
BAB 25
kinara yang sudah berada ditaman tempat mareka janjian, tapi yuli belum juga datang kaman arah jalan nya yuli.
" ini sudah siang kemana anak itu, gimana kalo tuan devan pulang aku bisa kenaa hukuman lagi." Gumam nya.
Dia melirik kesana sini tapi belum juga batang hidung yuli yang terlihat , kemana anak itu sehinggah belum juga datang kinara sudah merasa kesal dengan sahabat nya itu tidak pernh tepat janji, dia mengambil hp nya lalu mencari nama YULI setelah dia temui langsing saja dia menelpon nya.
" halu rin, tunggu ak lagi ditokoh boluu membeli bole kesukaan kita biar nanti cerita enak ada cemilan." Terdengar daru serbang sana, yuli langsung menjelas kan karena dia takut jika teman nya memrahi nya.
" cepat!, 5 menit kau sudah ada disini." Jawab kinara yang langsung mematikn panggilan itu.
Dilain sisi seorang pemuda sedang bergaya dengan memakai jas berkulit putih dengan tampan nya dia menujukan gaya nya didepan kameraa yaa.... dia raja dia sedang permotretan dengan baju yang dia gunakan saat ini.
CGEKK CGEKK CERKE \*anggap suara kameraπ \*
\* soo lanjut\* tiga kali permotretan meliara hasil nya yaa... raja model yang sangat terkenal jadi tidak ada yang meragukan kemampuan nya, jadi itu dia sangat bayak yang ingin jika diri nya menjadi modell disalah satu perusaan disana,, tapi raja selalu menolak nya,, dia tidak suka dengan hal seperti itu dia sudah nyaman dengan perkerjaan seperti ini soo hasil nya juga samaa.
Dia melangkah keruagan untuk menganti baju dengan baju biasa karena sudah selesai permotretan, dia ingin mencari makan perut nya minta di isi dengan makanan yang enak.
Rehan masuk kedalam ruangan itu, dia langsung menjatuhkan badan nya disofa terletak didalam ruangan yang ada disana.
" apa sudah dikirim." Tanya raja pada sutadara nya itu.
" sudah." Jawab rehan yang sambil memejam kan mata dia merasa lelah.
" bagus, aku ingin mencari makan apa kau ingin ikut?." Tanya raja.
" ayolah gue juga lampar." Jawab rehan yang berdiri dari duduk nya.
Mareka meninggalkan ruangan itu untuk menuju tempat makan..
Kinara yang lelah menunggu yuli belum juga datang dia berdiri dari duduk nya untk meningglakn tempat itu,belum saja dia melangkah kaki yuli sudah teriakkk memanggil nama nya, kinara melihat arah suara itu yang beda didebalakng badan nya.
Dia melihat yuli lari kearah nya, sedangakn dia juga berlali kearah yuli, mareka berpelukan seperti anak anak didepan bayak orang,mareka berpelukan sampaih terjatuh dirumput padat yang terletak disana.
Yuli melepas kan pelukan nya lalu memeluk nya lagi, dia sangat rindu dengan sahabt nya itu begitu juga dengan kinara dia sangat menrinduakn sahabt nya ini, padahal mareka tidak bertemu hanya lima hari saja tapi bagi mareka seperti 5 tahunn.
"Haii buat apa kau nngis." Tanya kinara yang melepaskan pelukan mareka.
" gw bahagia aja rin, gw kira kita tidak akan pernah bertemu lagi." Jawab yuli dengan suara serak tangis nya.
" haiii siapa bilang kita tidak akan bertemu lagi?, sudah kukatakan kita akan selalu bersama apapun itu, jadi kau tidak perluh mennagis oky." Hibur kinara, sebenar nya dia juga berfikir seperti itu tapi dia tidak ingin melihat kan nya didepan sahabt nya itu.
" emm janji." Ucap yuli sambil memberikan jari kelingkin nya.
" janji." Jawab kinara sambil melingkar kan jari kelingkin nya dengan jari yuli.
Mareka berperpelukan lagi,,, setelah itu kinara mengaja yuli untuk duduk dikursih tempat dia menunggu yuli.
" ohh iya rin tadi lu mau ceritakan semua nya ke gue ,,, ayo cerita." Ucap yuli disela sela makan mareka.
" tapi lu janji jangan kasih tau siapa siapa." Jawab kinara yang mulai serius.
" okh gue janji." ucap yuli.
" gue sudah nikah." Langsung keintin nya.
" Whatt!." Tentu yuli terkejudd, kinara nikah tampa memberi tau nya.
" ini tidak seperti yang ada didalam pikiranmu." Ucap kinara .
" lalu." Jawab yuli.
" gue nikah untuk menyelamatkan perusahaan ayah ku." Ucap kinara dengan serak.
" maksudmu?." Tanya yuli yang emang belum mengerti apa yang Dimaksud sahabat nya itu.
" aku sudah nikah dan diriku jadi bahan jaminan ayahku." Terdengr suara lirih kinara yang menahan tangis nya.
Yuli yang mendegr nya tentu saja dia terkejud dittl nya tegaa menjadikan kinara bahan jaminan demi menyelamat kan perusahaan ditto, lalu kemana bella dia kan anak pertama dari ditto dan sinta, yaa begitulah yang berada didalam pikiran yuli dia tau jika bella adalah anak kandung sinta dan ditto.
Kinara menceritakan semua nya kepada yuli,, tentang diri nya diperlakukan tidak adil dengan keluarga nyaa, dan kinara tidak bisa menahan tangis nya hati nya sunguh sakit dengan keadaan ini.
Yuli yang melihat sahabt nya nngis didepan nya langsung memeluk nya dengan erat, dia juga tidak menyangka kisah hidup sahabt nya seperti ini,,, dia tidak mengetaui nya karena kinara selalu terlihat baik baik saja dan dia selalu berkata jika diri nya tidak kenapa kenapa, apa yang selama ini yuli pikir kan benar.
" lu kenapa ngak cerita dari awal sm gue rin, gue yang dengar cerita lu sedih apa lagi lu yang jalanin ini semua." Ucap yuli.
Kinara hanya nangis saja dipelukan sahabat nya itu,yuli biar kan sahabt nya nnagis sejadi jadi nya didalam pelukan nya.
Berapa menit kinara sudah merasa rasa sakit nya sedikit berkurang, dia melepas kan pelukan nya. Yuli yang melihat nya langsung bertanya.
" apa suamimu memperlakukan mu dengan baik?." Tanya yuli.
" iya dia memperlakukanku dengan baik." Berbohong kinara.
" iya dia baik sama aku, sudah tidak perluh membahas rumah tanggaku." Jawab kinara untuk menyakinkan sahabt nya itu.
Yuli hanya bisa percaya saja sama kinara, diri nya sedikit sedih dengan kisah hidup sahabt nya yang begitu kalemm." Gue selalu doain lu rin" gumam nya.
Yuli mengajak kinara untuk ketempat makan untuk makan siang mareka seklian dia ingin menghibur sahabat nya itu.
" rin kita makan yukk habis itu ke mall, bagaimana ?." tawar yuli.
" emm ayuk." Jawab kinara yang sudah kembali seperti biasa.
Setelah itu mareka berjalan kesuatu lestoran yang dekat sekitara taman.
.DIPERUSAHAAN WIJAYA.
Devan yang duduk dikursih dektur nya dengan melipat kaki nya, melihat kearah jendela luar yang terlihat jelas pemandangan ibu kota yang begitu indah, tidak dengan hati nya saat ini dia sangat merasa kesal dengan kinara, dia memirikan apa yang harus dilakukan dengan perempuan itu .
Tiba tiba pintu nya ada yang mengetuk nya, dia melirik siapa yang masuk kedalam ruangan nya.
Wanita cantik memakai baju yang sangat ketat sehinggah terlihat bentuk tubuh nya dan tidak lupaa dibagian atas nya terlihat jelass belahan dada nya.
" selamat siang tuan." Sapa wanita itu yaa... wanita itu adalah bella.
Devan yang melihat bella hati nya bertambah kesal, kenapa wanita murahan ini kembali lagi kekantor nya.
Bela mendekat kearah devan tapi devan langsung membuka bicara." Keluar atau aku menyeret mu." Sahut devan dengan nada dingin.
Bella yang mendengar nya tidak memperdulikan ucapan devan dia tetap mendekati adik ipar nya itu.
Devan yang melihat bella semakin mendekat kearah nya langsung bediri dari duduk nya." Apa tujuan mu datang kemari." Sahut devan.
" aku ingin bersamamu." Jawab bella yang terus berjalan kearah diri nya.
" jangan mimpi wanita murahan, kau tidak jauh beda dengan adik mu sama sama murahan." Ucap devan dengan nada sedikit mengejek.
"Hahah anda sangat benar tuan,, tapi saya tau batas saya, tapi istri anda tidak mengenal batas." Jawab bella yang sudah berada didepan devan.
" apa maksudmu." Tanya devan.
Bella mendekati diri nya dengan devan dan meyentukan dada nya dengan dada bidang devan lalu digeserr kekiri dan kekana, devan yang merasakan ada yang menepel dengan dada nya langsung mendorong nya, tapi bella melingkar kan tangan nya dileher devan dengan erat.
Devan sangat merasa marah, dia langsung menarik rambut bella sehinggah bella kesakitan dan langsung melepaskan tangan nya dari leher devano, dia memegang tangan nya devan agar Melepaskan tarikan nya,tapi bukan devan nama nya jika menyiksa orang hanya sebentar,dia menguatkan tarikan itu lalu didorong sehingah rasa kepala bella terhantup dengan beja devan.
Bella sangat merasakan sakit kepala nya menjadi pusing dia merasaa buram dan bruk dia pingsan dilantai itu, devan yang melihat nya langsung tersenyum sekilas.
Dia memanggil rian,, dan benar saja dengan satu teriakan rian sudah berada didalam ruagan nya. Dia terkejud lagi dan lagi dia melihat wanita yang sama.
" bawa wanita ini pergi dari ruanganku." Seru devan dengan nada dingin.
" baik tuan." Jawab rian yang langsung menangkat tubuh bella untuk keluar dari ruangan bos nya itu.
Tinggalah devan seorang diri didalam sana, diri sangat merasa kesal, dia mencari tisu basah yang ada dilemari dekat tempat istrahat nya, lalu dia mengambil tiga tisu dielap nya dijas nya dengan sangat kuat sehingah tisu itu berhamburan, dia langsung melepar tisu itu kesembarang arah.
"AGHHHHH SIALLL!" Teriakk nya mengemaa diruagan itu.
Dia masuk kedalam istrahat nya untk mandi dia sangat merasakan jijik saat dada bella menyentuh dada nya dan lebih jijik nya lagi bella tidak tau diri nya langsung memeluk devan dengan erat.
\*jangan lupa tinggalkan jejak dan selalu dukung authorr\*ππ