang Buat Dia Kesel Itu Mareka Berciuman Didepan Nya Dan Juga Rian.
"Isss Kennapa Sih Mareka Ciuman Disini,Dan Apa Lagi Itu,Seenak Nya Aja Masuk Kedalam,Pasti Dia Mau Ihik Ihik, Ngak Ingat Tempat Apa,Kan Klo Gini Aku Yang Malu,!" Bantin Yuli Yang Memukul Jidat Nya Sendiri.
Rian Yang Melihat Tingkah Yuli Seperti Orang Kesetanan,Langsung Berfikir Akan MengodaaNya,Entah Mengapa Dia Sangat Senang Jika Mengoda Yuli.
"Ada Apaa Denganmu?"Tanya Rian,Sedangkan Yuli Langsung Melihat Rian.
"Mengapa Kau Diam Saja,Apa Kau Mau Juga Seperti Tuan Muda Dan Juga Nyonya Muda!" Sahut Rian.
"Ehh,Tidak Tidak,Apaan sih!" Ucap Yuli Yang Gugup.
"Katakan Saja,,Jika Kau Mau,Aku Bisa Melakukan Nya,Bahkan Lebih Linca Dari Pada Tuan Muda!" Bisik Rian Yang Berdiri Disamping Yuli.
Yuli Yaang Mendengar Nya Tentu Saja Dia Terkejud,Lelaki Yang Dia Cintai Sangatlah Mesum,Yuli Yang Ingin Menjauh Dari Rian Tapi Dengan Cepat Rian Meraih Pengelangan Tangan Yuli Kepelukan nya,Sedangkan Yuli Tentu Saja Dia Melotot Melihat Posisi Nya Dengan Rian.
"Lepaskan Aku!" Ucap Yuli Yang Berusaha MelePaskan Pelukan nya Dari Rian.
"Bukankah Tadi Kau Ingin Seperti Nyonya Muda Dan Tuan Muda Bukan?,Jadi Ayolah Lakukan Seperti Nyoya Muda Pada Tuan Muda!" Ucap Rian Dengan Santai Sambil Menatap Mata Yuli.
"Haii,Sejak Kapan Aku Bilang Seperti Itu,Kau Ternyata Sangatlah Mesum Ya,Lepaskan Aku!" Ronta Yuli.
"Hahahahah,Kauu Lucu Sekali!" Tawa Rian yang Melihat Wajah Pucat Yuli,Sedangkan Yuli Langsung Memukul Dada Bidang Rian Dan Bibir nya Dia Moyongkan Seperti Bebek,Tapi Jika Dilihat Sangatlah Imut.
Riian Yang Melihat Tingkah Yuli,Sangat Merasakan Gemas,Ingin Rasanya Dia M*l*m*t Bibir Wanita Didepan nya Ini.
"Siall,Mengapa Dia Lucu Sekali Sih!" Bantin Rian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DAN BERIDUKUNGAN AUTHOR.