NARAKU

NARAKU
BAB 24



BAB 24


Kinara yang sudah bersiap langsung meninggalkan rumah itu, dia berjalan keluar, dia sudah memesan taksi onlen yang sudah berada diluar kediaman wijaya.


Ketika dia ingin membuka pagar, sapam disana menghalagi nya. " maaf nyonya anda ingin kemana?." Tanya penjaga disana.


" saya mau keluar sebentar pak." Jawab kinara.


" maaf non,tuan melarang anda keluar rumah." Ucap sapam itu. Kinara nampak bingung tapi dia selalu cari ide agar diakeluar dari rumah itu soo dia juga tidak akan melarikan diri.


" maaf pak saya buru, permisi." Jawab kinara yang sudah lari masuk kedalam mobil yang kebetulan didepan pagar. Dia langsung menyuruh supir itu meningglakan tempat itu sebelum penjaga disana mengejar nya.


Tampa kinara sadari setelah dia pulang, diri nya akan mendapat kan hukuman dari devan.



PERUSAAHAN WIJAYA



Devan yang baru selesai bertemu dengan kelayen langsung bergegas untuk pulang dia tidak sabar untuk bermain main dengan gadis murahan itu.



Ketika dia hendak berdiri hp nya berdering dia melihat nama yang terletak di layar itu, dia langsung menerima panggilan itu.



" Ada apa?," tanya devan.



" maaf tuan nyonya pergi meninggalkan rumah."terdengar suara dari serbang sana. Devan yang mendegar nya tentu tersenyum kecil.



" ternyata wanita sialan itu ingin bermain main denganku." Gumam nya



Devan tidak menghirau kan panggil yang masih berlanjut,dia langsung mematikan panggilan itu, yang ada dalam pikirn nya wanita yang sudah berani melawan nya, wanita yang sangat dia benci. Siapa lagi kalo bukan kinara.



" lihat saja wanita sialan kau akan merasakan akibat nya sudah melawan perintahku." Gumam nya sambil tersenyum kecil.



Kinara yang baru saja sampai didepan rumah yang penuh dengan kenangan kalem semasa dia tinggil dirumah itu.


Kinara menyuruh supir nya untuk menunggu nya." pak tunggu sini yaa aku sebentar saja." Sahut kinara dan langsung di iya kan supir itu.


Dia langsung melangkah kan kaki nya kedalam halaman rumah ditto, tetap sama tidak ada yang berubah, sapam disana menyapa kinara dengan baik, karena selama kinara tinggal disana semua dekat dengan kinara, yang memiliki sifat baik tapi cuek beda dengan bella dia terlalu angkuh sehinggah semua pekerja dirumah itu tidak menyukai anak angkat nya majikan nya.


" selamat pagi nona rin." Sapa penjaga disana.


" pagi pak, apa ada ayah dan ibu didalam?," sapa sekaligus tanya kinara.


" tuan sudah berangkat non, didalam hanya ada nyonya besar dan non bella." Jawab penjaga disana.


" emm baiklah, saya masuk dulu." Ucap kinara yang sedikit tersenyum lalu masuk kedalam rumah ditto.


Penjaga disana hanya membals dengan senyuman saja, mareka sangat meyukai sifat kinara dia bukan cuman cantik diluar saja,dia memiliki cantik luar dan dalam.


Kinara mengetuk pintu itu, tapi tidak ada respon dia mencoba mengetuk nya lagi dan ahkir nya pintu itu terbuka, terlihat wanita paruh bayaa keluar dari arah dalam yaa.... dia sinta ibu kandung kinara dan ibu asuh bella.


Sinta yang melihat anak kandung nya sedikit tidak sukaa yaa.... dari dulu sinta memang tidak meyukai anak nya ini ntah mengapa dia sangat membenci kinara. Sedangkan kinara dia hanya tersenyum kepada ibu yang selama ini dia sayang, tampa kinara tau ibu yang selama ini dia sayang sangat membenci dirinya.


Kinara yang ingin menyalami tangan ibu nya tidak jadi karena sinta langsung menarik tangan nya,dia tidak ingin jika kinara menyetuh tangan nya. " ada apa kau kesini?." Tanya sinta


" aku kemarin untuk mengambil barang barang yang aku ingin gunakan Bu." Jawab kinara tersenyum sambil menarik tangan nya kembali.


" apa tuan devan tidak memberikan mu barang ?." Tanya sinta.


" ada Bu bahkan tuan devan sangat baik denganku, aku hanya ingin mengambil keperlan ku saja." Jawab kinara berbohong.


Kinara yang melihat senyuman itu hanya bisa tersenyum kecul melihat kehormanisan antara ank dan ibu nya, iri tentu dia iri sejak kecil dia tidak pernah diperlakukan seperti itu oleh ibu dan ayah, dipeluk ibu nya saja dia belum pernah merasakan hangat pelukan seorang ibu.


Manik manik mata hitam kinara berkaca kaca dia tetap berusaha tersenyum didapan mareka agar mareka tidak melihat sisi rapuh dirinya.


" Bu kenapa kinara ada disini." Sahut bella yang masih memeluk sinta.


" dia ingin mengambil keperluan nya, sudah lah tidak perluh mengurus nya lebih baik kita kedalam melanjutkan orbolan kita yang sempat terhenti karena terganggu oleh ank ini." Jawab sinta yang melirik tidak suka dengan kinara, sedangakn kinara hanya menunduk kan kepala saja.


" baiklah." Jawab bella yang tersenyuk sinis kepada kinara, setalh itu mareka masuk kedalam meninggalkan kinara seorang diri.


Kinara yang melihat langkah mareka langsung tersentum kecut saja." Ada masa nya kau merasakan hal itu juga,kau cuman butuh bersabar,ya.. walaupun sabar mu sudah melebihi kata sabar." Gumam nya sambil tertawa kecil.


Dia langsung masuk kedalam rumah itu dan menuju kamar nya yang terletak dilantai atas, dia langsung masuk kedalam kamar yang akan dia tingglkan untuk selama nya.


Dia tersenyum melihat kamar yanh tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, dinding yang berwarna biru gerap dan dihiasi bintang bintag kecil, kinara suka merias kamar itu salah satu hobby nya nya.


Dia menuju ranjang yang sangat jauh berbeda dengan ranjang yang dia tidurin sekarang dirumah devan, ranjang yang begitu empuk dan nyaman saat baring diatas nya, dia merebahkan kasur yang sangat dia rindukan dia sempat memejam kan mata teringat perilaku kasar devan pada nya dan perilaku tidak adil dari keluar nya, butiran air bening keluar dari perlupuk mata nya, dia tidak tau mengapa hidup nya tidak adil dengan nya, mengapa takdir begitu kejam pada nya.


Dia membuka mata nya dan menghapus sisah air mata nya, dia langsung mengambil perlatan wanita nya lalu mengambil hp nya, dia tidak perluh menbawa koper atau apa karena dia membawa tas ransel nya itu muat untuk menaruh perlalatan wanita nya, dia berjalan diarah meja yang terletak disamping kasur nya dia membuka laci dan mengambil hp nya, dan mengambil foto keluarga nya dan juga foto bersama sahabt nya yuli.


Dia memasukan semua itu kedalam tas nya lalu menghidupkan hp yaa, dia menerima panggilkan perderetan dari yuli, kinara tersenyum saat melihat nya dia sangat beruntung memiliki sahabat sebaik yuli, dia langsung menelpon kenomor sahabt nya itu.


Yuli yang tertidur nyeyak terbangun karena hp nya berdering dia meraba raba meja dan dia menemuka hp nya, tampa dia melihat siapa yang melpon nya dia langsung menerima panggil itu.


" hallo ada apa." Sahut yuli dengan suara kas bangun tdur, kinara yang mendegar kan itu dia tersenyum sahabt nya tidak berubah masih seperti dulu kebiasaan jelek nya tidak bisa dia ubah.


" kau belum bangun yulii!, ini sudah jam berapa kau kebiasaan sekali."jawab kinara.


Yuli yang mendegar suara yang tidak asing ditelinga nya dia mendegar suara yang selama ini dia rindukan." Kinara,tidak mungkin masa sih dia." Gumam nya yang masih tidak meyadari paggil itu dari kinara.


" yuliii kau mendegarku?,atau kau tidur lagi." Sahut kinara


Yuli yang mendegar kan nya lagi dia langsung melihat nama panggilan itu tertulis dilayar hp nya KINARA LOVE dia langsung duduk dari tidur nya dia langsung tersenyum saat melihat nama yang baru dia lihat.


" halo rin ini benaran kamu kan iya kan." Tanya yuli.


" iyalah, kalo bukan aku siapa setan." Jawab kinara, yuli yang mendegr nya langsung terlawa.


" kau dari mana sudah lima hari tidak menerima panggilan ku dan tidak membalas pesanku." Tanya yuli dengan suara sedih nya.


" nanti saja aku jelas kan, kita bertemu di taman biasa." Jawab kinara dan langsung di iya kan yuli.


" okhh, tunggu ak disana kau jangan kemana." Ucap yuli yang langsung mematikan panggil itu dia langsung berdiri dari untuk membersihkan badan nya karena dia ingin bertemu dengan Sahabt yang sangat dia rindukan itu.


Sedangkan kinara dia hanya gelang gelang saja saat mendegar ucapan yuli, dia memasukan hp nya dikantong celanan nya lalu bergegas untuk pergi ketaman bertemu dengan teman centil nya itu.


Sebelum itu dia melihat kamar yanb begitu dia rindukan, sebenar nya dia tidak ingin meinggalkan kamar ini, tapi itu tidak akan mungkin, dia hanya tersenyum melihat sekliling kamar itu lalu dia keluar dan menutup pintu kamar nya.


Dia menuruni tangga, dia mendegar canda tawa bella dan sinta, dia ikuat tertawa juga, dia menyamperi sinta dan bella yang berada ditama belakang, tapi bella dan sinta seperti sengaja menghiraukan kehadiran diri nya.


" ibu ,kak bella, aku pulang maksih." Sahut kinara yang diabaikan kedua wanita itu, kinara yang melihat tidak ada respon langsung meninggalkan tempat itu yang membuat nya terluka.


Sampai nya didepan gerbang dia berpamitan dengan penjaga disana." Pak kinara pergi dulu, jaga ibu dan ayah baik baik yaa, jika ada apa apa langsung kabarin aku." Sahut kinara dan di iyakan oleh penjaga itu.


Ketika kinara ingin melangkah kan kaki nya dia mendegar teriakan dari arah kiri, dia melihat sumber suara itu diri nya langsung tersenyum saat melihat paru baya yang sudah tua meneriakki diri nya, dia adalah bibik dirumah ini dia sangat denkat dengan kinara seperti ibu dan anak.


Kinara langsung memeluk bibik itu dengan penuh kasih sayang dan bibik nya juga sama memeluk diri nya dengan kasih sayang, bibik itu sangat tau diri rapuh nya kinara tapi kinara tidak mengetahui hal itu.


" apa kabar non?." Tanya bibik itu.


" kabar kinara baik bik, bibik sendiri?." Jawab sekaligus tanya.


" kabar saya baik non, kapan nona kesini bibik tidak mengetahui nya." Ucap bibik.


" baru saja bik, ohh iya kinara tidak bisa lama lama disini, kinara punya janji bertemu dengan teman kinara." Jawab kinara.


" baik lah non, tapi apa nona bahagia dengan pernikahan ini ?apakah tuan devan memperlakukan nona baik?." Tanya bibik.


" iya bik, kinara bahagiaa sekali,dan dia memperlakukan kinara dengan baik." Jawab berbohong kinara." Yaa sudah kinara pergi dulu jaga diri bibik baik baik sampai jumpa." Sambung kinara yang sambil meninggalakn halaman itu.


" aku tau non jika kau berbohong.aku berharap kau selalu bahagiaa nak" Gumam bibik sambil melangkah masuk kedalam.


* jangan lupa tinggalkan jejak dan beri semnagt authorr*😄😉